Sepulang dari Perang Khaibar, seorang pembantu Rasulullah saw. terkena anak panah yang tidak diketahui asal usulnya. Ia pun mati seketika. Para sahabat kemudian berdoa, "Semoga dia dikaruniai surga."
Akan tetapi, Rasulullah saw berkata lain, "Saya tidak sependapat dengan kalian!"
Para sahabat terperanjat, mereka lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, bukankah dia telah ikut andil dalam perjuangan melawan musuh-musuh Allah?"
Rasulullah saw menjawab, "Ia menggunakan jubah hasil rampasan perang yang belum menjadi haknya. la telah melanggar amanah, mengambil barang yang bukan haknya. Jubah itu kelak akan melingkari tubuhnya dalam bentuk api di hari pengadilan nanti!"
Mendengar penjelasan tersebut, seorang sahabat mengaku, "Wahai Rasulullah. Saya telah mengambil dua tali sepatu dari hasil rampasan perang tanpa izin," ujarnya sambil gemetar.
"Kembalikanlah atau dia akan mengikat kakimu dalam bentuk api di hari pengadilan nanti!"
Blogroll
- Age Mythology Stories
- Amazing Rainbow
- Ancient World History
- Ayo Berhaji
- Bayi Balita
- Become Ecologically Friendly
- Cara Hidup Kita
- Dunia Ayah
- Fish Identification
- Marketing Management Insights
- Masalah Kesehatan Wanita
- Mia Cantik
- Mimbar Jum'at
- Pelangi di Seberang Mentari
- Plant Life
- Tips Kecantikan Online
- Try To Stay Healthy
- Water World
Blog Archive
-
►
2011
(15)
-
►
Juli
(15)
- Merindukan Mati Syahid
- Cinta Seorang Anak Gembala
- Mendoakan Orang Lain
- Tertundanya Kematian
- Jamu Prabayar
- Doa Seorang Pemburu
- Pelajaran dari Ibrahim
- Kubah Ajaib
- Tempe Setengah Jadi
- Gara-gara Kucing
- Dibalik Daun-daun yang Berserakan
- Filosofi Botol Kecap
- Buah Doa dan Kesungguhan
- Berhaji Karena Menunda Haji
- Sepuluh Ribu Rupiah
-
►
Juli
(15)
-
▼
2010
(196)
-
►
April
(48)
- Para Musuh Allah yang akan Tewas di Perang Badar
- Kematian Tragis Majikan Zalim
- Kisah Umair bin Wahab
- Pengakuan Abu Jahal
- Pengakuan Utbah bin Rabi'ah
- Pengakuan Abu Sufyan bin Harb kepada Sang Istri
- Pengakuan Raja Heraclius
- Kesaksian Nadhr bin Harits
- Pengakuan Ubay bin Khallaf
- Dipercaya Menjadi Pemimpin Kafilah Dagang
- Kisah Abdullah bin Rawahah
- Kisah Watshilah bin Asqa'
- Kisah Penjual Susu
- Kisah Penjaga Kebun Buah-buahan
- Kisah Penggembala Domba
- Kisah Saudagar Perhiasan
- Kisah Pencuri Saleh
- Kejujuran Seorang Khalifah
- Menawar agar Lebih Mahal
- Maha Melihat
- Barang Cacat yang Terjual
- Gelar Ash-Shiddiq untuk Abu Bakar r.a.
- Umar bin Khaththab Al-Faruq r.a
- Dipercaya karena Jujur
- Preman Masuk Islam
- Keistimewaan Ja'far Ath-Thayyar
- Bukti Kejujuran
- Islamnya Keluarga Yasir
- Islamnya Orang Yahudi
- Firasat Orang Shiddiq
- Tidak Takut Dikatakan Bodoh
-
▼
Maret
(66)
- Pengorbanan Seorang Nabiyullah
- Ketaatan Anak Saleh
- Sebuah Penantian yang Panjang
- Penjaga Malam
- Kehormatan Menunaikan Amanah
- Mewakafkan Kebun karena Lalai
- Mendahulukan Allah SWT
- Majikan Zubair r.a.
- Menjaga Kepercayaan Orang Lain
- Allah SWT sebagai Saksi
- Ketampanan Seorang Pemuda
- Membela Hak Orang Lain
- Membela Hak Makhluk Allah
- Hak Berbicara untuk Menuntut Hak Miliknya
- Jangan Memaksakan Kehendakmu, Amirul Mukminin!
- Suami Zainab r.a, Abul Ash bin Rabi' r.a
- Keteguhan Menjaga Rahasia
- Wanita yang Menolak Pinangan Rasulullah
- Bersabarlah Putriku
- Mencintai karena Allah
- Keturunan Bersahaja
- Penuhilah Hak Dirimu, Dia, dan Mereka
- Aku Hanya Ingin Berhias, Ayah
- Kesaksian Penduduk Mekah
- Kaum Muslimin yang Tertindas
- Larangan Ikut Perang karena Perjanjian
- Bagian untuk Muallaf
- Keluarga Pemegang Kunci Ka'bah
- Amanah Bendaharawan Pribadi Rasulullah saw
- Mengembalikan Pajak Nonmuslim
- Melebihkan Pembayaran
- Pidato Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.
- Khalifah yang Tetap Merakyat
- Kehati-hatian Menggunakan Uang Gaji
- Uang Tunjangan Umar bin Khaththab r.a
- Jangan Kamu yang Menimbang
- Khalifah Membantu Proses Persalinan
- Aku adalah Pelayanmu
- Milikku, Urusanku
- Lebih Baik Meminjam Darimu
- Teladan Pemimpin
- Mengambil Uang Baitul Mal Secara Paksa adalah Pera...
- Emas dan Perak adalah Api Neraka bagi Kami
- Memangkas Uang Gaji
- Segala Puji Hanya untuk Allah SWT
- Uang Panas Milik Negara
- Milik Negara untuk Kepentingan Negara
- Sa'ad bin Amir r.a, Pejabat Amanah
- Lembu Emas Anak yang Taat
- Abdurrahman bin Auf r.a, Sahabat Terpercaya
- Besar Zakat yang Kurang
- Abdullah bin Mas'ud, Seorang Anak Gembala yang Juj...
- Sehidup Semati
- Amanah untuk Ali r.a
- Tepat dalam Menunaikan Janji
- Mencuri Harta Rampasan
- Larangan Mengkhianati Amanah
- Mengungkap Pengkhianat
- Meminta Jabatan
- Nabi Yusuf a.s dan Jabatan
- Menolak Jabatan Hakim
- Panglima Perang Termuda
- Reputasi Seseorang Dilihat dari Teman Bergaulnya
- Ilmu adalah Amanah
- Tidak Ada Bagian untuk Kerabat
- Keteladanan Umair bin Sa'ad r.a.
-
►
April
(48)



0 komentar:
Poskan Komentar