Rasulullah saw. beserta pasukan muslimin bergerak menuju mata air di Badar. Mereka bersiap-siap hendak menghadapi pasukan musyrikin Quraisy di sekitar wilayah tersebut.
Setelah pasukan muslimin tiba di mata air, Rasulullah saw berhenti. Seorang sahabat bernama Hubab bin Mundhir bin Jamuh r.a. yang mengenali seluk-beluk tempat itu bertanya kepada Rasulullah saw, "Wahai Rasulullah, engkau berhenti di tempat ini apakah karena perintah wahyu atau sekadar pendapatmu sendiri?"
"Sekadar pendapat dan taktik perang," jawab Rasulullah saw.
Hubab r.a. berkata, "Jika demikian, tidak tepat kita berhenti di tempat ini. Mari kita pindah sampai ke tempat mata air terdekat dari mereka (pasukan Quraisy), lalu sumur-sumur kering yang di belakang itu kita timbun. Selanjutnya, kita membuat kolam dan kita isi sepenuhnya dengan air. Barulah kita hadapi mereka berperang. Kita akan mendapat air minum, mereka tidak."
Rasulullah saw. segera menyetujuinya karena saran tersebut masuk akal dan sangat brilian. Pasukan muslimin pun melakukan saran Hubab r.a.
Blogroll
- Age Mythology Stories
- Amazing Rainbow
- Ancient World History
- Ayo Berhaji
- Bayi Balita
- Become Ecologically Friendly
- Cara Hidup Kita
- Dunia Ayah
- Fish Identification
- Marketing Management Insights
- Masalah Kesehatan Wanita
- Mia Cantik
- Mimbar Jum'at
- Pelangi di Seberang Mentari
- Plant Life
- Tips Kecantikan Online
- Try To Stay Healthy
- Water World
Blog Archive
-
►
2011
(15)
-
►
Juli
(15)
- Merindukan Mati Syahid
- Cinta Seorang Anak Gembala
- Mendoakan Orang Lain
- Tertundanya Kematian
- Jamu Prabayar
- Doa Seorang Pemburu
- Pelajaran dari Ibrahim
- Kubah Ajaib
- Tempe Setengah Jadi
- Gara-gara Kucing
- Dibalik Daun-daun yang Berserakan
- Filosofi Botol Kecap
- Buah Doa dan Kesungguhan
- Berhaji Karena Menunda Haji
- Sepuluh Ribu Rupiah
-
►
Juli
(15)
-
▼
2010
(196)
-
►
April
(48)
- Para Musuh Allah yang akan Tewas di Perang Badar
- Kematian Tragis Majikan Zalim
- Kisah Umair bin Wahab
- Pengakuan Abu Jahal
- Pengakuan Utbah bin Rabi'ah
- Pengakuan Abu Sufyan bin Harb kepada Sang Istri
- Pengakuan Raja Heraclius
- Kesaksian Nadhr bin Harits
- Pengakuan Ubay bin Khallaf
- Dipercaya Menjadi Pemimpin Kafilah Dagang
- Kisah Abdullah bin Rawahah
- Kisah Watshilah bin Asqa'
- Kisah Penjual Susu
- Kisah Penjaga Kebun Buah-buahan
- Kisah Penggembala Domba
- Kisah Saudagar Perhiasan
- Kisah Pencuri Saleh
- Kejujuran Seorang Khalifah
- Menawar agar Lebih Mahal
- Maha Melihat
- Barang Cacat yang Terjual
- Gelar Ash-Shiddiq untuk Abu Bakar r.a.
- Umar bin Khaththab Al-Faruq r.a
- Dipercaya karena Jujur
- Preman Masuk Islam
- Keistimewaan Ja'far Ath-Thayyar
- Bukti Kejujuran
- Islamnya Keluarga Yasir
- Islamnya Orang Yahudi
- Firasat Orang Shiddiq
- Tidak Takut Dikatakan Bodoh
-
▼
Februari
(78)
- Nabi Daud a.s Membuat Pakaian Perang dari Besi
- Nabi Daud a.s Meredakan Amarah Raja
- Kebijaksanaan Daud a.s dan Putranya
- Kisah Wanita yang Dizalimi
- Ibu Kandung Sebenarnya
- Pencuri Angsa
- Gantilah Pintumu!
