<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887</id><updated>2012-02-16T16:47:29.875-08:00</updated><category term='Kisah Al-Qur&apos;an'/><category term='sedekah'/><category term='Kecerdasan para nabiyullah'/><category term='Jujur dalam menetapi keimanan'/><category term='Buah kejujuran'/><category term='kesungguhan berusaha'/><category term='Amanah dalam kepemimpinan'/><category term='Membela hak dan memberi perlindungan'/><category term='Kiat agar pintar'/><category term='tarbiyah'/><category term='kisah'/><category term='cinta'/><category term='Semangat dalam menunaikan amanah'/><category term='peranan orang tua'/><category term='Manfaat Ilmu'/><category term='kebodohan'/><category term='Adakah berbohong untuk kebaikan?'/><category term='Jujur dalam perniagaan dan pekerjaan'/><category term='sahabat nabi'/><category term='Pengakuan musuh islam terhadap kejujuran Rasulullah'/><category term='Amanah dalam rumah tangga'/><category term='Bukti kebenaran ucapan Rasulullah'/><category term='doa'/><category term='semangat'/><category term='balasan kebaikan'/><category term='khalifah'/><category term='Mempercayakan amanah kepada ahlinya'/><category term='Amanah kepada non muslim'/><category term='Amanah dalam perniagaan dan pekerjaan'/><category term='keutamaan ilmu'/><title type='text'>Cerita Inspirasi Muslim</title><subtitle type='html'>Menanam hikmah dalam diri setiap muslim</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>211</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2133591598441180843</id><published>2011-07-28T02:31:00.000-07:00</published><updated>2011-07-28T02:31:59.998-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Merindukan Mati Syahid</title><content type='html'>Menjelang shubuh, Khalifah Umar bin Al Khathab berkeliling kota membangunkan kaum muslimin untuk shalat shubuh. Ketika waktu shalat tiba, beliau sendiri yang mengatur saf (barisan) dan mengimami para &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/94"&gt;jamaah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada shubuh itu, tragedi besar dalam sejarah terjadi. Saat Khalifah mengucapkan takbiratul ihram, tiba-tiba seorang lelaki bernama Abu Lu'luah menikamkan sebilah pisau ke bahu, pinggang, dan ke bawah pusar beliau. Darah pun menyembur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Khalifah yang berjuluk "Singa Padang Pasir" ini bergeming dari kekhusyukannya memimpin shalat. Padahal, waktu shalat masih bisa ditangguhkan beberapa saat sebelum terbitnya matahari. Sekuat apa pun Umar, akhirnya ambruk juga. Walau demikian, beliau masih sempat memerintahkan Abdurrahman bin 'Auf untuk menggantikan posisinya sebagai imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah ditikam, kesadaran dan ketidaksadaran silih berganti mendatangi &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/12/khalifah-gila.html"&gt;Khalifah&lt;/a&gt; Umar. Para sahabat yang mengelilinginya demikian cemas akan keselamatan Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Salah seorang di antara mereka berkata, "Kalau beliau masih hidup, tidak ada yang bisa menyadarkannya selain kata-kata shalat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, yang hadir serentak berkata, "Shalat, wahai &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/jangan-memaksakan-kehendakmu-amirul.html"&gt;Amirul Mukminin&lt;/a&gt;. Shalat telah hampir dilaksanakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau langsung tersadar, "Shalat? Kalau demikian di sanalah Allah. Tiada keberuntungan dalam Islam bagi yang meninggalkan shalat." Lalu, beliau melaksanakan shalat dengan &lt;a href="http://pelangiku.com/2009/10/lebih-mengenal-darah/"&gt;darah&lt;/a&gt; bercucuran. Taklama kemudian, sahabat terbaik Rasulullah saw. ini pun wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, apa yang terjadi pada Umar Al Faruq ini adalah buah dari doa yang beliau panjatkan kepada Allah Swt. Alkisah, suatu ketika, saat sedang wukuf di Arafah, beliau membaca doa, "Ya Allah, aku mohon mati syahid di jalan-Mu dan wafat di negeri Rasul-Mu (Madinah)." (HR Malik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulangnya dari menunaikan ibadah haji, &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/umar-bin-khaththab-al-faruq-ra.html"&gt;Umar&lt;/a&gt; pun menceritakan soal doanya itu kepada salah seorang sahabatnya di Madinah. Sahabat itu pun berkomentar, "Wahai Khalifah, jika engkau berharap mati syahid, tidak mungkin di sini. Pergilah keluar untuk berjihad, niscaya engkau bakal menemuinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ringan, Umar menjawab, "Aku telah mengajukannya kepada Allah. Terserah Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, saat Umar mengimami shalat shubuh di masjid, seorang pengkhianat Majusi bernama Abu Lu'luah itu menghunuskan pisaunya ke tubuh Umar yang menyebabkan beliau mendapat &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/tiga-golongan-yang-dilempar-ke-neraka.html"&gt;tiga&lt;/a&gt; tusukan dalam dan tubuhnya pun roboh di samping mihrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah, Allah telah mengabulkan doa Umar bin Al Khathab untuk bisa syahid di Madinah dan dimakamkan berdampingan dengan Rasulullah saw. dan Abu Bakar Ash Shiddiq.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2133591598441180843?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2133591598441180843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/merindukan-mati-syahid.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2133591598441180843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2133591598441180843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/merindukan-mati-syahid.html' title='Merindukan Mati Syahid'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-891540896250319333</id><published>2011-07-28T01:48:00.000-07:00</published><updated>2011-07-28T01:48:11.865-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Cinta Seorang Anak Gembala</title><content type='html'>Pada zaman dahulu, hidup seorang gembala yang bersemangat bebas. la tidak punya uang dan tidak punya keinginan untuk memilikinya. Yang ia miliki hanyalah &lt;a href="http://pelangiku.com/2009/04/mata-kita-jendela-hati/"&gt;hati&lt;/a&gt; yang lembut dan penuh keikhlasan; hati yang berdetak dengan kecintaan kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari, ia menggembalakan ternaknya melewati lembah dan ladang melagukan jeritan hatinya kepada Tuhan yang dicintainya, "Duhai Pangeran tercinta, di manakah Engkau, supaya aku dapat persembahkan seluruh hidupku kepada-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat menghambakan diriku pada-Mu? Wahai Tuhan, untuk-Mu aku hidup dan bernapas. Karena berkat-Mu aku hidup. Aku ingin mengorbankan domba-Ku ke hadapan kemuliaan-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Nabi &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/nabi-musa-as-berguru-kepada-nabi-khidr.html"&gt;Musa&lt;/a&gt; melewati padang gembalaan tersebut. la memperhatikan sang Gembala yang sedang duduk di tengah ternaknya dengan kepala yang mendongak ke langit. Sang gembala menyapa Tuhan, "Ah, di manakah Engkau, supaya aku dapat menjahit baju-Mu, memperbaiki kasur-Mu, dan mempersiapkan ranjang-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat menyisir rambut-Mu dan mencium kaki-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat mengilapkan sepatu-Mu dan membawakan air susu untuk minuman-Mu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa mendekati &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/abdullah-bin-masud-seorang-anak-gembala.html"&gt;gembala&lt;/a&gt; itu dan bertanya, "Dengan siapa kamu berbicara?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Gembala menjawab, "Dengan Dia yang telah menciptakan kita. Dengan Dia yang menjadi Tuhan yang menguasai siang dan malam, Bumi dan langit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa murka mendengar jawaban gembala itu, "Betapa beraninya kamu bicara kepada Tuhan seperti itu! Apa yang kamu ucapkan adalah kekafiran. Kamu harus menyumbat mulutmu dengan kapas supaya kamu dapat mengendalikan lidahmu. Atau paling tidak, orang yang mendengarmu tidak menjadi &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/187"&gt;marah&lt;/a&gt; dan tersinggung dengan kata-katamu yang telah meracuni seluruh angkasa ini. Kau harus berhenti bicara seperti itu sekarang juga karena nanti Tuhan akan menghukum seluruh penduduk bumi ini akibat dosa-dosamu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Gembala segera bangkit setelah mengetahui bahwa yang mengajaknya bicara adalah seorang nabi. Ia bergetar ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya, ia mendengarkan Nabi Musa yang terus berkata, "Apakah Tuhan adalah seorang manusia biasa sehingga Ia harus memakai sepatu dan alas kaki? Apakah Tuhan seorang anak kecil yang memerlukan susu supaya Ia tumbuh besar? Tentu saja tidak. Tuhan Maha sempurna di dalam diri-Nya. Tuhan tidak memerlukan siapa pun. Dengan berbicara kepada Tuhan seperti yang telah engkau lakukan, engkau bukan saja telah merendahkan dirimu, tetapi kau juga merendahkan seluruh ciptaan Tuhan. Kau tidak lain dari seorang penghujat agama. Ayo, pergi dan minta maaf, kalau kau masih memiliki otak yang sehat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembala yang sederhana itu tidak mengerti bahwa apa yang dia sampaikan kepada Tuhan adalah kata-kata yang kasar. Dia juga takmengerti mengapa nabi yang mulia telah memanggilnya sebagai seorang &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/para-musuh-allah-yang-akan-tewas-di.html"&gt;musuh&lt;/a&gt;, tetapi ia tahu betul bahwa seorang nabi pastilah lebih mengetahui daripada siapa pun. Ia hampir tak dapat menahan tangisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata kepada Musa, "Kau telah menyalakan api di dalam jiwaku. Sejak ini, aku berjanji akan menutup mulutku untuk selamanya." Dengan keluhan yang panjang, ia berangkat meninggalkan ternaknya menuju padang pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan bahagia karena telah meluruskan jiwa yang tersesat, Musa melanjutkan perjalanannya menuju kota. Tiba-tiba, Allah Yang Mahakuasa menegurnya, "Mengapa engkau berdiri di antara Kami dengan kekasih Kami yang setia? Mengapa engkau pisahkan pecinta dari yang dicintai-nya? Kami telah mengutus engkau supaya engkau dapat menggabungkan kekasih dengan kekasihnya, bukan memisahkan ikatan di antaranya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa mendengarkan kata-kata langit itu dengan penuh kerendahan dan rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan berfirman, "Kami tidak menciptakan dunia supaya Kami memperoleh keuntungan darinya. Seluruh makhluk diciptakan untuk kepentingan makhluk itu sendiri. Kami tidak memerlukan pujian atau sanjungan. Kami tidak memerlukan ibadah atau pengabdian. Orang-orang yang beribadah itulah yang mengambil keuntungan dari ibadah yang mereka lakukan. Ingatlah, bahwa di dalam &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/640"&gt;cinta&lt;/a&gt;, kata-kata hanyalah bungkus luar yang tidak memiliki makna apa-apa. Kami tidak memperhatikan keindahan kata-kata atau komposisi kalimat. Yang Kami perhatikan adalah lubuk hati yang paling dalam dari orang itu. Dengan cara itulah Kami mengetahui ketulusan makhluk Kami walaupun kata-kata mereka bukan kata-kata yang indah. Buat mereka yang dibakar dengan api cinta, kata-kata tidak mempunyai makna."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara dari langit selanjutnya berkata, "Mereka yang ter-ikat dengan basa-basi bukanlah mereka yang terikat dengan cinta dan umatyang beragama bukanlah umatyang mengikuti cinta karena cinta tidak mempunyai agama selain kekasihnya sendiri." Tuhan kemudian mengajarinya rahasia cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memperoleh pelajaran itu, Nabi Musa mengerti kesalahannya. Sang Nabi pun merasa menderita penyesalan yang luar biasa. Dengan segera, ia berlari mencari gembala itu untuk &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/1124"&gt;meminta maaf&lt;/a&gt;. Berhari-hari, ia berkelana di padang rumput dan gurun pasir, menanyakan orang-orang apakah mereka mengetahui pengggembala yang dicarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang ditanyainya menunjuk arah yang berbeda. Hampir, ia kehilangan harapan, tetapi akhirnya Allah Swt. mempertemukannya dengan gembala itu. Ia tengah duduk di dekat mata air. Pakaiannya compang-camping, rambutnya kusut masai. Ia berada di tengah tafakur yang dalam sehingga ia tidak memperhatikan Musa yang telah menunggunya cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, gembala itu mengangkat kepalanya dan melihat Nabi Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa berkata, "Aku punya pesan penting untukmu. Tuhan telah berfirman kepadaku bahwa tidak diperlukan kata-kata yang indah bila kita ingin berbicara kepada-Nya. Kamu bebas berbicara kepada-Nya dengan cara apa pun yang kamu sukai, dengan kata-kata apa pun yang kamu pilih. Apa yang aku duga sebagai kekafiranmu ternyata adalah ungkapan dari &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/197"&gt;keimanan&lt;/a&gt; dan kecintaan yang menyelamatkan dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Gembala hanya menjawab sederhana, "Aku sudah melewati tahap kata-kata dan kalimat. Hatiku sekarang dipenuhi dengan kehadiran-Nya. Aku takdapat menjelaskan keadaanku padamu dan kata-kata pun tak dapat melukiskan pengalaman ruhani yang ada dalam hatiku." Kemudian, ia bangkit dan meninggalkan Nabi Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utusan Allah ini menatap sang Gembala sampai ia tak terlihat lagi. Setelah itu, ia kembali berjalan ke kota terdekat, merenungkan pelajaran berharga yang didapatnya dari seorang gembala sederhana yang tidak berpendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Doa sejati yang paling tinggi adalah perenungan Tuhan dengan kalbu yang murni, yang terlepas dari semua hasrat keduniawian, tidak terpaku pada sikap-sikap jasmaniah, tetapi dengan gerak-gerik jiwa. (Ibnu Sina)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-891540896250319333?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/891540896250319333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/cinta-seorang-anak-gembala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/891540896250319333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/891540896250319333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/cinta-seorang-anak-gembala.html' title='Cinta Seorang Anak Gembala'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-8455751953402586232</id><published>2011-07-27T23:51:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T23:51:58.826-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Mendoakan Orang Lain</title><content type='html'>Seperti biasa, pada sepertiga &lt;a href="http://tipskecantikanonline.com/2010/08/cantik-di-malam-hari/"&gt;malam&lt;/a&gt; terakhir, Sayyidah Fathimah — putri kesayangan Rasulullah saw senantiasa melaksanakan shalat tahajud di rumahnya. Terkadang, ia   menghabiskan malam-malamnya dengan qiamu lail dan &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/609"&gt;doa&lt;/a&gt;. Hasan bin Ali, putranya, sering mendengar munajat sang bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, ketika Sayyidah Fathimah selesai berdoa, Hasan kecil bertanya, "Ya Ummi, dari tadi, aku mendengarkan doamu, tetapi tak satu pun doa yang kau panjatkan untuk dirimu sendiri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathimah menjawab dengan lembut, "Nak, doakan dulu tetanggamu karena ketika para &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/102"&gt;malaikat &lt;/a&gt;mendengarkanmu mendoakan tetanggamu, niscaya mereka akan mendoakanmu. Adakah yang lebih baik daripada doa para malaikat yang dekat dengan Allah, Tuhan kita?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Apabila salah seorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui oleh yang didoakan, para malaikat berkata, "Amin, semoga engkau memperoleh pula sebagaimana yang engkau doakan itu." (HR Muslim dan Abu Dawud)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-8455751953402586232?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/8455751953402586232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/mendoakan-orang-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8455751953402586232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8455751953402586232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/mendoakan-orang-lain.html' title='Mendoakan Orang Lain'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-1255114064755688506</id><published>2011-07-17T03:52:00.000-07:00</published><updated>2011-07-17T03:52:00.202-07:00</updated><title type='text'>Tertundanya Kematian</title><content type='html'>Suatu ketika, Nabi Daud a.s. duduk di suatu tempat. Di sampingnya, ada seorang pemuda saleh yang duduk dengan tenang tanpa banyak bicara. Tiba-tiba, datang &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/102"&gt;Malaikat&lt;/a&gt; Maut yang mengucapkan salam kepada Nabi Daud. Anehnya, Malaikat Maut terus memandang pemuda itu dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Daud berkata kepadanya, "Mengapa engkau memandangi dia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Maut menjawab, "Aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya tujuh hari lagi di tempat ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Daud pun merasa iba dan kasihan kepada pemuda itu. Beliau pun berkata kepadanya, "Wahai Anak Muda, apakah engkau mempunyai &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengakuan-abu-sufyan-bin-harb-kepada.html"&gt;istri&lt;/a&gt;?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, saya belum pernah menikah," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Datanglah engkau kepada Fulan - seseorang yang sangat dihormati di kalangan Bani Israil - dan katakan kepadanya, '&lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/nabi-daud-as-membuat-pakaian-perang.html"&gt;Daud&lt;/a&gt; menyuruhmu untuk mengawinkan anakmu denganku.' Lalu, kau bawa perempuan itu malam ini juga. Bawalah bekal yang engkau perlukan dan tinggallah bersamanya. Setelah tujuh hari, temuilah aku di tempat ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pergi dan melakukan apa yang dinasihatkan Nabi Daud kepadanya. Dia pun dinikahkan oleh orang tua si Gadis. Dia tinggal bersama istrinya selama tujuh hari. Pada hari kedelapan pernikahannya, dia menepati janjinya untukbertemu dengan Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Pemuda, bagaimana engkau melihat peristiwa itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seumur hidupku, aku belum pernah merasakan kenikmatan dan &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/248"&gt;kebahagiaan&lt;/a&gt; seperti yang kualami beberapa hari ini," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Nabi Daud memerintahkan pemuda itu untuk duduk di sampingnya guna menunggu kedatangan malaikat yang hendak menjemput kematiannya. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Nabi Daud berkata, "Pulanglah kepada keluargamu dan kembalilah ke sini untuk menemuiku di tempat ini delapan hari setelah ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pun pergi meninggalkan tempat itu menuju rumahnya. Pada hari kedelapan, dia menemui Nabi Daud di tempat tersebut dan duduk di sampingnya. Kemudian, kembali lagi pada minggu berikutnya, dan begitu seterusnya. Setelah sekian lama, datanglah Malaikat Maut kepada Nabi Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah engkau pernah mengatakan kepadaku bahwa engkau akan mencabut nyawa anak pemuda ini dalam waktu tujuh hari ke depan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat itu menjawab, "Ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Daud berkata lagi, "Telah berlalu delapan hari, delapan hari lagi, delapan hari lagi, dan engkau belum juga mencabut nyawanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Daud, sesungguhnya Allah swt merasa iba kepadanya lalu dia menunda ajalnya sampai tiga puluh &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/101"&gt;tahun&lt;/a&gt; yang akan datang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda dalam kisah ini adalah seseorang yang taat beribadah, ahli munajat, gemar berbuat kebaikan, dan sangat penyayang kepada keluarganya. Boleh jadi, karena amal saleh dan doa-doanyalah, Allah Swt. berkenan menunda &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kematian-tragis-majikan-zalim.html"&gt;kematian&lt;/a&gt; sang Pemuda hingga tiga puluh tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Sungguh, suatu kaum akan ditimpa azab oleh Allah sebagai suatu ketetapan yang pasti. Namun, kemudian seorang anak di antara mereka membaca, "Alhamdulillahi Rabbil Alamin." Ucapan itu didengar Allah dan Dia mengangkat azab-Nya dari mereka karena bacaan itu selama 40 tahun. (Fakhruddin Ar Razi) &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-1255114064755688506?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/1255114064755688506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/tertundanya-kematian.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1255114064755688506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1255114064755688506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/tertundanya-kematian.html' title='Tertundanya Kematian'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-1783218090907032661</id><published>2011-07-17T00:45:00.000-07:00</published><updated>2011-07-17T00:45:00.360-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Jamu Prabayar</title><content type='html'>Suatu malam, seorang penjual jamu yang telah lima tahun menjanda karena ditinggal mati suaminya didatangi oleh anak perempuannya yang sulung. Anak ini menyampaikan bahwa besok adalah hari terakhir pembayaran uang &lt;a href="http://pernik-kehidupan.blogspot.com/2010/11/bangunan-1000-jendela.html"&gt;bangunan&lt;/a&gt; dan SPP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sampai besok tunggakan uang bangunan dan uang sekolah tidak dilunasi, dia akan dikeluarkan dari sekolah. Ibu penjual jamu ini terkejut mendengarnya. Sesaat, seolah &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/292"&gt;dunia&lt;/a&gt; menjadi gelap. Dia kebingungan dan tak tahu harus berbuat apa. Ketika keterkejutan mulai mereda, dia diempaskan lagi oleh gelombang kekagetan berikutnya ketika si anak menyebutkan sejumlah angka sebagai total tunggakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napas sang Ibu segera saja menderu, keringat dingin mulai meleleh di keningnya, tangannya gemetar, dan suaranya menjadi lirih terputus-putus. Yang dapat dia ucapkan hanya mengulang &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/75"&gt;nilai&lt;/a&gt; uang yang sudah disebutkan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bisa memberikan janji muluk-muluk kepada anak-nya, wanita penjual jamu itu beranjak ke tempat tidur untuk beristirahat sejenak. Akan tetapi, alih-alih dapat &lt;a href="http://pelangiku.com/2009/06/tidur-membuat-awet-muda-lho/"&gt;tidur&lt;/a&gt; dengan nyenyak, semakin dia mencoba memejamkan mata, semakin gelisah pula dia dibuatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ketika matanya rapat menutup, silih berganti bayangan yang menakutkan dan lintasan kejadian pada masa depan yang suram tergambar di benaknya bak sebuah film horor yang terus-menerus menghantui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun berusaha menenangkan diri dengan membetulkan posisi tubuhnya dan berkali-kali dia menarik napas dalam dan mengembuskannya panjang-panjang. Sedikit demi sedikit otak-nya mulai dapat diajak berpikir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malangnya, setiap kali otaknya mengalkulasi, setiap kali itu pula dia merasa kepalanya dibenturkan ke sebuah dinding baja. Dengan segala macam tunggakan, utang di warung sebelah, bahan baku &lt;a href="http://resepminumansegar.com/2009/12/jamu-kunyit-asam/"&gt;jamu&lt;/a&gt; yang belum terbayar semuanya, ketercukupan kebutuhan pangan hanya untuk sehari saja, dan beban harus membayar uang sekolah anaknya seolah melengkapi seluruh penderitaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semalaman, dia takdapat memicingkan matanya, kasur yang tipis terasa semakin tipis. Kamar yang pengap kini terasa semakin membekap. Memang, dunia tak pernah memberikan ampun kepada mereka-mereka yang kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertiga malam yang penghujung pun terlalui. Rasa letih pun pada akhirnya mengalahkan semuanya. Setelah gelombang kekalutannya beranjak surut, akhirnya dia sampai pada sebuah kesadaran bahwa kepasrahan adalah satu-satunya &lt;a href="http://pelangiku.com/2010/03/jalan-kaki-tidak-bebas-keluhan/"&gt;jalan&lt;/a&gt; untuk meringankan beban perasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih, yang bisa dilakukan seorang wanita lemah semacam dirinya. Dia tidak punya apa-apa selain keinginan untuk keluar dari permasalahan tersebut. Dia pun sadar, hanya Allahlah satu-satunya yang dapat menolong. Ketika jajan sudah buntu, ke kiri jurang ke kanan jurang, tidak ada lagi yang bisa dimintai pertolongan selain Zat yang mengatur segalanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat tetesan air mata yang jatuh dari pelupuk matanya, dia bergumam lirih, "Duh Gusti, hamba minta tolong dari segala kesulitan ini. Tidak ada yang bisa menjadi tempat bergantung selain pada-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibelainya kepala sang Anak yang tertidur di sampingnya perlahan. Damai terasa menyergap bersama dinginnya malam yang gelap. Dalam lelah, si Ibu tertidur setengah bertelekan di tepian ranjang kayu. Tidur yang teramat singkat, tiga puluh menit saja mungkin lamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika azan shubuh dari mushala sebelah berkumandang, sang Ibu merasa lebih segar. Pukul enam pagi, dia sudah berkemas dan siap untuk memulai berjualan dengan berjalan kaki. Telombong segera dipondong, botol-botol yang semula kosong kini telah kembali tampil kinclong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia telah membulatkan tekad untuk menawarkan sebuah opsi kepada seorang pelanggan setianya. Dia akan mengajukan sebuah proposal, suplai jamu terusan dengan setengah pembayaran di muka, tentu saja untuk membayar uang sekolah anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, dengan tutur kata yang halus, disampaikanlah maksudnya. Sayang, rencana manusia terkadang berjalan takseirama dengan orkestrasi semula. Maksudnya itu dipahami, tetapi sang pelanggan tidak dapat membantunya. Lunglailah badan si Ibu penjual jamu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bersemangat lagi dia untuk menghadapi hari itu yang baginya terasa semakin mirip dengan &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/emas-dan-perak-adalah-api-neraka-bagi.html"&gt;neraka&lt;/a&gt; dunia. Rasa putus asa itu memang menghancurkan. Dia mengubah warna dari semula yang bak bianglala menjadi hegemoni tunggal hitam belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dengan sisa tenaga yang ada, dia terus mencoba, dan akhirnya pada rumah kelima, proposalnya diterima. Tepat pukul dua, dia sudah duduk di depan meja petugas tata usaha sekolah anaknya. Enam lembar uang lima puluh ribuan pun berpindah tangan dan segera bertukar dengan selembar kertas kuitansi. Selembar kertas kumal yang baginya tampak seindah Pulau Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Barang siapa hatinya dihadirkan oleh Allah kala berdoa, niscaya doa itu tidak akan ditolak. (Yahya bin Mu'adz Ar Razi)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-1783218090907032661?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/1783218090907032661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/jamu-prabayar.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1783218090907032661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1783218090907032661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/jamu-prabayar.html' title='Jamu Prabayar'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-5999836715884718775</id><published>2011-07-16T22:15:00.000-07:00</published><updated>2011-07-16T22:15:05.947-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Doa Seorang Pemburu</title><content type='html'>Suatu pagi, seorang laki-laki pergi hendak berburu mencari rezeki yang halal. Namun, sampai hampir malam, ia belum mendapatkan satu pun binatang buruan. la lalu berdoa sepenuh hati, "Ya Allah, anak-anakku menunggu kelaparan di rumah, berilah aku seekor binatang buruan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama setelah doanya selesai ia panjatkan, Allah memberikannya rezeki: jala yang dibawa pemburu itu mengenai seekor ikan yang sangat besar. la pun bersyukur kepada Allah dan pulang ke rumah dengan penuh bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan pulang, ia bertemu dengan kelompok raja yang hendak berburu juga. Raja heran dan takjub luar biasa begitu melihat ikan sebegitu besar yang dibawa pemburu itu. Lalu, ia menyuruh pengawal untuk mengambil ikan itu secara paksa dari tangan sang Pemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawanya ikan itu pulang dengan bahagia. Ketika sampai di istana, ia keluarkan ikan itu dan bolak-balik sambil tertawa ria, tiba-tiba, ikan itu mengigit jarinya dan mengakibatkan badannya jadi panas dingin sehingga malam itu Raja tidak dapat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dihadirkanlah seluruh dokter untuk mengobati sakitnya. Semua dokter menyarankan agar jarinya itu dipotong untuk rnenghindari tersebarnya racun ke anggota badan lainnya. Raja pun menyetujui nasihat mereka. Namun, setelah jarinya dipotong, ia tetap tidak dapat istirahat karena ternyata racun itu telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dokter pun menyarankan agar pergelangan tangan raja dipotong dan Raja pun menyetujuinya. Namun, setelah pergelangan tangannya dipotong, tetap saja Raja tidak dapat memejamkan matanya, bahkan rasa sakitnya makin bertambah. la berteriak dan meringis dengan keras karena racun itu telah merasuk dan menyebar ke anggota tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh dokter akhirnya menyarankan agar tangan Raja sampai siku dipotong, Raja pun menyetujuinya. Setelah lengannya dipotong, sakit jasmaninya kini telah hilang, tetapi diri dan jiwanya tetap belum tenang. Semua dokter akhirnya menyarankan, agar Raja dibawa ke seorang dokter jiwa (ahli hikmah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawalah sang Raja menemui seorang dokter jiwa dan diceritakan seluruh kejadian seputar ikan yang ia rebut dari pemburu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, ahli hikmah berkata, "Jiwa Tuan tetap tidak akan tenang selamanya sampai pemburu itu memaafkan dosa dan kesalahan yang telah Tuan perbuat."&lt;br /&gt;Dicarinya pemburu itu dan setelah didapatkan, Raja menceritakan kejadian yang dialaminya dan ia memohon agar si Pemburu itu memaafkan semua kesalahannya. Si Pemburu pun memaafkannya dan keduanya saling berjabat tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja penasaran ingin mengetahui apa yang dikatakan si Pemburu ketika Raja mengambil paksa ikannya. la bertanya, "Wahai pemburu, apa yang kaukatakan ketika prajuritku merampas ikanmu itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemburu itu menjawab, "Tidak ada kecuali aku hanya mengatakan, 'Ya Allah, sesungguhnya dia telah menampakkan kekuatannya kepadaku, perlihatkanlah kekuatan-Mu kepadanya!"'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, doa orang teraniaya sangat mustajab maka berhati-hatilah dalam bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Jika ada yang mengancammu dengan kebinasaan, jawablah ancamannya dengan nasihat dan doa. (Ja'far Ash Shadiq)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-5999836715884718775?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/5999836715884718775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/doa-seorang-pemburu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5999836715884718775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5999836715884718775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/doa-seorang-pemburu.html' title='Doa Seorang Pemburu'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-5950809650291829389</id><published>2011-07-16T02:45:00.000-07:00</published><updated>2011-07-16T02:45:00.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Pelajaran dari Ibrahim</title><content type='html'>Nabi Ibrahim Khalilullah pernah memanjatkan doa di tempat penggembalaan ternaknya di sebuah bukit di Baitul Maqdis. Lalu, dia bertemu dengan seorang laki-laki ahli ibadah. Kemudian, terjadilah dialog di antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bertanya, "Hari apakah yang paling mulia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli ibadah itu menjawab, "Hari pembalasan, ketika manusia dibalas, antara yang satu dan sebagian yang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah engkau bisa mengangkat tanganmu untuk berdoa, sedangkan aku sendiri juga mengangkat tangan mengaminkan doamu agar kita dihindarkan dari kesengsaraan hari itu?" ungkap Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Janganlah engkau mengharapkan doaku. Demi Allah, aku pernah berdoa sejak tiga puluh tahun silam, tetapi sampai sekarang doaku belum dikabulkan," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah engkau mau kuberitahu tentang sesuatu yang mengekang doamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahli ibadah itu menjawab, "Ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba, niscaya Dia akan menahan doanya agar dia selalu bermunajat, mengiba, dan memohon kepada-Nya. Sementara, jika Dia marah kepada seorang hamba, niscaya Dia akan cepat mengabulkan doanya atau menghunjamkan keputusasaan di dalam hatinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Jika doa seorang hamba selalu dikabulkan setiap kali dia meminta, ketahuilah dia bukanlah hamba lagi. Dia diperintahkan berdoa karena dia seorang hamba dan Allah melakukan apa saja yang Dia kehendaki. (Al Syaikh Al Baha'i)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-5950809650291829389?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/5950809650291829389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/pelajaran-dari-ibrahim.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5950809650291829389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5950809650291829389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/pelajaran-dari-ibrahim.html' title='Pelajaran dari Ibrahim'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-992151127334199397</id><published>2011-07-16T02:02:00.000-07:00</published><updated>2011-07-16T02:02:36.120-07:00</updated><title type='text'>Kubah Ajaib</title><content type='html'>Suatu hari, Nabi Sulaiman menerima wahyu dari Allah agar pergi ke tepian sebuah pantai untuk menyaksikan keajaiban yang akan ditunjukkan Allah kepadanya. Beliau pun segera pergi ke pantai tersebut dengan diiringi para pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman terus mengintai-ngintai untuk mencari sesuatu, seperti yang dikatakan oleh Allah. Setelah lama mencari, dia tidak menjumpai apa pun selain desiran ombak dan butir-butir pasir yang terhampar luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdana menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya meminta izin untuk menyelam ke dalam samudra. Setelah mendapat izin, dia membaca sesuatu dan terus menyelam ke dalam laut. Tidak lama kemudian, Asif menjumpai sebuah kubah yang sangat indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubah tersebut mempunyai empat penjuru, setiap penjuru mempunyai &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/933"&gt;pintu&lt;/a&gt;. Pintu pertama terbuat dari mutiara, pintu kedua terbuat dari zamrud berwarna merah, pintu ketiga terbuat dari jauhar, sedangkan pintu keempat terbuat dari zabarjad. Pintu-pintu tersebut terbuka luas, tetapi sangat aneh, air tidak masuk ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dengan kuasa yang diberikan oleh Allah, Asif dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan diletakkan di hadapan Nabi Sulaiman. Putra &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/98"&gt;Nabi Daud&lt;/a&gt; ini sangat takjub melihat keindahan kubah tersebut. dia segera masuk dan mendapati seorang pemuda berada di dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda tersebut tidak sadar kalau kubahnya telah diangkat ke daratan. Dia tengah sibuk bermunajat kepada Allah. Nabi Sulaiman memberi salam. Pemuda itu menyambut salam dengan perasaan terkejut. Nabi Sulaiman memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu, yaitu bahwa dia adalah seorang nabi yang diperintahkan Allah untuk melihat keajaiban yang dikaruniakan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut, bagai-mana dia bisa berada di dalam kubah yang terletak di dasar laut. Pemuda tersebut menceritakan bahwa dia telah berkhidmat kepada orang tuanya selama tujuh puluh tahun. Ayahnya adalah seorang yang lumpuh, sedangkan ibunya seorang yang buta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika ibunya hendak &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/897"&gt;meninggal dunia&lt;/a&gt;, dia memanggil si Pemuda dan memaklumkan bahwa ibunya telah rela atas pengkhidmatan yang diberikan olehnya. Ibunya berdoa kepada Allah agar anaknya dipanjangkan umur dan senantiasa taat kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian, ayahnya pun meninggal dunia. Sebelum meninggal dunia, dia juga telah ridha terhadap pengkhidmatan yang diberikan olehnya. Dia pun berdoa agar anaknya diletakkan di suatu tempat yang tidak dapat diganggu oleh setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa kedua orang tuanya itu diijabah oleh Allah 'Azza wa Jalla. Suatu hari, ketika pemuda itu berjalan-jalan di tepian pantai, dia melihat sebuah kubah yang sedang terapung di tepian pantai. Ketika dia menghampiri kubah tersebut, ada suara yang menyeru agar dia masuk ke dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sudah berada di dalam, tiba-tiba saja kubah tersebut bergerak dan masuk ke dasar lautan. Tidak lama kemudian, datanglah seseorang yang memperkenalkan diri sebagai &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/102"&gt;malaikat&lt;/a&gt; utusan Allah. Dia mengatakan, bahwa kubah itu adalah anugerah Allah kepadanya sebagai balasan atas pengabdiannya kepada kedua orang tuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun boleh tinggal sesukanya di sana tanpa perlu mengkhawatirkan segala kebutuhan hidupnya. Malaikat itu mengatakan bahwa dia diperintahkah Allah untuk membawa kubah tersebut ke dasar laut. Sejak itulah, sang Pemuda terus bermunajat kepada Allah sampai Allah berkenan mengangkatnya ke darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapa lama engkau telah berada di dalam kubah ini?" tanya Nabi Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu menjawab, "Saya tidak menghitungnya, tetapi saya memasukinya pada masa Nabi Ibrahim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman terdiam lalu berkata, "Itu artinya, engkau telah berada di dalam kubah ini selama dua ribu empat ratus tahun." Nabi Sulaiman melanjutkan, "Wajahmu tidak berubah, malah tetap muda walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun lamanya. Bagaimana engkau bisa hidup di dalam kubah di dasar lautan itu?" tanya Nabi Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah atau di udara, tetapi Allah tetap memberikan rezeki kepadaku ketika aku tinggal di dalam kubah ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah lalu buahnya aku makan. Jika aku merasa haus, keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?" tanya Sulaiman semakin heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila telah terbit fajar, kubah ini menjadi putih, dari situ aku mengetahui kalau hari itu sudah siang. Apabila matahari terbenam, kubah akan menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah malam," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman pun bertanya apakah sang Pemuda mau ikut bersamanya atau tetap tinggal di dalam kubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nikmat apa lagi yang harus aku minta selain dari nikmat yang dikaruniakan oleh Allah kepadaku ini," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adakah engkau ingin pulang ke tempat asalmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, antarkanlah aku ke tempat asalku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kubah tersebut kembali ke tempat asalnya, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya, "Kalian telah melihat &lt;a href="http://tipskecantikanonline.com/2010/09/keajaiban-si-golden-liquid/"&gt;keajaiban&lt;/a&gt; yang dikaruniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang Allah berikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa besar siksaannya kepada orang yang durhaka kepada kedua ibu-bapaknya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau pun beranjak meninggalkan tempat tersebut dan bersyukur kepada Allah karena telah memberikan kesempatan untuk menyaksikan salah satu kekuasaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Aku telah mempelajari apa yang telah dipelajari manusia dan juga yang tidak mereka pelajari. Sungguh, aku tidak menemukan sesuatu yang lebih indah seindah takwa kepada Allah. (Nabi Sulaiman)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-992151127334199397?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/992151127334199397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/kubah-ajaib.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/992151127334199397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/992151127334199397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/kubah-ajaib.html' title='Kubah Ajaib'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2633533025062973825</id><published>2011-07-16T01:35:00.000-07:00</published><updated>2011-07-16T01:35:00.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Tempe Setengah Jadi</title><content type='html'>Abah dan Emak tinggal di sebuah desa yang cukup terpencil. Setiap hari, mereka bekerja membuat tempe untuk kemudian Abah menjualnya ke pasar. Jualan &lt;a href="http://bumbudapur.com/2010/11/rempah-tempe/"&gt;tempe&lt;/a&gt; merupakan satu-satunya sumber pendapatan mereka untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada satu pagi, Abah jatuh sakit, Emak pun mengambil alih tugas menjual tempe. Saat tengah bersiap-siap untuk pergi ke pasar menjual tempenya, tiba-tiba Emak sadar bahwa tempe buatannya hari itu masih belum matang, masih separah jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emak merasa sangat sedih karena tempe yang masih muda dan belum matang pastinya tidak akan laku. Itu artinya, untuk hari itu, mereka tidak akan mendapatkan pemasukan. Ketika Emak dalam kesedihan, tiba-tiba Abah mengingatkan Emak bahwa Allah Swt mampu melakukan perkara-perkara ajaib karena tiada yang mustahil bagi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emak pun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu agar kacang kedelai ini menjadi tempe, amin." Begitulah &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/doa-rasulullah-saw-untuk-ibnu-abbas-ra.html"&gt;doa&lt;/a&gt; ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Emak sangat yakin Allah pasti mengabulkan doanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dengan tenang, Emak pun menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan ujung jarinya. Emak pun membuka sedikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Emak termenung seketika sebab kacang itu masih tetap kacang &lt;a href="http://resepminumansegar.com/2009/12/susu-kedelai-coklat-aroma-rempah/"&gt;kedelai&lt;/a&gt; yang belum matang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Emak tidak putus asa. Dia berpikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Allah. Emak pun mengangkat kedua tangannya kembali dan berdoa lagi, "Ya Allah, aku tahu bahwa tiada yang mustahil bagi-Mu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe karena inilah mata pencarian kami. Aku mohon, jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe, amin." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh harapan, Emak pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan itu. Apakah yang terjadi? Emak menjadi heran sebab kacang-kacang kedelai itu ... masih tetap seperti semula!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pun semakin siang. Artinya, pasar pun sudah ramai didatangi pembeli. Emak tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Berbekal keyakinan yang sangat tinggi, Emak memaksakan diri untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu. Emak berpikir, mungkin keajaiban Allah akan terjadi dalam perjalanannya ke pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun berangkat ke pasar. Semua perlengkapan untuk menjual tempe, seperti biasa, dibawa bersama. Sebelum keluar dari &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/729"&gt;rumah&lt;/a&gt;, Emak sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, "Ya Allah, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara, aku berjalan menuju ke pasar, karuniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe, amin." Dengan penuh keyakinan, wanita tua ini pun berangkat. Di sepanjang perjalanan, dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di pasar, cepat-cepat, Emak meletakkan barang-barangnya. Emak betul-betul yakin kalau tempenya sekarang sudah benar-benar matang dan siap untuk dijual. Dengan hati yang berdebar-debar, Emak pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan yang ada. Perlahan-lahan, Emak membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya benar-benar tidak berubah, masih seperti semula!