Cerita Inspirasi Muslim

Menanam Hikmah Dalam Diri Setiap Muslim

Siapa yang Berdusta?

Zaid bin Aslam menceritakan kisah dari ayahnya tentang pengangkatan Al-Mughirah bin Syu'bah r.a. oleh Khalifah Umar bin Khaththab r.a. menjadi gubernur Bahrain.

Keberadaan Al-Mughirah r.a. menjadi gubernur tentu saja mengancam para pejabat lain yang licik karena mereka tidak akan leluasa lagi memakan harta rakyat.

Mereka pun menghasut rakyat agar membenci Al-Mughirah r.a. dan mengajukan keberatan tentang pengangkatan tersebut kepada Amirul Mukminin. Ternyata keberatan rakyat tersebut dikabulkan oleh Umar r.a.

Kemudian Umar r.a. memecat Al-Mughirah r.a. meskipun ia percaya bahwa Al-Mughirah r.a. adalah orang yang tepat atas jabatan tersebut. Akan tetapi, jika ada rakyatnya yang tidak mendukung kebijakannya, ia memilih untuk memenuhi keinginan rakyatnya daripada keputusannya, hasil pemikirannya sendiri.

Setelah beberapa saat penurunan Al-Mughirah tersiar kabar bahwa Umar r.a. akan mengangkat Al-Mughirah r.a. kembali, tetapi dengan jabatan yang berbeda dengan sebelumnya.

Kabar itu makin santer terdengar hingga sampai ke telinga para pejabat licik yang tidak menyukainya. Mereka pun menyusun rencana untuk menghilangkan kepercayaan Amirul Mukminin kepada Al-Mighrah r.a.

Masing-masing dari mereka menyumbangkan uangnya hingga terkumpul 1.000 dirham. Lalu, mereka mengutus salah satu tokoh di antara mereka untuk menemui Amirul Mukminin.

Di hadapan Amirul Mukminin, utusan tersebut menyerahkan uang seribu dirham dan mengadu, "Wahai Amirul Mukminin. Uang ini adalah pemberian Al-Mughirah kepadaku. Terbukti bahwa selama ini dia telah mengkhianati amanah karena telah melakukan penyalahgunaan uang negara!"

Ternyata uang yang mereka kumpulkan digunakan untuk memfitnah Al-Mughirah r.a. dan menuduhnya telah melakukan suap dengan menggunakan uang rakyat.

Umar r.a. segera memanggil Al-Mughirah r.a. untuk menanyakan perihal tersebut. Amirul Mukminin bertanya, "Apakah benar pengaduannya tentang uang suap darimu?"

Dengan santai Al-Mughirah r.a. menjawab, "Dia berbohong! Bukan seribu dirham yang kuberi untuknya, melainkan dua ribu dirham!"

Utusan tersebut tersentak kaget mendengar jawaban Al-Mughirah r.a. yang memojokkannya. la sama sekali tidak pernah menikmati sepeser pun dari Al-Mughirah r.a., apalagi dua ribu dirham yang jumlahnya sangat besar. Utusan licik itu pun segera menyangkalnya "Sungguh, demi Allah, sebenarnya ia tidak pernah memberiku sepeser pun apalagi dua ribu dirham!"

Dengan jawaban itu, otomatis terbongkarlah kebusukan mereka yang hendak menjatuhkan Al-Mughirah. Umar r.a. merasa lega karena sahabatnya masih memegang teguh amanah.

la pun bertanya kepada Al-Mughirah r.a., "Mengapa engkau tidak mengatakan yang sejujurnya?"

Al-Mughirahr.a.menjawab,"0rang berwatak busuk itu hendak memfitnahku, jadi aku ingin menghinakannya!"

Followers

Blog Archive