- Kecerdasan Nabi Ibrahim a.s
- Nabi Musa a.s Berguru kepada Nabi Khidr a.s
- Hasutan Iblis
- Jalan Keluar Pertikaian Hajar Aswad
- Kecerdasan Rasulullah saw sebagai Panglima Perang
- Kecemerlangan Rasulullah saw dalam Perjanjian Huda...
- Semangat Ubay bin Ka'ab r.a dalam Belajar dan Meng...
- Doa Rasulullah saw untuk Ibnu Abbas r.a
- Wawasan Seorang Bocah
- Ilmu Lalu Amal
- Hilangnya Ilmu
- Berkacalah pada Al-Qur'an
- Ilmu Penggembala Buta Huruf
- Upah Itu untuk Menguji Kesungguhanmu
- Perempuan Qur'ani
- Kecerdasan Orang Persia
- Biarkan Orang Cerdas Itu Bersama Kita
- Kecemerlangan Ilmu Ibnu Abbas r.a
- Ali bin Abi Thalib r.a, Bocah Pertama Pemeluk Isla...
- Perjuangan demi Satu Hadis
- Rendah Hati dalam Menuntut Ilmu
- Menghafal Al-Qur'an Ketika Masih Kafir
- Tunaikan Hak
- Bekal Perjalanan Mu'adz bin Jabal r.a
- Salman Al-Farisi r.a Pencari Kebenaran
- Mencari llmu Seumur Hidup
- Menempuh Ribuan Kilo demi llmu
- Semangat Menimba llmu dengan Keterbatasan Sarana
- Rasulullah saw Minta Dibacakan Al-Qur'an
- Kiat Abu Hurairah r.a Menghafal Hadis
- Kecerdasan Imam Bukhari
- Mendengar Pelajaran dengan Baik
- Lidah dan Akal
- Cara Belajar Imam Syafi'i
- Imam Bukhari, Kepandaian yang Teruji
- Belajar dari Murid
- Taktik Persiapan Perang Badar
- Siapa yang Berdusta?
- Mengapa Harus Takut?
- Tanda Kehidupan
- Kecerdasan Zaid bin Tsabit r.a. dalam Bahasa
- Tanah Mencuri Uangku!
- Berkilah
- Makanlah Tidak dan Minumlah Tidak
- Menerima Nasihat dari Orang Gila
- Alasan Pembebasan
- Rambut Mata Hilal
- Permintaan untuk Sebuah Permintaan
- Kecerdasan Ummu Salamah r.a.
- Makna di Balik Surat
- Jumlah Pohon dan Kayu
- Manusia Diciptakan Sebaik-baiknya
- Membalik Perumpamaan
- Bocah Penunggang Keledai
- Sia-Sia Berharta
- Tanyakanlah Hal yang Bermanfaat
- Jangan Merasa Cukup dengan llmu yang Ada
- Tiga Golongan yang Dilempar ke Neraka
- Air dan Sawiq
- Meributkan Bayangan
- Menghindari Adu Domba
- Niat Buruk di Balik Ibadah Khusyu'
- Mengecoh Pengkhianat
- Siapakah yang Lebih Bodoh?
- Potongan Ayat yang Disalahgunakan
- Apa yang Kalian Ajarkan?
- Kugunakan Harta Itu untuk llmu Anakku
- Penyebab Gagap
- Kecerdasan Ibunda Imam Syafi'i
- Nasihat untuk Para Guru dan Anak-Anak
- Kepekaan Seorang Istri
-
►
April
(48)



1 komentar:
Assalamu'alaikum akhi...saya izin mengikuti inspirasi inspirasi islami dari antum ya...syukron...
Poskan Komentar