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emak menarik napas dalam-dalam. Harapan dikabulkan-nya doa perlahan menipis. Emak merasa Allah tidak adil. Allah tidak kasihan kepadanya. Inilah satu-satunya sumber penghasilannya: berjualan tempe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun hanya duduk saja tanpa membuka barang dagangannya itu sebab dia yakin bahwa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru setengah jadi. Hari pun beranjak petang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mulai berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emak melihat para penjual tempe lainnya, jualan mereka sudah hampir habis. Emak tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahwa dia pulang tanpa membawa hasil jualannya hari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jauh di sudut hatinya, Emak masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya. Walau tahu bahwa hari itu dia tidak akan mendapatkan pendapatan langsung, tetapi Emak berdoa untuk terakhir kali "Ya Allah, berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum jadi ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, Emak dikejutkan oleh teguran seorang wanita. "Bu ...! Maaf ya, saya ingin bertanya, apakah Ibu menjual tempe yang belum jadi? Dari tadi, saya sudah pusing berkeliling pasar ini untuk mencarinya, tapi tidak ketemu juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emak langsung termenung, seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya. Betapa tidak terkejut, sejak sepuluh tahun dia menjual tempe, tidak pernah ada seorang pun pelanggan yang mencari tempe belum jadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Emak menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat Emak berdoa di dalam hatinya "Ya Allah, saat ini aku tidak mau tempe ini menjadi matang. Biarlah kacang kedelai ini tetap seperti semula, amin." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjawab wanita itu, Emak pun membuka sedikit daun penutupnya. Alangkah senangnya hati Emak, ternyata memang benar, tempenya masih seperti semula! Hati Emak pun bersorak gembira. "Alhamdulillah," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu pun memborong semua tempenya yang belum jadi itu. Sebelum wanita itu pergi, Emak sempat bertanya mengapa dia membeli tempe yang belum jadi. Wanita itu menerangkan bahwa anaknya yang tengah sekolah di Inggris ingin makan tempe dari desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tempe itu akan dikirimkan ke tempat anaknya itu, si Ibu pun membeli tempe yang belum jadi. Harapannya, apabila sampai di Eropa nanti, akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah jadi, sesampainya di sana, tempe itu sudah tidak enak lagi dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Demi Allah, tiada seorang pun yang berbaik sangka kepada Allah, melainkan pasti akan memberikan kepadanya apa yang dia sangkakan. Sebab, semua kebaikan itu ada dalam genggaman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apabila Allah sudah memberi husnuzan-Nya, berarti Allah akan memberi apa yang disangkakannya itu. (Abdullah bin Mas'ud)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2633533025062973825?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2633533025062973825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/tempe-setengah-jadi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2633533025062973825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2633533025062973825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/tempe-setengah-jadi.html' title='Tempe Setengah Jadi'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-3743852571398796099</id><published>2011-07-16T01:21:00.000-07:00</published><updated>2011-07-16T01:21:27.856-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sedekah'/><title type='text'>Gara-gara Kucing</title><content type='html'>AIkisah, sepasang suami-istri dikaruniai seorang anak pada tahun pertama masa pernikahannya. Tentu saja, mereka sangat gembira dengan anugerah Allah tersebut karena memiliki &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/lembu-emas-anak-yang-taat.html"&gt;anak&lt;/a&gt; termasuk salah satu harapan besarnya. Akan tetapi, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama. Allah Swt. berkehendak menimpakan penyakit aneh kepada sang anak yang masih &lt;a href="http://bayibalita.com/2010/12/bayi-alergi-susu-sapi/"&gt;bayi&lt;/a&gt; itu. Berbagai ikhtiar pengobatan telah dilakukan kedua orang tuanya. Namun, pengobatan seakan takberdaya untuk menyembuhkannya, keadaan sang Anak se-makin memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya keadaan anaknya yang semakin memburuk, keadaan ibu-bapaknya pun menjadi buruk akibat kesedihan dan besarnya energi yang dikeluarkan untuk mengobati anak semata wayangnya itu. "Perasaan buruk itu menyeruak di dalam &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/rendah-hati-dalam-menuntut-ilmu.html"&gt;hati&lt;/a&gt; karena kami merasa takberdaya memberikan pengobatan bagi penderitaan anak kami," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kondisi sang Anak sudah sangat mengkhawatirkan, ada seseorang yang menunjukkan kepada pasangan muda ini seorang &lt;a href="http://pernik-kehidupan.blogspot.com/2011/06/ayah-yuk-ke-dokter.html"&gt;dokter&lt;/a&gt; yang berpengalaman dan terkenal. Mereka pun segera mendatangi dokter tersebut. Saat tiba di tempat praktik dokter itu, demam anaknya semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter itu pun berkata, "Apabila panas anak Anda tidak turun malam ini, kemungkinan besar dia akan meninggal esok hari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Keduanya kembali bersama sang Anak dengan kegelisahan yang memuncak. Sakit menyerang tubuh sang Ayah memikirkan anaknya hingga kelopak matanya takmampu terpejam tidur &lt;a href="http://tipskecantikanonline.com/2010/08/cantik-di-malam-hari/"&gt;malam&lt;/a&gt; hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menenangkan diri, dia pun segera shalat dan memohon jalan terbaik kepada Allah. Setelah selesai shalat, dia langsung pergi dengan wajah bermuram durja meninggalkan istrinya yang menangis sedih di dekat kepala anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah muda ini terus berjalan di jalanan dan tidak tahu apa yang harus diperbuat untuk anaknya. Tiba-tiba, dia teringat pada sebuah hadits Rasulullah saw. tentang sedekah yang berbunyi, "&lt;i&gt;Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah&lt;/i&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dia bingung, siapa yang harus dia temui pada waktu malam seperti ini. Dia bisa saja mengetuk pintu seseorang dan bersedekah kepadanya, tapi apa yang akan dikatakan oleh tuan rumah kepada dia jika dia melakukan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi bimbang seperti itu, tiba-tiba, ada seekor kucing kelaparan yang mengeong di kegelapan malam. Dia pun segera teringat pada pertanyaan seorang sahabat kepada Rasulullah saw, "Apakah berbuat baik pada binatang kami ada pahalanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, "&lt;i&gt;Di dalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya.&lt;/i&gt;" (HR Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang, dia pun segera kembali ke rumah, mengambil sepotong daging, dan memberi makan kucing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menutup pintu belakang rumahnya. Suara pintu itu bercampur dengan suara istrinya yang bertanya, "Mengapa kamu telah kembali dengan cepat?" dia pun bergegas menuju ke arah istrinya dan mendapati wajah sang Istri telah berubah. Dari permukaan wajahnya, terlihat raut kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita muda itu berkata, "Sesudah engkau pergi, aku tertidur sebentar masih dalam keadaan duduk. Maka, aku melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan. Dalam tidurku, aku melihat diriku mendekap anakku. Tiba-tiba, ada seekor burung hitam yang sangat besar dari langit yang terang hendak menyambar anak kita untuk mengambilnya dariku. Aku menjadi sangat ketakutan, dan tidak tahu apa yang harus aku perbuat? Tiba-tiba, muncul seekor kucing yang menyerang secara dahsyat burung itu, dan keduanya terlibat perkelahian sengit. Aku tidak melihat kucing itu lebih kuat daripada burung itu karena si burung badannya gemuk. Namun, akhirnya burung elang itu pun pergi menjauh. Aku terbangun mendengar suaramu ketika datang tadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita istrinya, dia hanya tersenyum. Melihat suaminya, sang Istri menatap ke arahnya dengan terheran-heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya lalu bergegas mendekati anaknya. Dilihatnya demam sang Anak sudah mereda dan matanya sudah mulai terbuka. Esok harinya, sang Anak sudah mau makan dan sehat seperti sedia kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang-ulang doa ketikaAllah menunda ijabah doa itu. Dialah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya kepadamu, bukan menurutpilihan seleramu. Kelak, pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki. (Ibnu Atha'ilah)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-3743852571398796099?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/3743852571398796099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/gara-gara-kucing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3743852571398796099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3743852571398796099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/gara-gara-kucing.html' title='Gara-gara Kucing'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2770009821615893358</id><published>2011-07-15T08:42:00.000-07:00</published><updated>2011-07-15T08:42:00.927-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Dibalik Daun-daun yang Berserakan</title><content type='html'>Dahulu, di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai berjualan, Ia pergi ke &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/1037"&gt;Masjid&lt;/a&gt; Agung di kota itu. Ia berwudu, masuk masjid, dan shalat Dhuhur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca wirid dan doa sekadarnya, nenek tersebut keluar masjid, lalu membungkuk-bungkuk di halaman. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceraan. Selembar demi selembar dikaisnya, tidak satu lembar pun ia lewatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja perlu waktu lama untuk membersihkan halaman masjid dari dedaunan yang jatuh dari pohon dengan cara seperti itu. Padahal, jika tengah hari, sengatan matahari di Madura sungguh menyengat. &lt;a href="http://tipskecantikanonline.com/2010/10/keringat-oh-keringat/"&gt;Keringat &lt;/a&gt;pun mengucur dari tubuh yang kurus dan mulai rapuh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pengunjung masjid yang merasa iba kepadanya. Hingga suatu hari, takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum si nenek datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai menunaikan &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/94"&gt;shalat&lt;/a&gt;, ketika hendak melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan lalu menangis. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang pun menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "berikan aku kesempatan untuk membersihkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan daun-daun yang berserakan seperti biasa. Seorang kiai yang terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan tua itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan daun-daun di halaman masjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat; pertama, hanya Pak Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang, ia &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/897"&gt;sudah meninggal&lt;/a&gt;, dan kita bisa mendengarkan rahasia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ini perempuan bodoh, Pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari kiamat tanpa syafaat Kanjeng Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu shalawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya telah membacakan shalawat kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, ketika seseorang mencintai Nabinya, ia akan mencari seribu satu cara agar bisa menyalurkan rasa cinta itu. Nenek renta ini bukanlah seorang ulama terkenal, ia hanyalah seorang penjual bunga cempaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak kata dalam kamus kehidupannya untuk mengungkapkan kerinduannya kepada Rasulullah. Namun, dengan kesederhanaan yang begitu jernih dan berbalut &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/75"&gt;keikhlasan&lt;/a&gt;, ia telah mampu menginspirasi banyak orang untuk mempertanyakan sejauh mana kecintaannya kepada Al Musthafa, Rasulullah saw.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2770009821615893358?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2770009821615893358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/dibalik-daun-daun-yang-berserakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2770009821615893358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2770009821615893358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/dibalik-daun-daun-yang-berserakan.html' title='Dibalik Daun-daun yang Berserakan'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-6245823471504234345</id><published>2011-07-15T01:19:00.000-07:00</published><updated>2011-07-15T01:19:00.076-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesungguhan berusaha'/><title type='text'>Filosofi Botol Kecap</title><content type='html'>Dikisahkan ada seorang pengusaha kaya yang tampak bahagia. Uang bukan masalah baginya. Usahanya maju, dia jarang rugi, hampir semua bisnisnya mendatangkan keuntungan berlipat. Seakan-akan, uang itu mengejar-ngejar dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun memiliki istri yang &lt;a href="http://pelangiku.com/2009/09/cantik-bukan-cuma-fisik/"&gt;cantik&lt;/a&gt;, anak-anak yang sehat dan lucu. Akan tetapi, di balik kesuksesannya itu ada banyak perilaku buruk yang dia lakukan. Pengusaha ini gemar melakukan maksiat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berkantong tebal, dia dengan mudah bisa bergonta-ganti pasangan alias main &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/perempuan-qurani.html"&gt;perempuan&lt;/a&gt;, melakukan kecurangan dalam bisnis, mengonsumsi makanan dan minuman haram, dan beragam kemaksiatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika, dia mengalami sebuah peristiwa yang mengubah hidupnya. Anaknya yang berusia tiga tahun &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/897"&gt;meninggal dunia&lt;/a&gt; karena kecelakaan yang disebabkan keteledoran dirinya. Peristiwa itu membawa perubahan dalam dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dia bertobat dan bertekad untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang biasa dia lakukan. Dia pun mulai belajar melakukan shalat, pergi ke masjid, melaksanakan puasa Ramadhan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah upaya perbaikan diri itulah, krisis moneter yang menghantam pada tahun 1998 telah membawa perubahan drastis dalam bisnisnya. Perlahan, tetapi pasti, dia mengalami kebangkrutan. Satu per satu perusahaan miliknya gulung tikar dan berpindah tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utangnya membengkak sehingga tabungan dan depositonya di bank serta properti dan kendaraannya habis untuk menutupi utang-utangnya itu. Jika sebelumnya kata "gagal" dan "rugi" seakan menjauh darinya, sekarang kedua kata itu seakan lekat dengannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebelumnya gelimang rupiah demikian mudah dia dapatkan, sekarang &lt;a href="http://bayibalita.com/2010/10/memperkenalkan-uang-kepada-anak/"&gt;uang&lt;/a&gt; recehan pun seakan enggan mendekat kepadanya. Telah berkali-kali, dia mencoba bangkit, merintis kembali bisnisnya, tetapi berkali-kali pula dia gagal. Tumpukan emosi negatif seakan tumpah ruah di otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesulitan hidup yang mengimpit tersebut, dia mempertanyakan keadilan Tuhan. Saat tenggelam dalam kemaksiatan, begitu mudahnya &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/603"&gt;rezeki&lt;/a&gt; didapat, tetapi setelah meninggalkan kemaksiatan, rezeki pun ikut meninggalkan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah ada yang salah? Ke mana doa-doa yang selama ini dia panjatkan? Apakah Tuhan tidak mendengar atau tidak sudi mengabulkan doaku? Bukankah Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang serta akan mengabulkan doa-doa dari setiap hamba-Nya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu keluhnya. Memang, di tengah kesulitan itu, kuantitas ibadah semakin berlipat-lipat. Namun, itu semua seakan belum cukup untuk mengembalikannya pada "kehidupan normal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali, dia mendatangi ustaz dan kiai untuk meminta &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/609"&gt;doa&lt;/a&gt; dan nasihat. Saat diberi doa atau amalan tertentu, dia akan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Namun, lagi-lagi semuanya berakhir dengan kekecewaan. Dia pun mulai meragukan para kiai dan ustaz tersebut yang katanya hanya pandai berteori. Mana buktinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ambang keputusasaan, pertolongan Allah pun datang melalui salah seorang kenalannya. Dia adalah seorang dosen agama di sebuah perguruan tinggi ternama. Dosen itu tidak membawakannya uang, menawarkan kerja sama bisnis, atau hal lain yang bersifat materi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dia membawa nasihat yang mampu mengubah paradigma berpikir mantan pengusaha kaya ini. Tidak banyak dalil yang dia ungkapkan. Dia hanya memberikan analogi dan perlambang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, "Seseorang tidak bisa mengisi botol penuh kecap dengan air putih, sebelum kecapnya dibuang terlebih dahulu. Baru setelah itu, kita bisa memasukkan air putih. Itu pun masih ada sisa-sisa kecap yang belum terbuang sehingga air yang kita masukkan masih akan bercampur dan berwarna hitam. Air itu harus dibuang lagi sehingga botol benar-benar bersih dari kecap. Baru setelah itu, air yang kita masukkan benar-benar bening karena tidak tercampur lagi dengan &lt;a href="http://bumbudapur.com/2010/05/ayam-bakar-kecap-aroma-serai/"&gt;kecap&lt;/a&gt;. Analoginya, kecap itu adalah harta yang kita miliki dan air putih itu adalah doa dan amal ibadah yang kita lakukan. Antara maksiat dan kebaikan tidak akan mungkin bisa bersatu. Karena itu, ketika seseorang ingin menyucikan dirinya, semua kotoran yang ada dalam diri dan harta harus dibuang dan dibersihkan. Ada banyak skenario Tuhan untuk 'membersihkan' harta seseorang sehingga harta kotor yang dimilikinya benar-benar terkuras, mungkin dibangkrutkan usahanya, kena tipu, dan sebagainya. Andaipun semuanya sudah terkuras, boleh jadi masih ada kotoran yang masih tersisa dalam diri dan harta. Allah Swt. akan meinbersihkannya dengan penyakit, musibah, atau lainnya, sembari dia menahan rezeki dari orang itu. Nah, ketika dia sudah benar-benar bersih, Allah Swt. akan membukakan jalan rezeki yang halal kepadanya. Yang jadi masalah, apakah kita sabar atau tidak dalam proses pembersihan itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat ini mampu menjawab pertanyaannya selama ini tentang keadilan Tuhan, tentang ijabah doa, tentang makna pertobatannya. Allah Swt. mengambil sebagian besar kekaya-annya bukan karena Allah benci, melainkan Allah amat sayang dan cinta kepada hamba-hamba-Nya yang bertobat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebabnya, bagaimana mungkin mengisikan nasi dan sup yang lezat ke dalam mangkuk yang blepotan dengan kotoran. Tentu sangat bijak jika mangkuk itu dibersihkan terlebih dahulu. Begitu pula qada Allah, sebelum menuangkan limpahan rahmat dan ampunan-Nya, dia akan membersihkan orang tersebut dari jelaga kemaksiatan yang masih hinggap dalam diri dan hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun berlalu, mantan pengusaha kaya ini sudah berada kembali di jalur kesuksesan bisnisnya. Walau belum sesukses dahulu, tanda-tanda ke arah itu sudah mulai terlihat di hadapannya. Ibaratnya, dia tengah mengisi botol nasibnya dengan air putih keberhasilan setelah dia menumpahkan hitamnya air kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentetan kegagalan dalam bisnis telah membawa perubahan positif dalam diri pengusaha ini walau sebelumnya dia nyaris jatuh pada keputusasaan. Filosofi botol kecap yang disampaikan temannya telah membuka sudut pandang baru terhadap makna ujian dan makna hidup yang sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa manajemen, pengusaha ini telah mengalami reinventing atau menemukan kembali tujuan hidupnya. Dalam Al Qur'an, ada sebuah pertanyaan, &lt;i&gt;fa aina tadzhabun?&lt;/i&gt; Ke mana engkau hendak pergi? Satu pertanyaan yang dilontarkan kepada Nabi Ibrahim seperti tertera dalam QS At Takwir, 81: 26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Maka ke manakah kamu akan pergi?&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya ada dalam QS Ash Shaffat, 37: 99, "&lt;i&gt;Dan dia (Ibrahim) berkata, 'Sesungguhnya aku harus pergi (mengha-dap) kepada Tuhanku, dia akan memberi petunjuk kepadaku.&lt;/i&gt;'" Artinya, Nabi Ibrahim menemukan kembali Allahnya di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Segera bertobat dari suatu dosa merupakan fardu yang harus segera dilakukan dan tidak boleh ditunda-tunda. Barang siapa menangguhkannya, dia telah berbuat maksiat. Jadi, jika dia bertobat dari dosa, masih ada tobat lain, yaitu tobat dari menunda-nunda tobat. (Ibnul Qayyim Al Jauziyah)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-6245823471504234345?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/6245823471504234345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/filosofi-botol-kecap.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6245823471504234345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6245823471504234345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/filosofi-botol-kecap.html' title='Filosofi Botol Kecap'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-69685876455002895</id><published>2011-07-14T07:04:00.000-07:00</published><updated>2011-07-14T07:04:02.448-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesungguhan berusaha'/><title type='text'>Buah Doa dan Kesungguhan</title><content type='html'>Seorang santri yang sangat rajin mengaji di sebuah surau di Ranah Minang sana memiliki satu &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/101"&gt;mimpi&lt;/a&gt; dan mimpi itu terus saja menyambanginya, nyaris setiap hari dia ingin berhaji! Dalam benak dan akal sehatnya, konsep mampu bukan berarti finansial atau keuangan semata, tetapi juga mampu dalam hal potensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpotensi dan telah berusaha menuntut &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/ilmu-adalah-amanah.html"&gt;ilmu&lt;/a&gt; agar ilmu itu dapat membimbingnya dalam beribadah, ter-masuk berhaji. Dia pun sangat yakin bahwa Allah akan menolong hamba-Nya yang &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/102"&gt;berdoa&lt;/a&gt; dan bersungguh-sungguh kepada-Nya. Dia pun dengan tekun mempelajari berbagai ragam bahasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pelajari pula berbagai keterampilan hidup, seperti memasak dan mengenal adat istiadat berbagai bangsa. Tak luput, pula dia pelajari ilmu berniaga dan berwirausaha. Akhirnya, pada usia yang kedua puluh tahun, waktu yang dinantinya pun tiba: dia akan memulai perjalanan hajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mencibir, bahkan pihak &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/islamnya-keluarga-yasir.html"&gt;keluarga&lt;/a&gt; pun turut mempertanyakan tekadnya itu. Maklum, mereka menyadari bahwa mereka bukanlah keluarga yang berkecukupan. Apakah dengan bekal yang seadanya itu dia akan dapat mencapai Tanah Suci sesuai dengan yang diharapkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Diiringi keraguan kaum kerabat, ninik mamak, dan handai taulan, berangkatlah dia menuju Malaka, sebuah negeri di Semenanjung Malaysia. Dia menghabiskan waktu dua tahun untuk bekerja dan berwirausaha. Lalu, negeri India dijelajahinya, kemudian Pakistan, Afghanistan, dan akhirnya tibalah dia di Teheran, ibu kota Iran. Seorang gadis Parsi dinikahinya dan bersama, mereka mencari peruntungan di Isfahan. Pada tahun kelima, setelah keberangkatannya dari terminal Batu Sangkar, tibalah dia di gerbang Kota Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapa yang meyakini Allah akan membantunya, tidak ada hal di dunia ini yang tidak mungkin. Syaratnya mudah saja, lillahi ta'ala, berdoa, dan berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Siapa mengarahkan diripada sesuatu, dia akan memperhatikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa memperhatikannya, dia akan bersungguh-sungguh untuk mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bersungguh-sungguh, dia akan mencurahkan tenaga untuk meraih manfaatnya. Dan siapa meraih manfaatnya, dia akan selalu bersamanya.&lt;br /&gt;(Luqman Al Hakim)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-69685876455002895?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/69685876455002895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/buah-doa-dan-kesungguhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/69685876455002895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/69685876455002895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/buah-doa-dan-kesungguhan.html' title='Buah Doa dan Kesungguhan'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-4752294378515122573</id><published>2011-07-14T06:15:00.000-07:00</published><updated>2011-07-14T06:15:17.461-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='balasan kebaikan'/><title type='text'>Berhaji Karena Menunda Haji</title><content type='html'>Setelah sekian lama menabung, mengumpulkan lembar demi lembar rupiah dari hasil berjualan, terkumpullah dalam tabungan Pak Ahmad sejumlah uang yang cukup untuk membayar ongkos naik haji (ONH). Impian sejak muda untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci sebentar lagi akan terwujud. Doa-doa yang senantiasa terucap selepas shalat taklama lagi akan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Ahmad bukanlah orang kaya. Dia hanyalah penjual es yang harus bekerja ekstrakeras agar bisa menyisihkan sebagian uangnya untuk berhaji. Kuatnya keinginan Pak Ahmad untuk berhaji menjadikan dia mampu berdisiplin menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, ada sedikit rasa "tidak enak" dalam hati Pak Ahmad. Uang yang dikumpulkannya itu hanya cukup untuk melunasi ONH untuk dirinya sendiri, tidak untuk istrinya. Padahal, uang itu terkumpul karena bantuan istrinya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak apalah, mudah-mudahan Allah memberikan rezeki sehingga istrinya bisa kebagian jatah haji pada tahun-tahun berikutnya," begitu pikiran Pak Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Satu hari menjelang pendaftaran, salah seorang tetang-ganya datang ke rumah untuk meminjam sejumlah uang untuk membayar biaya rumah sakit. Tetangga Pak Ahmad ini terbilang orang susah, untuk makan sehari-hari saja, dia kelimpungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitannya semakin bertambah ketika suaminya terkena sakit parah dan mau tidak mau dia harus menyelamatkan nyawanya dengan memasukkannya ke rumah sakit. Itu pun di kelas III yang hampir semua penghuninya kaum duafa. Setelah berusaha ke sana-kemari meminjam uang, hasilnya nihil, lalu ibu ini memberanikan diri datang ke rumah Pak Ahmad untuk meminjam uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Ahmad pun dihadapkan pada pilihan sulit: meminjamkan uang dan cita-citanya untuk berhaji akan kandas di tengah jalan atau tidak meminjamkan uang dan membuat penderitaan tetangganya bertambah panjang. Setelah berdiskusi dengan istrinya, Pak Ahmad memilih jalan ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak meminjamkan uang dan tidak pula menahannya, tetapi memberikan seluruh uang hajinya untuk membayar biaya rumah sakit tetangganya. Sebuah pilihan yang sangat berat dan berani serta tidak masuk akal dalam pandangan kaum materialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja, bertahun-tahun menabung, peras keringat banting tulang mengumpulkan uang, ketika uang sudah terkumpul, dia memberikannya begitu saja kepada orang lain. Namun, amal kebaikan sering sekali tak bisa diukur dengan logika kebanyakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana tak masuk logikanya Nabi Ibrahim yang hendak menyembelih anaknya atau "keanehan" sikap para sahabat yang rela meninggalkan tanah kelahirannya, sanak saudara, dan harta kekayaannya demi berhijrah ke Madinah walau harus melalui perjalanan yang sangat berat. Itulah buah keimanan yang teramat tinggi nilainya yang sulit dicerna oleh orang-orang yang matanya sudah silau dengan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Ahmad dan istrinya sangat yakin bahwa Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan amal kebaikan hamba-hamba-Nya. Bukankah Allah dan Rasul-Nya telah berjanji, "Barang siapa yang meringankan beban saudaranya di dunia, niscaya Allah akan meringankan bebannya di akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan memilih prioritas amal yang disertai keyakinan yang mantap terhadap janji Allah telah menguatkan hati Pak Ahmad untuk memberikan hartanya yang paling berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disertai derai air mata sedih campur bahagia, tetangga Pak Ahmad menerima uang itu. Dia seakan tengah bermimpi, ternyata pada zaman sekarang masih ada orang yang berhati mulia seperti Pak Ahmad dan istrinya. Dia tak mampu berkata apa-apa selain ucapan terima kasih dan doa semoga Allah mengganti uang tersebut dengan sesuatu yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah pun berlanjut. Seorang dokter yang menangani operasi Pak Fulan, tetangga Pak Ahmad, sedikit kaget. Kok bisa pasien seperti Pak Fulan bisa membayar biaya operasi yang termasuk mahal, bahkan sangat muaaahal bagi sebagian orang. Padahal, dokter itu sudah bisa menebak latar belakang Pak Fulan. Iseng-iseng dia bertanya dari mana Pak Fulan mendapatkan uang, apakah dia menjual warisan, menjual ramah, meminjam, atau apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sama sekali bukan Dok, kami ini orang miskin, tidak punya apa-apa. Jangankan membayar biaya rumah sakit yang puluhan juta, untuk makan sehari-hari pun harus gali lobang tutup lobang," jawab Pak Fulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kalau begitu dari mana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, ada seseorang yang membayarkan biaya operasi kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter itu makin penasaran, "Wah hebat benar orang itu. Pastilah dia orang kaya yang sangat dermawan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh.... Tidak Dok, dia orang biasa-biasa," Pak Fulan kemudi-an menceritakan kisah Pak Ahmad yang rela menunda ibadah haji demi meringankan beban penderitaan dirinya yang sekadar seorang tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai Pak Fulan bercerita, Dokter itu langsung meminta izin untuk diperkenalkan dengan Pak Ahmad. Dia ingin tahu lebih jauh tentang siapa Pak Ahmad itu sebenarnya. Allah pun mempertemukan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Pak Ahmad dan istrinya, Dokter ini berkata, "Saya ingin belajar ikhlas seperti yang Ibu-Bapak lakukan. Akan tetapi, bukan di sini, saya ingin belajarnya di Tanah Suci. Jadi, saya dan keluarga akan mengajak serta Ibu dan Bapak pergi ke sana tahun ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pak Ahmad tampak berkaca-kaca. Sejenak, dia tidak bisa berkata-apa. Dia seakan tidak percaya dengan kata-kata yang didengarnya. Hingga akhirnya, ucapan hamdalah terucap dari bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, sebelum membalas kebaikannya di akhirat, Allah Swt. telah memberikan DP-nya terlebih dahulu di dunia. Harapan Pak Ahmad untuk berhaji dengan istrinya akhirnya terlaksana dalam keadaan yang penuh bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Jadikanlah dirimu sebagai tolok ukur dari selainmu. Berbuatlah sesuatu yang menggembirakan orang lain sebagaimana yang engkau inginkan mereka berbuat untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah berbuat sesuatu yang engkau tidak ingin orang lain berbuat hal itu kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah berbuat aniaya sebagaimana engkau tidak suka dianiaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat baiklah kepada selainmu sebagaimana engkau ingin orang lain berbuat baik kepadamu. Cegahlah dirimu dari perbuatan mungkar sebagaimana engkau tidak ingin orang lain berbuat itu kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuatlah sesuatu yang menyenangkan orang lain agar dia juga berbuat sesuatu yang menyenangkan dirimu. (Rasulullah saw.)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-4752294378515122573?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/4752294378515122573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/berhaji-karena-menunda-haji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4752294378515122573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4752294378515122573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/berhaji-karena-menunda-haji.html' title='Berhaji Karena Menunda Haji'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-629205017059304380</id><published>2011-07-14T05:42:00.000-07:00</published><updated>2011-07-14T05:42:06.316-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='balasan kebaikan'/><title type='text'>Sepuluh Ribu Rupiah</title><content type='html'>Menjelang shalat Isya, seorang wartawan duduk kelelahan di halaman sebuah masjid. Perutnya bertalu-talu karena keroncongan. Kepalanya clingak-clinguk mencari tukang jual &lt;a href="http://bayibalita.com/2010/09/makanan-pendamping-asi-untuk-usia-9-12-bulan/"&gt;makanan&lt;/a&gt;, tapi tak kunjung menemukannya. Dari wajahnya, tampak gurat-gurat kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut, si Wartawan ini tengah kecewa berat karena gagal bertemu dengan seorang tokoh yang hendak diwawancarai. Betapa tidak kecewa, sejak siang hari dia sudah "mengejar-ngejar" tokoh tersebut. Siang hari, mereka janji bertemu di sebuah kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat sebelum waktu pertemuan itu berlangsung, tokoh penting ini mendadak membatalkan &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/janji-adalah-utang.html"&gt;janji&lt;/a&gt;, ada acara mendadak katanya. Militansinya sebagai seorang wartawan untuk mendapatkan berita telah membuat pria muda ini mendatangi hotel tempat si Pejabat meeting. Dua jam lamanya, dia menunggu. Namun sial, si Pejabat itu keluar dari &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/933"&gt;pintu&lt;/a&gt; samping hotel sehingga tidak sempat bertemu sang Wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau patah arang, dia segera mencari tahu di mana keberadaan pejabat itu. Dia pun mendapatkan informasi bahwa orang yang dicarinya itu sudah pulang ke rumahnya di sebuah kompleks perumahan elite. Tanpa banyak berpikir, sang Wartawan tancap gas. Dengan motornya yang sudah agak butut, dia mendatangi perumahan tersebut. Walau harus tanya sana-tanya sini, akhirnya dia bisa sampai ke rumah si Pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Aduh maaf, Mas, Bapaknya barusan pergi lagi. Ada pertemuan lagi katanya. Tapi, Bapak nggak bilang di mananya," kata si penghuni rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lunglailah kaki si Wartawan. Dia pun pergi. Berkali-kali dia coba mengontak si pejabat, tetapi berkali-kali pula ponselnya tidak diangkat. Sudah terbayang di benaknya kalau nanti &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/13"&gt;malam&lt;/a&gt; dia akan ditegur atasannya karena tidak mampu mendapatkan berita. Perutnya yang keroncongan seakan menambah derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat duduk di masjid itulah, dia melihat seorang kakek yang baru saja menunaikan shalat maghrib. Dipandanginya kakek itu. Tampangnya sangat tidak meyakinkan: tinggi, kurus, jambang putihnya tidak terurus, pakaiannya sangat sederhana dan sudah luntur warnanya, sandal jepitnya pun sudah butut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek itu menghampiri sebuah tanggungan kayu bakar. Lalu, mengambil topi dan duduk melepas lelah takjauh dari tempat si Wartawan. Kerutan wajahnya yang hitam terbakar matahari seakan tampak makin mengerut karena kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Cep, peryogi suluh henteu? Peserlah suluh anu Bapa, ieu ti enjing-enjing teu acan pajeng!&lt;/i&gt;" kata Pak Tua kepada si Wartawan. Maksudnya, dia menawarkan kayu bakar yang dibawanya karena sejak dari pagi tidak laku-laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Punten Bapa, abdi di Bumi teu nganggo suluh&lt;/i&gt; (Maaf Bapak, saya di rumah tidak menggunakan kayu bakar)," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Oh muhun, teu sawios. Mangga atuh, Bapa tipayun&lt;/i&gt;, (Oh iya, nggak apa-apa. Kalau begitu permisi, Bapak duluan)," ujar Pak Tua penjual kayu bakar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Pak Tua itu pergi, si Wartawan segera mengambil dompet. Dilihatnya hanya ada uang sepuluh ribu, satu-satunya, plus beberapa keping uang receh. Itulah hartanya yang tersisa pada hari itu untuk &lt;a href="http://pelangiku.com/2009/11/stres-ko-malah-makan/"&gt;makan&lt;/a&gt; dan membeli bensin. Namun, semua itu dia abaikan. Dia berikan uang sepuluh ribu itu kepada Pak Tua. Walau awalnya menolak, tapi akhirnya dia menerimanya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menahan tangis haru, Pak Tua berkata, "&lt;i&gt;Hatur nuhun Kasep, tos nulungan Bapak. Mugi-mugi Gusti Alloh ngagentosan kunu langkung ageung&lt;/i&gt; (Terima kasih, Cakep, sudah menolong Bapak, semoga Gusti Allah menggantinya dengan yang lebih besar)." Ternyata, Bapak ini sejak pagi belum makan dan tidak punya uang untuk pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selembar sepuluh ribu telah mengubah segalanya. Dia te-lah sudi memasukkan rasa bahagia kepada saudaranya yang tengah kesusahan, Allah Swt. pun langsung membalasnya dengan memasukkan rasa bahagia yang berlipat-lipat ke dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa lapar, penat, dan hati dongkol yang sebelumnya mendominasi dirinya langsung hilang sirna berganti kelapangan dan kebahagiaan. Uang sepuluh ribu itu benar-benar memberikan kepuasan yang sensasinya sulit terlupakan. Dia tidak bisa berkata apa-apa selain dari tetesan air mata bahagia. "Terima kasih, ya Allah, engkau telah memberiku rezeki sehingga bisa berbagi," gumamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, datanglah karunia yang kedua. Ponselnya tiba-tiba berbunyi, dilihatnya sebuah pesan dari atasannya kalau dia tidak perlu lagi mengejar si Pejabat karena ada narasumber lain yang lebih kompeten yang siap diwawancara seorang rekannya. Dia hanya memberi penugasan untuk meliput sebuah acara syukuran di salah satu hotel berbintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karunia Allah yang ketiga pun segera datang. Di sela-sela acara liputan di hotel itu, sang Wartawan dipersilakan oleh panitia untuk menikmati hidangan mewah yang tersedia sepuasnya. Menjelang pulang, dia mendapatkan sebuah doorprize dan beberapa buah bingkisan sebagai ucapan terima kasih dari pihak penyelenggara. "Malam yang indah ...," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Walau balasan untuk kebaikan dan kejahatan itu dijanjikan Tuhan pada hari kebangkitan, tetap saja muncul suatu keadaan yang mewakili balasan itu. Apabila manusia bergembira di dalam hatinya, itu adalah balasan karena telah membuat orang lain bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sedih, itulah balasan karena telah membuat orang lain sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat suatu bentuk balasan sebagai pemisah hari kebangkitan. (Jalaluddin Rumi)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-629205017059304380?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/629205017059304380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/sepuluh-ribu-rupiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/629205017059304380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/629205017059304380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/sepuluh-ribu-rupiah.html' title='Sepuluh Ribu Rupiah'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2921204972141271814</id><published>2010-12-21T09:55:00.000-08:00</published><updated>2010-12-21T09:55:17.584-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat nabi'/><title type='text'>Andai Lebih Panjang Lagi</title><content type='html'>Hari itu ada seseorang yang meninggal dunia. Seperti biasanya, jika ada sahabat meninggal dunia, Rasulullah pasti menyempatkan diri mengantarkan jenazahnya sampai ke kuburan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup sampai di situ, pada saat pulangnya, Rasulullah menyempatkan diri singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga yang ditinggalkan supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musbah itu. Begitupun terhadap keluarga sahabat yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah duka, Rasulullah bertanya kepada istri almarhum, “Tidakkah almarhum suamimu mengucapkan wasiat ataulah sesuatu sebelum ia wafat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri yang masih diliputi kesedihan hanya tertunduk. Isak tangis masih sesekali terdengar dari dirinya. “Aku mendengar ia mengatakan sesuatu di antara dengkur nafasnya yang tersengal. Ketika itu ia tengah menjelang ajal, ya Rasulullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Rasulullah tertanya, “Apa yang dikatakannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak tahu, ya Rasulullah. Maksudku, aku tidak mengerti apakah ucapannya itu sekadar rintihan sebelum mati, ataukah pekikan pedih karena dahsyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana bunyinya?” tanya Rasulullah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri yang setia itu menjawab, “Suamiku mengatakan ‘Andaikata lebih panjang lagi..., Andaikata yang masih baru ..., Andaikata semuanya ...’. Hanya itulah yang tertangkap sehingga aku dan keluargaku bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu hanya igauan dalam keadaan tidak sadar, ataukah pesan-pesan yang tidak selesai”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah tersenyum. Senyum Rasulullah itu membuat istri almarhum sahabat menjadi keheranan. Kemudian, terdengar Rasulullah berbicara, “Sungguh, apa yang diucapkan suamimu itu tidak keliru.” Beliau diam sejenak. “Jika kalian semua mau tahu, biarlah aku ceritakan kepada kalian agar tak lagi heran dan bingung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, bukan hanya istri almarhum saja yang menghadapi Rasulullah. Semua keluarga almarhum mengerubungi Rasul akhir zaman itu. Ingin mendengar apa gerangan sebenarnya yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kisahnya begini,” Rasulullah memulai. &lt;br /&gt;“Pada suatu hari, ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat Jumat. Di tengah jalan ia berjumpa dengan dengan orang buta yang bertujuan sama—hendak pergi ke masjid pula. Si buta itu sendirian tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntunnya. Maka, dengan sabar dan telatennya, suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas yang penghabisan, ia menyaksikan pahala amal shalihnya itu. Lalu ia pun berkata, ‘Andaikata lebih panjang lagi.’ Maksudnya adalah andaikata jalan ke masjid itu lebih panjang lagi, pasti pahalanya akan jauh lebih besar pula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota keluarga itu sekarang mengangguk-angguk kepalanya. Mulai mengerti sebagian duduk perkara. “Terus, ucapan yang lainnya, ya Rasulullah?” tanya sang istri yang semakin penasaran saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi menjawab, “Adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi sekali untuk shalat Subuh, cuaca dingin sekali. Di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suaminya membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia pun mencopot mantelnya yang lama yang tengah dikenakannya dan diberikan kepada si lelaki tua itu. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, ‘Coba, andaikata yang masih baru yang kuberikan kepadanya, dan bukannya mantelku yang lama yang kuberikan kepadanya, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi.’ Itulah yang dikatakan suami selengkapnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian, ucapan yang ketiga, apa maksudnya ya Rasulullah?” tanya sang istri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh kesabaran, Rasulullah menjelaskan, “Ingkatkah engkau ketika pada suatu waktu suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Ketika itu engkau segera menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur daging dan mentega. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba-tiba seorang musafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong. Yang sebelah diberikannya kepada musafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak, ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalnya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan  berkata, ‘Kalau aku tahu begini hasilnya, musafir itu tidak  akan kuberi hanya separuh. Sebab, andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti pahalaku akan berlipat ganda  pula.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, semua anggota keluarga mengerti. Mereka tak lagi risau dengan apa yang telah terjadi kepada suami dan ayah  mereka ketika akan menjelang wafatnya. Kelapangan telah ia  dapatkan karena ia tidak sungkan untuk menolong dan memberi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2921204972141271814?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2921204972141271814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/12/andai-lebih-panjang-lagi.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2921204972141271814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2921204972141271814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/12/andai-lebih-panjang-lagi.html' title='Andai Lebih Panjang Lagi'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2875053633679527846</id><published>2010-12-19T09:31:00.000-08:00</published><updated>2010-12-19T09:31:11.041-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat nabi'/><title type='text'>Ikrimah Bin Abu Jahal</title><content type='html'>Abu Ishaw As-Ayabi'i meriwayatkan, ketika Rasulullah SAW berhasil menaklukkan kota Makkah, maka Ikrimah berkata: "Aku tidak akan tinggal di tempat ini!" Setelah berkata demikian, dia pun pergi berlayar dan memerintahkan supaya istrinya membantunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi isterinya berkata: "Hendak kemana kamu wahai pemimpin pemuda Quraisy?" Apakah kamu akan pergi kesuatu tempat yang tidak kamu ketahui?" Ikrimah pun melangkahkan kakinya tanpa sedikitpun memperhatikan perkataan istrinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW bersama para sahabat lainnya telah berhasil menaklukkan kota Makkah, maka kepada Rasulullah isteri Ikrimah berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya Ikrimah telah melarikan diri ke negeri Yaman karena ia &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/tidak-takut-dikatakan-bodoh.html"&gt;takut&lt;/a&gt; kalau-kalau kamu akan membunuhnya. Justru itu aku memohon kepadamu supaya engkau berkenan menjamin keselamatannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menjawab: "Dia akan berada dalam keadaan aman!" Mendengar jawaban itu, istri Ikrimah memohon diri dan pergi untuk mencari suaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya dia berhasil menemukannya di tepi pantai yang berada di Tihamah. Ketika Ikrimah menaiki kapal, maka orang yang mengemudikan kapal tersebut berkata kepadanya: "Wahai Ikrimah, ikhlaskanlah saja!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrimah bertanya: "Apakah yang harus aku ikhlaskan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ikhlaskanlah bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan akuilah bahwa Muhammad adalah utusan Allah!" Kata pengemudi kapal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrimah menjawab: "Tidak, justru aku melarikan diri adalah karena ucapan itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas itu datanglah istrinya dan berkata: "Wahai Ikrimah putra bapak saudaraku, aku datang menemuimu membawa pesan dari orang yang paling utama, dari manusia yang paling mulia dan manusia yang paling baik. Aku memohon supaya engkau jangan menghancurkan dirimu sendiri. Aku telah memohonkan jaminan keselamatan untukmu kepada Rasulullah SAW." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada istrinya Ikrimah bertanya: "Benarkah apa yang telah engkau lakukan itu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya menjawab: "Benar, aku telah berbicara dengan Rasulullah dan Rasulullah pun akan memberikan jaminan keselamatan atas dirimu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mendengar berita gembira dari isterinya, pada malam harinya Ikrimah bermaksud untuk melakukan persetubuhan dengan isterinya, akan tetapi isterinya menolaknya sambil berkata: "Engkau orang &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/menghafal-al-quran-ketika-masih-kafir.html"&gt;kafir&lt;/a&gt;, sedangkan aku orang Muslim." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada isterinya Ikrimah berkata: "Penolakanmu itu adalah masalah besar bagi diriku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama selepas Ikrimah bertemu dengan isterinya, mereka pulang kembali. Mendengar berita bahwa Ikrimah sudah pulang, Rasulullah SAW segera ingin menemuinya. Karena rasa kegembiraan yang tidak terkira, sehingga Rasulullah SAW sampai memakai serbannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertemu dengan Ikrimah, beliau pun duduk. Ketika itu Ikrimah berserta dengan istrinya berada &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/75"&gt;di hadapan&lt;/a&gt; Rasulullah SAW Ikrimah lalu berkata: "Sesungguhnya aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Ikrimah itu, Rasulullah SAW sangat merasa gembira, selanjutnya Ikrimah kembali berkata: "Wahai Rasulullah, ajarkanlah sesuatu yang &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/mendengar-pelajaran-dengan-baik.html"&gt;baik&lt;/a&gt; yang harus aku ucapkan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menjawab: "Ucapkanlah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya". &lt;br /&gt;Ikrimah kembali bertanya: "Selepas itu apa lagi?" &lt;br /&gt;Rasulullah menjawab: "Ucapkanlah sekali lagi, aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya." &lt;br /&gt;Ikrimah pun mengucapkan apa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW selepas itu baginda bersabda: "Jika sekiranya pada hari ini kamu meminta kepadaku sesuatu sebagaimana yang telah aku berikan kepada orang lain, niscaya aku akan mengabulkannya." &lt;br /&gt;Ikrimah berkata: "Aku memohon kepadamu ya Rasulullah, supaya engkau berkenan memohonkan ampunan untukku kepada Allah atas setiap permusuhan yang pernah aku lakukan terhadap dirimu, setiap perjalanan yang aku lalui untuk menyerangmu, setiap yang aku gunakan untuk melawanmu dan setiap perkataan kotor yang aku katakan di hadapan atau di belakangmu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah SAW pun berdoa: "Ya Allah, ampunilah dosanya atas setiap permusuhan yang pernah dilakukannya untuk bermusuh denganku, setiap langkah perjalanan yang dilaluinya untuk menyerangku yang tujuannya untuk memadamkan cahaya-Mu dan ampunilah dosanya atas segala sesuatu yang pernah dilakukannya baik secara langsung di depanku maupun di belakangku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah senangnya hati Ikrimah mendengar doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW, saat itu juga ia berkata: "Ya Rasulullah! Aku bersumpah demi Allah, aku tidak akan membiarkan satu dinar pun biaya yang pernah aku gunakan untuk melawan agama Allah, melainkan akan aku ganti berlipat ganda demi membela agama-Nya. Begitu juga setiap perjuangan yang dahulu aku lakukan untuk melawan agama Allah, akan aku ganti dengan perjuangan yang berlipat ganda demi membela agama-Nya, aku akan ikut berperang dan berjuang sampai ke titisan darah yang terakhir." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah keadaan Ikrimah, setelah ia memeluk Islam, ia sentiasa ikut dalam peperangan hingga akhirnya ia terbunuh sebagai syahid. Semoga Allah berkenan melimpahkan kurnia dan rahmat-Nya kepada Ikrimah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain pula diceritakan, bahwa ketika terjadinya Perang Yarmuk, Ikrimah juga ikut serta berperang sebagai pasukan perang yang berjalan kaki, pada waktu itu Khalid bin Walid mengatakan: "Jangan kamu lakukan hal itu, karena bahaya yang akan menimpamu lebih besar!" Ikrimah menjawab: "Karena kamu wahai Khalid telah terlebih dahulu ikut berperang bersama Rasalullah SAW, maka biarlah hal ini aku lakukan!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrimah tetap meneruskan niatnya, hingga akhirnya ia gugur di medan perang. Pada waktu Ikrimah gugur, ternyata di tubuhnya terdapat lebih kurang tujuh puluh luka bekas tikaman pedang, tombak dan anak panah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas'ud pula berkata: Di antara orang-orang yang termasuk dalam barisan Perang Yarmuk adalah Haris bin Hisyam, Ikrimah bin Abu Jahal dan Suhail bin Amar. Di saat-saat kematian mereka, ada seorang sahabat yang memberinya air minum, akan tetapi mereka menolaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali air itu akan diberikan kepada salah seorang dari mereka yang bertiga orang itu, maka masing-masing mereka berkata: "Berikan saja air itu kepada sahabat di sebelahku." Demikianlah keadaan mereka seterusnya, sehingga akhirnya mereka bertiga menghembuskan nafas yang terakhir dalam keadaan belum sempat meminum air itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain pula ditambahkan: "Sebenarnya Ikrimah bermaksud untuk meminum air tersebut, akan tetapi pada waktu ia akan meminumnya, ia melihat ke arah Suhail dan Suhail pun melihat ke arahnya pula, maka Ikrimah berkata: "Berikanlah saja air minum ini kepadanya, barangkali ia lebih memerlukannya daripadaku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhail pula melihat kepada Haris, begitu juga Haris melihat kepadanya. Akhirnya Suhail berkata: "Berikanlah air minum ini kepada siapa saja, barangkali sahabat-sahabatku itu lebih memerlukannya daripadaku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah keadaan mereka, sehingga air tersebut tidak seorangpun di antara mereka yang dapat meminumnya, sehingga mati syahid semuanya. Semoga Allah melimpahkan kurnia dan rahmat-Nya kepada mereka bertiga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2875053633679527846?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2875053633679527846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/12/ikrimah-bin-abu-jahal.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2875053633679527846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2875053633679527846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/12/ikrimah-bin-abu-jahal.html' title='Ikrimah Bin Abu Jahal'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-5967104299604035774</id><published>2010-12-19T09:00:00.000-08:00</published><updated>2010-12-19T09:00:01.217-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khalifah'/><title type='text'>Khalifah Gila?</title><content type='html'>Memang betul, Khalifah &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/umar-bin-khaththab-al-faruq-ra.html"&gt;Umar bin Khaththab&lt;/a&gt; telah berubah ingatan. Banyak yang melihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali karena Umar di masa mudanya sarat dengan &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/658"&gt;dosa&lt;/a&gt;, seperti merampok, mabuk-mabukkan, malah suka mengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yang menjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga jadi tertimpa penyakit jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu Umar sering menangis sendirian sesudah selesai menunaikan &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/94"&gt;shalat&lt;/a&gt;. Dan tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, juga sendirian. Tidak ada orang lain yang membuatnya tertawa. Bukankah hal itu merupakan isyarat yang jelas bahwa Umar bin Kaththab sudah gila?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/abdurrahman-bin-auf-ra-sahabat.html"&gt;Abdurrahman bin Auf&lt;/a&gt;, sebagai salah seorang sahabat Umar yang paling akrab, merasa tersinggung dan sangat murung mendengar tuduhan itu. Apalagi, hampir semua rakyat Madinah telah sepakat menganggap Umar betul-betul sinting. Dan, sudah tentu, orang sinting tidak layak lagi memimpin umat atau &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/422"&gt;negara&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mengejutkan rakyat, pada waktu melakukan shalat Jum'at yang lalu, ketika sedang berada di mimbar untuk membacakan khotbahnya, sekonyong-konyong Umar berseru, "Hai sariah, hai tentaraku. Bukit itu, bukit itu, bukit itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Jemaah pun geger. Sebab ucapan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan isi khotbah yang disampaikan. "Wah, khalifah kita benar-benar sudah gila," gumam rakyat Madinah yang menjadi makmum salat Jumat hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Abdurrahman tidak mau bertindak gegabah, ia harus tahu betul, apa sebabnya Umar berbuat begitu. Maka didatanginya Umar, dan ditanyainya, "Wahai &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/jangan-memaksakan-kehendakmu-amirul.html"&gt;Amirul Mukminin&lt;/a&gt;. Mengapa engkau berseru-seru di sela-sela khotbah engkau seraya pandangan engkau menatap kejauhan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar dengan tenang menjelaskan, "Begini, sahabatku. Beberapa pekan yang lewat aku mengirimkan Suriah, &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengintaian-pasukan-musuh.html"&gt;pasukan&lt;/a&gt; tentara yang tidak kupimpin langsung, untuk membasmi kaum pengacau. Tatkala aku sedang berkhotbah, kulihat pasukan itu dikepung musuh dari segala penjuru. Kulihat pula satu-satunya benteng untuk mempertahankan diri adalah sebuah bukit dibelakang mereka. Maka aku berseru: bukit itu, bukit itu, bukit itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah tidak percaya, Abdurrahman megerutkan kening. "Lalu, mengapa engkau dulu sering menangis dan tertawa sendirian selesai melaksanakan shalat fardhu?" tanya Abdurrahman pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar menjawab, "Aku menangis kalau teringat kebiadabanku sebelum &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/161"&gt;Islam&lt;/a&gt;. Aku pernah menguburkan anak perempuanku hidup-hidup. Dan aku tertawa jika teringat akan kebodohanku. Kubikin patung dari tepung gandum, dan kusembah-sembah seperti Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman lantas mengundurkan diri dari hadapan Khalifah Umar. Ia belum bisa menilai, sejauh mana kebenaran ucapan Umar tadi. Ataukah hal itu justru lebih membuktikan ketidakwarasannya sehingga jawabannya pun kacau balau? Masak ia dapat melihat pasukannya yang terpisah amat jauh dari masjid tempatnya berkhotbah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, bukti itupun datang tanpa dimintanya. Yaitu manakala sariah yang kirimkan Umar tersebut telah kembali ke Madinah. Wajah mereka berbinar-binar meskipun nyata sekali tanda-tanda kelelahan dan bekas-bekas &lt;a href="http://gangguankesehatananak.blogspot.com/2010/05/luka-bakar.html"&gt;luka&lt;/a&gt; yang diderita mereka. Mereka datang membawa kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan pasukan itu, pada hari berikutnya, bercerita kepada masyarakat Madinah tentang dasyatnya peperangan yang mereka alami. "Kami dikepung oleh tentara musuh, tanpa harapan akan dapat meloloskan diri dengan selamat. Lawan secara beringas menghantam kami dari berbagai jurusan. Kami sudah luluh lantak. Kekuatan kami nyaris terkuras habis. Sampai tibalah saat salat Jum'at yang seharusnya kami kerjakan. Persis kala itu, kami mendengar sebuah seruan gaib yang tajam dan tegas: 'Bukit itu, bukit itu, bukit itu!' Tiga kali seruan tersebut diulang-diulang sehingga kami tahu maksudnya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta-merta kami pun mundur ke lereng bukit. Dan kami jadikan bukit itu sebagai pelindung di bagian belakang. Dengan demikian kami dapat menghadapi serangn tentara lawan dari satu arah, yakni dari depan. Itulah awal kejayaan kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman mengangguk-anggukkan kepala dengan takjub. Begitu pula masyarakat yang tadinya menuduh Umar telah berubah ingatan. Abdurrahman kemudian berkata, "Biarlah Umar dengan kelakuannya yang terkadang menyalahi adat. Sebab ia dapat melihat sesuatu yang indera kita tidak mampu melacaknya"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-5967104299604035774?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/5967104299604035774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/12/khalifah-gila.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5967104299604035774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5967104299604035774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/12/khalifah-gila.html' title='Khalifah Gila?'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-7358797523848534404</id><published>2010-12-19T08:09:00.000-08:00</published><updated>2010-12-19T08:09:38.484-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Al-Qur&apos;an'/><title type='text'>Hari Sabtunya Orang Yahudi</title><content type='html'>&lt;i&gt;Dan tanyakanlah kepada Bani &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/340"&gt;Israel&lt;/a&gt; tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa". &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang lalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina". Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)&lt;/i&gt;.  (&lt;a href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/7"&gt;Al-A'Raaf&lt;/a&gt;: 63-68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kisah ini menceritakan tentang sebuah desa orang-orang &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/353"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; yang terletak di pesisir lautan, yaitu sebuah desa pesisir di antara desa-desa yang mereka diami. Orang-orang Yahudi setempat telah diperintahkan Allah untuk tidak berburu dan menangkap ikan pada hari Sabtu dan mereka dibolehkan untuk menangkap pada hari-hari lain dalam sepekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menguji mereka dengan kewajiban ini, di mana ikan-ikan itu menjauhi mereka dan jarang ditemui pada hari-hari dibolehkannya menangkap ikan, sementara pada hari Sabtu ikan-ikan itu justru banyak mendatangi mereka dengan terapung-apung di sekitar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan pun membisiki hati sekelompok orang dari &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kesaksian-penduduk-mekah.html"&gt;penduduk&lt;/a&gt; desa dan membujuk mereka untuk menangkap ikan. Akan tetapi, bagaimana caranya mereka dapat mengelak dari perintah Allah tersebut? Setan menunjukkan alibi, cara tipu daya, serta membimbing mereka kiat agar dapat menangkap ikan pada hari Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk desa itu terbagi menjadi dua kelompok dalam menghadapi kelompok yang melanggar batas tersebut. Kelompok pertama adalah orang-orang &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-pencuri-saleh.html"&gt;saleh&lt;/a&gt; dari para dai yang menjalankan kewajiban mereka dalam &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/1097"&gt;dakwah&lt;/a&gt; dan memprotes orang-orang yang mengakali perintah-perintah Allah dengan berbagai alibi, pelanggaran, dan perburuan mereka pada hari Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok kedua adalah orang-orang yang berdiam diri, yang diam melihat pelanggaran orang-orang yang melampaui batas, dan mereka justru melontarkan celaan dan penentangan terhadap orang-orang saleh yang berdakwah, dengan alasan bahwa tidak ada manfaatnya menasihati dan memperingatkan sekelompok orang yang memang sudah sepantasnya binasa dan akan mendapat azab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang saleh itu menjelaskan kepada orang-orang yang mencela mereka dan mendiamkan kemungkaran itu bahwa mereka memprotes kemungkaran itu dengan tujuan melepaskan tanggung jawab di hadapan Allah dan demi menunaikan kewajiban serta agar mereka mau bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika azab Allah menimpa orang-orang yang melampaui batas itu, maka Allah mengubah wujud mereka menjadi monyet-monyet hina. Perubahan bentuk wujud itu memang terjadi sesungguhnya. Tidak lama setelah berubah wujud menjadi monyet yang tidak mempunyai keturunan, mereka akhirnya &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/16"&gt;mati&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menyelamatkan orang-orang saleh para dai itu. Sementara itu, Al-Quran tidak menjelaskan nasib orang-orang yang diam, barangkali karena mereka tidak berarti dan hina di mata Allah. Karena mereka tidak disebutkan bersama orang-orang yang &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/182"&gt;selamat&lt;/a&gt; maka tampaknya mereka termasuk orang-orang yang binasa dan terkutuk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-7358797523848534404?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/7358797523848534404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/12/hari-sabtunya-orang-yahudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7358797523848534404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7358797523848534404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/12/hari-sabtunya-orang-yahudi.html' title='Hari Sabtunya Orang Yahudi'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-5255065808413876699</id><published>2010-04-08T02:58:00.001-07:00</published><updated>2010-04-08T02:58:43.133-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bukti kebenaran ucapan Rasulullah'/><title type='text'>Para Musuh Allah yang akan Tewas di Perang Badar</title><content type='html'>Kondisi Mekah makin hari makin tidak aman bagi perkembangan &lt;a title="islam" href="http://mimbarjumat.com/archives/1075" target="_blank"&gt;Islam&lt;/a&gt;, terutama bagi kaum muslim yang selalu mendapat teror dan siksaan dari kaum musyrikin Quraisy. Inilah yang menjadi alasan kuat Rasulullah saw untuk mengajak &lt;a title="kaum muslimin yang tertindas" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kaum-muslimin-yang-tertindas.html" target="_blank"&gt;kaum muslimin&lt;/a&gt; hijrah ke Yastrib atau Medinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Medinah ini kaum muslimin membangun kekuatan untuk menghadapi serangan kaum Quraisy. Perkembangan kaum muslimin makin kuat, bahkan mereka berani mengadakan pemboikotan wilayah dan ekonomi. Akibatnya, kaum musyrikin Quraisy menantang untuk bertempur di Badar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah saw meninjau lokasi perang bersama para sahabat, beliau bersabda, "Lihatlah Mekah! Ia telah melemparkan kepada kalian potongan-potongan hatinya!". Rasulullah saw mengatakan itu kepada para sahabat sambil menunjuk tempat-tempat para pemimpin Quraisy akan terbunuh di peperangan Badar. Ternyata semua prediksi beliau terbukti ketika Perang Badar berakhir. Para pemimpin Quraisy tewas di tempat-tempat yang telah ditunjuk Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan peristiwa itu, &lt;a title="umar bin khaththab al faruq" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/umar-bin-khaththab-al-faruq-ra.html" target="_blank"&gt;Umar bin Khaththab&lt;/a&gt; bercerita, "&lt;em&gt;Sebelum Perang Badar dimulai, Rasulullah berjalan di sekitar medan perang dan menunjuk ke beberapa tempat sambil berkata, &lt;a title="pengakuan abu jahal" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengakuan-abu-jahal.html" target="_blank"&gt;Abu Jahal&lt;/a&gt; akan terbunuh di sini, &lt;a title="pengakuan utbah bin rabiah" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengakuan-utbah-bin-rabiah.html" target="_blank"&gt;Utbah&lt;/a&gt; di sini, Shayba di sini, Walid di sini, dan sebagainya. Demi Allah SWT, setelah perang selesai kami menemukan jenazah mereka persis di tempat yang beliau sebutkan tadi&lt;/em&gt;." (HR. Muslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-5255065808413876699?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/5255065808413876699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/para-musuh-allah-yang-akan-tewas-di.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5255065808413876699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5255065808413876699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/para-musuh-allah-yang-akan-tewas-di.html' title='Para Musuh Allah yang akan Tewas di Perang Badar'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-6767021215164309688</id><published>2010-04-08T02:57:00.001-07:00</published><updated>2010-04-08T03:00:25.290-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bukti kebenaran ucapan Rasulullah'/><title type='text'>Kematian Tragis Majikan Zalim</title><content type='html'>&lt;a title="imam bukhari, kepandaian yang teruji" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/imam-bukhari-kepandaian-yang-teruji.html" target="_blank"&gt;Bukhari&lt;/a&gt; dan Abu Daud menulis kisah Khabbab bin Arat r.a. Dia adalah salah seorang sahabat Nabi saw yang memeluk Islam pada awal penyebarannya. Dia juga seorang hamba sahaya dari seorang perempuan zalim bernama Ummu Anmar Al-Khuza'iyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khabab sering mengunjungi Rasulullah saw untuk menuntut ilmu agama. Akan tetapi, malang baginya, berbagai macam &lt;a title="penderitaan palestina" href="http://mimbarjumat.com/archives/258" target="_blank"&gt;penderitaan&lt;/a&gt; dan siksaan ia terima dari majikannya setelah diketahui sering mengunjungi Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khabab sering dijemur di atas pasir panas di bawah teriknya matahari dengan mengenakan pakaian besi. Bukan hanya itu, ia pernah diletakkan di tempat pemanggangan hingga punggungnya terbakar dan luka itu terus membekas di punggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahan dengan siksaan keji itu, Khabbab r.a mengadu kepada Rasulullah saw dengan harapan beliau mau menolongnya. Khabab berkata kepada Rasulullah saw yang sedang berselimutkan kain beludru di bawah Kakbah, "Tidakkan Anda menolong kami dan berdoa untuk kami?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Rasulullah saw menatapnya sambil berkata, "&lt;em&gt;Demi Allah, umat-umat sebelum ini menahan siksa yang lebih berat daripada siksaan yang telah kau alami. Mereka pernah dibuatkan lubang, kemudian disekap di dalamnya. Setelah itu, seseorang mendatanginya dengan membawa gergaji, meletakkan di kepalanya, lalu dengan sergaji itu membelah kepalanya menjadi dua. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Namun, semua itu tak pernah membuatnya berniat untuk meningsalkan agamanya. Seorang dari mereka ada yang pernah disisir kulitnya dengan sisir besi hingga dagingnya terkelupas dari tulang dan jaringan sarafnya. Akan tetapi, hal itu tidak membuatnya berpikir untuk meninggalkan agamanya. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allah akan menyempurnakan agama ini, tetapi engkau tidak bersabar. Suatu hari, kelak akan tiba saatnya perempuan &lt;a title="membantu si zalim" href="http://mimbarjumat.com/archives/997" target="_blank"&gt;zalim&lt;/a&gt; itu (majikan Khabbab) akan berjalan sendiri dari San'a ke Hadramaut tanpa takut apa pun selain binatang buas. Namun, mengapa engkau tidak sabar?&lt;/em&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Rasulullah saw telah mengetahui azab yang akan Allah SWT timpakan terhadap majikan zalim tersebut dengan mengabarkan bahwa majikan zalim itu akan mati diterkam binatang buas. Khabab r.a memberikan kesaksiannya, "Demi Allah, apa yang dikabarkan oleh Rasulullah saw benar! Aku melihatnya sendiri!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran pernyataan Rasulullah saw tentang azab yang akan menimpa majikan yang zalim benar adanya. Bukti kebenaran itu disaksikan oleh Khabab, budak milik majikan zalim, secara langsung. Dia melihat majikannya mati diterkam binatang buas sesuai dengan apa yang dikatakan Rasulullah saw.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-6767021215164309688?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/6767021215164309688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kematian-tragis-majikan-zalim.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6767021215164309688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6767021215164309688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kematian-tragis-majikan-zalim.html' title='Kematian Tragis Majikan Zalim'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-7526374120207456732</id><published>2010-04-08T02:56:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T02:56:37.457-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bukti kebenaran ucapan Rasulullah'/><title type='text'>Kisah Umair bin Wahab</title><content type='html'>Perang Badar dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin. Rasa &lt;a title="masih bolehkah kita tidak bersyukur kepada Allah?" href="http://mimbarjumat.com/archives/1115" target="_blank"&gt;syukur&lt;/a&gt; pun selalu mereka panjatkan ke hadirat Allah SWT. Sebaliknya, kekalahan yang diterima kaum musyrikin Quraisy benar-benar membuat mereka makin geram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umair bin Wahab dan Shafwan bin Umayyah mengungkapkan kekesalan mereka atas kemenangan umat Islam. Umair berkata kepada Shafwan, "Ah, seandainya aku tidak sedang &lt;a title="cara keluar dari lilitan hutang" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2009/12/cara-keluar-dari-lilitan-utang.html" target="_blank"&gt;dililit utang&lt;/a&gt; dan keluargaku bisa kutinggalkan saat kesulitan sekarang, aku akan mencari Muhammad dan membunuhnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataan Umair tersebut, Shafwan menyambut ide Umair dan berkata, "Baiklah, jika kau berhasil membunuh Muhammad dan menyiksanya dengan keji, aku berjanji akan memberimu 100 ekor unta. Dengannya kamu bisa melunasi semua utang keluargamu, begitu pula keluargamu akan aku jadikan bagian dari keluargaku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran yang menggiurkan. Tanpa pikir panjang, Umair langsung menerima tawaran Shafwan dengan senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi ingat! Ini adalah &lt;a title="keteguhan menjaga rahasia" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/keteguhan-menjaga-rahasia.html" target="_blank"&gt;rahasia&lt;/a&gt; kita berdua. Jangan sampai kauceritakan kepada yang lain!" pesan Shafwan kepada Umair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Umair pun segera berangkat ke Medinah untuk melaksanakan &lt;a title="cara mewujudkan rencana hidup" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/02/cara-mewujudkan-rencana-hidup.html" target="_blank"&gt;rencana&lt;/a&gt; kejinya tersebut. Akan tetapi, malang baginya, di tengah perjalanan ia bertemu Umar bin Khaththab, sahabat Rasulullah saw yang sangat ditakuti kaum Quraisy karena keberanian dan pukulannya yang menyakitkan. Rasa takut menyergap Umair, apalagi ketika Umar menggiringnya untuk menghadap Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interogasi terhadap Umair atas maksud kedatangannya ke Medinah dimulai di hadapan Rasulullah saw. Beliau bertanya, "Apa maksud kedatanganmu ke sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umair tidak mungkin menjawab dengan jujur niatnya untuk membunuh pemimpin umat Islam itu sendiri. Ia berkilah, "Sungguh kedatanganku ke sini untuk menebus putraku yang telah kalian tawan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw sebenarnya sudah mengetahui bahwa Umair berbohong. Beliau mendapat petunjuk dari Allah SWT. Berkali-kali beliau bertanya kepada Umair, berkali-kali pula ia terus berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Rasulullah saw mengakhiri kebohongan Umair dengan berkata, "Aku tahu engkau telah bersekongkol dengan Shafwan untuk membunuhku. Dengan melakukannya, Shafwan akan memberikanmu 100 ekor unta untuk melunasi seluruh utang keluargamu dan menjadikan keluargamu bagian dari keluarganya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umair tersentak kaget mengetahui Rasulullah saw bisa membongkar niat busuknya. Dia sangat heran, "Benar-benar tidak habis pikir, bagaimana Rasulullah bisa mengetahui rencana busukku, padahal tidak ada orang lain yang mendengarkan, hanya aku dan Shafwan. Lagi pula percakapan itu terjadi di Mekah, jauh dari Medinah tempat Rasulullah saw berada?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran berita yang disampaikan Rasulullah saw membuat Umair yakin bahwa Muhammad benar-benar utusan Allah. Ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ketundukannya pada Islam. Rasulullah saw menyambutnya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada prasangka atau dendam sama sekali kepada Umair. Bahkan, beliau menyuruh para sahabat untuk mengajari Al-lslam kepada Umair, sampai ia memahaminya dengan baik. Ditambah lagi, semua tawanan yang diminta oleh Umair, beliau bebaskan tanpa keberatan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun berlalu. Saat dirasa &lt;a title="hilangnya ilmu" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/hilangnya-ilmu.html" target="_blank"&gt;ilmu&lt;/a&gt; yang dimiliki Umair sudah cukup, Rasulullah saw mengizinkannya untuk kembali ke Mekah. Di sana ia menyiarkan Islam dan hasilnya hampir seluruh masyarakat Mekah masuk Islam berkat dakwahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-7526374120207456732?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/7526374120207456732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-umair-bin-wahab.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7526374120207456732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7526374120207456732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-umair-bin-wahab.html' title='Kisah Umair bin Wahab'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-168009327278342583</id><published>2010-04-08T01:05:00.001-07:00</published><updated>2010-04-08T01:05:39.984-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengakuan musuh islam terhadap kejujuran Rasulullah'/><title type='text'>Pengakuan Abu Jahal</title><content type='html'>Dalam penyebaran risalah Islam, Rasulullah banyak sekali menemui kendala sehingga untuk menghindari sikap orang-orang Quraisy yang menentang risalah Islam, Rasulullah melakukan &lt;a title="efektifkan dakwah ditengah kemajuan jaman" href="http://mimbarjumat.com/archives/1097" target="_blank"&gt;dakwah&lt;/a&gt; secara sembunyi-sembunyi. Hal itu dilakukan Rasulullah dikarenakan belum ada petunjuk dari Allah untuk melaksanakan dakwah secara terang-terangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ketika turun perintah untuk dakwah secara terang-terangan, Rasulullah saw langsung keluar dari kediamannya dan mendaki bukit Shafa. Di atas sana, beliau berseru dengan lantang memanggil penduduk Mekah, "Wahai kaum Quraisy!" Seruan itu memancing masyarakat Mekah untuk berduyun-duyun mendekati beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masyarakat Mekah berkumpul di bukit Shafa, Rasulullah bersabda, "Percayakah kalian jika kukabarkan kepada kalian bahwa seekor unta akan ketuar dari kaki gunung ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab, "Kami tidak pernah menemukan kebohongan darimu sebelumnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah melanjutkan, "Ketahuilah, sesungguhnya aku mengingatkan kalian akan adanya siksa yang sangat pedih!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Mendengar hal itu, pamannya yang bernama &lt;a title="mengecoh abu lahab" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/mengecoh-abu-lahab.html" target="_blank"&gt;Abu Lahab&lt;/a&gt; berdiri dan langsung meninggalkan beliau. Ketidakpedulian Abu Lahab terhadap ajakan Rasulullah saw diikuti oleh yang lainnya. Satu per satu dari mereka pergi meninggalkan beliau. Tidak ada yang tertarik dengan ajakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi jahiliah begitu melekat dalam diri kaum Quraisy Mekah sehingga hampir mustahil untuk meninggalkan kebiasaan yang turun-menurun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, Rasulullah saw tidak berhenti begitu saja. Pada suatu kesempatan, beliau bertemu dengan pamannya, Abu Jahal, di sebuah lorong kota Mekah. Pertemuan ini tidak disia-siakan oleh Rasulullah saw untuk mengajak pamannya menauhidkan Allah SWT. Beliau bersabda, "Wahai, Abu Hakam, marilah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku mengajakmu kepada Allah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketus Abu Jahal menjawab, "Hai, Muhammad! Tidakkah kamu berhenti mencela tuhan-tuhan kami? Jika engkau melakukan ini agar kami bersaksi di hadapan Allah bahwa kamu adalah penyampai risalah, akan kami lakukan jika kamu memang benar! Karena itu, biarkanlah kami mengurus diri kami sendiri!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pernyataan Abu Jahal, Rasulullah saw berlalu meninggalkannya. Mughirah bin Shu'bah yang saat itu sedang bersama Abu Jahal bertanya tentang kerasulan Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahal menjawab, "Aku tahu bahwa dia adalah seorang nabi dan apa yang dikatakannya adalah kebenaran. Akan tetapi, kami bersaing dengan Bani Hasyim (keluarga Rasulullah saw) di segala sesuatu. Mereka membanggakan diri karena menyediakan makanan dan &lt;a title="resep minuman segar" href="http://resepminumansegar.com" target="_blank"&gt;minuman&lt;/a&gt; bagi para peziarah. Jika di antara mereka ada yang menjadi nabi, mereka pasti akan membangga-banggakannya di hadapan kami. Jika demikian, tentu saja kami tidak mampu menyainginya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Abu Jahal pernah berkata, "Kami tidak pernah mendustakan engkau dan engkau bukanlah seorang pendusta. Namun, kami mendustakan apa yang engkau bawa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan Abu Jahal terhadap kerasulan Muhammad pun diungkapkan Abu Dzar Al-Ghifari. Saat itu Abu Dzar belum memeluk Islam dan ia pun menjadi sahabat dekat Abu Jahal. Keduanya dipersatukan dalam kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Setiap kali Abu Dzar datang ke kota Mekah, ia selalu membawa barang-barang dagangan yang akan ia jual melalui perantaraan Abu Jahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah diceritakan bahwa terjadi sesuatu di luar kebiasaan. Suatu ketika Abu Dzar datang ke Mekah tanpa membawa barang dagangan satu pun, termasuk uang perniagaan. Hal ini tentu saja membuat Abu Jahal heran. la pun bertanya kepada Abu Dzar, "Apakah kau membawa barang dagangan, hai sahabatku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar menjawab, "Seperti yang kaulihat, aku tidak membawa apa pun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah engkau membawa uang?" tanya Abu Jahal kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak juga," jawab Abu Dzar singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat ada sesuatu yang tidak biasa pada sahabatnya, Abu Jahal kembali bertanya, "Ada apa denganmu? Apa yang membuatmu datang jauh-jauh ke Mekah tanpa membawa barang dagangan atau uang? Adakah tujuanmu yang lain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kerisauan sahabatnya, Abu Dzar mencoba menenangkannya dengan menjawab, "Sahabatku Abu Jahal, kali  ini  kedatanganku  bukan  untuk  mengadu untung dalam perdagangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lantas untuk apa?" tanya Abu Jahal yang makin penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin bertemu dengan kemenakanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Abu Dzar makin membingungkan Abu Jahal. Abu Jahal pun kembali bertanya, "Kemenakanku? Siapakah yang kaumaksud?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muhammad," jawab Abu Dzar singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muhammad?" ulang Abu Jahal untuk meyakinkan apa yang baru saja ia dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya. Kudengar dari beberapa sahabatku bahwa Muhammad, kemenakanmu itu telah diangkat menjadi seorang rasul. Engkau harus bangga mempunyai kemenakan semulia itu, sahabatku!" jelas Abu Dzar panjang lebar. Ia tidak tahu bahwa sang paman tidak menyukai risalah yang dibawa kemenakannya, Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahal yang tidak ingin Islam memengaruhi sahabatnya segera mencegah Abu Dzar untuk bertemu Rasulullah saw dan berkata, "Sahabatku, dengarkanlah aku jika kau ingin selamat, jangan kautemui dia! Sekali-kali jangan pernah kau menemui kemenakanku itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kau berkata seperti itu?" tanya Abu Dzar Al-Ghifari heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahal menjelaskan, "Kautahu, Muhammad itu sangat menarik. Ia sangat memesona. Sekali berjumpa dengannya, aku jamin kaupasti akan benar-benar terpikat dengannya. Wajahnya bersih, perkataannya berisi mutiara indah dan selalu benar. Perilakunya sangat lembut dan sopan membacakan wahyu. Semua kalimatnya menyentuh jiwa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja jawaban Abu Jahal sangat berlawanan dengan sarannya untuk tidak menemui Rasulullah saw. Di satu sisi ia melarang Abu Dzar untuk bertemu kemenakannya, tetapi di sisi lain ia memberikan alasan yang baik-baik tentang Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar mengungkap keheranannya seraya berkata, "Aku tidak mengerti, tetapi apa itu berarti kau yakin dia seorang rasul?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahal langsung mengiyakan. Katanya, "Jelas. Mustahil rasanya jika ia bukan seorang rasul. Ia baik kepada semua orang tua dan muda, begitu pula budi pekerti dan akhlaknya sangat mulia. Satu hal lagi yang perlu kauketahui, ia sangat tabah menghadapi apa pun yang terjadi padanya. Ia mempunyai daya tarik yang hebat sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak habis mengerti terhadapmu, Abu Jahal sahabatku," tandas Abu Dzar, "kaubilang bahwa kauyakin kemenakanmu itu adalah seorang rasul."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yakin betul. Aku tidak pernah meragukannya sedikit pun," tegas Abu Jahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kaupercaya bahwa ia benar?" tanya Abu Dzar kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lebih dari sekadar percaya," Jawab Abu Jahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi engkau melarangku untuk menemuinya ...," tanya Abu Dzar masih dengan keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahal menjawab "Begitulah ...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, apakah engkau mengikuti ajaran agamanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahal tersentak dengan pertanyaan sang sahabat. "Ulangi sekali lagi pertanyaanmu ...," pinta Abu Jahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah engkau mengikuti agamanya menjadi pemeluk Islam?" Abu Dzar kembali mengulangi pertanyaannya seperti permintaan Abu Jahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa mengelak, Abu Jahal berkilah, "Sahabatku, sampai kapan pun aku tetap Abu Jahal. Aku bukanlah orang gila. Aku masih waras. Berapa pun kaubayar aku, aku tidak akan menjadi pengikut Muhammad!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahal melanjutkan, "Meskipun aku yakin bahwa Muhammad itu benar, aku tetap akan melawan Muhammad sampai kapan pun. Sampai titik darah penghabisanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa sebabnya?" tanya Abu Dzar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kautahu sahabatku, jika aku menjadi pengikut kemenakanku sendiri, kedudukan dan wibawaku akan hancur. Akan kuletakan di mana mukaku di hadapan bangsa Quraisy?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tidak percaya akan pemikiran sahabatnya, " Pendirianmu keliru, sahabatku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tahu aku memang keliru," ujar Abu Jahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar mengingatkan sahabatnya, "Kelak, engkau akan dikalahkan oleh kekeliruanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik, biar saja aku kalah. Bahkan, aku tahu diakhirat kelak akan dimasukkan ke dalam &lt;a title="tiga golongan yang dilempar ke neraka" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/tiga-golongan-yang-dilempar-ke-neraka.html" target="_blank"&gt;neraka&lt;/a&gt; jahanam. Namun, aku tidak mau dikalahkan Muhammad di dunia walaupun di akhirat sana aku pasti dikalahkan," jawab Abu Jahal sambil berlalu meninggalkan Abu Dzar yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahal tetap dalam pendiriannya. Ketika Perang Badar berlangsung, ia ditanya oleh Akhnas bin Syariq, "Hai, Abu Jahal! Di sini hanya kita berdua dan tidak ada orang lain, ceritakanlah tentang diri Muhammad, apakah benar dia itu orang yang jujur atau pendusta?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Tuhan! Sesungguhnya Muhammad itu adalah orang yang benar dan tidak pernah berdusta!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-168009327278342583?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/168009327278342583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengakuan-abu-jahal.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/168009327278342583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/168009327278342583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengakuan-abu-jahal.html' title='Pengakuan Abu Jahal'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-5931868763750654079</id><published>2010-04-08T01:04:00.001-07:00</published><updated>2010-04-08T01:04:46.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengakuan musuh islam terhadap kejujuran Rasulullah'/><title type='text'>Pengakuan Utbah bin Rabi'ah</title><content type='html'>Dakwah Rasulullah saw makin gencar sehingga para pemimpin Quraisy berencana mencegah penyebaran Islam lebih luas lagi dengan mengirimkan Utbah bin Rabi'ah kepada Rasulullah saw. Misi Utbah adalah membujuk Rasulullah agar berhenti berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw menyambut kedatangan Utbah dengan sangat baik. Utbah membuka percakapan dengan bertanya kepada Rasulullah saw., "Siapakah yang lebih baik, wahai Muhammad? Kau atau ayahmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah diam. Mungkin beliau merasa tidak perlu menjawab &lt;a title="pertanyaan yang mendorong orang tua berbicara" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/pertanyaan-yang-mendorong-orang-tua.html" target="_blank"&gt;pertanyaan &lt;/a&gt;seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utbah tidak menyerah dan melanjutkan, "Putra saudaraku, engkau adalah bagian dari diri kami sebab kami tahu persis silsilah keluargamu. Akan tetapi, engkau membawa kepada kaummu sesuatu yang sangat besar dan mencerai-beraikan mereka. Oleh karena itu, aku datang kepadamu untuk menawarkan beberapa hal yang bisa kau pertimbangkan untuk kau terima. Jika kau melakukan semua itu untuk &lt;a title="Diantara Ujian Manusia pada Harta dan Jabatan" href="http://mimbarjumat.com/archives/32" target="_blank"&gt;harta&lt;/a&gt;, kami bersedia mengumpulkan seluruh harta kami untuk diberikan kepadamu agar kamu menjadi orang terkaya di antara kami. Jika engkau menginginkan kedudukan, kami siap mengangkatmu menjadi penguasa kami, dan kami tidak akan memutuskan perkara sebelum kamu memutuskannya. Seandainya engkau ingin menjadi &lt;a title="nabi daud meredakan amarah raja" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/nabi-daud-as-meredakan-amarah-raja.html" target="_blank"&gt;raja&lt;/a&gt;, kami akan menobatkanmu menjadi raja. Jika kamu melakukan hal itu karena keyakinanmu dan tidak mudah kau hilangkan dari dirimu, kami akan memanggil seorang tabib berapa pun biayanya untuk menghilangkan keyakinanmu itu sampai kau terbebas darinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Rasulullah tetap diam. Utbah mulai kehabisan kata-kata karena tawarannya tidak ditanggapi Rasulullah. Akhirnya, Utbah pun ikut terdiam. Melihat Utbah yang tampak kebingungan, Rasulullah bertanya kepadanya, "Ada lagi yang hendak kau katakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utbah menjawab, "Tidak ada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw membacakan &lt;a title="QS. Fushshilat" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/41" target="_blank"&gt;Surat Fushshilat [41]&lt;/a&gt;: 13, "Jika mereka berpaling maka katakanlah, "Aku telah memperingatkan kamu akan (bencana) petir seperti petir yang menimpa kaum Ad dan kaum Tsamud."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut seolah menyambar Utbah bagai petir yang sangat dahsyat. Seluruh tubuh Utbah gemetar karena ketakutan yang luar biasa. Ia tahu Rasulullah tidak pernah berbohong sehingga ia khawatir ayat tersebut akan menjadi kenyataan. Secepat kilat ia berbalik arah meninggalkan Rasulullah saw dan kembali ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, para pemimpin Quraisy menanti dengan gelisah. Mereka memperoleh laporan bahwa Muhammad menyambut kedatangan Utbah dengan baik. Mereka khawatir Utbah tidak berhasil menghentikan &lt;a title="konsisten dalam berdakwah" href="http://mimbarjumat.com/archives/50" target="_blank"&gt;dakwah &lt;/a&gt;Rasulullah, tetapi tertarik untuk menerima Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kedatangan Utbah, Abu Jahal langsung menuduhnya dengan penuh kecurigaan, "Aku dengar Muhammad memperlakukanmu dengan baik dan menjamumu. Sebagai imbalannya kau percaya kepadanya. Orang-orang berkata demikian!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak suka diperlakukan seperti itu, Utbah menjawab pula dengan emosi, "Kautahu aku tidak butuh apa pun darinya. Aku lebih kaya daripada kalian semua. Namun, apa yang ia katakan mengejutkanku! Kata-kata tersebut bukanlah syair, sihir, atau mantra. Dia orang yang &lt;a title="dipercaya karena jujur" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/dipercaya-karena-jujur.html" target="_blank"&gt;jujur&lt;/a&gt;. Saat aku dengar ia membacanya, aku takut apa yang terjadi pada kaum Ad dan Tsamud akan menimpa kita juga!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utbah menyadari bahwa peringatan azab dari Rasulullah bukanlah main-main. Tidak pernah sekalipun Rasulullah saw berdusta. Kalimat-kalimat yang meluncur dari bibirnya adalah kalam Allah SWT yang tidak diragukan lagi kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya sampai di situ, ketakutan Utbah terbawa hingga menjelang dimulainya &lt;a title="taktik persiapan perang badar" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/taktik-persiapan-perang-badar.html" target="_blank"&gt;Perang Badar&lt;/a&gt;. Utbah bin Rabi'ah membujuk kaumnya untuk meninggalkan peperangan dengan mengingatkan mereka akibat dan bahaya yang akan mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, "Ketahuilah, sesungguhnya kaum muslimin itu akan berjuang mati-matian hingga titik darah penghabisan!" Akan tetapi, Abu Jahal menanggapinya dengan sinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utbah melanjutkan alasannya, "Sesama saudara akan membunuh satu sama lain. Sungguh hal itu akan meninggalkan kepahitan yang tak pernah hilang selamanya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahal langsung menuduhnya sebagai penakut. Tidak terima dengan tuduhan tersebut, ia langsung menantang saudara laki-laki dan putranya untuk bermain anggar melawan dirinya, satu lawan dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Utbah mengendarai unta merah, Rasulullah saw bersabda, "Jika ingin selamat, seharusnya mereka mengikuti perkataan si penunggang unta merah itu. Jika mereka mendengar perkataannya, niscaya mereka akan selamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad dalam Al-Fath Ar-Rabani menuturkan bahwa Allah SWT menciptakan perselisihan di antara pasukan musuh untuk melemahkan semangat mereka. Allah SWT juga menghendaki mereka tidak terpengaruh oleh bujukan Utbah. Mereka lebih mendukung Abu Jahal yang memiliki dendam kesumat kepada Rasulullah saw dan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Utbah tewas di peperangan Badar. Mayatnya dilempar ke dalam sumur tua bersama mayat-mayat orang musyrik lainnya. Putra Utbah, Abu Hudzaifah, yang telah menjadi seorang muslim terlihat sedih ketika melihat ayahnya tewas dalam peperangan melawan kebenaran. Menyadari hal itu, Rasulullah saw yang sejak awal memerhatikan Abu Hudzaifah berkata, "Sepertinya, keadaan ayahmu telah mengusik hatimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hudzaifah mengelak, "Demi Allah, tidak, wahai Rasulullah! Aku tidak ragu dengan keadaan ayahku dan kematiannya. Akan tetapi, aku tahu betul bahwa ayahku sebenarnya mempunyai pandangan, cita-cita, dan keutamaan yang sangat kuharapkan dapat ia persembahkan kepada Islam. Melihat apa yang menimpa ayahku, mati dalam keadaan kafir, sementara harapanku padanya masih menggebu, tentu saja aku bersedih karenanya," tutur Abu Hudzaifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw mendoakan yang baik-baik untuk Utbah dan menasihatkan kebaikan kepada putra Utbah tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-5931868763750654079?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/5931868763750654079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengakuan-utbah-bin-rabiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5931868763750654079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5931868763750654079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengakuan-utbah-bin-rabiah.html' title='Pengakuan Utbah bin Rabi&apos;ah'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2059979202492041505</id><published>2010-04-08T01:03:00.002-07:00</published><updated>2010-04-08T01:03:52.330-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengakuan musuh islam terhadap kejujuran Rasulullah'/><title type='text'>Pengakuan Abu Sufyan bin Harb kepada Sang Istri</title><content type='html'>Suatu hari Abu Sufyan bin Harb dan Hindun binti Utbah, istrinya, berjalan menuju tanah lapang. Anak Abu Sufyan yang masih bocah bernama Muawiyah berjalan di depan mereka sambil menunggang keledainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba mereka mendengar kedatangan Rasulullah saw, kemudian Abu Sufyan segera menyuruh anaknya untuk turun dari keledai tunggangannya sambil berkata, "Turunlah, hai Muawiyah, supaya Muhammad bisa menaiki kendaraanmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw menaiki keledai yang ditawarkan Abu Sufyan. Beliau pun berjalan di depan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya selang beberapa waktu, Rasulullah saw menoleh ke belakang dan berkata kepada keluarga Abu Sufyan, "Wahai Abu Sufyan bin Harab dan Hindun binti 'Utbah! Demi Allah, kalian pasti akan mati dan akan dibangkitkan. Yang berbuat kebajikan pasti akan &lt;a title="orang-orang yang dijamin masuk surga" href="http://mimbarjumat.com/archives/779" target="_blank"&gt;masuk surga&lt;/a&gt; dan yang berbuat keburukan pasti masuk &lt;a title="hakikat neraka" href="http://mimbarjumat.com/archives/734" target="_blank"&gt;neraka&lt;/a&gt;. Aku berkata kepada kalian dengan benar dan kalian adalah orang pertama yang aku beri peringatan!" Dibacakanlah Surat &lt;a title="QS. Fushshilat" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/41" target="_blank"&gt;Fushshilat [41]&lt;/a&gt;: 1-11 kepada keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Selesai mendengarkan perkataan Rasulullah, Abu Sufyan berkata, "Apakah engkau sudah selesai, wahai Muhammad?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, "Ya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau turun dari keledai tunggangannya. Muawiyah pun naik kembali ke keledainya dan dibantu ibunya, Hindun. Sambil menaikkan Muawiyah ke atas keledainya, Hindun bertanya kepada Abu Sufyan, "Apakah karena tukang sihir ini kau turunkan anakku dari atas keledainya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan menukasnya,  "Tidak! Demi Allah, dia bukan tukang sihir dan bukan pembohong!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2059979202492041505?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2059979202492041505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengakuan-abu-sufyan-bin-harb-kepada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2059979202492041505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2059979202492041505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengakuan-abu-sufyan-bin-harb-kepada.html' title='Pengakuan Abu Sufyan bin Harb kepada Sang Istri'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-4417472865504037558</id><published>2010-04-08T01:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T01:03:01.160-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengakuan musuh islam terhadap kejujuran Rasulullah'/><title type='text'>Pengakuan Raja Heraclius</title><content type='html'>Pada masa &lt;a title="Kecemerlangan Rasulullah saw dalam Perjanjian Hudaibiyah" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kecemerlangan-rasulullah-saw-dalam.html" target="_blank"&gt;Perjanjian Hudaibiyah&lt;/a&gt; atau gencatan senjata antara kaum muslimin dan musyrikin Quraisy, Rasulullah saw mengutus beberapa sahabat. Mereka dikirim kepada raja-raja bangsa Arab dan non-Arab untuk menyeru Al-Islam. Salah satu sahabat yang diutus adalah Dihyah bin Khalifah Al-Kalbi. Ia ditugaskan untuk menyampaikan surat dakwah kepada Heraclius, Kaisar Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihyah pun diterima oleh Heraclius dengan sangat baik. Kemudian ia menyampaikan surat dakwah dari Rasulullah saw kepada sang Kaisar Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Heraclius membaca pesan Rasulullah saw, ia segera menyuruh pengawalnya untuk mencari orang-orang yang mengenal Muhammad. Saat itu Abu Sufyan berada di sana bersama serombongan kafilah dagang Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengawal kerajaan pun melaporkan keberadaan Abu Sufyan dan teman-temannya kepada sang kaisar. Kemudian dipanggillah Abu Sufyan yang masih membenci Islam bersama teman-temannya ke hadapan Kaisar Romawi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Abu Sufyan dan teman-temannya datang menghadap Heraclius. Dengan didampingi seorang penerjemah, sang Kaisar mengawali pembicaraan dengan pertanyaan, "Siapa di antara kalian yang paling dekat garis keturunannya dengan orang yang mengaku sebagai nabi ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan menjawab, "Saya, Tuan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian terjadilah dialog di antara keduanya di hadapan para petinggi istana kekaisaran Romawi. Berikut ini dialog yang diceritakan langsung oleh Abu Sufyan dan diriwayatkan kembali oleh &lt;a title="kecerdasan imam bukhari" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kecerdasan-imam-bukhari.html" target="_blank"&gt;Bukhari&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraclius    : "Bagaimana kedudukan keluarganya di antara kalian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan : "Ia berasal dari keturunan bangsawan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraclius    : "Adakah di antara keluarganya mengaku Nabi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan : "Tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraclius    : "Adakah di antara nenek moyangnya yang menjadi raja atau kaisar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan : "Tidak ada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraclius    : "Apakah pengikut agamanya itu orang kaya ataukah orang kebanyakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan : "Pengikutnya adatah orang lemah, miskin, budak, dan wanita muda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraclius    : "Jumlah pengikutnya bertambah atau berkurang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan : "Terus bertambah dari waktu ke waktu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraclius    : "Setelah menerima agamanya, apakah pengikutnya itu tetap setia kepadanya ataukah merasa kecewa, lalu meninggalkannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan : "Tidak ada yang meninggalkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraclius    : "Sebelum dia menjadi nabi, apakah dia suka berdusta?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan : "Tidak pernah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraclius    : "Pernahkah orang itu ingkar janji atau mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepadanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan : "Tidak pernah. Kami baru saja melakukan perjanjian gencatan senjata dengannya dan menunggu apa yang akan diperbuatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraclius    : "Pernahkah engkau berperang dengannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan : "Pernah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraclius    : "Basaimana hasilnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan : "Kadang-kadang kami yang menang, kadang-kadang dia yang lebih baik daripada kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraclius    : "Apa yang dia perintahkan kepadamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan : "Dia memerintahkan kami untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun, meninggalkan takhayul dan kepercayaan leluhur kami, mengerjakan shalat, membayar &lt;a title="antara riba dan zakat" href="http://mimbarjumat.com/archives/981" target="_blank"&gt;zakat&lt;/a&gt; dan berbuat baik kepada fakir miskin, bersikap jujur dan dapat dipercaya, memelihara apa yang dititipkan kepada kita dan mengembalikan dengan utuh, memelihara silaturrahim dengan semua orang, dan yang paling penting dengan keluarga sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, seperti dikisahkan oleh Abu Sufyan r.a, Heraclius memberikan tanggapan sebagai berikut melalui penerjemahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraclius    : "Aku bertanya kepadamu tentang silsilah keluarganya dan kau menjawab dia adalah keturunan bangsawan terhormat. Nabi-nabi terdahulu pun berasai dari keluarga terhormat di antara kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepadamu apakah ada di antara keluarganya yang menjadi nabi, jawabannya tidak ada. Dari sini aku menyimpulkan bahwa orang ini memong tidak dipengaruhi oleh siapa pun dalam hal kenabian yang diikrarkannya, dan tidak meniru siapa pun dalam keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepadamu apakah ada keluarganya yang menjadi raja atau kaisar. Jawabannya tidak ada. Jika ada leluhurnya yang menjadi penguasa, aku beranggapan dia sedang berusaha mendapatkan kembali kekuasaan leluhurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepadamu apakah dia pernah berdusta dan ternyata menurutmu tidak pernah. Orang yang tidak pernah berdusta kepada sesamanya tentu tidak akan berdusta kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepadamu mengenai golongan orang-orang yang menjadi pengikutnya dan menurutmu pengikutnya adalah orang miskin dan hina. Demikian pula halnya dengan orang-orang terdahulu yang mendapat panggitan kenabian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepadamu apakah jumlah pengikutnya bertambah atau berkurang. Jawabanmu, terus bertambah. Hal ini juga terjadi pada iman sampai &lt;a title="empat tanda keimanan" href="http://mimbarjumat.com/archives/197" target="_blank"&gt;keimanan&lt;/a&gt; itu lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepadamu apakah ada pengikutnya yang meninggalkannya setelah menerima agamanya dan menurutmu tidak ada. Itulah yang terjadi jika keimanan sejati telah mengisi hati seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepadamu apakah dia pernah ingkar janji dan menurutmu tidak pernah. Sifat dapat dipercaya adalah ciri kerasulan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepadamu apakah engkau pernah berperang dengannya dan bagaimana hasilnya. Menurutmu engkau berperang dengannya, kadang engkau yang menang dan kadang dia yang menang dalam urusan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para nabi tidak pernah selalu menang, tetapi mereka mampu mengatasi masa-masa sulit perjuangan, pengorbanan, dan kerugiannya sampai akhirnya mereka memperoleh kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepadamu apa yang diperintahkannya, engkau menjawab dia memerintahkanmu untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya, serta melarangmu untuk menyembah berhala, dan dia menyuruhmu shalat, bicara &lt;a title="bebas hukuman berkat orang tua yang jujur" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/bebas-dari-hukuman-berkat-orang-tua.html" target="_blank"&gt;jujur&lt;/a&gt;, serta penuh perhatian. Jika apa yang kaukatakan itu benar, dia akan segera berkuasa di tempat aku memijakkan kakiku saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu bahwa orang ini akan lahir, tetapi aku tidak tahu bahwa dia akan lahir dari kaummu (orang Arab). Jika aku tahu aku bisa mendekatinya, aku akan pergi menemuinya. Jika dia ada di sini, aku akan membasuh kedua kakinya dan agamanya akan menguasa tempat dua telapak kakiku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Heraclius berkata kepada Dihyah Al-Kalbi, "Sungguh, aku tahu bahwa sahabatmu itu seorang nabi yang akan diutus, yang kami tunggu-tunggu dan kami ketahui berita kedatangannya dalam kitab kami. Namun, aku takut orang-orang Romawi akan melakukan sesuatu kepadaku. Kalau bukan karena itu, aku akan mengikutinya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuktikan perkataannya tersebut, Heraclius memerintahkan orang-orangnya untuk mengumumkan, "Sesungguhnya kaisar telah mengikuti Muhammad dan meninggalkan agama Nasrani!" Seluruh pasukannya dengan persenjataan lengkap serentak menyerbu ke dalam ruangan tempat Kaisar berada, lalu mengepungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Kaisar Romawi itu berkata, "Engkau telah melihat sendiri bagaimana bangsaku. Sungguh, aku takut kepada rakyatku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heraclius membubarkan pasukannyadengan menyuruh pengawalnya mengumumkan berita, "Sesungguhnya kaisar lebih senang bersama kalian. Tadi ia sedang menguji kalian untuk mengetahui kesabaran kalian dalam agama kalian. Sekarang pergilah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pengumuman tersebut, bubarlah pasukan yang hendak menyerang Kaisar tadi. Sang Kaisar pun menulis surat untuk Rasulullah saw yang berisi, "Sesungguhnya aku telah masuk Islam." Kaisar juga menitipkan hadiah beberapa dinar kepada Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Dihyah menyampaikan pesan Raja Heraclius kepada Rasulullah saw, beliau berkata, "Musuh Allah itu dusta! Dia masih beragama Nasrani."&lt;br /&gt;Rasulullah saw pun membagi-bagikan hadiah berupa uang dinar itu kepada kaum muslimin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-4417472865504037558?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/4417472865504037558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengakuan-raja-heraclius.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4417472865504037558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4417472865504037558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengakuan-raja-heraclius.html' title='Pengakuan Raja Heraclius'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-317777467059155082</id><published>2010-04-08T01:01:00.001-07:00</published><updated>2010-04-08T01:01:35.836-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengakuan musuh islam terhadap kejujuran Rasulullah'/><title type='text'>Kesaksian Nadhr bin Harits</title><content type='html'>Para petinggi Quraisy makin geram melihat segala upaya yang mereka lancarkan untuk membuat Muhammad bungkam dari dakwahnya tidak pernah berhasil. Hal inilah yang menimbulkan Abu Jahal mengusulkan untuk membunuh Muhammad agar mereka terbebas dari gangguannya. Menurutnya tanpa kehadiran Muhammad, Islam sangat mudah dibasmi hingga ke akar-akarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar dugaan, ternyata sebagian yang lain menentang pendapat ini. Hal ini disebabkan Muhammad masih mendapat dukungan dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Mereka adalah kabilah yang sangat berpengaruh di kota Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membunuh Muhammad berarti menyulut api peperangan antara kabilah-kabilah Quraisy. Yang mereka takutkan lagi bahwa mereka tidak akan sanggup menghadapinya. Akhirnya, simpulan terakhir adalah lebih baik bersabar sambil terus membujuk Muhammad daripada terjadi pertumpahan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadhr bin Harits adalah pendukung kelompok ini. Ia mengingatkan kaumnya bahwa Muhammad pernah menjadi orang yang paling mereka puji. Ia berkata, "Wahai kaum Quraisy, kalian berhadapan dengan masalah yang sulit untuk dicarikan jalan keluarnya. Muhammad pernah menjadi pemuda yang paling kalian sukai karena kejujuran dan integritasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kemudian ia datang membawa agamanya dan kalian katakan ia tukang sihir. Tidak! Demi Allah, ia bukan tukang sihir. Kita tahu bagaimana tingkah laku tukang sihir. Lalu, kalian katakan ia peramal. Tidak! Demi Allah, ia bukan peramal. Kita tahu bagaimana para peramal mengalami kerasukan dan membaca mantra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian juga katakan ia penyair. Tidak! Demi Allah, ia bukan penyair. Kita tahu semua jenis syair. Apa yang dikatakannya bukanlah syair indah, tetapi lebih dari itu. Lalu, kalian katakan ia gila. Tidak! Ia tidak gila! Kita tahu ciri-ciri orang gila dan ia sama sekali tidak memiliki ciri-ciri itu. Jadi, pertimbangkanlah masak-masak persoalan ini. Demi Allah, ini bukan persoalan yang bisa dianggap remeh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala upaya mereka lakukan untuk menghentikan dakwah Muhammad. Akhirnya, dibuatlah berita bohong tentang Muhammad dan mereka sebar ke seluruh penjuru JazirahArab dan tak lupa juga ke Habsyah. Berita bohong yang mereka sebarkan adalah Muhammad pembohong, orang gila, dan tukang sihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, Allah memiliki rencana lain atas tersiarnya berita bohong tersebut. Orang-orang yang berdatangan pada musim haji ramai-ramai membicarakan Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja hal ini menimbulkan rasa penasaran mereka untuk mengenal lebih jauh tentang Muhammad. Akhirnya, banyak dari mereka yang memeluk Islam setelah mendengar secara langsung dakwah yang Rasulullah saw sampaikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-317777467059155082?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/317777467059155082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kesaksian-nadhr-bin-harits.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/317777467059155082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/317777467059155082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kesaksian-nadhr-bin-harits.html' title='Kesaksian Nadhr bin Harits'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-8695874132625338867</id><published>2010-04-08T01:00:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T01:01:58.257-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengakuan musuh islam terhadap kejujuran Rasulullah'/><title type='text'>Pengakuan Ubay bin Khallaf</title><content type='html'>Kekalahan kaum musyrikin Ouraisy menimbulkan dendam yang &lt;a title="bisnisku luar biasa" href="http://miacantik.com/?page_id=21" target="_blank"&gt;luar biasa&lt;/a&gt; di dada para musuh Islam. Apalagi melihat keluarganya, ayahnya, anak laki-lakinya bersimbah darah dibunuh oleh pasukan Islam. Kebencian yang makin membara dirasakan oleh Ubay bin Khallaf. Di depan Rasulullah saw. ia bersumpah, "Aku akan membunuhmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada rasa takut sedikit pun terlintas dalam diri Rasulullah saw. Beliau menjawab ancaman Ubay, "Akulah yang akan membunuhmu! Insya Allah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah waktunya saat peperangan kembali berkobar di Uhud sebagai ajang balas dendam kaum musyrikin Quraisy kepada kaum muslimin atas kekalahan mereka terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan ini digunakan Ubay bin Khallaf untuk memburu Rasulullah saw. Ketika dilihatnya Rasulullah saw berada di tengah-tengah peperangan, ia berseru, "Engkau, Rasulullah! Engkau tidak akan selamat meskipun berusaha menyelamatkan diri!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kaum muslimin yang mendengarnya segera melindungi Rasulullah saw. Salah seorang dari mereka berkata, "Wahai Rasulullah. Izinkan salah satu dari kami membereskannya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Rasulullah saw menolak dengan menjawab, "Tidak perlu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubay melihat peluang emas untuk menebaskan pedangnya ke leher Rasulullah saw. Ia mendekat. Akan tetapi, Rasulullah saw dengan tangkas menyambar belati Harits bin Shimah dan mengarahkannya ke leher Ubay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="jangan abaikan luka" href="http://pelangiku.com/2009/02/jangan-abaikan-luka/" target="_blank"&gt;Luka&lt;/a&gt; yang diderita Ubay bin Khallaf tidak terlalu serius karena ia berhasil mengelak. Namun, kejadiannya sungguh aneh, Ubay bin Khallaf tampak ketakutan sambil memegangi lehernya seolah-olah ia mendapat luka yang sangat parah dan akan membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman Ubay mencoba menenangkannya, "Apa yang terjadi padamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Tuhan, Muhammad telah menyerang dan melukaiku!" teriak Ubay sambil terengah-engah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-temannya makin heran karena melihat luka di leher Ubay hanyalah luka kecil biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai, Ubay! Tenanglah itu hanya luka biasa!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubay tidak peduli perkataan teman-temannya, ia tetap kalap dan berkata, "Muhammad pernah berkata akan membunuhku! Demi Tuhan, bahkan jika dia meludahiku, aku bisa mati karenanya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikarenakan rasa takutnya yang berlebihan tersebut, akhirnya Ubay bin Khallaf mati karena sangat ketakutan dengan perkataan yang pernah Rasulullah ucapkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-8695874132625338867?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/8695874132625338867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengakuan-ubay-bin-khallaf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8695874132625338867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8695874132625338867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengakuan-ubay-bin-khallaf.html' title='Pengakuan Ubay bin Khallaf'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-9164972588978616014</id><published>2010-04-07T07:17:00.001-07:00</published><updated>2010-04-07T07:17:33.026-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam perniagaan dan pekerjaan'/><title type='text'>Dipercaya Menjadi Pemimpin Kafilah Dagang</title><content type='html'>Khadijah adalah seorang saudagar wanita yang kaya-raya di kota Mekah. Dia hendak mengirim kafilah dagangnya ke negeri Syam sehingga dia membutuhkan seseorang yang dapat dipercaya untuk membimbing dan mengawasi rombongan dagang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersiarlah kabar bahwa di Mekah ada seorang pemuda yang terkenal akan kejujurannya. Keluhuran budi pekerti dan kepribadiannya terpelihara dengan baik, padahal kebanyakan pemuda saat itu senang berfoya-foya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pemuda yang satu ini sama sekali tidak terpengaruh oleh kebiasaan jahiliah masyarakat kotanya karena perlindungan Allah SWT. Siapakah dia? Dialah Muhammad bin Abdillah keturunan Bani Hasyim yang terpandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pucuk dicinta ulam pun tiba. Kabar tentang kejujuran Muhammad sampai ke telinga Khadijah. Ia tahu Muhammad selalu menemani pamannya berdagang ke Syam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Akan tetapi, sanggupkah Muhammad memimpin rombongan kafilah dagang yang begitu besar ini? Padahal, Muhammad belum pernah sekali-kali pun memimpin rombongan dagang ke luar kota, apalagi ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja hal ini bukanlah hal yang mudah untuk mengemban tugas itu bagi seseorang yang belum memiliki pengalaman memimpin, mengatur, membimbing, dan mengawasi kafilah dagang ke negeri lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, sebagai seorang pedagang andal, Khadijah tidak memedulikan &lt;a title="cara memetik manfaat dari pengalaman orang lain" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/cara-memetik-manfaat-dari-pengalaman.html" target="_blank"&gt;pengalaman&lt;/a&gt; Muhammad dalam berdagang. Sebagai seseorang yang mengetahui seluk-beluk perdagangan, Khadijah meyakini bahwa kejujuranlah modal penting dalam berdagang. Sifat itu ada pada diri Muhammad. Kemudian ia segera menyuruh pelayannya untuk memanggil Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Muhammad datang, Khadijah berusaha untuk menggali lebih jauh pemahaman dagang pemuda jujur tersebut. Khadijah melontarkan beberapa pertanyaan kepada Muhammad dalam perbincangan yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad begitu tenang dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan sang saudagar. Ia tampak sangat &lt;a title="biarkan orang cerdas itu bersama kita" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/biarkan-orang-cerdas-itu-bersama-kita.html" target="_blank"&gt;cerdas&lt;/a&gt;, wawasan ilmunya luas, dan memiliki wibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbicara, Muhammad mendengarkan lawan bicaranya dengan saksama meskipun pandangannya tertunduk. Seingat Khadijah, hanya sekali Muhammad mengangkat wajahnya, yaitu ketika Khadijah menawarkan posisi menjadi orang kepercayaannya untuk memimpin kafilah dagang ke negeri Syam. Muhammad mengangkat wajahnya sedikit, mengucapkan terima kasih sambil tersenyum, lalu kembali menunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sikap Muhammad yang bersahaja inilah, akhirnya Khadijah memantapkan pilihannya kepada Muhammad. Dengan senang hati pula Muhammad menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dirasa cukup, akhirnya Muhammad diperkenankan untuk pulang. Muhammad segera pulang dan tawaran kerja ini langsung diberitakan kepada pamannya, Abu Thalib. Betapa gembiranya sang paman. la yakin keponakannya mampu menjalani tugas besar tersebut. Abu Thalib berkata, "Ini adalah rezeki yang Allah berikan kepadamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah saatnya rombongan kafilah dagang berangkat menuju Syam. Bersama Maysarah - salah seorang utusan Khadijah untuk membantu Muhammad - mereka bertolak ke negeri Syam. Sudah menjadi tradisi penduduk Mekah untuk beramai-ramai mengantar rombongan dagang hingga ke perbatasan kota, termasuk sang paman, Abu Thalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Syam, bersama pedagang lain, Muhammad menawarkan dagangannya dengan gesit kepada para calon pembeli. Ia tidak menutupi cacat pada barang dagangannya. Jika barang tersebut bagus, akan ia katakan bagus, sebaliknya jika barang tersebut jelek atau cacat, ia pun tidak menutupinya dari pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menetapkan harga ia menggunakan standar harga yang berlaku di masyarakat. Tidak pernah ia menambah-nambahkan harga. Tawar-menawar ia lakukan suka sama suka dengan pembeli. Kejujurannya tidak pernah mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menarik banyak pembeli untuk membeli dagangannya karena pedagang lain terbiasa meninggikan harga barang dagangannya demi mencapai keuntungan sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan perdagangan di Syam berjalan sangat lancar. Muhammad memperoleh keuntungan dagang yang besar. Seluruh barang dagangan habis terjual. Sebelum pulang, kafilah dagang ini membeli barang-barang lain untuk dijual kembali di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepulangan mereka disambut antusias penduduk Mekah. Barang yang mereka bawa dari Syam pun berhasil dijual hingga habis di Mekah. Keuntungan makin berlipat ganda. Tentu saja hal ini membuat gembira Khadijah yang memilih Muhammad karena reputasi kejujurannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-9164972588978616014?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/9164972588978616014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/dipercaya-menjadi-pemimpin-kafilah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/9164972588978616014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/9164972588978616014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/dipercaya-menjadi-pemimpin-kafilah.html' title='Dipercaya Menjadi Pemimpin Kafilah Dagang'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-1781025123445078870</id><published>2010-04-07T07:16:00.001-07:00</published><updated>2010-04-07T07:16:40.466-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam perniagaan dan pekerjaan'/><title type='text'>Kisah Abdullah bin Rawahah</title><content type='html'>Abdullah bin Rawahah memiliki nama lengkap Abdullah bin Rawahah bin Tsa'labah Al-Anshari Al-Khazraji. Ia termasuk orang Anshar yang mengikrarkan keislamannya pada Baiatul Aqobah kedua. Semasa hidupnya, ia menerima tanggung jawab dari Rasulullah saw untuk menghitung hasil pertanian kaum &lt;a title="karakter yahudi" href="http://mimbarjumat.com/archives/353" target="_blank"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; di Khaibar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ketika ia hendak melaksanakan tugasnya, orang-orang Yahudi mengumpulkan perhiasan istri-istrinya agar pemeriksaan yang dilakukan oleh Abdullah bin Rawahah tidak menghambat perdagangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi &lt;a title="permusuhan islam dengan yahudi" href="http://mimbarjumat.com/archives/59" target="_blank"&gt;pertikaian antara umat Yahudi dan umat Islam&lt;/a&gt; kerap terjadi. Mereka khawatir dendam tersebut masih ada sehingga Abdullah bin Rawahah tidak bersikap adil kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberikanlah seluruh perhiasan tersebut kepada Abdullah bin Rawahah seraya berkata, "Semua ini kami serahkan untukmu dan berikanlah kami keringanan dan permudahlah dalam menaksir!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Melihat cara mereka memperlakukannya, Abdullah berkata, "Hai orang-orang Yahudi! Demi Allah. Kamu semuanya adalah makhluk Allah yang aku benci! Meskipun demikian, aku tidak akan mencurangi kalian. Kalian menawarkan kepadaku &lt;a title="mengutuk praktik suap" href="http://mimbarjumat.com/archives/1028" target="_blank"&gt;barang suap&lt;/a&gt;, sedangkan barang suap itu haram. Dan kami membenci memakan barang suap!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penolakan Abdullah, orang-orang Yahudi itu berkata, "Dengan sifat itu, langit dan bumi tegak berdiri."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-1781025123445078870?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/1781025123445078870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-abdullah-bin-rawahah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1781025123445078870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1781025123445078870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-abdullah-bin-rawahah.html' title='Kisah Abdullah bin Rawahah'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-8252357427011187642</id><published>2010-04-07T07:15:00.002-07:00</published><updated>2010-04-07T07:15:57.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam perniagaan dan pekerjaan'/><title type='text'>Kisah Watshilah bin Asqa'</title><content type='html'>Hiruk-pikuk pedagang dan pembeli mewarnai pasar ternak kala itu. Watshilah bin Asqa' salah seorang sahabat Rasulullah - melihat dua orang yang saling menawar harga seekor unta. Harga pun disepakati. Sang pembeli membayar 300 dirham untuk unta yang ia beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang pembeli menggiring untanya, Watshilah melihat ada yang tidak beres dengan kaki unta tersebut. Ia bergegas memanggil si pembeli seraya bertanya, "Apakah kau membeli unta itu untuk disembelih atau untuk dijadikan kendaraan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pembeli menjawab, "Unta ini untuk kendaraan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watshilah memberitahukan kondisi kaki unta yang cacat kepada si pembeli dengan berkata, "Lihatlah, di kakinya terdapat lubang karena cacat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari hal itu, si pembeli kembali menemui si penjual untuk menggugatnya. Akhirnya, si penjual mengembalikan 100 dirham sebagai kesepakatan harga unta yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Setelah penjual mengetahui bahwa Watshilah-lah yang telah membongkar cacat hewan jualannya, si penjual berkata, "Semoga engkau dikasihi Allah karena telah merusak jual beliku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watshilah membalas, "Kami telah berbaiat kepada &lt;a title="buah mengikuti Rasulullah" href="http://mimbarjumat.com/archives/85" target="_blank"&gt;Rasulullah saw&lt;/a&gt; untuk berlaku jujur terhadap setiap muslim, sebagaimana sabda Rasulullah saw, "&lt;em&gt;Tiada halal bagi siapa pun untuk menjual barangnya, kecuali dengan menjelaskan cacatnya, dan tiada halal pula bagi orang yang mengetahui hal itu kecuali menjelaskannya&lt;/em&gt;." (HR Hakim dan Baihaqi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-8252357427011187642?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/8252357427011187642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-watshilah-bin-asqa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8252357427011187642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8252357427011187642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-watshilah-bin-asqa.html' title='Kisah Watshilah bin Asqa&apos;'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-3806426658380428947</id><published>2010-04-07T07:15:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T07:15:09.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam perniagaan dan pekerjaan'/><title type='text'>Kisah Penjual Susu</title><content type='html'>Di malam yang pekat dan angin dingin semilir menusuk, Amirul Mukminin, &lt;a title="umar bin khaththab al faruq" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/umar-bin-khaththab-al-faruq-ra.html" target="_blank"&gt;Umar bin Khaththab&lt;/a&gt; sedang menelusuri kota Medinah melalui lorong demi lorong. Di saat seluruh penduduk kota terlelap, sang khalifah tetap terjaga mendatangi satu demi satu rumah untuk mengetahui kondisi rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sadar bahwa kepemimpinannya kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, ia tidak ingin ada seorang pun dari rakyatnya yang terzalimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam makin larut hingga tibalah fajar menyingsing. Ketika hendak beranjak ke &lt;a title="masjid dan pengurusan masalah sosial" href="http://mimbarjumat.com/archives/79" target="_blank"&gt;masjid&lt;/a&gt;, langkahnya tertahan di depan sebuah gubuk reot. Dari dalam gubuk itu terdengar percakapan lirih antara seorang ibu dan putrinya. Dari percakapan itu ternyata mereka adalah penjual susu &lt;a title="kambing masak tomat" href="http://bumbudapur.com/2010/01/kambing-masak-tomat/" target="_blank"&gt;kambing&lt;/a&gt; yang akan menjual hasil perahannya di pasar pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, campurlah &lt;a title="asyiknya minum susu" href="http://pelangiku.com/2009/11/asyiknya-minum-susu/" target="_blank"&gt;susu&lt;/a&gt; itu dengan air," pinta sang ibu kepada putrinya. Sang ibu berharap agar ia memperoleh keuntungan lebih banyak dari hasil penjualan susu oplosannya (campuran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Putrinya menjawab, "Maaf, Bu, tidak mungkin aku melakukannya. Amirul Mukminin tidak membolehkan untuk mencampur susu dengan air, kemudian menjualnya," tolak putrinya dengan halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu tetap bersikukuh, "Itu suatu hal yang lumrah, Nak. Semua orang melakukannya. Lagi pula Amirul Mukminin tidak akan mengetahuinya," bujuk sang ibu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu, boleh jadi Amirul Mukminin tidak mengetahui apa yang kita lakukan sekarang, tetapi Allah SWT Maha Melihat dan Mengetahui!" jawab sang putri salehah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haru dan bahagia membuncah di dada Amirul Mukminin. Betapa ia kagum akan kejujuran dan keteguhan hati sang gadis miskin tersebut. Mungkin gadis tersebut miskin harta, tetapi begitu kaya hatinya. Amirul Mukminin teringat akan tujuannya semula dan bergegas menuju masjid untuk shalat Fajar bersama para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai melaksanakan shalat di masjid, Umar bin Khaththab segera memangil putranya yang bernama 'Ashim. Beliau segera memerintahkan 'Ashim untuk melamar putri penjual susu yang jujur tersebut karena memang sudah saatnya 'Ashim untuk berumah tangga. Tidak lupa Amirul Mukminin menceritakan keluhuran hati gadis penghuni gubuk reot tersebut kepada putranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku melihat dia akan membawa berkah untukmu kelak jika kamu mempersuntingnya menjadi istrimu. Pergilah dan temui mereka, lamarlah dia untuk menjadi pendampingmu. Semoga kalian dapat melahirkan keturunan yang akan menjadi pemimpin umat kelak!" ujar Umar bin Khaththab kepada putranya, 'Ashim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, 'Ashim menikahi gadis berhati suci itu dan lahirlah seorang putri bernama Laila. Ia tumbuh menjadi gadis yang taat beribadah dan cerdas. Saat dewasa, Laila dipersunting oleh Abdul Aziz bin Marwan. Dari pernikahan keduanya lahirlah Umar bin Abdul Aziz, seorang pemimpin besar yang disegani. Dia mewarisi keagungan akhlak neneknya dan kepemimpinan buyutnya, Umar bin Khaththab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-3806426658380428947?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/3806426658380428947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-penjual-susu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3806426658380428947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3806426658380428947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-penjual-susu.html' title='Kisah Penjual Susu'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-5077858822972575634</id><published>2010-04-07T07:14:00.001-07:00</published><updated>2010-04-07T07:14:20.355-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam perniagaan dan pekerjaan'/><title type='text'>Kisah Penjaga Kebun Buah-buahan</title><content type='html'>Alkisah ada seorang penjaga kebun buah-buahan bernama Mubarok. Dia adalah orang jujur dan amanah. Sudah bertahun-tahun ia bekerja di kebun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari majikannya, sang pemiliki kebun, datang mengunjungi kebunnya. Ia sedang mengalami masalah yang pelik dan sulit untuk dicarikan jalan keluarnya. Putrinya yang sudah beranjak dewasa tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan banyak pria yang ingin mempersuntingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi permasalahan baginya adalah semua laki-laki yang ingin mempersunting putrinya adalah kerabat dan teman dekatnya. Ia harus memilih salah satu dari mereka, tetapi ia khawatir jika menyinggung bagi kerabat yang tidak terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil beristirahat dan menenangkan pikiran, ia mencoba mencicipi hasil kebunnya. Dipanggillah Mubarok, penjaga kebun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Mubarok, kemarilah! Tolong ambilkan saya &lt;a title="es krim vanilla buah" href="http://resepminumansegar.com/2010/01/es-krim-vanilla-buah/" target="_blank"&gt;buah&lt;/a&gt; yang manis!" perintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dengan sigap Mubarok segera memetik buah-buahan yang diminta, kemudian diberikan kepada majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika buah tersebut dimakan sang majikan, ternyata rasanya masam sekali. Majikan Mubarok berkata, "Wahai Mubarok! Buah ini masam sekali! Berikan saya buah yang &lt;a title="manisnya gula jangan sampai ganggu manisnya hidup" href="http://pelangiku.com/2009/02/manisnya-gula-jangan-sampai-ganggu-manisnya-hidup/" target="_blank"&gt;manis&lt;/a&gt;!" pinta sang majikan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kedua kalinya, buah yang diberikan Mubarok masih terasa masam. Sang majikan terheran-heran, sudah sekian lama ia mempekerjakan Mubarok, tetapi mengapa si penjaga kebun ini tidak mampu membedakan antara buah masam dan manis? Ah, mungkin dia lupa, pikir sang majikan. Dimintanya Mubarok untuk memetikkan kembali buah yang manis. Hasilnya sama saja, buah ketiga masih terasa masam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa penasaran timbul dari sang majikan. Dipanggillah Mubarok, "Bukankah kau sudah lama bekerja di sini? Mengapa kamu tidak tahu buah yang manis dan masam?" tanya sang majikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubarok menjawab, "Maaf Tuan, saya tidak tahu bagaimana rasa buah-buahan yang tumbuh di kebun ini karena saya tidak pernah mencicipinya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aneh, bukankah amat mudah bagimu untuk &lt;a title="cara memetik manfaat dari pengalaman orang lain" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/cara-memetik-manfaat-dari-pengalaman.html" target="_blank"&gt;memetik&lt;/a&gt; buah-buahan di sini, mengapa tidak ada satu pun yang kaumakan?" tanya majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak akan memakan sesuatu yang belum jelas kehalalannya bagiku. Buah-buahan itu bukan milikku, jadi aku tidak berhak untuk memakannya sebelum memperoleh izin dari pemiliknya," jelas Mubarok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang majikan terkejut dengan penjelasan penjaga kebunnya tersebut. Dia tidak lagi memandang Mubarok sebatas tukang kebun, melainkan sebagai seseorang yang jujur dan tinggi kedudukannya di mata Allah SWT. Ia berpikir mungkin Mubarok bisa mencarikan jalan keluar atas permasalahan rumit yang tengah dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah sang majikan bercerita tentang lamaran kerabat dan teman-teman dekatnya kepada putrinya. Ia mengakhiri ceritanya dengan bertanya kepada Mubarok, "Menurutmu, siapakah yang pantas menjadi pendamping putriku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubarok menjawab, "Dulu orang-orang jahiliah mencarikan calon suami untuk putri-putri mereka berdasarkan &lt;a title="diabetes mellitus faktor keturunan bisa dihindari?" href="http://mediasehat.com/tanyajawab470" target="_blank"&gt;keturunan&lt;/a&gt;. Orang &lt;a title="permusuhan islam dengan yahudi" href="http://mimbarjumat.com/archives/59" target="_blank"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; menikahkan putrinya berdasarkan harta, sementara orang Nasrani menikahkan putrinya berdasarkan keelokan fisik semata. Namun, Rasulullah mengajarkan sebaik-baiknya umat adalah yang menikahkan karena agamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang majikan langsung tersadar akan kekhilafannya. Mubarok benar, mengapa tidak terpikirkan untuk kembali pada &lt;a title="Al-Qur'an online" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online" target="_blank"&gt;Al-Qur'an&lt;/a&gt; dan As-Sunnah. Islamlah solusi atas semua problematika umat &lt;a title="manusia pelaku peradaban" href="http://mimbarjumat.com/archives/442" target="_blank"&gt;manusia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pulang dan memberitakan seluruh kejadian tadi kepada istrinya. "Menurutku Mobaroklah yang pantas menjadi pendamping putri kita," usulnya kepada sang istri. Tanpa perdebatan panjang, sang istri langsung menyetujuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan bahagia dilangsungkan. Dari keduanya lahirlah seorang anak bernama Abdullah bin Mubarok. Ia adalah seorang ulama, ahli hadis, dan mujahid. Ya, pernikahan yang dirahmati Allah SWT dari dua insan yang taat beribadah, insya Allah, akan diberi keturunan yang mulia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-5077858822972575634?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/5077858822972575634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-penjaga-kebun-buah-buahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5077858822972575634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5077858822972575634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-penjaga-kebun-buah-buahan.html' title='Kisah Penjaga Kebun Buah-buahan'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-4459442215532644275</id><published>2010-04-07T07:13:00.001-07:00</published><updated>2010-04-07T07:13:29.784-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam perniagaan dan pekerjaan'/><title type='text'>Kisah Penggembala Domba</title><content type='html'>Amirul Mukminin &lt;a title="umar bin khaththab al faruq" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/umar-bin-khaththab-al-faruq-ra.html" target="_blank"&gt;Umar bin Khaththab r.a&lt;/a&gt; mendengar ada seorang penggembala cilik yang jujur. Beliau pun tertarik untuk membuktikan kejujuran anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Amirul Mukminin menjumpainya ketika penggembala tersebut sedang menggiring domba-dombanya. Umar segera menegurnya, "Hai anak kecil! Kamu menggembalakan dombamu dengan sangat baik. Aku ingin membeli sebagian dari domba-dombamu yang sehat ini dengan harga dua kali lipat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak tidak mengetahui bahwa yang menegurnya itu adalah Amirul Mukminin karena pakaiannya sangat sederhana dan merakyat. Ia menjawab, "Maaf, Tuan, domba-domba ini bukan milikku! Aku tidak bisa menjualnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata anak itu tidak tergiur dengan tingginya harga yang Umar tawarkan. Umar kembali membujuk, "Ia tidak akan tahu jika beberapa dombanya aku beli karena domba-domba peliharaannya begitu banyak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dengan sifat kejujurannya itu, si penggembala cilik tidak bergeming. Ia berkata, "Tidak, ia akan tahu jika domba yang ia titipkan padaku berkurang jumlahnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar tidak putus asa untuk menawarkan ide lain, "Katakan saja kepada majikanmu bahwa dombanya dimakan serigala!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang penggembala cilik terdiam. Umar merasa bahwa kali ini ia berhasil meruntuhkan kejujuran sang penggembala cilik. Tiba-tiba anak itu berkata, "Mungkin majikanku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada domba-dombanya. Akan tetapi, Allah Maha tahu!" jawab penggembala cilik singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, Umar begitu terharu melihat kejujuran seorang anak kecil penggembala domba tersebut. Amirul Mukminin segera menemui majikan anak itu dan membayar sejumlah uang untuk membebaskan penggembala jujur itu dari perbudakannya. Sang Amirul Mukminin pun melepasnya sebagai seorang hamba Allah yang merdeka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-4459442215532644275?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/4459442215532644275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-penggembala-domba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4459442215532644275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4459442215532644275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-penggembala-domba.html' title='Kisah Penggembala Domba'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-4123959731656092792</id><published>2010-04-07T07:12:00.001-07:00</published><updated>2010-04-07T07:12:35.997-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam perniagaan dan pekerjaan'/><title type='text'>Kisah Saudagar Perhiasan</title><content type='html'>Seorang tabiin bernama Yunus bin Ubaid adalah pedagang yang jujur. Ketika hendak menunaikan&lt;a title="shalat jamaah" href="http://mimbarjumat.com/archives/94" target="_blank"&gt; shalat berjamaah&lt;/a&gt; di masjid, ia menitipkan tokonya kepada saudaranya. Kemudian datanglah seorang Badui hendak membeli perhiasan di toko tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencari sebuah permata seharga 400 dirham. Saudara Yunus menunjukkan batu permata yang harganya hanya 200 dirham. Orang Badui tersebut langsung membelinya dengan harga 400 dirham tanpa menawar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah jalan, dia berpapasan dengan Yunus bin Ubaid. Yunus mengetahui bahwa orang Badui tersebut baru mampir ke tokonya. Ia kemudian bertanya barang apa yang sudah ia beli dari tokonya. Orang Badui itu mengatakan bahwa ia telah membeli permata seharga 400 dirham sambil menunjukkan permata seharga 200 dirham tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui hal itu, Yunus berkata, "Maaf, harga sebenarnya cuma 200 dirham. Mari ke toko saya supaya saya dapat mengembalikan uang selebihnya kepada Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Orang Badui itu menolak, "Biarlah, tidak perlu. Aku merasa senang dan beruntung dengan harga 400 dirham itu sebab di kampungku harga barang ini paling murah 500 dirham."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, saudagar Yunus tidak mau membolehkan orang Badui itu pergi. Ia pun mendesak orang Badui itu agar mau ke tokonya dan ia akan mengembalikan kelebihan uang tersebut. Akhirnya, orang Badui tersebut menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah orang Badui itu pergi, berkatalah Yunus kepada saudaranya, "Apakah kamu tidak merasa malu dan takut kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi dengan harga dua kali lipat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi dia sendiri yang mau membelinya dengan harga 400 dirham," saudara Yunus mencoba membela diri bahwa dialah yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunus berkata, "Ya, tapi di atas kita terpikul satu &lt;a title="amanah publik" href="http://mimbarjumat.com/archives/915" target="_blank"&gt;amanah&lt;/a&gt; untuk memperlakukan saudara kita seperti memperlakukan terhadap diri kita sendiri."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-4123959731656092792?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/4123959731656092792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-saudagar-perhiasan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4123959731656092792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4123959731656092792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-saudagar-perhiasan.html' title='Kisah Saudagar Perhiasan'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-364970858688887423</id><published>2010-04-07T05:59:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T05:59:00.461-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam perniagaan dan pekerjaan'/><title type='text'>Kisah Pencuri Saleh</title><content type='html'>Seorang pemuda lugu &lt;a title="rendah hati dalam menuntut ilmu" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/rendah-hati-dalam-menuntut-ilmu.html" target="_blank"&gt;menuntut ilmu&lt;/a&gt; kepada seorang guru fara'idh (ilmu hitung harta waris). Kehidupan ekonomi sang guru sangat pas-pasan. Dalam suatu kesempatan, sang guru berkata kepada murid-muridnya, "Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya orang alim yang menengadahkan tangannya kepada orang-orang yang berharta tidak ada kebaikan pada dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah seperti pekerjaan ayah kalian masing-masing. Bawalah selalu kejujuran dan &lt;a title="menjaga ketakwaan" href="http://mimbarjumat.com/archives/906" target="_blank"&gt;ketakwaan&lt;/a&gt; kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu tidak tahu tentang pekerjaan ayahnya yang telah meninggal. Ia pun segera pulang ke &lt;a title="cara mudah membuat rumah kita istimewa" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/02/cara-mudah-membuat-rumah-kita-istimewa.html" target="_blank"&gt;rumah&lt;/a&gt; untuk menanyakan hal tersebut kepada sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di rumah, pemuda itu menemui ibunya, lalu berkata, "Bu, tolong beri tahu kepadaku apa pekerjaan sepeninggal ayah dahulu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu heran dengan pertanyaan anaknya yang tiba-tiba itu. Ia pun balik bertanya, "Apa urusanmu hingga ingin mengetahui pekerjaan ayahmu?" Ungkapan sang ibu itu menunjukkan bahwa ia enggan menjawab pertanyaan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pemuda itu terus-menerus memaksa ibunya agar mengungkapkan pekerjaan ayahnya. Lama-kelamaan sang ibu tidak tahan menanggapi desakan anaknya. Dengan nada tinggi, sang ibu berkata, "Ketahuilah bahwa ayahmu dulu adalah seorang &lt;a title="pencuri angsa" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/pencuri-angsa.html" target="_blank"&gt;pencuri&lt;/a&gt;!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kecewa yang dirasakan pemuda itu ketika mengetahui ayahnya adalah pencuri, melainkan hasrat yang menggebu-gebu untuk mengikuti jejak ayahnya sesuai dengan anjuran yang disampaikan oleh gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu menjelaskan kepada ibunya, "Aku diperintahkan oleh guruku untuk bekerja seperti pekerjaan ayahku tanpa meninggalkan kejujuran dan ketakwaan kepada Allah dalam &lt;a title="deritanya ibu bekerja" href="http://miacantik.com/2008/10/13/deritanya-ibu-bekerja/" target="_blank"&gt;bekerja&lt;/a&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai, Anakku! Apakah dalam mencuri ada ketakwaan?" sela ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anaknya menjawab dengan keluguannya, "Ya, begitulah kata guruku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun belajar bagaimana menjalankan profesi sebagai pencuri. Ketika ilmu teknik mencuri yang didalaminya sudah cukup. Ia pun memutuskan untuk beraksi melaksanakan perintah sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai shalat Isya' dan semua orang tertidur lelap, ia pun keluar rumah untuk menjalankan aksi perdananya. Ia selalu ingat pesan gurunya untuk membawa &lt;a title="mengalahkan perampok dengan kejujuran" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/mengalahkan-perampok-dengan-kejujuran.html" target="_blank"&gt;kejujuran&lt;/a&gt; dan ketakwaan saat bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah yang diincar pertama kali adalah yang terdekat dengan rumahnya, yaitu rumah tetangganya sendiri. Namun, ia ingat bahwa mengganggu &lt;a title="masalah bertetangga dan cara mengatasinya" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/masalah-bertetangga-dan-cara.html" target="_blank"&gt;tetangga&lt;/a&gt; bukanlah pekerjaan takwa. Kemudian ia urungkan niatnya untuk mencuri di rumah tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula, ketika hendak mencuri di rumah anak yatim, ia berpikir, "Allah memperingatkan untuk tidak memakan harta anak yatim." Ia pun pergi mencari rumah berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berjalan, ia merenung, ternyata tidak mudah untuk menjadi pencuri yang bertakwa. Bagaimana pun juga mengambil harta orang lain tidak diperbolehkan agama. Akan tetapi, perintah sang guru harus dilaksanakan. Tidak boleh berputus asa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkahnya terhenti di sebuah rumah besar nan megah. Konon pemilik rumah itu terkenal memiliki harta berlimpah melebihi kebutuhannya. Dengan keterbatasan ilmunya, ia beranggapan bahwa tidak mengapa jika mengambil &lt;a title="optimalisasi potensi zakat" href="http://mimbarjumat.com/archives/929" target="_blank"&gt;zakat&lt;/a&gt; dari kekayaan orang tersebut. Toh, bagian zakat itu bukan hak si empunya kekayaan, tetapi hak orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad yang bulat mendorongnya untuk masuk ke dalam rumah besar yang tidak berpenjaga tersebut. Satu per satu kamar ia selidiki untuk menemukan tempat penyimpanan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, ia sampai di sebuah kamar besar dan didapatinya sebuah kotak besar berisi emas, perak, dan uang tunai. Ia kumpulkan buku-buku catatan yang berisi laporan keuangan si pedagang kaya tersebut. Dengan lentera kecil yang dibawanya, ia mulai menghitung zakat yang harus dikeluarkan oleh orang kaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keahlian dalam hal keuangan, pembukuan, dan pembagian harta ia kerahkan di sana. Dikarenakan begitu banyaknya perhitungan yang harus diselesaikan, ia pun lupa waktu. Fajar sudah menyingsing pertanda tiba waktu shalat Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang tuan rumah pun telah bangun dari lelapnya untuk melaksanakan shalat Subuh. Alangkah terkejutnya ketika kamar tempat penyimpanan hartanya telah terbuka. Apalagi ia mendapati seseorang tengah asyik dengan buku-buku catatannya di bawah cahaya lentera kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lantang, si tuan rumah menghardik pemuda tersebut, "Hai! Siapa kau!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda terkesiap mendengar teguran tersebut. Saat disadarinya hari sudah hampir terang, ia bergegas untuk melaksanakan shalat. Ia berkata kepada si pemilik rumah, "Maaf, akan saya jelaskan nanti. Tapi, izinkan saya untuk shalat Subuh terlebih dahulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, mereka berdua pun shalat Subuh berjemaah dengan si tuan rumah sebagai imamnya. Usai shalat, pemuda itu mengaku kepada tuan rumah, "Saya pencuri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tuan rumah makin bertambah keheranannya, "Lantas apa yang kau lakukan dengan buku-buku catatanku?" tanya tuan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sedang menghitung zakat yang belum kau keluarkan selama enam tahun. Ini hasilnya," jawab pemuda itu sambil menyodorkan hasil perhitungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun menasihati si tuan rumah tentang keutamaan zakat. Tiada kemarahan terlihat di wajah si tuan rumah. Ia malah terkagum-kagum akan kejujuran serta &lt;a title="imam bukhari, kepandaian yang teruji" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/imam-bukhari-kepandaian-yang-teruji.html" target="_blank"&gt;kepandaian&lt;/a&gt; dan ketepatan si pencuri dalam berhitung. Selain itu, ia jadi mengetahui tentang pentingnya mengeluarkan zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, si tuan rumah mengangkatnya menjadi sekretaris dan juru hitung pribadinya. Ia pun menikahkan sang pemuda dengan putrinya. Ibu si pemuda tinggal bersama mereka. Berkat kejujuran dan ketakwaan yang dibawa sang pemuda dalam perbuatannya, &lt;a title="sumber kebahagiaan" href="http://mimbarjumat.com/archives/170" target="_blank"&gt;kebahagiaan&lt;/a&gt; mendatangi dirinya dan orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-364970858688887423?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/364970858688887423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-pencuri-saleh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/364970858688887423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/364970858688887423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-pencuri-saleh.html' title='Kisah Pencuri Saleh'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-1949871485529644279</id><published>2010-04-07T05:57:00.001-07:00</published><updated>2010-04-07T05:57:42.686-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam perniagaan dan pekerjaan'/><title type='text'>Kejujuran Seorang Khalifah</title><content type='html'>Kota Andalusia, Spanyol, dikuasai oleh seorang &lt;a title="khalifah membantu proses persalinan" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/khalifah-membantu-proses-persalinan.html" target="_blank"&gt;khalifah&lt;/a&gt; yang jujur dan adil bernama Al-Manshur bin Abi Amir Al-Hajib. Dia memiliki rencana besar untuk membangun sebuah jembatan sebagai penghubung dua kota yang dipisahkan sebuah &lt;a title="bercermin pada sungai" href="http://mimbarjumat.com/archives/1050" target="_blank"&gt;sungai&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek itu dianggarkan empat puluh ribu dinar emas. Meskipun menelan biaya besar, khalifah melihat sisi manfaatnya yang lebih besar bagi kelancaran transportasi dan kegiatan perekonomian masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan proyek itu dapat terealisasi. Oleh karena itu, penguasa harus membeli sepetak tanah milik orang tua yang miskin karena pada tanah itulah akan dibangun fondasi untuk jembatan tersebut. Khalifah menyuruh petugas proyek untuk membeli tanah tersebut dengan harga 100 dinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas proyek pun melaksanakan perintah tersebut. Ia menemui si pemilik tanah dan bertanya kepadanya, "Berapa akan kaujual tanahmu ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua miskin itu menjawab, "Lima dinar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Melihat tawaran orang tua miskin yang sangat rendah tersebut, petugas proyek berpikir untuk membeli tanah tersebut di bawah harga yang ditetapkan oleh sang khalifah. Artinya, ia telah menghemat pengeluaran negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, petugas tersebut menawar tanah yang dimaksud dengan harga 10 dinar, yang berarti dua kali lipat dari harga yang diminta pemilik tanah.&lt;br /&gt;Tentu saja orang tua itu bahagia bukan kepalang. Baginya uang sepuluh dinar sangat besar. Ia bisa membeli tanah baru dan menabung sisanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, petugas proyek merasa telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, bahkan menganggap dirinya telah berjasa menghemat pengeluaran negara. Ia pun menceritakan tawar-menawar yang terjadi dan berharap sang khalifah akan memuji idenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal tersebut raut wajah sang khalifah menunjukkan kekecewaan yang mendalam kepada petugasnya. Ia pun memerintahkan untuk memanggil lelaki tua miskin itu ke hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah pun dilaksanakan. Tidak lama kemudian, lelaki tua itu datang menghadap dengan seribu tanda tanya di kepalanya, "Apakah khalifah akan memarahiku karena telah menjual tanah dengan harga mahal?" pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar dugaan, ternyata Khalifah Manshur menyambutnya dengan wajah ceria seraya berkata, "Wahai Bapak Tua, benarkah engkau rela menjual tanahmu dengan harga sepuluh dinar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar, Tuan. Aku telah ikhlas menjualnya," jawab lelaki tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Manshur kembali berkata, "Bapak Tua, tanah itu akan digunakan untuk kepentingan dan kemaslahatan bersama. Oleh karena itu, aku sampaikan terima kasih kepadamu atas kesediaan menjual tanah dengan harga murah. Namun, sebelumnya kami telah menetapkan untuk membeli tanahmu seharga seratus dinar. Jadi, terimalah sisa pembayaran yang harus kauterima!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tua itu terperanjat atas keputusan sang khalifah. Sama sekali ia tidak menyangka hak-haknya akan dihargai sedemikian rupa oleh penguasa. Ia pun berdoa semoga &lt;a title="kunci keberkahan harta" href="http://mimbarjumat.com/archives/963" target="_blank"&gt;keberkahan&lt;/a&gt; senantiasa dicurahkan kepada pemimpin yang adil dan mengutamakan hak-hak rakyatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-1949871485529644279?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/1949871485529644279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kejujuran-seorang-khalifah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1949871485529644279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1949871485529644279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kejujuran-seorang-khalifah.html' title='Kejujuran Seorang Khalifah'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-8022714228610721929</id><published>2010-04-07T05:55:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T05:55:23.533-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam perniagaan dan pekerjaan'/><title type='text'>Menawar agar Lebih Mahal</title><content type='html'>Ahmad bin Hanbal meriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah sedang duduk di &lt;a title="masjid sebagai sentral kebangkitan umat" href="http://mimbarjumat.com/archives/161" target="_blank"&gt;masjid&lt;/a&gt; bersama para sahabatnya. Beliau bersabda, "Sebentar lagi seorang lelaki dengan wajah bercahaya akan datang. Dia adalah salah seorang dari orang-orang terbaik dari Yaman, dan ada tanda &lt;a title="malaikat berdoa" href="http://mimbarjumat.com/archives/102" target="_blank"&gt;malaikat&lt;/a&gt; di dahinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, orang tersebut datang kepada Rasulullah saw dan menyatakan keislamannya. Ia adalah Jarir bin Abdullah Al-Bajali. (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda kemuliaan sahabat nabi, Jarir bin Abdullah Al-Bajali, telah diberitakan oleh Allah SWT ketika ia hendak menyatakan keislamannya. Ia adalah sosok sahabat yang menjunjung tinggi kejujuran dan selalu menepati janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari ia menyuruh budaknya untuk mencarikannya kuda terbaik. Akhirnya, budak itu menemukan kuda yang diinginkan majikannya. Ia pun bertanya kepada si penjual, "Berapa harga kuda ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Empat ratus dirham," jawab pedagang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Baiklah, akan aku beri tahukan kepada majikanku agar ia membelinya," kata budak tersebut. Ia pun menuntun kuda tawarannya untuk diperlihatkan kepada sang majikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kuda yang gagah tersebut, sang majikan menaksirnya dengan harga 800 dirham berdasarkan harga pasar. Ia pun menanyakan harga yang ditawarkan si penjual pada budaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia ingin menjual kudanya seharga 400 dirham," jawab si budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar harga tersebut, Al-Bajali langsung pergi menemui penjual kuda itu. Ia berkata kepada si penjual, "Kau katakan kepada budakku harga kuda ini adalah 400 dirham. Maukah engkau menjualnya seharga 500 dirham?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedagang kuda itu merasa heran, "Apakah saya tidak salah dengar?' pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat si penjual terdiam, Al-Bajali menawar lagi, "Bagaimana jika 600 dirham?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja keheranannya makin bertambah. Sungguh ia tidak tahu harus berkata apa saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat penjual itu masih diam, Al-Bajali menaikkan lagi tawarannya, "Kalau begitu, juallah dengan harga 700 atau 800 dirham!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bajali melanjutkan, "Wahai penjual, aku sudah berjanji kepada Rasulullah saw untuk bersikap jujur kepada setiap muslim. Kudamu itu harganya sekitar 800 dirham. Jika aku membeli dengan harga kurang dari itu, aku khawatir akan mengkhianati janjiku kepada Rasulullah saw."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-8022714228610721929?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/8022714228610721929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/menawar-agar-lebih-mahal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8022714228610721929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8022714228610721929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/menawar-agar-lebih-mahal.html' title='Menawar agar Lebih Mahal'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2364113644539628070</id><published>2010-04-07T05:54:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T05:54:21.314-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam perniagaan dan pekerjaan'/><title type='text'>Maha Melihat</title><content type='html'>Konon, semasa muda, Hasan Al-Basri adalah &lt;a title="ketampanan seorang pemuda" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/ketampanan-seorang-pemuda.html" target="_blank"&gt;pemuda yang tampan&lt;/a&gt; dan kaya. Sayangnya ia suka menghambur-hamburkan waktunya untuk berfoya-foya. Suatu hari ia melihat kain sutra hijau yang sangat indah. Ia pun tertarik untuk membelinya sebagai &lt;a title="hadiah" href="http://mimbarjumat.com/archives/695" target="_blank"&gt;hadiah&lt;/a&gt; bagi seorang gadis idamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dihampirinya pelayan toko kain tersebut dan bertanya, "Saya ingin membeli kain sutra hijau itu. Berapa harganya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka, pelayan tersebut menjawab, "Saya tidak berani menjualnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja jawaban pelayan itu membuat Hasan Al-Basri keheranan, lalu ia berkata, "Jika kau tak ingin menjualnya, lantas untuk apa kaupajang kain itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bukan pemilik toko ini. Saya hanya seorang pelayan yang dipercaya majikan untuk menjaga dagangannya," jelas pelayan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil bersungut, Hasan Al-Basri bertanya kembali, "Kapan majikanmu datang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pelayan itu menjawab, "Saya tidak tahu. Mungkin petang nanti. Ada anggota keluarga yang sakit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudahlah, jual saja sepotong. Toh, majikanmu tidak akan tahu karena masih bersisa banyak," bujuknya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan itu menghela nafas panjang. Ia menimpali, "Memang majikan saya tidak akan tahu. Tapi, bagaimana dengan Penguasa majikan saya? Apakah tuan menjamin Dia tidak akan tahu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum sinis, Hasan Al-Basri menantang, "Memangnya siapa penguasa majikanmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah 'Azza wa Jalla" tandas pelayan itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2364113644539628070?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2364113644539628070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/maha-melihat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2364113644539628070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2364113644539628070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/maha-melihat.html' title='Maha Melihat'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-7023862234093843387</id><published>2010-04-07T05:32:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T05:32:25.907-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam perniagaan dan pekerjaan'/><title type='text'>Barang Cacat yang Terjual</title><content type='html'>Syaqiq Al-Bakhli bercerita bahwa suatu ketika seorang pedagang jujur bernama Bisyr berdagang ke negeri Mesir dengan membawa 80 potong kain sutra. Barang dagangannya itu adalah titipan Abu Hanifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum keberangkatannya, Abu Hanifah memberi tahu bahwa ada satu potong kain yang cacat. Ia pun menunjukkan kain cacat itu dan berpesan agar hal ini diberitahukan kepada calon pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisyr pun beraksi menjualkan barang dagangannya. Begitu asyiknya melayani pembeli yang sangat banyak untuk membeli dagangannya, ia lupa memberitahukan cacat sepotong kain pada pembeli yang menawarnya. Akhirnya, seluruh barang terjual habis termasuk sepotong kain yang cacat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dia pulang dan memberikan semua hasil dagangan tersebut. Abu Hanifah pun menerimanya dengan sangat senang karena keuntungan yang didapatkan sangat besar di hari itu. Tidak lupa pula ia menanyakan perihal kain yang cacat kepada sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Bisyr baru teringat akan &lt;a title="amanah vs khianat" href="http://mimbarjumat.com/archives/988" target="_blank"&gt;amanah&lt;/a&gt; dari Abu Hanifah tersebut, "Astagfirullah, maafkan saya karena telah lupa untuk mengatakannya kepada para pembeli," aku Bisyr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah menyesali kejadian itu. Ia khawatir keuntungan yang diterimanya tidak seratus persen halal. Untuk membersihkan keuntungannya itu, Abu Hanifah membagi-bagikan uang seribu dinar hasil penjualan tersebut kepada fakir miskin. Dia berharap agar rezekinya yang halal tidak tercampur dengan &lt;a title="akhlaq mencari rezeki" href="http://mimbarjumat.com/archives/542" target="_blank"&gt;rezeki&lt;/a&gt; yang bukan haknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-7023862234093843387?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/7023862234093843387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/barang-cacat-yang-terjual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7023862234093843387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7023862234093843387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/barang-cacat-yang-terjual.html' title='Barang Cacat yang Terjual'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-7208212793908704852</id><published>2010-04-06T00:52:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T00:52:10.436-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam menetapi keimanan'/><title type='text'>Gelar Ash-Shiddiq untuk Abu Bakar r.a.</title><content type='html'>Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. adalah sahabat setia Rasulullah saw yang senantiasa mendampingi beliau pada masa-masa pelik penyiaran Islam. la memiliki nama lengkap Abdullah bin Utsman bin Amir bin Ka'ab At-Taimi Al-Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memeluk Islam, ia bernama Abdul Kakbah dan ketika besar mendapat nama lain, yaitu Atiq, berasal dari nama lain Kakbah yang berarti Purba. Ada juga yang mengatakan Al-Atiq adalah gelar yang diberikan Rasulullah yang berarti 'yang dibebaskan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya pun beragam. Ada yang berpendapat karena Rasulullah pernah mengatakan kepadanya, "Anda adalah orang yang dibebaskan Allah dari api neraka!" Ada pula yang berpendapat bahwa gelar itu diberikan karena ketampanan wajahnya atau karena banyaknya hamba sahaya yang dimerdekakan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memeluk Islam, Rasulullah saw memberi nama Abdullah. Kemudian menjadi Abu Bakar karena kepeloporannya sebagai orang yang pertama kali memeluk Islam, selain Khadijah r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Penamaan Bakar ini karena mempunyai arti dini atau awal, sebagaimana sabda Rasulullah saw tentang keislamannya, "&lt;em&gt;Tidak kuajak seorang pun masuk Islam melainkan ia ragu dan bimbang, kecuali Abu Bakar. la tidak ragu dan bimbang ketika kusampaikan kepodanya&lt;/em&gt;." (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Rasulullah saw tengah dilanda kesedihan yang mendalam. Dua orang yang sangat dicintainya telah dipanggil ke rahmatullah. Mereka adalah Abu Thalib, pamannya, dan Khadijah r.a, istri yang sangat dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan menegakkan risalah bukanlah hal yang mudah. Pada saat Rasulullah saw bingung dan kesulitan, merekalah orang pertama yang selalu siap melindungi dan menghiburnya. Tentu saja kepergian mereka di &lt;a title="dunia" href="http://mimbarjumat.com/archives/292" target="_blank"&gt;dunia&lt;/a&gt; ini memberikan duka yang mendalam bagi sang pembawa risalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahun duka tersebut, Allah SWT hendak menghibur kekasih-Nya dengan perjalanan yang luar biasa menakjubkan. Perjalanan itu terkenal dengan peristiwa &lt;a title="isra' mi'raj" href="http://mimbarjumat.com/archives/114" target="_blank"&gt;Isra' Mi'raj&lt;/a&gt;. Sungguh anugerah nikmat yang luar biasa bagi Rasulullah saw. karena peristiwa itu tidak pernah dialami nabi-nabi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam 27 Rajab itu dimulainya perjalanan spektakuler. Rasulullah saw. melakukan Isra' dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an, "&lt;em&gt;Maha suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang teiah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat&lt;/em&gt;." (QS Al-lsra' [17]: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dilanjutkan dengan Mi'raj ke Sidratul Muntaha. Di sanalah Rasulullah saw menerima perintah shalat lima waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kemudian   dia   mendekat   (pada   Muhammad),   lalu bertambah dekat sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu disompoikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentong apa yang diiihatnya itu? Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha, di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya, penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (puia) melampauinya. Sungguh, dia telah meiihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar&lt;/em&gt;. (QS An-Najm [53]: 8-18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh besar kekuasaan Allah SWT yang telah memperjalankan hamba-Nya dalam waktu semalam ke berbagai macam tempat yang saling berjauhan. &lt;em&gt;Allahu Akbar&lt;/em&gt;! Perjalanan ini makin mengukuhkan keyakinan Rasulullah saw dalam menghadapi segala rintangan yang akan menghalangi dakwahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, peristiwa Isra' menjadi kabar besar di kota Mekah. Kaum musyrikin Quraisy mencibir cerita Rasulullah yang telah melakukan perjalanan pulang pergi dari Mekah ke Yerussalem dan kembali ke Mekah hanya dalam waktu semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheranan mereka berdasarkan pada pengalaman mereka. Menurut mereka, perjalanan pulang pergi Mekah - Yerussalem yang memakan waktu sampai 2 bulan, tidak mungkin bisa dipersingkat waktunya hanya semalam. Hal itu sungguh mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, mereka menganggap bahwa cerita yang dibawa Muhammad itu adalah rekayasa atau khayalan yang tinggi dari mulutnya. Mereka tidak mengakui akan bukti kebenaran yang telah dibawa Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu dianggap mustahil bagi mereka yang tidak mengimani kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Selain menjadi bahan olok-olokan kaum musyrikin Ouraisy, peristiwa besar tersebut membuat beberapa orang muslim yang belum kuat imannya menjadi murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu juga membuat Muth'in bin Adi - penolong Rasulullah saw. sepulangnya dari Thaif dan pelindung beliau dari kekejaman paman-pamannya yang musyrik - ikut menyangsikan perjalanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, "Apa yang engkau katakan sebelum ini adalah persoalan yang masuk akal. Namun, tidak kali ini. Aku bersaksi bahwa engkau berdusta! Kami membutuhkan waktu sebulan untuk pergi ke Yerusalem dan sebulan lagi untuk pulang. Lalu, engkau berkata bahwa kau tempuh jarak itu hanya dalam waktu semalam? Demi Lata dan Uzza, aku tidak percaya kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang yang telah mendengar berita tersebut bercerita kepada Abu Bakar r.a. Akan tetapi, tidak ada &lt;a title="hal-hal yang perlu dilakukan bila muncul keraguan" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/02/hal-hal-yang-perlu-dilakukan-bila.html" target="_blank"&gt;keraguan&lt;/a&gt; sedikit pun pada diri Abu Bakar r.a tentang peristiwa yang dianggap mustahil bagi kebanyakan orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia katakan kepada orang-orang yang meragukan cerita Rasulullah saw, "Demi Allah, apa pun yang dikatakan oleh Rasulullah saw pasti benar. Mengapa kalian merasa heran dengan cerita itu? Demi Allah, sekalipun beliau mengabarkan kepadaku bahwa berita telah datang kepadanya dari &lt;a title="sumbing langit-langit" href="http://mediasehat.com/tanyajawab219" target="_blank"&gt;langit&lt;/a&gt; ke bumi dalam sesaat, baik pada waktu siang maupun malam, niscaya aku akan membenarkannya. Padahal, kalian percaya bahwa beliau menerima wahyu dari langit. Bukankah itu lebih mengherankan daripada apa yang kalian dengar saat ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar r.a. segera menyusul Rasulullah dan mendengarkan beliau bercerita tentang ciri-ciri Masjidil Aqsa. Setiap Rasulullah saw selesai menceritakan bagian per bagian Masjidil Aqsa, Abu Bakar r.a selalu berkata, "Engkau benar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bersaksi bahwa engkau utusan Allah." Begitu seterusnya hingga akhir cerita. Abu Bakar sangat yakin peristiwa Isra' benar-benar terjadi karena ia pernah mengunjungi Masjidil Aqsa sebelumnya. Rasulullah menggambarkan Masjidil Aqsa sampai ke hal-hal yang paling detail. Abu Bakar pun berkali-kali membenarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kesungguhan Abu Bakar r.a. dalam membenarkan ceritanya, Rasulullah berkata kepadanya, "Dan engkau, wahai Abu Bakar adalah ash-shiddiq, yang benar dan dapat dipercaya." Sejak saat itulah gelar Ash-Shiddiq sangat terkenal yang disematkan oleh Rasulullah kepada Abu Bakar. Jadilah namanya Abu Bakar Ash-Shiddiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika terjadi selisih paham antara Abu Bakar r.a dan Umar bin Khaththab r.a. Abu Bakar yang berada di pihak salah berusaha &lt;a title="meminta maaf" href="http://mimbarjumat.com/archives/1124" target="_blank"&gt;meminta maaf&lt;/a&gt; kepada Umar bin Khaththab, tetapi Umar menolaknya. Ketika Rasulullah mengetahuinya, beliau bersabda, "Allah selalu mengampunimu, Abu Bakar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar menyesal karena telah menolak permohonan maaf Abu Bakar. Ia pun segera mencari Abu Bakar yang pada saat itu sedang bersama Rasulullah saw. Melihat kedatangan Umar, wajah ceria Rasulullah berubah menjadi marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi ini membuat Abu Bakar menjadi cemas seandainya Rasulullah saw marah terhadap Umar bin Khaththab, padahal itu adalah salahnya. Ia pun berkata, "Wahai Rasulullah! Demi Allah! Akulah yang berbuat zalim!" Abu Bakar menegaskan itu hingga dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Rasulullah saw tetap menegur Umar hingga dua kali juga dengan berkata, "&lt;em&gt;Sesungguhnya aku telah diutus kepada kalian, tetapi kalian hanya mengatakan, 'Engkau telah berbohong!' Sementara, Abu Bakar telah berkata 'benar', juga teiah melindungiku dengan jiwa dan hartanya. Apakah kalian akan menyerahkan sahabatku ini kepadaku (untuk dihukum)?&lt;/em&gt;" (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Rasulullah saw hendak menunjukkan kedudukan Abu Bakar yang mulia di antara para sahabat. Hal ini dikarenakan memang tidak ada alasan bagi Umar bin Khaththab r.a untuk tidak memaafkan Abu Bakar r.a yang sudah meminta maaf, di samping kemuliaan kedudukan Abu Bakar di hadapan Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah yang lain, &lt;a title="Ali bin Abi Thalib r.a, Bocah Pertama Pemeluk Islam" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/ali-bin-abi-thalib-ra-bocah-pertama.html" target="_blank"&gt;Ali bin Abi Thalib&lt;/a&gt; pun membuat pernyataan tentang Abu BakarAsh-Shiddiq, "Semoga Allah mengasihimu, wahai Abu Bakar. Anda adalah teman akrab Rasulullah, sahabat setianya, tempat curahan hatinya, tempat menyimpan rahasianya, dan sahabatnya yang diajak bermusyawarah. Anda adalah laki-laki pertama yang masuk Islam, orang yang paling tulus imannya, orang yang paling baik yang menemani Rasulullah, yang paling banyak kebaikannya, yang paling mulia di masa lalu, yang paling mulia kedudukannya, yang paling tinggi derajatnya, dan yang paling mirip dengan Rasul dalam hal petunjuk dan jalannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menamaimu dalam kitab-Nya dengan nama shiddiq (yang membenarkan). Allah berfirman, "&lt;em&gt;Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itutah orang yang bertakwa&lt;/em&gt;." (&lt;a title="QS. Az-Zumar" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/39" target="_blank"&gt;QS Az-Zumar [39]&lt;/a&gt;: 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang membawa kebenaran ialah Muhammad dan yang membenarkan ialah Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda adalah orang yang paling dermawan di kala orang lain bersifat kikir. Anda telah menemani Nabi saw menghadapi berbagai kesulitan di kala orang lain berdiam diri. Anda telah menemani Nabi saw. dengan setia di masa-masa kritis dan menggantikan beliau menjadi khalifah dengan baik dan menjalankan khilafah dengan baik." Pernyataan ini diungkapkan Ali bin Abi Thalib tatkala Abu Bakar r.a meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a adalah salah satu sahabat yang &lt;a title="orang-orang yang dijamin masuk surga" href="http://mimbarjumat.com/archives/779" target="_blank"&gt;dijamin masuk surga&lt;/a&gt;. Bahkan, Allah SWT memberikan keistimewaan khusus kepadanya dengan membukakan semua pintu surga untuknya dan ia boleh memasuki surga dari pintu mana pun. &lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-7208212793908704852?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/7208212793908704852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/gelar-ash-shiddiq-untuk-abu-bakar-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7208212793908704852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7208212793908704852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/gelar-ash-shiddiq-untuk-abu-bakar-ra.html' title='Gelar Ash-Shiddiq untuk Abu Bakar r.a.'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2811575369388948831</id><published>2010-04-06T00:51:00.001-07:00</published><updated>2010-04-06T00:53:51.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam menetapi keimanan'/><title type='text'>Umar bin Khaththab Al-Faruq r.a</title><content type='html'>Umar bin Khaththab memiliki nama lengkap Umar bin Al-Khaththab bin Nufail bin Abdul Uzza Al-Quraisy. Postur tubuhnya yang tinggi besar serta keberanian dan watak kerasnya membuat orang-orang memanggilnya dengan Abu Hafs atau anak singa. Sedangkan, Rasulullah saw memberinya gelar Al-Faruq yang berarti pembeda antara yang hak dan batil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada peristiwa &lt;a title="taktik persiapan perang badar" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/taktik-persiapan-perang-badar.html" target="_blank"&gt;Perang Badar&lt;/a&gt;, kemenangan besar diraih oleh umat Islam. Pasukan Quraisy dibuat takluk oleh pasukan Islam, padahal jumlah pasukan mereka lebih besar tiga kali lipat daripada pasukan Islam. Akan tetapi, berkat pertolongan Allah SWT jumlah yang sedikit dapat mengalahkan jumlah yang banyak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar pasukan Quraisy menjadi tahanan perang kaum muslimin. Rasulullah saw bermusyawarah dengan para sahabat tentang penanganan yang terbaik bagi para tawanan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/gelar-ash-shiddiq-untuk-abu-bakar-ra.html"&gt;Abu Bakar r.a&lt;/a&gt; berpendapat agar para tawanan perang tersebut dibebaskan dengan sejumlah uang tebusan. Menurutnya hal itu akan menaikkan citra orang muslim di hadapan kaum musyrikin Quraisy. Ujarnya, "Dengan begitu, siapa tahu mereka akan tertarik untuk masuk Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Umar bin Khaththab memiliki pendapat lain. Ia menyarankan agar para tawanan itu dibunuh karena mereka adalah para pemimpin orang kafir yang memang selalu berusaha menghalangi perjuangan Islam dan memerangi &lt;a title="kaum muslimin yang tertindas" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kaum-muslimin-yang-tertindas.html" target="_blank"&gt;kaum muslimin&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua pendapat tersebut, Rasulullah saw. cenderung mengikuti saran Abu Bakar r.a, yaitu membebaskan tawanan perang dengan sejumlah tebusan. Apalagi keputusan ini didasari firman Allah SWT, "&lt;em&gt;Maka apabila kamu bertemu dengan orong-orang yang kafir (di medan perang) makapukullah batang iehermereka. Selanjutnya apabila kamu teiah mengalahkan mereka, tawanlah mereka, dan setelah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang selesai. Demikianlah, dan sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia membinasakan mereka, tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka&lt;/em&gt;." (&lt;a title="QS. Muhammad" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/47" target="_blank"&gt;QS Muhammad [47]&lt;/a&gt;: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti pendapat Umar bin Khaththab tidak memiliki landasan yang kuat. Ia berpendapat bahwa izin Allah SWT untuk membebaskan tawanan perang karena mereka tidak memerangi orang-orang muslim, mereka tidak boleh dibunuh. Akan tetapi, berbeda dengan para pemimpin kafir tawanan Badar kali ini. Mereka adalah musuh Allah yang sangat berbahaya sehingga harus dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Allah SWT pun ternyata membenarkan pendapat Umar bin Khaththab dengan diturunkan ayat, "&lt;em&gt;Tidaklah pantas, bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Maha perkasa, Maha bijaksana. Sekiranya tidak ada ketetapan terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena (tebusan) yang kamu ambil. Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu peroleh itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang&lt;/em&gt;." (QS &lt;a title="QS. Al-Anfal" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/8" target="_blank"&gt;Al-Anfal [8]&lt;/a&gt;: 67-69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah bahwa para tawanan Badar yang bebas kala itu menjadi musuh yang paling kuat pada peperangan Uhud yang membantai pasukan muslim karena hendak membalas kekalahan mereka pada Perang Badar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Umar, Rasulullah saw bersabda, "&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran pada lidah dan hati Umar&lt;/em&gt;." (HR Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Rasulullah saw. tersebut didasari karena beberapa pendapat Umar bin Khaththab r.a. yang sejalan dengan kehendak dalam Al-Qur'an, antara lain sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Usulnya untuk membunuh para tawanan Perang Badar dan tidak menerima tebusan dari mereka, lalu turun ayat Al-Qur'an yang menguatkan pendapatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Permintaannya agar istri-istri Nabi saw menggunakan hijab (penutup), kemudiam turunlah ayat Al-Qur'an yang berkenaan dengan hal tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ia pernah melarang Rasulullah saw untuk menyalati jenazah orang munafik, lalu turunlah ayat Al-Our'an yang melarang Rasulullah menyalati jenazah mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendapatnya untuk menjadikan maqam &lt;a title="kisah nabi ibrahim sa dan siti sarah" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-nabi-ibrahim-sa-dan-siti-sarah.html" target="_blank"&gt;Ibrahim&lt;/a&gt; sebagai tempat shalat, kemudian turun ayat Al-Qur'an untuk menyuruh orang muslim untuk shalat di tempat tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika istri-istri Nabi saw berkumpul karena cemburu terhadap sikap Nabi saw, ia mengatakan kepada mereka, "Jika Nabi saw menceraikan kalian, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya istri-istri yang lebih baik daripada kalian." Setelah itu, turunlah ayat dalam Surat At-Tahnm yang menegaskan hal tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2811575369388948831?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2811575369388948831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/umar-bin-khaththab-al-faruq-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2811575369388948831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2811575369388948831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/umar-bin-khaththab-al-faruq-ra.html' title='Umar bin Khaththab Al-Faruq r.a'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2531552337792773515</id><published>2010-04-06T00:50:00.001-07:00</published><updated>2010-04-06T00:50:23.284-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam menetapi keimanan'/><title type='text'>Dipercaya karena Jujur</title><content type='html'>Shuhaib bin Sinan bin Malik lebih dikenal dengan nama Shuhaib Ar-Rumi. la turut hijrah bersama Rasulullah saw dan Abu Bakar r.a ke Medinah. Mereka berhijrah secara diam-diam karena orang-orang Quraisy tidak akan membiarkan Muhammad dan &lt;a title="kaum muslimin yang tertindas" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kaum-muslimin-yang-tertindas.html" target="_blank"&gt;kaum muslimin&lt;/a&gt; meninggalkan kota Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, ternyata rencana mereka telah diketahui oleh para musuh Allah. Mereka pun mengatur sebuah perangkap untuk mencegah perjalanan ketiga orang mulia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas izin Allah SWT, Rasulullah saw dan Abu Bakar r.a berhasil lolos dari jebakan mereka. Namun, tidak bagi Shuhaib. Ia tidak berhasil meloloskan diri dari kepungan orang-orang jahiliah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang musyrik yang mengepungnya lengah, ia segera memacu untanya agar berlari kencang. Pemburu-pemburu Quraisy segera mengejarnya dan berhasil menghentikan Shuhaib di tengah-tengah padang pasir yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pemburu-pemburu Ouraisy menatap Shuhaib dengan beringas seperti tidak sabar ingin membunuhnya. Shuhaib sendiri ingin segera menyusul Rasulullah saw dan Abu Bakar r.a untuk hijrah ke Medinah. Mereka sudah siap dengan senjatanya masing-masing, termasuk shuhaib yang telah memasang anak panah di busurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi yang tegang itu Shuhaib menggertak mereka, "Hai orang-orang kafir Quraisy! Kalian sudah mengetahui bahwa aku adalah ahli panah yang mahir. Demi Allah! Kalian semua akan mati oleh anak panah dalam kantong ini sebelum kalian berhasil mendekatiku. Setelah itu pedang ini akan kugunakan untuk menebas kalian! Sampai semua senjata di tanganku habis!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyali para pemburu beringas itu ciut mendengar ancaman Shuhaib. Namun, mereka tidak mengurungkan niatnya untuk membunuh Shuhaib.&lt;br /&gt;Akhirnya, Shuhaib mengajukan penawaran kepada mereka, "Kalau kalian setuju, akan saya tunjukkan tempat penyimpanan hartaku. Kalian boleh memilikinya asalkan aku dibiarkan berhijrah ke Yastrib (Medinah)!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran itu menarik hati para pemburu Quraisy. Mereka berkata, "Dulu kamu hanyalah seorang yang miskin dan papa. Sekarang hartamu banyak dan melimpah ruah. Tunjukkanlah di mana hartamu disimpan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shuhaib pun menunjukkan tempat &lt;a title="Harta dan Rahmat Ilahi" href="http://mimbarjumat.com/archives/134" target="_blank"&gt;harta&lt;/a&gt; bendanya disembunyikan. Para pemburu Quraisy langsung bertolak kembali ke Mekah dan menguras harta simpanan Shuhaib. Mereka membiarkan Shuhaib berhijrah ke Medinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shuhaib bin Sinan melanjutkan perjalanannya ke Yastrib. Setelah melalui padang pasir yang luas dan gersang, akhirnya Allah SWT memperkenankan dirinya bertemu dengan kekasih tercinta, Rasulullah saw, di Quba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengucapkan salam kepada Rasulullah saw dan para sahabat yang mengelilingi beliau. Melihat Shuhaib bin Sinan datang, Rasulullah saw. menyambutnya dengan ceria. Beliau bersabda kepadanya, "Beruntunglah perniagaanmu, hai Abu Yahya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shuhaib bersyukur dengan doa Rasulullah saw tersebut meskipun ia heran dikatakan beruntung karena hasil jerih payah perdagangannya sudah habis diberikan kepada musyrikin Quraisy. Yang tinggal pada dirinya hanya &lt;a title="iman" href="http://mimbarjumat.com/archives/910" target="_blank"&gt;iman &lt;/a&gt;dan kecintaannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan Shuhaib mendapat pujian dari Allah SWT sehingga turunlah ayat sebagai berikut, "&lt;em&gt;Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya&lt;/em&gt;." (&lt;a href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/2"&gt;QS Al-Baqarah [2]&lt;/a&gt;: 207)&lt;br /&gt;&lt;div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 684px; width: 1px; height: 1px;"&gt;membunuh&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2531552337792773515?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2531552337792773515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/dipercaya-karena-jujur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2531552337792773515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2531552337792773515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/dipercaya-karena-jujur.html' title='Dipercaya karena Jujur'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-6887484326823098770</id><published>2010-04-06T00:49:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T00:49:07.763-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam menetapi keimanan'/><title type='text'>Preman Masuk Islam</title><content type='html'>Luqman Hakim meriwayatkan bahwa suatu ketika seorang preman yang suka &lt;a title="mencuri harta rampasan" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/mencuri-harta-rampasan.html" target="_blank"&gt;mencuri&lt;/a&gt;, berjudi, dan meminum minuman keras datang menemui Rasulullah saw. Ia bermaksud untuk bertobat sehingga Rasulullah mengajaknya pada Al-Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ia mengucapkan dua kalimat syahadat, ia mengadu kepada Rasulullah saw, "Wahai Rasulullah, saya adalah orang yang banyak melakukan dosa. Bagaimanakah caranya agar aku bisa meninggalkan kebiasaan burukku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, "Berjanjilah untuk tidak &lt;a title="berbohong karena terpaksa" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/berbohong-karena-terpaksa.html" target="_blank"&gt;berbohong&lt;/a&gt;!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat yang mudah, pikir preman tersebut, ia pun menyanggupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang, setiap kali ia hendak berbuat jahat selalu teringat pesan Rasulullah untuk tidak berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa jawabanku jika Rasulullah bertanya tentang apa yang aku lakukan hari ini? Sanggupkah aku berbohong kepadanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain, godaan untuk berbuat jahat muncul kembali. Ia kembali teringat pesan Rasulullah. Ia bergumam, "Kalau aku berbohong kepada Rasulullah, berarti aku mengkhianati janjiku kepadanya. Jika aku berkata benar bahwa aku telah melakukan kejahatan, aku harus menerima hukuman sesuai dengan aturan Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ia pun mengurungkan niat jahatnya. Demikianlah setiap ada keinginan untuk mabuk, mencuri, dan berjudi, ia selalu teringat pesan Rasulullah tersebut hingga ia selalu mengurungkan niatnya untuk berbuat &lt;a title="aroma dosa" href="http://mimbarjumat.com/archives/658" target="_blank"&gt;dosa&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;"Ya Allah, ternyata dalam pesan Rasulullah itu terkandung hikmah yang sangat berharga," pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun berhasil meninggalkan kebiasaan buruknya dan menjadi mukmin saleh dan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda, "&lt;em&gt;Wahai anakku, jika kau mampu menyambut pagi dan soremu dengan hati yang bersih dari niat curang kepada orang lain maka lakukanlah&lt;/em&gt;!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw melanjutkan ucapannya, "&lt;em&gt;Hal tersebut merupakan sunnahku. Barangsiapa yang menghidupkannya maka itulah bukti kecintaannya kepadaku dan barangsiapa mencintaiku maka ia akan bersamaku di surga&lt;/em&gt;." (HR Turmudzi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-6887484326823098770?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/6887484326823098770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/preman-masuk-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6887484326823098770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6887484326823098770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/preman-masuk-islam.html' title='Preman Masuk Islam'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2357818908797639431</id><published>2010-04-04T18:36:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T18:36:18.053-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam menetapi keimanan'/><title type='text'>Keistimewaan Ja'far Ath-Thayyar</title><content type='html'>Nama lengkapnya adalah Ja'far bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim. Ia memiliki gelar Abu Al-Masakin yang artinya bapak orang-orang &lt;a title="kaya untuk miskin" href="http://mimbarjumat.com/archives/1119" target="_blank"&gt;miskin&lt;/a&gt; karena ia senang berdialog dengan mereka. Juga gelar Dzu Al-Janahain yang berarti pemilik dua sayap serta Ja'far Ath-Thayyar yang artinya orang yang dapat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ikut hijrah ke Habsyi dan kemampuan berdiplomasinya ia gunakan untuk menangkal hasutan kaum musyrikin kepada Raja Habsyi yang bernama Negus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, Rasulullah saw diberi tahu oleh Malaikat Jibril bahwa kelak ketika Ja'far berperang dan syahid, Allah telah menyediakan baginya dua sayap hijau yang terbungkus dengan intan dan yaqut untuknya di surga. Dia terbang dengan kedua sayapnya bersama malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bahagia mengetahuinya. Beliau pun bertanya kepada Ja'far, "Wahai Ja'far, putra Abu Thalib.  Amalan apa yang kaulakukan sehingga Allah memuliakanmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ja'far menjawab, "Wahai Rasulullah. Aku tidak tahu pasti amalan apa yang telah aku kerjakan. Hanya saja ketika aku kafir dan setelah masuk Islam sampai saat ini, aku senantiasa menghindari diri dari berkata bohong, berzina, dan mabuk-mabukkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bertanya kembali, "Memang ketiga perkara itu diharamkan oleh Islam. Lalu, bagaimana engkau menahan diri dari ketiga sifat itu ketika kafir? Bukankah tidak ada larangan untuk itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ja'far menjelaskan, "Aku berpendapat bahwa orang yang berbohong dalam ucapannya akan selalu dicurigai oleh orang lain. Dan apabila kebohongannya diketahui oleh orang, tentu akan malu sekali. Oleh karena itulah, aku tidak mau berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, untuk perbuatan zina, aku tidak ingin ada orang lain yang berzina dengan istri atau anakku. Sungguh orang tersebut akan tercela dalam pandanganku. Karena itulah aku membenci perbuatan zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, aku menghindari mabuk-mabukkan karena aku ingin akalku terus berkembang dan melampaui pemikiran orang lain. Mabuk-mabukan akan menghilangkan akal sehingga ia akan mengeluarkan kata-kata tidak bermanfaat dan tertawa-tawa tanpa alasan. Karena itulah aku mencegah diriku dari minuman yang memabukkan,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Jibril datang dan berkata, "Ja'far berkata benar. Allah menjadikan dua sayap untuknya disebabkan karena menahan diri dari ketiga perkara tersebut sehingga pantas jika Ja'far dekat dengan Allah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, benarlah kisah itu ketika Ja'far syahid dalam Perang Muktah, Rasulullah saw memberitakan, "Aku masuk ke dalam &lt;a title="orang-orang yang dijamin masuk surga" href="http://mimbarjumat.com/archives/779" target="_blank"&gt;surga&lt;/a&gt; dan aku lihat Ja'far terbang bersama para malaikat, sedangkan kedua sayapnya penuh dengan lumuran darah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw mengatakan bahwa Allah SWT mengganti sayap tersebut dengan sayap yang baru sehingga ia dapat terbang dengan sayap itu ke surga. Karena itulah ia dijuluki Ja'far &lt;em&gt;Ath-Thayyar&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2357818908797639431?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2357818908797639431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/keistimewaan-jafar-ath-thayyar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2357818908797639431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2357818908797639431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/keistimewaan-jafar-ath-thayyar.html' title='Keistimewaan Ja&apos;far Ath-Thayyar'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-60032787994552062</id><published>2010-04-04T18:35:00.001-07:00</published><updated>2010-04-04T18:35:16.329-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam menetapi keimanan'/><title type='text'>Bukti Kejujuran</title><content type='html'>Lukman Al-Hakim adalah seorang sahabat berkulit hitam yang jujur. la adalah seorang penggembala yang selalu benar dalam berkata-kata, menunaikan &lt;a title="amanat jabatan" href="http://mimbarjumat.com/archives/954" target="_blank"&gt;amanat&lt;/a&gt;, dan meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Lukman disuruh tuannya untuk memanen hasil kebun bersama budak lainnya. Namun, para budak itu melakukan perbuatan yang sangat tidak terpuji. Mereka tergiur untuk memakan semua hasil panen buah-buahan segar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para budaknya kembali dengan tangan kosong, sang majikan berang dan menanyakan siapa yang telah menghabiskan hasil panennya itu. Para budak menuduh bahwa Lukmanlah pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar tuduhan itu, Lukman berkata, "Sesungguhnya orang munafik itu tidak amanah di sisi Allah. Saya bisa membuktikan siapa sesungguhnya yang memakan buah-buahan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ia pun mengambil air putih dan menyodorkan kepada para budak seraya berkata, "Mari kita minum air putih ini agar bisa memuntahkan makanan yang baru kita makan." Para budak tidak berani mengelak karena tuannya pun mendukung usul Lukman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua memuntahkan isi perutnya, terlihat bahwa Lukman hanya memuntahkan air bersih, sedangkan yang lainnya memuntahkan buah-buahan. Jadi, terbuktilah bahwa Lukman adalah orang jujur dan tidak bersalah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-60032787994552062?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/60032787994552062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/bukti-kejujuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/60032787994552062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/60032787994552062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/bukti-kejujuran.html' title='Bukti Kejujuran'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-1169734857159586035</id><published>2010-04-04T18:32:00.001-07:00</published><updated>2010-04-04T18:32:53.175-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam menetapi keimanan'/><title type='text'>Islamnya Keluarga Yasir</title><content type='html'>Ammar hendak pergi menemui Rasulullah saw. Kemudian ayahnya, yang bernama Yasir dan saat itu belum memeluk &lt;a title="islam" href="http://mimbarjumat.com/archives/1075" target="_blank"&gt;Islam&lt;/a&gt;, menanyakan tentang kepergian anaknya itu. Anaknya pun menjawab akan menemui Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diketahui bahwa anaknya akan menemui Rasulullah, ia berkata, "Muhammad adalah orang yang dapat dipercaya. Seluruh penduduk Mekah mengakuinya. Jika dia menyatakan kenabiannya, tentulah ia berkata benar sebab tidak ada seorang pun yang pernah mendengarnya berbohong."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari, akhirnya keluarga Yasir pun menjadi pengikut Islam. Begitu pedih cobaan yang mereka hadapi. Setiap hari kedua orang tua Ammar disiksa tanpa rasa peri kemanusiaan oleh kaum musyrikin Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua menjadi syuhada karena gugur dalam mempertahankan agamanya. Sang Ibu, Sumayyah, adalah wanita pertama yang mati syahid di jalan Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-1169734857159586035?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/1169734857159586035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/islamnya-keluarga-yasir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1169734857159586035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1169734857159586035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/islamnya-keluarga-yasir.html' title='Islamnya Keluarga Yasir'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-7756409872959835933</id><published>2010-04-04T18:30:00.001-07:00</published><updated>2010-04-04T18:30:53.386-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam menetapi keimanan'/><title type='text'>Islamnya Orang Yahudi</title><content type='html'>Abdullah bin Salam adalah seorang &lt;a title="karakter yahudi" href="http://mimbarjumat.com/archives/353" target="_blank"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; yang tinggal di Medinah. Dia pernah berkata, "Ketika Rasulullah saw memasuki kota Medinah Al-Munawwarah, aku mengamati wajahnya dengan sungguh-sungguh dan setelah itu aku langsung mengucapkan syahadat. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasullah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Yahudi bertanya kepadaku, "Apa yang mendorongmu menyatakan ke-lslam-anmu itu, wahai Bin Salam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab kepada mereka, "Demi Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia, sungguh wajah itu bukan wajah seorang pendusta."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-7756409872959835933?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/7756409872959835933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/islamnya-orang-yahudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7756409872959835933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7756409872959835933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/islamnya-orang-yahudi.html' title='Islamnya Orang Yahudi'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-9021875642861817317</id><published>2010-04-04T18:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T18:39:23.573-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam menetapi keimanan'/><title type='text'>Firasat Orang Shiddiq</title><content type='html'>Seorang pemuda &lt;a title="permusuhan islam dengan yahudi" href="http://mimbarjumat.com/archives/59" target="_blank"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; yang sangat tampan masuk ke dalam masjid dengan sikapnya yang sangat hormat. Pemuda itu berpakaian indah, memakai wangi-wangian yang harum, budi dan tutur katanya pun sopan. Semua orang yang berada di &lt;a title="optimalisasi peran masjid" href="http://mimbarjumat.com/archives/7" target="_blank"&gt;masjid&lt;/a&gt; mengira ia adalah orang Islam, padahal sebenarnya ia Yahudi yang belum memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Ibrahim Al-Khawwash yang sedang berada di dalam masjid berkata kepada sahabat-sahabatnya, "Pemuda itu adalah seorang Yahudi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat kurang setuju dengan perkataan Syekh Ibrahim. Mereka menganggap pemuda itu adalah jemaah masjid yang hendak &lt;a title="shalat jamaah" href="http://mimbarjumat.com/archives/94" target="_blank"&gt;shalat&lt;/a&gt;. Pemuda itu mengetahui bahwa mereka sedang membicarakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai shalat, pemuda itu menunggu Syekh Ibrahim hingga pulang keluar dari masjid. Ketika dilihatnya Syekh Ibrahim telah keluar dari pintu masjid, pemuda Yahudi itu pun mendekati para sahabat Syekh Ibrahim dan bertanya, "Apa kata Syekh Ibrahim tentang diriku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Mendengar pertanyaan itu, para sahabat Syekh Ibrahim enggan menjawabnya. Mereka diam seribu bahasa. Namun, pemuda itu mendesak mereka, "Tak perlu takut, aku hanya ingin tahu apa yang diucapkan Syekh Ibrahim tadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, salah satu dari jemaah angkat bicara, "Syekh mengatakan bahwa kau seorang Yahudi. Apakah benar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Syekh Ibrahim itu mengejutkan pemuda Yahudi. Ia bergegas menyusul Syekh Ibrahim yang sedang berjalan pulang ke rumahnya. Pemuda itu langsung mencium tangan Syekh Ibrahim dan menyatakan dirinya masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh yang keheranan bertanya, "Apa yang mendorongmu untuk segera memeluk Islam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu menceritakan isi kitab yang diyakininya, "Dalam kitabku dikatakan, firasat seseorang yang memiliki sifat shiddiq tidak pernah meleset. Saya menguji kaum muslim dengan menyamar sebagai jemaah masjid. Orang shiddiq pasti berada di antara kelompok muslim. Ternyata dugaanku memang benar. Syekh Ibrahim bisa mengenaliku dengan tepat. Berarti Anda adalah orang yang shiddiq dan karena itulah aku masuk Islam!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-9021875642861817317?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/9021875642861817317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/firasat-orang-shiddiq.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/9021875642861817317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/9021875642861817317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/firasat-orang-shiddiq.html' title='Firasat Orang Shiddiq'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-1707337323361603867</id><published>2010-04-04T18:21:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T18:21:29.264-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jujur dalam menetapi keimanan'/><title type='text'>Tidak Takut Dikatakan Bodoh</title><content type='html'>Imam Malik adalah sosok alim ulama yang rendah hati. Meskipun ia selalu belajar dan menimba &lt;a title="ilmu lalu amal" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/ilmu-lalu-amal.html" target="_blank"&gt;ilmu&lt;/a&gt; dari 900 orang guru, ia tidak pernah merasa dirinya paling pintar. Imam Malik berkata, "Sering kali aku tidak &lt;a title="tidur membuat awet muda lho" href="http://pelangiku.com/2009/06/tidur-membuat-awet-muda-lho/" target="_blank"&gt;tidur&lt;/a&gt; semalam suntuk untuk memikirkan jawaban atas permasalahan yang diajukan kepadaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari salah seorang muridnya datang dari suatu daerah yang jauh. Masyarakat tempat ia tinggal memiliki &lt;a title="masalah bertetangga dan cara mengatasinya" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/masalah-bertetangga-dan-cara.html" target="_blank"&gt;masalah&lt;/a&gt; penting yang belum terselesaikan. Sang murid bermaksud untuk menanyakan hal tersebut kepada gurunya, Imam Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Imam Malik tidak bisa memberikan jawaban kepadanya karena memang beliau tidak tahu jawaban atas permasalahan tersebut. Dengan sejujurnya, beliau berkata, "Aku tidak tahu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja sang &lt;a title="belajar dari murid" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/belajar-dari-murid.html" target="_blank"&gt;murid&lt;/a&gt; menjadi kecewa. Lalu, ia berkata, "Apakah aku harus mengatakan kepada orang-orang bahwa Imam Malik tidak tahu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya!" Jawab Imam Malik, "Katakanlah kepada kaummu bahwa aku tidak tahu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pernyataan Imam Malik ini mungkin bagi sebagian orang pintar merasa bisa menjatuhkan harga dirinya karena akan dianggap bodoh. Bahkan, untuk menghindari agar tidak disebut orang bodoh, ia akan berusaha untuk mengada-adakan jawaban tanpa memedulikannya, apakah bisa dipertanggungjawabkan atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tidak berlaku bagi Imam Malik. Jika memang tidak memiliki jawaban atas pertanyaan itu, beliau lebih memilih mengatakan sejujurnya bahwa tidak mengetahui jawaban daripada harus mengatakan bahwa ia tahu semua tanpa ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mewarisi sifat jujur Nabi saw ketika menetapkan suatu jawaban atas permasalahan. Jika Rasulullah saw menanti wahyu untuk mengetahui jawabannya, Imam Malik akan &lt;a title="belajar wordpress dapet duit" href="http://miacantik.com/2008/11/25/belajar-wordpress-dapet-duit-beneran/" target="_blank"&gt;belajar&lt;/a&gt; dan belajar lagi hingga menemukan ilmu yang benar untuk menjawab permasalahan di atas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-1707337323361603867?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/1707337323361603867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/tidak-takut-dikatakan-bodoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1707337323361603867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1707337323361603867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/tidak-takut-dikatakan-bodoh.html' title='Tidak Takut Dikatakan Bodoh'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2882754053872461394</id><published>2010-04-03T19:08:00.001-07:00</published><updated>2010-04-03T19:09:04.784-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buah kejujuran'/><title type='text'>Kisah Tsabit bin Ibrahim</title><content type='html'>Tersebutlah seorang lelaki saleh bernama Tsabit bin Ibrahim. Ketika itu ia sedang melakukan perjalanan di pinggiran kota Kufah. Matahari bersinar sangat terik. Cuaca panas membuat kerongkongan kering sehingga haus pun menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sengaja ia melihat sebuah &lt;a title="jus apel bayam" href="http://resepminumansegar.com/2010/01/jus-apel-bayam/" target="_blank"&gt;apel&lt;/a&gt; ranum berwarna merah menyala tergeletak di hadapannya. Tanpa pikir panjang, ia segera mengambil dan menikmati buah merah tersebut untuk menghalau dahaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum habis buah itu di tangannya, ia segera tersadar bahwa apel itu bukan miliknya, "Astasfirullah, aku memakan yang bukan hakku. Siapakah pemilik apel ini?" gumam Tsabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan gelisah menghantuinya. Dicarinya pohon apel yang tumbuh di sekitar. Ia sangat berharap agar si pemilik apel mau merelakan apel yang ada di tangannya itu untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Setelah menelusuri jalanan itu, akhirnya tidak jauh dari tempatnya sederet pohon apel dengan buahnya yang merekah kukuh berdiri di sebuah kebun yang luas. Tsabit melihat seorang lelaki di dalam kebun tersebut, "Mungkin dia pemilik apel ini," pikir Tsabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun menghampirinya dan mengucapkan salam, lalu bertanya, "Apakah engkau pemilik kebun ini? Saya telah memakan apel Anda, untuk itu saya mohon maaf. Sudilah kiranya engkau merelakan apel ini agar halal untuk kumakan," pinta Tsabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tersebut berkata, "Aku bukan pemilik apel itu. Saya hanyalah seorang penjaga kebun di sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah, jika demikian di manakah rumah majikanmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Butuh waktu sehari semalam tiba di sana. Perjalanannya pun tidak mudah. Mengapa tidak kaumakan saja apel itu? Toh, ia tidak akan memedulikan sebuah apel itu karena hasil kebunnya begitu melimpah ruah!" usul si penjaga kebun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejauh apa pun rumahnya, aku harus tiba di sana meskipun harus melalui berbagai rintangan. Sebagian apel ini sudah aku telan, artinya di dalam tubuh ini terdapat makanan yang tidak halal bagiku karena belum meminta izin pemiliknya. Bukankah Rasulullah saw. bersabda, '&lt;em&gt;Setiap daging yang tumbuh dari makanan haram maka api nerakalah yang layak baginya&lt;/em&gt;' " tukas Tsabit tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keteguhan hati Tsabit, si penjaga kebun akhirnya memberi tahu arah perjalanan menuju rumah majikannya. Tsabit berterima kasih atas kesediaan penjaga kebun memberi tahu alamat majikannya. Tanpa buang waktu, Tsabit segera beranjak menuju rumah pemilik apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan mendaki dan berbatu ia lalui, &lt;a title="bercermin pada sungai" href="http://mimbarjumat.com/archives/1050" target="_blank"&gt;sungai&lt;/a&gt; pun ia seberangi agar ia dapat bertemu dengan pemilik apel. Begitu risaunya ia akan peringatan dari Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menempuh perjalanan berliku, tibalah ia di depan rumah pemilik apel. Ia mengetuk pintu rumah sambil mengucapkan salam. Seorang lelaki tua membukakan pintu untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa'aiaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, ada apa anak muda?" tanyanya. Rupanya dialah pemilik kebun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Tuan, kedatangan saya ke sini untuk meminta keikhlasanmu atas buah apel yang terlanjur aku makan. Semoga engkau memaafkanku," Tsabit menjelaskan apa yang merisaukannya kepada si pemilik kebun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kebun menyimak dengan saksama. Lalu ia berkata, "Aku tidak akan menghalalkannya kecuali dengan satu syarat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah itu, Tuan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu harus menikahi putriku dan aku akan menghalalkan apel itu untukmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Tsabit terkejut dengan syarat itu. Haruskah ia menebus kesalahannya dengan pernikahan? Belum habis keterkejutan Tsabit, lelaki tua pemilik apel itu melanjutkan, "Putriku bisu, tuli, buta, dan lumpuh. Bagaimana? Apakah kamu menyanggupinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit makin terkejut. Ia harus menikahi perempuan cacat yang akan mendampinginya seumur hidup. Namun, ia tidak memiliki pilihan lain. Jika jalan ini dapat membuka &lt;a title="menuju pintu ampunan Allah" href="http://mimbarjumat.com/archives/933" target="_blank"&gt;pintu ampunan Allah SWT&lt;/a&gt;, ia harus menjalaninya dengan ikhlas. Tsabit pun menyanggupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan pun diselenggarakan. Mempelai wanita menanti di dalam rumah saat akad nikah berlangsung. Selesai dilakukan akad nikah, Tsabit dipersilakan oleh sang mertua untuk menemui putrinya yang kini telah sah menjadi istri Tsabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengetuk kamar yang ditunjuk sambil mengucapkan salam. Ketika Tsabit hendak membuka pintu kamar, terdengar suara wanita menjawab salamnya. Ia urung masuk ke dalam kamar itu karena yang ia tahu istrinya bisu, tuli, dan buta, "Oh, maaf, aku salah kamar!" ujar Tsabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tidak salah. Aku istrimu yang sah!" kata wanita di dalam kamar itu, "silakan masuk, wahai suamiku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit benar-benar dibuat bingung dengan semua kejadian yang belakangan ini ia hadapi. Rasanya mustahil jika sang pemilik kebun berdusta tentang putrinya. Apa untungnya bagi dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Tsabit masih berdiri tertegun di depan kamar, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Yang membuka adalah seorang wanita cantik yang sehat wal afiat tanpa cacat seperti yang dikatakan mertuanya. Ia makin yakin bahwa ini bukanlah istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit bertanya kepada wanita yang berdiri di hadapannya itu, "Jika kau benar istriku, ayahmu berkata bahwa kau buta. Tetapi, mengapa kamu bisa melihat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayahku benar, mataku buta karena tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah," jawab putri pemilik kebun buah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, mengapa ayahmu mengatakan kamu tuli? Padahal, kau dapat mendengar salamku!" tanya Tsabit kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu juga benar, beliau tahu bahwa aku tidak pernah mau mendengar berita atau cerita yang tidak diridai Allah SWT," jelas sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau pun tidak bisu seperti yang dikatakan ayahmu? Apa artinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bisu karena tidak pernah mengatakan dusta dan segala sesuatu yang tercela. Aku banyak menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terakhir, apa maksud ayahmu mengatakan kau lumpuh?" tanya Tsabit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu karena aku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang dibenci Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bahagianya Tsabit bahwa yang ia nikahi adalah sosok wanita salehah yang sempurna fisiknya dan cantik bak purnama di kegelapan malam. Dari hasil pernikahan mereka lahirlah ulama yang menjadi imam terbesar bagi umat Islam, yaitu Imam Abu Hanifah An-Nu'man bin Tsabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Rasulullah saw pernah berpesan dalam sabdanya, "&lt;em&gt;Berjanjilah kepadaku enam hal dan aku akan menjanjikan engkau surga. Bicaralah jujur (benar), tepati janjimu, penuhi kepercayaanmu, jaga kesucianmu, jangan melihat yang haram, dan hindarilah apa yang dilarang&lt;/em&gt;." (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2882754053872461394?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2882754053872461394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-tsabit-bin-ibrahim.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2882754053872461394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2882754053872461394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-tsabit-bin-ibrahim.html' title='Kisah Tsabit bin Ibrahim'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-5977747726165944085</id><published>2010-04-03T19:07:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T19:07:47.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buah kejujuran'/><title type='text'>Hadiah Kejujuran</title><content type='html'>Tersebutlah seorang saleh bernama Al-Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdul Baihaqi. Ia terkenal akan kejujuran dan sifat amanahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu ia merasa sangat lapar. Padahal, ia tidak memiliki uang sepeser pun untuk membeli &lt;a title="makanan yang bikin kerut ogah mampir" href="http://pelangiku.com/2010/03/makanan-yang-bikin-kerut-ogah-mampir/" target="_blank"&gt;makanan&lt;/a&gt;. Ia pun tidak menemukan sesuatu yang halal untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia melihat sesuatu yang menarik pandangannya. Sebuah kantong yang terbuat dari sutra tergeletak begitu saja di tengah jalan. Ia pun memungutnya dan membawanya pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kantong itu ia buka, isinya adalah kalung permata yang sangat indah. Melihat isi kantong itu ia sangat terkejut karena baru pertama kali melihat perhiasan begitu indahnya. Namun, imannya menyuruh untuk mencari pemiliknya agar bisa dikembalikan kalung tersebut kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Al-Qadhi keluar dari rumahnya. Ia mendengar seseorang berteriak mencari kantongnya yang hilang. Ternyata orang itu adalah lelaki tua yang menawarkan sejumlah uang bagi yang menemukan kantongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, "Barangsiapa menemukan kantong sutra berisi permata milikku dan mau mengembalikannya kepadaku, aku akan menebusnya dengan lima ratus dinar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa senangnya Al-Qadhi jika lelaki tua itu benar-benar pemilik kantong berisi permata yang ia temukan. Segera ia panggil lelaki tua tersebut, "Hai Pak Tua, kemarilah, ceritakanlah kepadaku ciri-ciri kantongmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tua itu menggambarkan dengan sedetail-detailnya bentuk kantong permata tersebut. Benarlah bahwa kantong permata yang ia temukan adalah milik lelaki tua itu. Tanpa membuang waktu, ia pun langsung memulangkan kantong itu pada si empunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia tak terkira terpancar dari wajah lelaki tua itu. Ia pun memberikan sekantong uang yang ia janjikan kepada Al-Qadhi. Namun, Al-Qadhi menolak dengan berkata, "Barang itu memang milikmu dan kau berhak memilikinya tanpa perlu memberiku sesuatu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ambillah karena sudah janjiku untuk memberimu &lt;a title="hadiah" href="http://mimbarjumat.com/archives/695" target="_blank"&gt;hadiah&lt;/a&gt;!" bujuk lelaki tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi Al-Qadhi menolak meskipun didesak berkali-kali oleh lelaki tua tersebut. Akhirnya, lelaki tua itu mengucapkan terima kasih sambil berlalu meninggalkan Al-Qadhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berikutnya setelah kejadian itu, Al-Qadhi berlayar meninggalkan Mekah. Malang baginya karena perahu yang ditumpanginya hancur dihantam ombak besar. Tidak ada penumpang yang selamat kecuali dirinya. Ia berpegangan pada pecahan kayu perahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terdampar di sebuah pulau berpenduduk. Ketika dilihatnya sebuah &lt;a title="belajar dari masjid" href="http://mimbarjumat.com/archives/1037" target="_blank"&gt;masjid&lt;/a&gt;, ia segera menuju ke sana dan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Beberapa orang dari penduduk setempat mendengarnya. Mereka lalu memintanya untuk diajari membaca &lt;a title="Al-Qur'an online" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online" target="_blank"&gt;Al-Qur'an&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengetahui bahwa Al-Qadhi bisa menulis, mereka pun minta untuk diajari cara menulis. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, mereka berdatangan ke masjid untuk belajar. Ia pun mendapat uang yang lumayan banyak dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kesalehan Al-Qadhi, salah seorang dari mereka menawarinya untuk menikah dengan seorang gadis yatim. Ia berkata kepada Al-Qadhi, "Kami memiliki seorang putri yatim. Ia memiliki  harta yang cukup. Maukah kau menikahinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Al-Qadhi menolak tawaran tersebut. Namun, setelah didesak terus-menerus ia pun menerima tawaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gadis yatim yang dimaksud dibawa ke hadapannya, Al-Qadhi mengenali kalung permata yang melingkar di leher gadis itu. Kalung itu adalah kalung permata yang pernah ditemukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dari mereka yang mengetahui bahwa Al-Qadhi tertarik pada kalung tersebut bertanya, "Kau hanya memerhatikan kalung itu. Mengapa kau tidak mau memerhatikan gadis yang memakainya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qadhi menceritakan pengalamannya yang lalu saat menemukan permata yang hilang kepada mereka. Setelah mereka mendengarkan seluruh cerita darinya, mereka langsung meneriakkan tahlil dan takbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qadhi tidak mengerti mengapa mereka melakukan itu. Kemudian salah seorang dari mereka menjelaskan, "Tahukah engkau bahwa orang tua yang pernah kau jumpai di Mekah dahulu adalah ayah gadis ini. Dia pernah mengatakan bahwa tidak pernah ia menjumpai seorang muslim yang lebih baik dan jujur daripada orang yang telah mengembalikan kalung tersebut. Kemudian dia berdoa agar dapat dipertemukan kembali dengannya dan dapat menikahkan dengan putrinya. Sekarang doanya telah terkabul!" ujar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pernikahan antara keduanya pun berlangsung dengan khidmat. Mereka pun mengarungi bahtera hidup dengan bahagia bersama anak-anak mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-5977747726165944085?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/5977747726165944085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/hadiah-kejujuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5977747726165944085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5977747726165944085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/hadiah-kejujuran.html' title='Hadiah Kejujuran'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-8879132207723566813</id><published>2010-04-03T09:06:00.001-07:00</published><updated>2010-04-03T09:06:09.463-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buah kejujuran'/><title type='text'>Ulah Burung Beo</title><content type='html'>Tersebutlah seorang raja bernama &lt;a title="Dzulkarnain" href="http://mimbarjumat.com/archives/216" target="_blank"&gt;Iskandar Zulkarnain&lt;/a&gt;. Ia adalah raja yang gagah perkasa dan berwatak keras. Ia memiliki rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya dan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="keteguhan menjaga rahasia" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/keteguhan-menjaga-rahasia.html" target="_blank"&gt;Rahasia&lt;/a&gt; itu adalah ia memiliki tanduk di kepalanya seperti sapi, tetapi selalu tertutupi oleh mahkotanya. Karena itulah ia dijuluki Zulkarnain yang artinya memiliki dua tanduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Raja Zulkarnain dan para pengawalnya sedang berburu ke dalam hutan. Sang Raja memisahkan diri dari yang lainnya karena kepalanya terasa gatal sekali. Dia harus mencari tempat sepi agar rahasianya tidak diketahui orang lain ketika ia menggaruk kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah yakin tidak ada yang melihat, sang raja membuka mahkotanya. Digaruklah bagian kepalanya yang gatal dengan saksama. Begitu asyiknya, hingga ia tidak menyadari bahwa ada seorang tukang kayu yang sedang memerhatikannya. Tukang kayu tersebut terpekik kaget melihat tanduk di kepala sang raja. Pekikan kaget tukang kayu terdengar oleh raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya, kedua orang itu saling bertatapan dan memandangi satu sama lain. Raja terkesiap saat menyadari rahasianya telah diketahui orang lain. Dengan garang sang raja berteriak, "Hai! Apa yang kaulihat?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontan tukang kayu itu ketakutan. Bisa saja ia berkelit dan pura-pura tidak tahu-menahu tentang tanduk di kepala rajanya. Namun, ia sudah terbiasa berkata jujur di sepanjang hidupnya. Akhirnya, tukang kayu itu memilih untuk jujur meskipun ia takut dengan hukuman sang raja. la berkata, "Saya melihat tanduk di kepala Tuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khawatir cacatnya akan diketahui banyak orang, sang raja pun mengancam tukang kayu tersebut, "Aku sudah menjaga rahasia ini bertahun-tahun. Bahkan, para menteri dan pengawalku tidak ada yang tahu. Aku tidak ingin mereka atau rakyatku tahu tentang cacat ini. Nah, karena kau telah mengetahui cacatku, kau harus kubunuh agar apa yang kaulihat tadi lenyap bersama jasadmu di liang kubur!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang kayu itu memohon, "Ampun Tuanku, hamba tidak sengaja. Jika aku mati, siapa yang akan mengurus anak-anakku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, itu bukan urusanku! Memang sudah saatnya hidup kamu berakhir di tanganku sekarang!" gertak sang raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mohon, Tuanku. Anak-anak saya masih kecil. Ibu mereka telah &lt;a title="meminta maaf kepada orang yang sudah meninggal dunia" href="http://mimbarjumat.com/archives/897" target="_blank"&gt;meninggal dunia&lt;/a&gt;. Siapa yang akan merawat mereka jika aku mati?" ujar tukang kayu memelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati sang raja pun luluh. Ia melihat sisi kejujuran tukang kayu tersebut dan berharap jika ia dibiarkan hidup, ia akan sanggup menjaga rahasianya. Raja berkata kepadanya, "Baiklah, engkau kuberi kesempatan untuk hidup dengan syarat jangan kauceritakan rahasia ini kepada siapa pun. Jika rahasia ini sampai bocor, kau beserta keluargamu akan kuhabisi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah bahagianya tukang kayu itu karena terbebas dari ancaman maut sang raja. Ia pun pulang menuju rumahnya. Namun, bayangan tentang tanduk di kepala sang raja terus menghantuinya. Tentunya hal aneh itu ingin ia ceritakan kepada setiap orang karena ini betul-betul suatu berita besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ia teringat ancaman sang raja yang akan menghabisinya beserta keluarga jika membocorkan rahasia itu. la pun berusaha melupakannya. Akan tetapi, makin berusaha dilupakan, bayangan itu makin kuat dalam pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak kuasa untuk menahan rahasia itu seorang diri. Akhirnya, ia mendapat jalan keluarnya. "Mungkin jika aku menceritakan hal ini kepada sebatang pohon, akan mengurangi keinginanku untuk memberi tahu rahasia raja kepada orang lain," pikir si tukang kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun masuk ke dalam hutan yang paling dalam dan gelap. Dilihatnya sebatang pohon besar dan ia pun berbicara kepada pohon itu, "Hai pohon! Raja Iskandar memiliki tanduk di kepalanya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh lega perasaan si tukang kayu setelah menceritakan rahasia sang raja pada pohon itu. Ketika ia menoleh ke atas pohon, dilihatnya seekor burung sedang bertengger di salah satu ranting pohon. Namun, si tukang kayu mengacuhkannya. Ia pun kembali ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralih ke si burung. Ternyata yang bertengger di pohon itu adalah seekor burung Beo yang pandai menirukan suara manusia. Beo itu terbang ke mana pun ia suka hingga tiba di pasar yang terletak di dalam kota raja. Di sana ia mengulang-ulang apa yang ia dengar dari si tukang kayu, "Hai pohon! Raja Iskandar memiliki tanduk di kepalanya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh isi pasar menjadi geger mendengar berita tersebut. Ketika sang raja mengetahui bahwa rahasianya sudah menjadi rahasia umum alias terbongkar, murkalah ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja segera mengetahui bahwa biang keladi semua ini pastilah si tukang kayu di hutan tersebut. Tanpa buang waktu, sang raja menyuruh para pengawalnya untuk menangkap si tukang kayu itu. Tukang kayu itu digiring ke hadapan raja dengan tangan dan kaki terborgol rantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja geram kepadanya seraya berkata, "Hai Tukang Kayu! Engkau memang tidak tahu balas budi! Aku sudah memberimu kesempatan, tetapi kau malah membocorkan rahasiaku kepada rakyat. Maka sesuai perjanjian, kau beserta keluargamu harus mati!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketakutan, si tukang kayu membela diri, "Demi Allah, Tuanku. Saya tidak pernah berbicara kepada siapa pun!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja tidak percaya. Ia berkata, "Lantas dari mana mereka tahu tentang tanduk di kepalaku jika bukan kau yang telah membocorkan rahasiaku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang kayu pun tidak habis pikir, bagaimana rahasia itu bisa bocor kepada khalayak. Apakah ada seseorang yang mendengarnya berbicara dengan pohon itu? Aha! Ia teringat akan burung yang hinggap di pohon tersebut. Kemungkinan besar, ialah pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang kayu pun menceritakan dugaannya kepada sang raja, "Tuanku, terus terang saya memang tidak kuat menahan rahasia itu sendiri. Saat itu aku memutuskan untuk masuk ke dalam hutan dan menceritakan rahasia yang aku ketahui di hadapan sebuah pohon. Setelah aku mengungkap isi hatiku, aku melihat seekor burung hinggap di ranting pohon tersebut. Mungkinkah burung itu pelakunya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja adalah seorang yang adil dan bijaksana. Oleh karena itu, ia menyuruh menterinya untuk menyelidiki bagaimana kabar itu bisa tersebar. Setelah ditelusuri, seluruh rakyat mengatakan bahwa mereka mendengar berita itu dari seekor burung Beo yang terus mengoceh di pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah, sang raja menyaksikan sendiri burung Beo berceloteh, "Hai pohon. Raja Iskandar memiliki tanduk di kepalanya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan tukang kayu itu benar adanya. Terbuktilah bahwa ia adalah seorang yang jujur. Dibebaskanlah ia dari segala hukuman, bahkan raja memberinya &lt;a title="meminta jabatan" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/meminta-jabatan.html" target="_blank"&gt;jabatan&lt;/a&gt; di pemerintahan karena kejujurannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-8879132207723566813?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/8879132207723566813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/ulah-burung-beo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8879132207723566813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8879132207723566813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/ulah-burung-beo.html' title='Ulah Burung Beo'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-67649580625952443</id><published>2010-04-03T08:57:00.001-07:00</published><updated>2010-04-03T08:57:51.238-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buah kejujuran'/><title type='text'>Bebas dari Hukuman Berkat Orang Tua Jujur</title><content type='html'>Rib'i bin Hirasy adalah seorang tabiin yang dikenal tidak pernah &lt;a title="siapa yang berdusta?" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/siapa-yang-berdusta.html" target="_blank"&gt;berdusta&lt;/a&gt;. Suatu hari dua putranya tiba dari Khurasan berkumpul dengannya. Mereka berdua adalah pemberontak pada masa pemerintahan Gubernur Al-Hajjaj. Sedangkan, Al-Hajjaj adalah seorang pemimpin bertangan besi yang menghendaki anak-anak Rib'i itu ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mata-mata memberi kabar kepada Al-Hajjaj. Katanya, "Wahai pimpinanku, masyarakat seluruhnya menganggap Rib'i bin Hirasy tidak pernah berdusta selamanya. Sementara itu, saat ini kedua anaknya yang pemberontak dari Khurasan berkumpul dengannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah," kata Al-Hajjaj, "bawalah ayah mereka ke sini!" perintahnya.&lt;br /&gt;Rib'i mengetahui bahwa anaknya adalah buronan pemerintah karena pemberontakannya. Namun, ia tidak tahu alasan sang gubernur memanggilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam benak Al-Hajjaj sendiri menyangsikan akan kejujuran Rib'i, "Akankah seorang ayah berkata jujur saat mengetahui anaknya dalam bahaya? Seorang ayah tidak akan memberitahukan keberadaan anaknya demi keselamatan mereka," pikir Al-Hajjaj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sang gubernur pun bertanya kepada Rib'i, "Wahai orang tua, beritahukanlah keberadaan anakmu saat ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan santainya Rib'i menjawab, "Mereka berada di rumah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penyataan jujur tersebut, Al-Hajjaj berkata, "Tidak ada pidana. Kami memaafkan keduanya karena kejujuranmu. Demi Allah, sekarang aku yakin kau tidak akan menyembunyikan anakmu. Sekarang kedua anakmu terserah kepadamu. Keduanya bebas dari tuduhan pidana."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-67649580625952443?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/67649580625952443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/bebas-dari-hukuman-berkat-orang-tua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/67649580625952443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/67649580625952443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/bebas-dari-hukuman-berkat-orang-tua.html' title='Bebas dari Hukuman Berkat Orang Tua Jujur'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-280242270694247528</id><published>2010-04-03T08:46:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T08:49:35.584-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buah kejujuran'/><title type='text'>Mengalahkan Perampok dengan Kejujuran</title><content type='html'>Abdul Qadir Al-Jaelani yang memiliki nama lengkap Abu Muhammad Abdul Qadir bin Abi Shalih Al-Hasani Al-Husaini adalah seorang ulama besar yang sederhana dan rendah hati. Ia dikenal sebagai pendiri Tarekat Qadariyah. Namanya juga dikenal dalam lingkungan tasawuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah menggambarkan tentang dirinya. Kala itu ia hendak berangkat dari kota Mekah menuju Baghdad untuk &lt;a title="rendah hati dalam menuntut ilmu" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/rendah-hati-dalam-menuntut-ilmu.html" target="_blank"&gt;menuntut ilmu&lt;/a&gt;. Ibunya memberinya perbekalan uang sejumlah empat puluh dinar dan berpesan agar selama perjalanan tidak berkata bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan, ia dihadang oleh gerombolan perampok, tepatnya di daerah Hamadah. Mereka merampas &lt;a title="harta" href="http://mimbarjumat.com/archives/1104" target="_blank"&gt;harta&lt;/a&gt; dan perbekalan kafilah yang kebetulan lewat jalan itu juga. Salah seorang perampok yang beringas menghampiri Abdul Qadir dan menodongnya, "Apa yang kaubawa?!"&lt;br /&gt;Tanpa berbohong, sesuai amanah sang ibu, ia menjawab, "Empat puluh dinar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digeledahlah pakaian dan tas bawaan Abdul Qadir. Karena tidak menemukannya, perampok itu menghardiknya, "Di mana kau letakkan uang itu?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Abdul Qadir pun menjawabnya dengan jujur, "Di kantong sebelah sini," tunjuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga, perampok itu menemukan uang yang dibawa Abdul Qadir ditempat yang ia katakan. Jumlahnya pun tepat empat puluh dinar. Sebenarnya ada rasa heran dalam diri perampok tersebut, baru kali ini ia menemukan korban yang dengan senang hati memberikan hartanya kepada perampok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheranannya itu ia laporkan kepada pimpinannya. Setelah menerima informasi mengejutkan dari anak buahnya, pimpinan perampok itu bertanya kepada Abdul Qadir, "Apa yang mendorongmu untuk berkata jujur kepada kami?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Qadir menjawab, "Sebelum berangkat, ibu saya berpesan agar tidak berbohong dalam kondisi apa pun. Saya hanya melaksanakan pesannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan perampok terhenyak mendengar penjelasan dari korbannya. Lalu, ia berkata, "Engkau takut melanggar pesan ibumu, sedangkan kami tidak takut melanggar perintah Allah. Betapa zalimnya kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun menyesali perbuatannya dan bertobat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-280242270694247528?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/280242270694247528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/mengalahkan-perampok-dengan-kejujuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/280242270694247528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/280242270694247528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/mengalahkan-perampok-dengan-kejujuran.html' title='Mengalahkan Perampok dengan Kejujuran'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-1933167227022300494</id><published>2010-04-03T08:32:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T08:32:00.288-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buah kejujuran'/><title type='text'>Kisah Seguci Emas</title><content type='html'>Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari &lt;a title="kiat abu hurairah menghafal hadist" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kiat-abu-hurairah-ra-menghafal-hadis.html" target="_blank"&gt;Abu Hurairah r.a&lt;/a&gt; bahwa Rasulullah saw bersabda tentang suatu kisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang laki-laki membeli sebidang tanah kepada seseorang. Ternyata di dalam tanahnya terdapat seguci emas. Lalu, berkatalah orang yang membeli tanah itu kepada sang penjual tanah, "Ambillah emasmu, sebetulnya aku hanya membeli tanah darimu, bukan membeli emas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penjual tanah berkata kepadanya, "Saya menjual tanah kepadamu berikut isinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikarenakan tidak mencapai kata mufakat, akhirnya keduanya menemui seseorang untuk menjadi &lt;a title="menolak jabatan hakim" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/menolak-jabatan-hakim.html" target="_blank"&gt;hakim&lt;/a&gt;. Kemudian berkatalah orang yang diangkat sebagai hakim itu, "Apakah kamu berdua mempunyai anak?"&lt;br /&gt;Salah satu dari mereka berkata, "Saya punya seorang anak laki-laki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lain berkata, "Saya punya seorang anak perempuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata sang hakim, "Nikahkanlah mereka berdua dan berilah mereka belanja dari harta ini serta bersedekahlah kalian berdua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, "&lt;em&gt;Rahmat Allah atas orang-orong yang berbaik hati ketika ia menjual dan membeli serta ketika dia membuat keputusan&lt;/em&gt;." (HR &lt;a title="imam bukhari, kepandaian yang teruji" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/imam-bukhari-kepandaian-yang-teruji.html" target="_blank"&gt;Bukhari&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-1933167227022300494?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/1933167227022300494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-seguci-emas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1933167227022300494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1933167227022300494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-seguci-emas.html' title='Kisah Seguci Emas'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-8080000493421306355</id><published>2010-04-03T04:11:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T04:11:10.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buah kejujuran'/><title type='text'>Kejujuran Bilal bin Rabah r.a.</title><content type='html'>Suatu ketika dua orang hamba sahaya yang dimulia-kan Allah SWT hendak meminang seorang putri dari kalangan bangsa Quraisy yang terhormat. Mereka adalah Bilal bin Rabah r.a dan Shuhaib Ar-Rumi r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal bertindak sebagai juru bicara dan mengajukan pinangan kepada keluarga wanita tersebut agar bersedia mem'kah dengan sahabatnya, Shuhaib. Salah seorang dari keluarga tersebut bertanya, "Siapakah gerangan kalian berdua ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal menjawab, "Saya adalah Bilal dan ini saudara saya, Shuhaib. Kalian tentu telah mengetahui keberadaan kami. Dahulu kami adalah para budak yang kemudian dimerdekakan oleh Allah SWT. Kami juga dahulu adalah orang-orang tersesat, lalu diberi hidayah oleh Allah SWT. Kami dulunya fakir, lalu dijadikan kaya oleh-Nya. Kini kami menginginkan putri Anda untuk dijodohkan dengan saudaraku. Jika kalian menerimanya, segala puji bagi Allah SWT. Dan jika kalian menolak, Allah Dzat Yang Maha besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Shuhaib khawatir ketika Bilal mengungkap jati diri mereka yang dahulunya hanyalah hamba sahaya. Apalagi setelah itu Shuhaib melihat para anggota keluarga wanita tersebut saling memandang satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Mereka lalu berkata, "Bilal termasuk orang yang kita kenal kepeloporan, kepahlawanan, dan kedudukannya di sisi Rasulullah saw. Oleh karena itu, nikahkanlah saudaramu dengan putri kami!" Mereka menerima pinangan Shuhaib kepada putrinya. Betapa bahagianya Shuhaib mendengar keputusan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang, Shuhaib bertanya kepada Bilal, "Mengapa engkau katakan kepada mereka tentang asal usul kita?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal menjawab, "Diamlah! Aku telah menceritakan hal yang sejujurnya. Dan karena kejujuran itulah yang menjadikan engkau menikah dengannya!"&lt;br /&gt;&lt;em&gt; Sesungguhnya shiddiq (kejujuran) itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga .... &lt;/em&gt;(HR &lt;a title="kecerdasan imam bukhari" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kecerdasan-imam-bukhari.html" target="_blank"&gt;Bukhari&lt;/a&gt; dan Muslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-8080000493421306355?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/8080000493421306355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kejujuran-bilal-bin-rabah-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8080000493421306355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8080000493421306355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kejujuran-bilal-bin-rabah-ra.html' title='Kejujuran Bilal bin Rabah r.a.'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-6479788864520136671</id><published>2010-04-02T22:58:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T22:58:42.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adakah berbohong untuk kebaikan?'/><title type='text'>Kesaksian Iblis</title><content type='html'>Suatu ketika Iblis menerima perintah dari Allah SWT untuk menghadap Rasulullah saw dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan beliau. Kemudian Iblis mengubah wujudnya menjadi seorang lelaki tua yang bersih dan rapi sambil membawa tongkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw yang menerima kedatangannya bertanya, "Siapa kau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku Iblis," jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada urusan apa kau datang kemari?" tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah yang memerintahkan kepadaku untuk menemuimu agar dapat menjawab semua pertanyaan darimu," jelas Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. lalu bertanya, "Hai Iblis! Siapa sajakah musuhmu dari umatku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menjawab, "Ada empat belas macam orang. Yaitu, engkau sendiri (Muhammad saw), &lt;a title="pemimpin yang amanah" href="http://mimbarjumat.com/archives/880" target="_blank"&gt;pemimpin&lt;/a&gt; yang adil, orang kaya yang rendah hati, pedagang yang jujur, orang alim yang shalatnya khusyu', orang mukmin yang menasihati sahabatnya, orang mukmin yang menebarkan &lt;a title="keajaiban kasih sayang" href="http://mimbarjumat.com/archives/864" target="_blank"&gt;kasih sayang &lt;/a&gt;terhadap sesamanya, orang yang bertobat sampai akhir hayat, orang mukmin yang selalu dalam keadaan suci atau &lt;a title="rahasia wudhu" href="http://mimbarjumat.com/archives/54" target="_blank"&gt;berwudhu&lt;/a&gt;, orang yang berhati-hati dari hal-hal yang dilarang, orang mukmin yang berakhlak mulia, orang mukmin yang berguna bagi masyarakat, penghafal Al-Qur'an, dan orang-orang yang gemar bertahajud di saat orang lain tertidur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau kembali bertanya, "Hai Iblis! Siapa sajakah yang menjadi sahabatmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Ada sepuluh orang. Yaitu, hakim yang tidak adil, orang kaya yang sombong, pedagang yang tidak jujur atau &lt;a title="amanah vs khianat" href="http://mimbarjumat.com/archives/988" target="_blank"&gt;khianat&lt;/a&gt;, pemabuk, orang yang memutuskan silaturrahim, pemakan riba, pemakan harta anak yatim, orang yang melalaikan shalat, orang yang enggan berzakat, dan orang yang sering berkhayal (panjang angan-angan)." Urai Iblis, "mereka itulah sahabat dan saudaraku," tambahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-6479788864520136671?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/6479788864520136671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kesaksian-iblis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6479788864520136671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6479788864520136671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kesaksian-iblis.html' title='Kesaksian Iblis'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-5434142569482926509</id><published>2010-04-02T22:57:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T22:57:08.927-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adakah berbohong untuk kebaikan?'/><title type='text'>Siasat Abu Bakar Ash-Shiddiq</title><content type='html'>Diriwayatkan melalui hadis Bukhari bahwa ketika itu Rasulullah saw sedang membonceng &lt;a title="pidato abu bakar ash-shidiq r.a" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/pidato-khalifah-abu-bakar-ash-shiddiq.html" target="_blank"&gt;Abu Bakar r.a&lt;/a&gt; di atas unta kendaraannya. Di tengah perjalanan, mereka dicegat oleh seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu mengenal Abu Bakar r.a, tetapi tidak mengenal Rasulullah saw. Melihat Abu Bakar r.a sedang bersama seseorang, orang tersebut bertanya kepada Abu Bakar r.a, "Siapakah dia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi saat itu tidak memungkinkan untuk memberi tahu dengan jujur bahwa yang sedang bersamanya adalah Rasulullah saw. Jika musuh-musuh Allah tahu keberadaan beliau, mereka tidak segan-segan untuk menyakiti, bahkan membunuhnya. Demi keselamatan Rasulullah, Abu Bakar r.a menjawab, "Dia hanyalah seorang penunjuk jalanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, penunjuk jalan," ujar orang itu sambil berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu memahami arti penunjuk jalan adalah orang yang bertugas untuk menunjuki arah perjalanan hingga sampai ke tujuan, seperti guide. Padahal, yang dimaksud Abu Bakar r.a. adalah penunjuk jalan kebenaran bagi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw tidak menegur Abu Bakar dalam peristiwa ini karena perbuatan Abu Bakar itu untuk menyelamatkan beliau dari kejaran musuh-musuhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-5434142569482926509?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/5434142569482926509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/siasat-abu-bakar-ash-shiddiq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5434142569482926509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5434142569482926509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/siasat-abu-bakar-ash-shiddiq.html' title='Siasat Abu Bakar Ash-Shiddiq'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-9169393730979824832</id><published>2010-04-02T22:51:00.002-07:00</published><updated>2010-04-02T22:51:48.986-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adakah berbohong untuk kebaikan?'/><title type='text'>Menyelamatkan Seorang Mukmin dari Kejaran Musuh</title><content type='html'>Suatu ketika seorang muslim dikejar sekelompok &lt;a title="karakter yahudi" href="http://mimbarjumat.com/archives/353" target="_blank"&gt;orang Yahudi&lt;/a&gt; yang hendak membunuhnya. Ia berlari menuju Rasulullah yang sedang duduk dan berkata, "Wahai Rasulullah, lindungilah aku! Mereka ingin membunuhku, padahal aku tidak bersalah!" Kemudian orang tersebut bersembunyi untuk menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian sekelompok orang bersenjata berteriak-teriak dengan marah mendatangi Rasulullah karena kehilangan jejak incarannya, "Apakah kamu melihat seseorang lewat sini?" tanya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berdiri dari duduknya dan berkata, "Sejak saya berdiri di sini dari tadi, saya tidak melihat orang lewat sini." Sekelompok orang bersenjata itu pun membubarkan diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-9169393730979824832?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/9169393730979824832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/menyelamatkan-seorang-mukmin-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/9169393730979824832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/9169393730979824832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/menyelamatkan-seorang-mukmin-dari.html' title='Menyelamatkan Seorang Mukmin dari Kejaran Musuh'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-265357207561608245</id><published>2010-04-02T22:51:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T22:54:43.757-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adakah berbohong untuk kebaikan?'/><title type='text'>Pengintaian Pasukan Musuh</title><content type='html'>Ketika akan &lt;a title="taktik persiapan perang badar" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/taktik-persiapan-perang-badar.html" target="_blank"&gt;Perang Badar&lt;/a&gt;, Rasulullah saw dan Abu Bakar r.a keluar dari persembunyian untuk mengintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan, keduanya bertemu lelaki tua yang diperkirakan memiliki informasi tentang kondisi pasukan Quraisy. Kemudian Rasulullah saw menyapanya dan bertanya tentang kondisi pasukan Quraisy serta pasukan Islam agar lelaki tua tersebut tidak curiga kalau mereka adalah bagian dari pasukan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, lelaki tua itu tidak mau memberikan informasi kecuali dengan satu syarat. Ia berkata, "Saya tidak akan memberi tahu kalian sebelum kalian memberitahukan siapa dan dari mana kalian datang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw menawarkan kesepakatan, "Beri tahu kami terlebih dahulu maka akan kami beritahukan keadaan kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tua itu pun setuju. Ia beritahukan semua informasi tentang pasukan Ouraisy dan Islam kepada Rasulullah saw. Ia mengatakan bahwa pasukan Quraisy telah mengetahui kedatangan Muhammad dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ia juga mengabarkan posisi kedua kubu yang akan berperang sebagai berikut, "Apabila kalian ingin membuktikan, lihat saja kaum muslimin di tempat 'ini' (ia menyebutkan tempat pasukan muslim berkemah), sedangkan jika kalian ingin melihat keberadaan pasukan Ouraisy, datanglah ke tempat 'ini' (ia menyebutkan tempat kaum Ouraisy berkumpul saat itu)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian orang itu meminta janjinya dan bertanya, "Sekarang beri tahu kami, dari mana asal kalian berdua?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantang bagi Rasulullah saw untuk berbohong. Beliau pun berkata, "Kami berasal dari Ma'...," Rasulullah saw menjawab dengan ringan dan berlalu pergi meninggalkan orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tua itu bergumam, "Apakah mereka dari lraq?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma' dalam bahasa Arab berarti &lt;a title="berkaca dari air" href="http://mimbarjumat.com/archives/58" target="_blank"&gt;air&lt;/a&gt; atau nama sebuah tempat di Irak. Lelaki tua itu beranggapan bahwa Ma' yang dimaksud adalah sebuah daerah di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, maksud Rasulullah adalah air sebagai asal mula penciptaan makhluk berdasarkan firman Allah SWT, "&lt;em&gt;... dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air ....&lt;/em&gt;" (&lt;a title="QS. Al-Anbiya" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/21" target="_blank"&gt;QS Al-Anbiya' [21]&lt;/a&gt;: 30)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-265357207561608245?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/265357207561608245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengintaian-pasukan-musuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/265357207561608245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/265357207561608245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengintaian-pasukan-musuh.html' title='Pengintaian Pasukan Musuh'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-3504314348109306773</id><published>2010-04-02T22:50:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T22:55:07.674-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adakah berbohong untuk kebaikan?'/><title type='text'>Mengecoh Abu Lahab</title><content type='html'>Rasulullah saw dakwah pertama kali secara terang-terangan di Bukit Shafa, sedangkan Abu Lahab adalah orang yang pertama kali menentang kehadiran Islam dengan keras. Namun, sikapnya melunak sepeninggal Abu Thalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai putra pertama Abdul Muthalib, ia harus menjaga kehormatan Bani Hasyim dan Bani Muthalib untuk menjaga status sosialnya di masyarakat. Ia juga mengincar posisi pemimpin Bani Hasyim dan Bani Muthalib yang dulu dipegang oleh Abu Thalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya adalah mencuri simpati orang-orang berpengaruh di kedua kabilah tersebut dengan menjadi pelindung Muhammad, sebagaimana yang Abu Thalib lakukan dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Lahab mendatangi Muhammad dan berkata, "Hai Muhammad, Teruskanlah dakwahmu. Apa pun yang kau-lakukan semasa Abu Thalib masih hidup, bisa kaulakukan sekarang. Demi Latta, tidak ada seorang pun yang bisa menyakitimu selama aku masih hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Abu Lahab tidak pernah mengingkari janjinya itu. Ketika Ibnu Ghaythalah, seorang kafir Quraisy, mencaci maki Rasulullahsaw, Abu Lahab benar-benar menunjukkan kemarahannya. Ibnu Ghaythalah pun lari terbirit-birit karena ketakutan sambil berteriak, "Wahai orang-orang Ouraisy! Abu Lahab telah keluar dari agama kita!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal itu, kaum Quraisy sangat terkejut. Bukankah Abu Lahab orang yang mereka andalkan untuk memecah belah persatuan Bani Hasyim dan Bani Muthalib? Mengingat bahwa Abu Lahab memang mudah dijebak dan diperdaya, mereka khawatir Muhammad telah berhasil memperdayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran mereka segera dijawab Abu Lahab, "Aku tidak pernah meninggalkan agama Abdul Muthalib. Hanya saja aku ingin melindungi keponakanku agar ia bisa melakukan apa pun yang ia mau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban Abu Lahab, legalah perasaan mereka karena Abu Lahab masih setia dengan agama nenek moyangnya. Mereka menanggapi positif keputusan Abu Lahab, "Engkau telah berbuat baik dan menyambungkan tali silaturrahim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, kaum musyrikin Quraisy tidak pernah mendekati Muhammad agar tidak menyinggung perasaan Abu Lahab. Rasulullah saw bebas &lt;a title="konsisten dalam berdakwah" href="http://mimbarjumat.com/archives/50" target="_blank"&gt;berdakwah&lt;/a&gt; kapan pun dan di mana pun tanpa ada yang menghalangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum musyrikin Quraisy melihat gejala yang tidak baik jika Muhammad dibiarkan bebas menyiarkan Islam. Mereka berkumpul untuk mengatur siasat. Akhirnya, mereka menemukan cara jitu untuk menghasut Abu Lahab. Strategi ini dilakukan oleh Uqbah bin Mu'ith dan Abu Jahal bin Hisyam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata kepada Abu Lahab, "Muhammad mengatakan bahwa ada kehidupan lain di hari akhirat ketika semua orang menerima balasan dari apa yang telah mereka perbuat di dunia ini. Orang yang beriman akan mendapatkan &lt;a title="orang-orang yang dijamin masuk surga" href="http://mimbarjumat.com/archives/779" target="_blank"&gt;surga&lt;/a&gt; dan orang yang ingkar akan masuk &lt;a title="hakikat neraka" href="http://mimbarjumat.com/archives/734" target="_blank"&gt;neraka&lt;/a&gt; jahanam. Apakah ia memberitahumu di mana tempat Abdul Muthalib? Di surga atau neraka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu mengganggu pikiran Abu Lahab. Ia segera mendatangi Rasulullah saw untuk menanyakan perihal tersebut. Rasulullah menjawab, "Abdul Muthalib bersama kaumnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban itu menenangkan Abu Lahab. Ia pun menceritakan jawaban Muhammad kepada Abu Jahal dan Uqbah. Mereka tertawa mengejek Abu Lahab, "Benar, Abdul Muthalib memang bersama kaumnya, tetapi di neraka! Mengapa tidak kau tanyakan hal itu kepada Muhammad?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Lahab sangat marah mendengar hal itu. Ia segera mendatangi Muhammad sekali lagi dan bertanya, "Wahai Muhammad. Apakah Abdul Muthalib masuk neraka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Rasulullah saw tidak dapat mengelak dari pertanyaan itu. Beliau harus menjawab dengan jujur meskipun harus kehilangan perlindungan dari Abu Lahab. Beliau pun bersabda, "Ya, siapa pun yang mati dengan memeluk agama Abdul Muthalib akan masuk neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui jawaban itu, Abu Lahab kian murka. Ia &lt;a title="marah" href="http://mimbarjumat.com/archives/187" target="_blank"&gt;marah&lt;/a&gt; karena ayahnya termasuk ahli neraka dalam pandangan Islam. Dengan kasar ia berkata kepada Muhammad, "Demi Tuhan! Aku akan memusuhimu selama Abdul Muthalib dinyatakan masuk neraka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Quraisy bersorak gembira mengetahui Abu Lahab kembali menjadi penentang Rasulullah. Ejekan dan cercaan terhadap kaum muslimin makin gencar terhadap Rasulullah. Akhirnya, kaum muslimin Mekah bersama Rasulullah berangsur-angsur hijrah ke Thaif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-3504314348109306773?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/3504314348109306773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/mengecoh-abu-lahab.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3504314348109306773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3504314348109306773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/mengecoh-abu-lahab.html' title='Mengecoh Abu Lahab'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2977637558147486668</id><published>2010-04-02T22:46:00.001-07:00</published><updated>2010-04-02T22:46:51.360-07:00</updated><title type='text'>Janji Adalah Utang</title><content type='html'>&lt;em&gt;Barangsiapa yang berkata kepada seorang anak kecil, "Kemari! Aku akan memberimu sesuatu." Lalu, ia tidak memberikannya maka ia telah melakukan satu kebohongan!&lt;/em&gt; (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis riwayat Abu Daud, Abdullah bin Amir mengisahkan bahwa pernah suatu hari seorang ibu memanggil anaknya yang tengah bermain. "Kemari sayang, Ibu akan memberimu sesuatu!" kata sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian tersebut, Rasulullah saw. menghampiri ibu itu dan bertanya, "Apa yang akan kauberikan kepadanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu menjawab, "Sebuah kurma, wahai Rasulullah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw tersenyum mendengar jawaban sang ibu. Lalu, Rasulullah saw bersabda, "Seandainya kau tidak jadi memberinya sesuatu, akan tercatat sebagai dusta atasmu."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2977637558147486668?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2977637558147486668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/janji-adalah-utang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2977637558147486668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2977637558147486668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/janji-adalah-utang.html' title='Janji Adalah Utang'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-5191388765174920285</id><published>2010-04-02T22:45:00.001-07:00</published><updated>2010-04-02T22:45:59.499-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adakah berbohong untuk kebaikan?'/><title type='text'>Asma' Putri Abu Bakar Ash-Shiddiq</title><content type='html'>Asma' binti &lt;a title="pidato khalifah abu bakar ash-shidiq" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/pidato-khalifah-abu-bakar-ash-shiddiq.html" target="_blank"&gt;Abu Bakar Ash-Shiddiq&lt;/a&gt; adalah wanita muhajirah yang ikut andil ketika Rasulullah saw. dan ayahnya hijrah ke Yatsrib. Ia terkenal dengan julukan 'Wanita Pemilik Dua Ikat Pinggang' karena ketika mengantarkan perbekalan untuk Rasulullah saw dan ayahnya di Gua Tsur, ia membelah ikat pinggangnya menjadi dua. Satu untuk mengikat perbekalan, sedangkan yang lainnya untuk mengikat qirbah (tempat minum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keberangkatan ayahnya berhijrah, kakeknya, Abu Quhafah, datang kepadanya untuk menghibur karena ditinggal hijrah oleh Abu Bakar, "Hai Asma'. Demi Allah. Abu Bakar telah menyusahkanmu dengan harta dan jiwamu!" ujar Abu Quhafah yang tunanetra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, Kek, Ayah telah meninggalkan &lt;a title="harta" href="http://mimbarjumat.com/archives/1104" target="_blank"&gt;harta&lt;/a&gt; yang banyak buat kita," jawab Asma'. Lalu, ia mengambil kerikil dan memasukkanya ke dalam kantong, kemudian ia letakkan di lubang tempat ayahnya biasa menyimpan harta.&lt;br /&gt;Asma' meraih tangan kakeknya dan berkata, "Taruhlah tanganmu ke atas kantong ini, Kek."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memegang kantong tersebut, kakeknya berkata, "Tidak apa-apa jika Abu Bakar meninggalkan harta sebanyak ini. Itu sangat bagus. Dengan demikian, engkau dapat menggunakannya untuk keperluan hidupmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebenarnya Abu Bakar tidak meninggalkan harta untuk keluarganya. Asma' berbuat demikian untuk menenangkan kakeknya yang kebingungan memikirkan dirinya karena ditinggal hijrah oleh ayahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-5191388765174920285?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/5191388765174920285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/asma-putri-abu-bakar-ash-shiddiq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5191388765174920285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5191388765174920285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/asma-putri-abu-bakar-ash-shiddiq.html' title='Asma&apos; Putri Abu Bakar Ash-Shiddiq'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-3936547530624983542</id><published>2010-04-02T22:43:00.001-07:00</published><updated>2010-04-02T22:43:18.055-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adakah berbohong untuk kebaikan?'/><title type='text'>Pengangkatan Putra Mahkota</title><content type='html'>Yazid bin Muawiyah memohon kepada ayahnya agar ia diangkat menjadi khalifah berikutnya. Permohonan itu dikabulkan Muawiyah bin Abu Sufyan. Ia pun mengangkat putranya sebagai putra mahkota dan mendudukkan Yazid dalam sebuah Kubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang bergiliran mengucapkan selamat kepada Muawiyah dan memberi hormat kepada Yazid, sambil berkata, "Jika Tuan tidak melakukan hal ini, niscaya Tuan menyia-nyiakan urusan kaum muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kata sanjungan dan penghormatan mengalir untuk Yazid dan Muawiyah. Namun, ada seorang ulama yang hanya duduk diam, padahal ada di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama itu bernama Al-Ahnaf r.a. Kemudian Muawiyah mendekatinya dan bertanya, "Hai, Abu Bakr (nama keluarga Al-Ahnaf r.a) ! Mengapa kau tidak melakukan seperti yang orang-orang lakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Al-Ahnaf menjawab, "Kalau aku berbohong, aku takut kepada Allah. Kalau aku jujur, aku takut kepada engkau!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muawiyah r.a tersenyum mendengar jawaban itu dan berkata, "Terima kasih atas ketaatanmu, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-3936547530624983542?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/3936547530624983542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengangkatan-putra-mahkota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3936547530624983542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3936547530624983542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/pengangkatan-putra-mahkota.html' title='Pengangkatan Putra Mahkota'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-5621999648357169081</id><published>2010-04-02T22:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T22:40:38.333-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adakah berbohong untuk kebaikan?'/><title type='text'>Berbohong karena Terpaksa</title><content type='html'>Keluarga Yasir termasuk orang-orang yang pertama kali memeluk Islam sejak kedatangannya. Sang ayah, Yasir, berdomisili di Mekah dan bersekutu dengan Bani Makhzum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu Bani Makhzum menikahkannya dengan seorang budak wanita bernama Sumayyah. Dari perkawinan mereka lahirlah Ammar bin Yasir dan Abdullah bin Yasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteguhan hati mereka dalam mempertahankan Islam menyeretnya pada siksaan bertubi-tubi dari Bani Makhzum musyrikin Quraisy. Mereka disiksa tanpa rasa peri kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ammar bin Yasir yang mengajak seluruh keluarganya masuk Islam dipaksa untuk menyaksikan kekejian mereka terhadap kedua orang tuanya dan saudaranya, Abdullah. Mereka memaksanya untuk mengakui Latta dan Uzza jika ingin keluarga yang ia sayangi selamat dari siksaan kejam mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Ayo! Katakanlah, 'Wahai Latta dan Uzza'!" teriak salah seorang dari musyrikin Quraisy biadab itu. Namun, ayah, ibu, dan adiknya melarang Ammar untuk mengucapkannya sambil menahan perih tak terkira. Mereka pun mendapat siksaan yang bertubi-tubi dan lebih kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Ammar tidak tahan melihat orang-orang yang dicintainya disiksa sedemikian rupa. Tidak ada siksaan yang lebih menyakitkan selain melihat penyiksaan yang harus dialami oleh keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="pribadi rasulullah" href="http://mimbarjumat.com/archives/126" target="_blank"&gt;Rasulullah saw&lt;/a&gt; yang lewat di tempat kejadian dan menyaksikan penyiksaan itu tidak bisa berbuat apa-apa, selain berkata, "Bersabarlah! Sesungguhnya tempat kalian adalah &lt;a title="orang-orang yang dijamin masuk surga" href="http://mimbarjumat.com/archives/779" target="_blank"&gt;surga&lt;/a&gt;!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Rasulullah membuat Sumayyah berteriak, "Wahai Rasulullah! Saya telah mencium wangi surga!" Seketika itu juga Abu Jahal menusukkan tombaknya ke tubuh mulia Sumayyah. Ia adalah wanita muslimah yang pertama kali mati syahid karena mempertahankan agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ammar makin tak kuasa menahan perih batin dan fisiknya. Setelah ibunya gugur di tangan Abu Jahal, ia harus menyaksikan ayahnya dan saudaranya dihujani anak panah hingga syahid. Satu per satu keluarganya gugur di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya, ayahnya, dan saudaranya. Ammar menangis sejadi-jadinya. Di tengah kekalutan pikiran dan kegalauan jiwanya, ia pun mendapat berbagai siksaan tak terperi. Sementara itu, kaum musyrikin Quraisy berteriak-teriak di telinganya, "Cepat! Katakanlah, 'Wahai Latta dan Uzza!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahan dengan penderitaan itu, Ammar menyerah sehingga berkata, "Wahai Latta dan Uzza!!!" Penyiksaan berhenti. Para penyiksa musyrikin Quraisy merasa puas karena usaha mereka tidak sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagus!" kata mereka dengan gelak tawa yang menyakitkan hati sambil berlalu meninggalkan Ammar yang perih menahan sakit akibat penyiksaan yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa itu, Ammar mengalami penyesalan yang sangat mendalam. Seluruh keluarganya syahid karena mempertahankan keyakinannya, tetapi mengapa ia menjadi lemah? Akankah Allah murka kepadanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun mengadukan kekhilafannya kepada Rasulullah saw. Beliau bertanya kepadanya, "Bagaimana dengan hatimu?" Ammar menjawab, "Hatiku tetap beriman!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pun berkata, "Apabila mereka memaksamu kembali untuk menyebutkan nama-nama tuhan mereka, lakukanlah!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-5621999648357169081?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/5621999648357169081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/berbohong-karena-terpaksa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5621999648357169081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5621999648357169081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/berbohong-karena-terpaksa.html' title='Berbohong karena Terpaksa'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2468180948992475367</id><published>2010-04-02T22:39:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T22:39:08.672-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adakah berbohong untuk kebaikan?'/><title type='text'>Kisah Nabi Ibrahim s.a dan Siti Sarah</title><content type='html'>&lt;a title="kiat abu hurairah menghafal hadist" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kiat-abu-hurairah-ra-menghafal-hadis.html" target="_blank"&gt;Abu Hurairah r.a&lt;/a&gt; meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "&lt;em&gt;Ibrahim a.s tidak pernah berbohong kecuali tiga kali. Pertama, perkataannya ketika diajak untuk beribadah kepada berhala tuhan mereka dan Ibrahim a.s menjawab, 'Sesungguhnya aku sakit'. Kedua, perkataannya, 'Sebenarnya patung besar itutah yang melakukannya'. Ketiga, perkataannya tentang Sarah, 'Sesungguhnya dia saudariku'&lt;/em&gt;." (HR &lt;a title="kecerdasan imam bukhari" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kecerdasan-imam-bukhari.html" target="_blank"&gt;Bukhari&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah kisah pertemuan antara Nabi Ibrahim a.s dan Sarah yang melatarbelakangi Rasulullah mengucapkan sabdanya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Luth a.s pergi ke wilayah Syam. Mereka bertemu dengan paman Nabi Ibrahim. la memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Sarah. Ibrahim a.s pun berkata, "Belum ada &lt;a title="nutrisi yang bikin kamu cantik" href="http://pelangiku.com/2009/02/nutrisi-yang-bikin-kamu-cantik/" target="_blank"&gt;wanita cantik&lt;/a&gt; yang memiliki kecantikan seperti Hawa hingga saat ini selain Sarah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Ibrahim a.s tersebut bukan saja melihat kecantikan Sarah secara lahiriah, melainkan juga kesalehan yang tampak pada diri Sarah. Akhirnya, Ibrahim a.s pun menikahinya dan mereka menjalani &lt;a title="kehidupan rumah tangga di masa menopause" href="http://mimbarjumat.com/archives/720" target="_blank"&gt;kehidupan rumah tangga&lt;/a&gt; dengan harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ujian pada pernikahan mereka berawal ketika Ibrahim a.s dan Sarah r.a hijrah ke Mesir. Saat itu Mesir dipimpin oleh seorang raja kafir yang suka berfoya-foya dan zalim. Raja itu bernama 'Amr bin Amru' Al-Qais bin Mailun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap mendengar ada wanita cantik, ia selalu ingin memilikinya. Jika wanita itu telah memiliki suami, ia akan memaksa suaminya untuk menceraikan istrinya. Jika wanita itu adalah saudara dari seseorang yang dikenalnya, akan ia tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Ibrahim a.s dan istrinya yang sangat cantik diketahui oleh pengawal kerajaan. Pengawal itu langsung memberitahukan perihal tersebut kepada rajanya. Ia berkata, "Ibrahim datang bersama seorang wanita yang sangat cantik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasrat sang raja tiba-tiba menggebu dan menyuruh pengawalnya untuk memanggil mereka berdua. Ibrahim pun datang menemui raja yang &lt;a title="membantu si zalim" href="http://mimbarjumat.com/archives/997" target="_blank"&gt;zalim&lt;/a&gt; itu. Di hadapan Ibrahim a.s, raja zalim itu bertanya, "Siapakah wanita yang bersamamu itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim a.s menjawab, "Saudariku." Sambil berbisik kepada istrinya, "Jangan kaukatakan bahwa kau adalah istriku agar kau selamat. Katakanlah kau adalah saudariku. Demi Allah di bumi ini hanya kita berdua yang mukmin!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Sarah melihat raja hendak mendekatinya, ia berdoa, "Ya Allah. Sesungguhnya aku beriman kepada-Mu dan rasul-Mu serta aku selalu memelihara kehormatanku. Janganlah Engkau biarkan orang itu merusak kesucianku!" pintanya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba raja itu merasa tercekik dan menghentak-hentakkan kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarah terkejut dan kembali berdoa, "Ya Allah. Andaikan raja ini mati, tentu orang-orang akan menuduh bahwa aku yang membunuhnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdoa, raja itu kembali sehat seperti biasa. Namun, raja itu tetap berjalan mendekatinya. Sarah kembali berdoa, "Ya Allah. Sesungguhnya aku beriman kepada-Mu dan rasul-Mu serta aku selalu memelihara kehormatanku. Janganlah Engkau biarkan orang itu merusak kesucianku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tadi terulang lagi. Raja merasa tercekik dan menghentak-hentakkan kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarah berdoa lagi, "Ya Allah. Andaikan raja ini mati, tentu orang-orang akan menuduh bahwa aku yang membunuhnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja itu kembali sembuh, tetapi kali ini ia merasa ketakutan. Kemudian ia berkata kepada pengawalnya, "Demi Tuhan, pasti setan yang kaukirim kepadaku. Kembalikanlah ia kepada Ibrahim dan beri dia seorang hamba sahaya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba sahaya itu adalah Siti Hajar, seorang budak hitam, tetapi kecantikannya tampak terpancar di wajahnya. Ia cerdas, beraklak mulia, dan bermental kuat. Kelak ia akan dinikahi oleh Ibrahim a.s dan melahirkan seorang nabi mulia bernama Ismail a.s.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2468180948992475367?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2468180948992475367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-nabi-ibrahim-sa-dan-siti-sarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2468180948992475367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2468180948992475367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/04/kisah-nabi-ibrahim-sa-dan-siti-sarah.html' title='Kisah Nabi Ibrahim s.a dan Siti Sarah'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-4313086934143968525</id><published>2010-03-20T01:22:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T01:22:28.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat dalam menunaikan amanah'/><title type='text'>Pengorbanan Seorang Nabiyullah</title><content type='html'>&lt;a title="kecerdasan nabi Ibrahim as" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kecerdasan-nabi-ibrahim-as.html" target="_blank"&gt;Nabi Ibrahim a.s&lt;/a&gt; adalah seorang utusan Allah SWT yang taat dan hanif. Berkali-kali ia diuji oleh Allah SWT dengan cobaan yang tiada seorang pun sanggup melaluinya. Namun, ia membuktikan bahwa kecintaannya kepada Allah SWT di atas segalanya hingga dia berhasil menjalani &lt;a title="Diantara Ujian Manusia pada Harta dan Jabatan" href="http://mimbarjumat.com/archives/32" target="_blank"&gt;ujian&lt;/a&gt; demi ujian dengan gemilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian berat pertama yang harus dilalui Ibrahim a.s adalah ketika &lt;a title="tips mengasuh dan mendidik anak" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/tips-mengasuh-dan-mendidik-anak.html" target="_blank"&gt;anak&lt;/a&gt; yang sudah lama ia dambakan harus berpisah dengannya. Bayi mungil itu bernama Ismail. Ia lahir dari istri Ibrahim a.s yang bernama Siti Hajar r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama Ibrahim a.s menikmati status barunya sebagai ayah, ia menerima perintah dari Allah SWT untuk membawa putranya yang masih merah bersama Siti Hajar ke sebuah tempat yang sama sekali belum diketahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, saat itu ia sedang merasakan masa-masa bahagia menimang Ismail mungil. Akan tetapi, tidak ada &lt;a title="Pilihan Makanan/Minuman Unt. Rahang &amp;quot;Sakit&amp;quot;" href="http://mediasehat.com/tanyajawab2960" target="_blank"&gt;pilihan&lt;/a&gt; lain bagi Ibrahim a.s selain menaati perintah-Nya. Diajaklah Siti Hajar r.a dan Ismail dalam buaiannya menuju tempat yang diperintahkan. Sebuah awan besar mengiringi perjalalanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Awan besar itu berhenti di sebuah tempat yang gersang dan tandus. Hanya sebatang pohon besar yang menaungi mereka. Di sanalah Nabi Ibrahim harus meninggalkan istri dan anak tercintanya. Bayangkan bagaimana perasaan seorang ayah ketika harus meninggalkan keluarganya di tempat yang tak berpenghuni seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim a.s. meminta agar sang istri bersama Ismail mungil tetap di tempat itu dan tidak mengikuti kepergiannya. Ibrahim a.s. membekali mereka dengan segantang kurma dan sekantung wadah berisi air. Ketika Ibrahim a.s beranjak hendak meninggalkan mereka berdua, Hajar r.a menarik pakaian suaminya agar tidak pergi seraya berkata, "Suamiku, ke mana kau hendak pergi? Apakah kau hendak meninggalkan kami di tempat yang tidak ada sesuatu pun di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim a.s diam membisu dan melepas pegangan sang istri sambil berlalu. Ia terus melangkah meninggalkan sang istri dan putra yang sangat dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Hajar r.a kembali memanggil dan bertanya, "Ayahanda Ismail, apakah kau hendak meninggalkan kami di tempat yang tidak ada sesuatu pun di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan kedua sang istri tercinta tetap tidak menyurutkan langkah Ibrahim a.s. Padahal, maksud Hajar memanggil dengan perkataan 'Ayahanda Ismail' adalah untuk mengingatkan bahwa yang akan Ibrahim a.s tinggalkan adalah anak semata wayangnya, Ismail, yang masih merah dan lemah dan sangat dinantikan kelahirannya. Namun, sang ayah tetap tidak bergeming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga kalinya sang istri memanggil dengan agak keras, "Ibrahim! Apakah kau tega meninggalkan kami di tempat yang tidak ada sesuatu pun di sini?"&lt;br /&gt;Kesabaran Hajar r.a mungkin sudah sampai pada puncaknya ketika melihat sikap suaminya yang terus membisu dan tidak memedulikan mereka berdua hingga ia memanggil sang suami dengan menyebut namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia betul-betul mengharap suatu jawaban mengapa suami yang sangat pengasih terhadap keluarganya kini tega meninggalkan ia dan putranya yang tak berdaya di sebuah daerah tak berpenghuni. Namun, apa yang diharapkan tidak terjadi, jangankan Ibrahim a.s berhenti, menoleh pun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat sang suami tidak menggubris panggilannya, Siti Hajar r.a langsung memahami bahwa suaminya tidak akan mungkin berbuat demikian kecuali atas perintah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Hajar r.a kembali melunakkan suaranya dan memanggil, " Nabiyullah, apakah ini perintah Allah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan tersebut membuat Ibrahim a.s berhenti sejenak, kemudian mengangguk tanda mengiyakan dugaan istrinya. Mengetahui hal itu, Siti Hajar r.a langsung berseru, "Suamiku, jika ini perintah Allah maka pergilah! Kami tidak akan tersia-siakan selagi Allah bersama kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim a.s pun kembali melanjutkan perjalanannya dengan perasaan berkecamuk di dalam dadanya. Sebagai seseorang yang lembut dan pengasih, pasti tidak mudah meninggalkan dua manusia lemah yang masih membutuhkan perlindungan dan &lt;a title="keajaiban kasih sayang" href="http://mimbarjumat.com/archives/864" target="_blank"&gt;kasih sayangnya&lt;/a&gt; di sebuah padang yang gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bukan karena keimanan yang kuat kepada Allah SWT dalam melaksanakan &lt;a title="kehormatan menunaikan amanah" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kehormatan-menunaikan-amanah.html" target="_blank"&gt;amanah&lt;/a&gt; yang diturunkan kepadanya, ia tidak akan sanggup melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Ibrahim a.s. mengangkat kedua tangannya seraya berdoa kepada Allah SWT untuk keselamatan istri dan anaknya tercinta, sebagaimana yang dikisahkan dalam Al-Qur'an, "&lt;em&gt;Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka metoksanakan shalat maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur&lt;/em&gt;." (&lt;a title="QS. Ibrahim" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/14" target="_blank"&gt;QS. Ibrahim [14]&lt;/a&gt;: 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari berlalu dan perbekalan habis, begitu juga &lt;a title="ASI vs susu formula" href="http://mediasehat.com/konten4no49" target="_blank"&gt;air susu sang bunda&lt;/a&gt; telah mengering untuk sang bayi. la sendiri merasa kehausan di tengah padang tandus yang terik. Bayi Ismail berteriak menangis keras agar sang bunda mau melepas dahaganya. Namun, apa daya karena air susu telah kering dan sang bunda pun didera rasa haus yang sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Hajar melihat Bukit Shafa tinggi menjulang. Mungkin dari sana, barangkali ada mata air yang bisa diambil untuk melepas dahaga atau seseorang yang dapat dimintai pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Hajar r.a membaringkan Ismail yang terus menangis untuk mencari setetes air. Ia kuatkan hatinya dan berlari kecil menaiki Bukit Shafa. Di puncak Bukit Shafa, terik matahari makin garang menerpa wajah lelahnya. Ia lindungi matanya dengan tangan agar tidak silau dan lebih jelas melihat sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sejauh mata memandang, ia tidak melihat sumber air, kafilah, atau apa pun yang dapat membantunya. Yang ia lihat hanya sang jabang bayi yang terus menangis dari kejauhan. Ia segera menuruni Bukit Shafa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di lembah antara dua bukit tersebut, Hajar r.a tidak bisa memantau putranya. Kemudian ia segera naik ke atas Bukit Marwah yang bersebelahan dengan Bukit Shafa. Selanjutnya, ia kembali mengamati sekitarnya. Tidak ada apa-apa yang terlihat kecuali hanya bayi mungil dan semilir angin yang membawa debu kering menyapu padang tandus yang sepi dan gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khawatir dengan sang jabang bayi, Hajar r.a turun dari Bukit Marwah untuk menengok keadaan buah hatinya. Ismail masih menangis. Dengan terus berharap, sang bunda kembali naik ke Bukit Shafa. Sama seperti semula, tidak ada hal baru yang dapat menolongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kembali menuruni Bukit Shafa dan kembali naik ke Bukit Marwah. Dari atas sana, hanya kesunyian yang membentang di hadapannya. Namun, ia tetap yakin akan pertolongan Allah, lalu ia melakukan hal yang serupa, yaitu menaiki dan menuruni Bukit Shafa dan Marwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tujuh kali Hajar r.a berlari menaiki dan menuruni kedua bukit tersebut, ia kembali menengok Ismail yang makin melemah. Kemudian ia terduduk lelah di sisi sang buah hati. Sungguh tak tega mendengar suara tangisan bayinya yang makin lemas dan serak menahan haus. Saat itulah rahmat Allah SWT tercurah kepada mereka. Sebuah mata air menyembur deras tepat di tempat Ismail menghentakkan kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa syukur dan bahagia yang luar biasa membuncah ketika melihat percikan air di bawah kaki putra tercintanya. Kemudian ia segera menciduk air tersebut dengan tangannya dan meneteskan ke dalam mulut Ismail. la juga meraup air penuh berkah tersebut untuk diminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, sungguh kenikmatan yang luar biasa. Dahaga dan lelah musnah sudah ketika &lt;a title="si bening menyehatkan" href="http://pelangiku.com/2009/04/si-bening-menyehatkan/" target="_blank"&gt;air bening&lt;/a&gt; yang segar mengalir melalui kerongkongannya yang telah lama kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian dari Allah SWT berakhir indah. Sumber air tersebut menjadi tempat persinggahan kafilah-kafilah yang sedang melakukan perjalanan. Lama-kelamaan terbentuklah perkampungan di sekitar mata air tersebut. Sumber air itu terkenal dengan nama 'zamzam' hingga kini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-4313086934143968525?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/4313086934143968525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/pengorbanan-seorang-nabiyullah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4313086934143968525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4313086934143968525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/pengorbanan-seorang-nabiyullah.html' title='Pengorbanan Seorang Nabiyullah'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-1970738634374483863</id><published>2010-03-20T01:10:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T01:10:55.523-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat dalam menunaikan amanah'/><title type='text'>Ketaatan Anak Saleh</title><content type='html'>Ismail a.s tumbuh menjadi remaja yang &lt;a title="ketampanan seorang pemuda" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/ketampanan-seorang-pemuda.html" target="_blank"&gt;tampan&lt;/a&gt;. Di usianya yang masih belia, tampak &lt;a title="lembut hati" href="http://mimbarjumat.com/archives/1041" target="_blank"&gt;kelembutan hati&lt;/a&gt; dan kebijaksanaan terpancar dari wajahnya. Saat-saat bahagia ia rasakan ketika Allah SWT mempertemukan kembali dengan ayahnya yang telah terpisah selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sebenarnya hal itu bukan kehendak sang ayah untuk meninggalkan Ismail bayi dan sang istri di sebuah padang gersang dan tandus di masa lampau. Justru pada saat itu hati Ibrahim a.s sedang terpaut cinta yang dalam kepada putra semata wayangnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ayah dan anak dipersatukan kembali oleh Allah. Ismail a.s merasakan kembali curahan cinta dan kasih sayang seorang ayah. Akan tetapi, belum lama mereka melepas rindu dan &lt;a title="keajaiban kasih sayang" href="http://mimbarjumat.com/archives/864" target="_blank"&gt;kasih sayang&lt;/a&gt;, Allah SWT menurunkan perintah selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim a.s bermimpi menyembelih putra semata wayangnya yang begitu ia cintai. Tentu saja mimpi itu membuatnya bimbang karena ayah mana yang tega membunuh putra tercintanya. Benarkah mimpi itu datang dari Allah SWT atau hanyalah tipu daya setan terkutuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ketika Allah SWT meyakinkan bahwa mimpi itu benar dan itu adalah perintah yang harus dijalankan, tanpa bertanya lagi Ibrahim a.s langsung mematuhinya. Ibrahim a.s menyampaikan perintah Allah SWT ini kepada putranya, Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog antara mereka berdua ini diabadikan dalam Al-Qur'an, "&lt;em&gt;Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungsuhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.&lt;/em&gt;" (&lt;a title="QS. Ash-Shaffaat" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/37" target="_blank"&gt;QS Ash-Shaffat [37]&lt;/a&gt;: 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, kecintaan mereka kepada Allah SWT melahirkan ketaatan yang tulus dan murni. Ismail a.s tanpa ragu siap mempertaruhkan nyawanya jika memang itu yang dikehendaki Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya beranjak ke sebuah tempat untuk melaksanakan perintah Allah SWT itu. Ibrahim a.s menatap putranya untuk terakhir kali. Ismail merebahkan tubuhnya dengan wajah menghadap ke tanah. Dalam &lt;a title="posisi rahim tinggi = tidak punya anak?" href="http://mediasehat.com/tanyajawab210" target="_blank"&gt;posisi&lt;/a&gt; tersebut, sang ayah tidak akan melihat wajah anaknya yang kesakitan, sedangkan bagi Ismail, ia tidak akan melihat prosesi penyembelihan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala pisau akan ditebaskan di leher Ismail, Allah SWT memiliki rencana lain. Atas kehendak-Nya, Ismail diganti dengan seekor &lt;a title="menghindari adu domba" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/menghindari-adu-domba.html" target="_blank"&gt;domba&lt;/a&gt; yang besar. Kesabaran mereka sungguh sangat teruji. Mereka benar-benar bisa melaksanakan perintah Allah dengan penuh &lt;a title="kekuatan sabar" href="http://mimbarjumat.com/archives/1064" target="_blank"&gt;kesabaran&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Allah SWT mengabarkan &lt;a title="kisah wanita yang dizalimi" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kisah-wanita-yang-dizalimi.html" target="_blank"&gt;kisah&lt;/a&gt; mereka dalam Al-Qur'an, "&lt;em&gt;Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah). Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim! sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu." Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, "Selamat sejahtera bagj Ibrahim." Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik&lt;/em&gt;." (QS Ash-Shaffat [37]: 103-110)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-1970738634374483863?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/1970738634374483863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/ketaatan-anak-saleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1970738634374483863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1970738634374483863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/ketaatan-anak-saleh.html' title='Ketaatan Anak Saleh'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-496910867370505564</id><published>2010-03-19T11:49:00.001-07:00</published><updated>2010-03-19T11:49:51.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat dalam menunaikan amanah'/><title type='text'>Sebuah Penantian yang Panjang</title><content type='html'>Sebelum Muhammad diutus menjadi rasul, beliau mengadakan transaksi dengan seseorang yang bernama Abdullah bin Abi Khansa. Pada transaksi itu ternyata ada sisa barang yang harus Abdullah kembalikan kepada Muhammad. Akhirnya, mereka menyepakati untuk bertemu di sebuah tempat pada waktu yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang bagi Muhammad, ternyata Abdullah lupa akan janji tersebut. Ia baru ingat keesokan harinya dan ia merasa tidak perlu bertemu Muhammad saat itu karena pikirnya, Muhammad pasti sudah kembali pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berpikir akan langsung ke rumah Muhammad untuk mengantar barang sekaligus &lt;a title="meminta maaf" href="http://mimbarjumat.com/archives/1124" target="_blank"&gt;meminta maaf&lt;/a&gt; akan kekhilafannya. Ia pun berencana pergi keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari berlalu dari hari yang telah disepakati, Abdullah berangkat dari rumahnya menuju kediaman Muhammad. Untuk mencapai rumah Muhammad, ia melewati jalan yang dijadikan tempat pertemuan antara dia dan Muhammad dua hari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Alangkah kagetnya ketika ia melihat Muhammad berada di tempat itu. Muhammad tampak sedang menunggu seseorang. "Apakah ia masih menungguku? Ah, tidak mungkin. Janji itu sudah lewat dua hari yang lalu. Mungkin dia sedang menunggu &lt;a title="cara melibatkan orang lain" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/cara-melibatkan-orang-lain.html" target="_blank"&gt;orang lain&lt;/a&gt;," pikir Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun segera mendekati Muhammad untuk menyelesaikan urusannya. Muhammad menyambutnya dengan senyum lebar sambil berkata, "Wahai pemuda, kau telah menyusahkan aku. Ketahuilah, aku telah berada di sini selama tiga hari menunggumu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa terkejutnya Abdullah mendengar penjelasan Muhammad. Sama sekali ia tidak menyangka bahwa Muhammad akan menunggunya selama tiga hari demi menepati janji. Jika ia tahu, tentunya ia akan langsung ke tempat itu tanpa mengulur-ulur waktu lebih lama saat ia sadar akan kekhilafannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-496910867370505564?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/496910867370505564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/sebuah-penantian-yang-panjang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/496910867370505564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/496910867370505564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/sebuah-penantian-yang-panjang.html' title='Sebuah Penantian yang Panjang'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-4497272448069207811</id><published>2010-03-19T11:45:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T11:45:33.830-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat dalam menunaikan amanah'/><title type='text'>Penjaga Malam</title><content type='html'>Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. hendak bermalam di sebuah tempat sepulangnya dari peperangan. Beliau dan pasukannya mendirikan perkemahan di sana. Ammar bin Yasir r.a dari kaum Muhajirin dan Abbad bin Bashir r.a dari golongan Anshar menawarkan diri untuk &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/906" target="_blank" title="menjaga ketakwaan"&gt;menjaga&lt;/a&gt; kemah Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun berjaga di puncak bukit yang kemungkinan akan dilalui oleh musuh. Abbad r.a berkata kepada Ammar r.a, "Bagaimana kalau kita berjaga secara bergiliran? Sekarang aku yang berjaga dan kamu boleh &lt;a href="http://pelangiku.com/2009/06/tidur-membuat-awet-muda-lho/" target="_blank" title="tidur membuat awet muda lho"&gt;tidur&lt;/a&gt;. Berikutnya giliran kamu yang berjaga dan aku yang tidur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ammar r.a menyetujuinya, lalu merebahkan diri dan langsung terlelap dengan nyenyaknya. Sambil berjaga, Abbad r.a melaksanakan shalat. Tiba-tiba sebatang anak panah musuh menancap di tubuhnya. Disusul dengan dua anak panah berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun segera menyelesaikan shalatnya, lalu mencabut ketiga anak panah tersebut. Setelah itu, ia membangunkan sahabatnya yang tertidur, "Hai, Ammar! Bangunlah, ada musuh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Mereka berdua pun menembus kegelapan &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/13" target="_blank" title="rahasia malam"&gt;malam&lt;/a&gt; mencari musuh penembak anak panah tersebut. Namun, mereka kalah cepat. Musuh telah lebih dahulu kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi pun aman kembali. Ammar r.a terkejut ketika menyadari bahwa tubuh Abbad r.a sudah berlumuran darah. Ia pun bertanya kepada Abbad r.a, "Subhanallah, mengapa kamu tidak membangunkanku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbad r.a menjelaskan peristiwa yang menimpanya, "Ketika aku berjaga, aku melaksanakan shalat dan tengah membaca &lt;a href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/18" target="_blank" title="QS. Al-Kahfi"&gt;Surat Al-Kahfi&lt;/a&gt;. Aku tidak akan ruku' sebelum menyelesaikan bacaan surat itu. Namun, ketika aku merasa anak panah ketiga menembus tubuhku, aku khawatir dengan keselamatan Rasulullah saw. Lalu, aku segera menyelesaikan shalatku dan membangunkanmu. Jika tidak, sudah pasti aku akan menamatkan bacaan surat tersebut sebelum ruku' meskipun aku akan mati tertancap panah musuh."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-4497272448069207811?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/4497272448069207811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/penjaga-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4497272448069207811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4497272448069207811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/penjaga-malam.html' title='Penjaga Malam'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-4347807745278928424</id><published>2010-03-19T11:37:00.001-07:00</published><updated>2010-03-19T11:37:28.045-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat dalam menunaikan amanah'/><title type='text'>Kehormatan Menunaikan Amanah</title><content type='html'>Pada masa jahiliah hiduplah seorang penyair bernama Umru'ul Qais keturunan kerajaan Kindah yang memiliki julukan Penyair Emas. Syair-syairnya sangat tajam mengkritik pemerintahan baru Kerajaan Kindah yang zalim. Ia pun berencana pergi ke Romawi untuk meminta bantuan dan perlindungan dari kezaliman Raja Kindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat, ia menitipkan tameng, persenjataan, dan barang-barang berharga lain yang nilainya sangat besar kepada Samuel sesama penyair. Qais berpesan agar jika terjadi sesuatu padanya, barang-barang tersebut hanya boleh diserahkan kepada ahli warisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon dalam perjalanannya, Qais dibunuh oleh utusan Raja Kindah dengan cara diracun hingga nyawanya pun berakhir. Kemudian Raja Kindah menyuruh pengawalnya untuk mengambil barang-barang milik Qais dari tangan Samuel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Samuel tidak mengizinkannya karena sudah mendapat &lt;a title="amanah vs khianat" href="http://mimbarjumat.com/archives/988" target="_blank"&gt;amanah&lt;/a&gt; dari Qais. Segala upaya digencarkan para pengawal Raja Kindah agar barang-barang milik Qais diserahkan, mulai dari membujuk, menjanjikan imbalan, sampai mengancam. Namun, upaya tersebut tidak membuat Samuel melanggar &lt;a title="tepat dalam menunaikan janji" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/tepat-dalam-menunaikan-janji.html" target="_blank"&gt;janji&lt;/a&gt; dan mengkhianati amanah yang dipercayakan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Perilaku Samuel membuat Raja Kindah sangat geram. la pun menggunakan cara paling keras dengan mengirim tentara-tentaranya untuk menyerang Samuel dan putranya. Akan tetapi, Samuel tidak gentar. Untuk menghindari serangan tentara-tentara tersebut, Samuel berlindung di dalam benteng yang kukuh. Sementara itu, putranya melindungi ayahnya di depan benteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja &lt;a title="membantu si zalim" href="http://mimbarjumat.com/archives/997" target="_blank"&gt;zalim&lt;/a&gt; itu tidak kehabisan akal. Ditangkaplah putra Samuel yang melawan puluhan tentara seorang diri untuk dijadikan tawanan. Kemudian Raja memanggil Samuel untuk melihat putranya terakhir kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samuel segera menuju ke atas benteng dan menyaksikan anaknya diseret dalam keadaan terikat. Raja mengancam Samuel jika masih bersikukuh tidak mau memberi barang-barang yang ia minta, anaknya akan dibunuh di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mana yang rela melihat anaknya menderita, apalagi jika harus mati dengan cara mengenaskan seperti itu. Akan tetapi, Samuel dengan lantang berkata, "Aku tidak akan pernah mengkhianati janji dan melanggar sumpah. Apa pun yang akan kaulakukan, tidak akan mengubah pendirianku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian, putranya dibunuh di depan matanya sendiri. Bayangkan apa yang ia rasakan kini. Tiada lagi putra kesayangan yang menemani hidupnya. Semua ia lakukan demi mempertahankan amanah hingga ia harus mengorbankan putranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi penyerangan akhirnya gagal dan kali ini raja zalim itu benar-benar kehabisan akal. Mereka pun pulang meninggalkan benteng tanpa membawa hasil yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari anak-anak Umru'ul Qais selaku ahli waris mendatangi Samuel. la pun menyerahkan semua barang titipan Qais kepada mereka. Tidak ada dendam atau tuntutan dari Samuel atas pengorbanan yang telah ia lakukan demi menjaga warisan ayahnya. Semua ia lakukan dengan tulus. la pun menggubah syair tentang dirinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kupenuhi janji&lt;br /&gt;Meski getir kuhadapi&lt;br /&gt;Kezaliman raja nan dengki&lt;br /&gt;Meskipun orang mengkhianati&lt;br /&gt;Aku tetap menepati&lt;br /&gt;Sebab, kehormatan lebih aku hormati&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-4347807745278928424?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/4347807745278928424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kehormatan-menunaikan-amanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4347807745278928424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/4347807745278928424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kehormatan-menunaikan-amanah.html' title='Kehormatan Menunaikan Amanah'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-8912363810557323284</id><published>2010-03-19T11:33:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T11:33:01.389-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat dalam menunaikan amanah'/><title type='text'>Mewakafkan Kebun karena Lalai</title><content type='html'>Di dalam kebun yang rindang, Abu Thalhah r.a menundukkan dirinya dalam kekhusyu'an shalat kepada Allah SWT. Tanpa ia sadari, kekhusyu'annya terusik oleh seekor burung indah yang bermain di antara rerimbunan pepohonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya mengikuti gerakan burung tersebut yang melompat-lompat dari satu ranting ke ranting lainnya. Akhirnya, ia pun lupa akan jumlah rakaat shalat yang telah dijalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesalan luar biasa menyergap dirinya. Setelah menyelesaikan shalat, Abu Thalhah r.a bergegas menemui Rasulullah saw dan menyatakan penyesalannya, "Wahai Rasulullah, aku telah tertimpa &lt;a title="Musibah pelebur dosa" href="http://mimbarjumat.com/archives/901" target="_blank"&gt;musibah&lt;/a&gt; karena kebunku ini. Oleh karena itu, kebun ini kuserahkan kepada Allah. Atau, jika kau menghendaki, gunakanlah sesuai keinginanmu"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-8912363810557323284?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/8912363810557323284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/mewakafkan-kebun-karena-lalai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8912363810557323284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8912363810557323284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/mewakafkan-kebun-karena-lalai.html' title='Mewakafkan Kebun karena Lalai'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2622124667707508266</id><published>2010-03-19T11:31:00.002-07:00</published><updated>2010-03-19T11:33:44.041-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat dalam menunaikan amanah'/><title type='text'>Mendahulukan Allah SWT</title><content type='html'>&lt;a title="kecemerlangan ilmu ibnu abbas" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kecemerlangan-ilmu-ibnu-abbas-ra.html" target="_blank"&gt;Ibnu Abbas r.a&lt;/a&gt; menceritakan keadaan para sahabat yang disibukkan dengan pekerjaan dan perdagangannya. Tatkala azan berkumandang, mereka langsung meninggalkan pekerjaan dan perdagangannya, kemudian berduyun-duyun menuju masjid untuk &lt;a title="ahalat jamaah" href="http://mimbarjumat.com/archives/94" target="_blank"&gt;shalat berjamaah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula yang disaksikan oleh Abdullah bin Umar r.a ketika datang ke sebuah pasar. Ketika tiba waktu shalat berjemaah, para pedagang serentak menutup toko-toko mereka dan bersama-sama berjalan menuju masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar r.a berkata, "Mereka inilah yang diberitakan oleh Allah SWT dalam firman-Nya, '&lt;em&gt;Orang yang tidak dilalaikan oteh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut pada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat)&lt;/em&gt;.' " (&lt;a title="QS. An-Nur" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/24" target="_blank"&gt;QS. An-Nur [24]&lt;/a&gt;: 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw memberitakan mereka dalam sabdanya, yang dikutip dari kitab Durul Mantsur karangan Allamah Jalaluddin Suyuti dari Fadhail 'Amal, Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandhalawi r.a, "&lt;em&gt;Pada hari kiamat ketika Allah SWT mengumpulkan manusia pada suatu tempat, Aliah SWT akan mensajukan tiga pertanyaan. Pertanyaan pertama, "Siapakah yang memuji Allah pada waktu senang dan susah?" Maka sekumpulan manusia akan bangun, lalu masuk ke dalam surga tanpa hisab. Pertanyaan kedua, "Siapakah yang meninggalkan tempat tidurnya dan menghabiskan malamnya untuk mengingat Altah SWT dengan perasaan takut dan penuh harap?" Lalu, sekumpulan manusia akan berdiri dan masuk ke dalam surga tanpa hisab. Pertanyaan ketiga, "Siapakah yang perdagangannya tidak menghalanginya dari mengingat Allah?" Kemudian sekumpulan manusia pun akan bangun, lalu masuk surga tanpa hisab. Setelah ketiga kumpulan manusia itu masuk surga, barulah dimulai penghisaban atas manusia yang lainnya&lt;/em&gt;."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2622124667707508266?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2622124667707508266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/mendahulukan-allah-swt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2622124667707508266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2622124667707508266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/mendahulukan-allah-swt.html' title='Mendahulukan Allah SWT'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-3535585807007398875</id><published>2010-03-19T11:31:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T11:34:04.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat dalam menunaikan amanah'/><title type='text'>Majikan Zubair r.a.</title><content type='html'>Ketika Zubair r.a hendak bergabung dalam suatu peperangan, ia memanggil anaknya yang bernama Abdullah r.a. Ia berwasiat kepada putranya bahwa jika terjadi sesuatu padanya, hendaknya semua utangnya dilunasi oleh putranya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zubair r.a. berkata kepada Abdullah, putranya, "Wahai Anakku. Jika aku tidak kembali dari peperangan ini, selesaikanlah utang-utangku. Jika kau menemui kesulitan dalam melunasinya, mohonlah kepada majikanku agar melepasmu dari kesukaran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah majikan yang kaumaksud, Ayah?" tanya Abdullah r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah SWT," jawab sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal ayahnya yang telah menjadi syuhada, Abdullah bin Zubair r.a. memeriksa buku keuangan ayahnya. Di dalamnya terdapat utang sebanyak dua juta dirham yang harus dilunasi. Hari demi hari berlalu, akhirnya semua utang ayahnya lunas sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Abdullah r.a selalu mengingat pesan ayahandanya, yaitu ketika ia menemukan kesukaran, ia akan mengadu kepada Sang Majikan - Allah SWT - untuk memohon pertolongan. Dengan demikian, semua kesukaran yang menghadang akan lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Abdullah bin Zubair r.a sedang berdagang bersama saudaranya, Ibnu Ja'far r.a Ia berkata kepada saudaranya tersebut, "Aku mendapatkan dalam catatan ayahku bahwa kau berutang kepada ayahku satu juta dirham."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Ja'far r.a mengiyakan utang tersebut, seraya berkata, "Baiklah, engkau dapat mengambil uang tersebut kapan pun kausuka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika Abdullah r.a memeriksa kembali catatan ayahnya, ternyata ayahnyalah yang berutang kepada Ibnu Ja'far r.a. Kemudian ia pun segera menemui Ibnu Ja'far r.a untuk meralat tagihannya. Abdullah r.a meluruskan kesalahannya, "Wahai saudaraku, maafkan aku karena sesungguhnya aku telah melakukan kekeliruan kepadamu. Ternyata ayahku yang memiliki utang kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kemarahan atau cemoohan dari Ibnu Ja'far r.a, bahkan ia merelakan utang ayah saudaranya tersebut, "Jika memang demikian, aku telah menghalalkan utang ayahmu kepadaku," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran tersebut ditolak dengan halus oleh Abdullah r.a seraya berkata, "Tidak, wahai saudaraku. Aku akan membayarnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Ja'far r.a kembali menawarkan keringanan dalam membayar utang saudaranya, "Baiklah, kau boleh membayar semampumu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran itu disambut baik oleh Abdullah r.a, "Sebagai ganti utang ayahku, maukah kauterima sebidang tanah yang kecil?" tawarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, jika engkau tidak keberatan," ujar Ibnu Ja'far r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dilihatnya tanah untuk membayar utang tersebut tandus dan kering, Ibnu Ja'far r.a menggelar sajadah dan mendirikan shalat dua rakaat di atas tanah tandus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup lama bersujud, ia menunjuk ke suatu tempat yang masih berada di wilayah tanah itu dan menyuruh seorang hamba sahaya untuk menggalinya. Dari tempat penggalian tersebut, ternyata memancar sebuah mata air. Keadaan seperti itu bukanlah kejadian luar biasa. Para sahabat sering mengalami keajaiban-keajaiban seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Nama asli Ibnu Ja'far r.a adalah Abdullah bin Ja'far r.a. Penulis menggunakan nama Ibnu Ja'far agar tidak tertukar dengan Abdullah bin Zubair r.a sehingga memudahkan pembaca untuk memahami cerita. Ibnu Ja'far r.a mewarisi sifat ayahnya, Ja'far Ath-Thayar yang dijuluki &lt;em&gt;Abu Al-Masakin&lt;/em&gt; atau bapaknya orang miskin. Ibnu Ja'far r.a pun memperoleh gelar dari penduduk setempat, yaitu &lt;em&gt;Qutbus Sakha&lt;/em&gt; yang artinya kepala para dermawan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-3535585807007398875?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/3535585807007398875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/majikan-zubair-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3535585807007398875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3535585807007398875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/majikan-zubair-ra.html' title='Majikan Zubair r.a.'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-6065866503096094723</id><published>2010-03-19T11:29:00.001-07:00</published><updated>2010-03-19T11:34:46.015-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat dalam menunaikan amanah'/><title type='text'>Menjaga Kepercayaan Orang Lain</title><content type='html'>Sepuluh hari terakhir &lt;a title="Kiat-kiat menghidupkan bulan Ramadhan" href="http://mimbarjumat.com/archives/815" target="_blank"&gt;bulan Ramadhan&lt;/a&gt;, Rasulullah saw masih berjaga di masjid. la dikunjungi oleh salah seorang istrinya yang bernama Shafiyyah. Ketika Rasulullah saw mengantarkan istrinya pulang ke rumah, mereka bertemu dengan dua orang sahabat di tengah perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw segera menghentikan langkah mereka dan berkata, "Ini istriku, Shafiyah," sambil membuka cadar (penutup wajah) istrinya. Beliau melakukan hal itu karena khawatir akan timbul prasangka bahwa beliau berjalan dengan &lt;a title="nuansa wanita" href="http://nuansawanita.com/" target="_blank"&gt;wanita&lt;/a&gt; nonmahram sepulangnya dari masjid. Oleh karena itu, beliau menunjukkan jati diri wanita yang 'sedang berjalan bersamanya, yang pada saat itu adalah istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua sahabat berkata, "Allah melarang kami berburuk sangka tentang engkau, wahai Rasulullah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah membenarkan perkataan sahabatnya dan menambahkan, "Berburuk sangka tentang diriku akan menyebabkan hilangnya &lt;a title="iman" href="http://mimbarjumat.com/archives/910" target="_blank"&gt;iman&lt;/a&gt; dan masuk ke dalam &lt;a title="hakikat neraka" href="http://mimbarjumat.com/archives/734" target="_blank"&gt;neraka&lt;/a&gt;. Setan akan terus-menerus berputar dalam aliran darah seseorang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan selalu mencari celah untuk menaburkan prasangka dan membesar-besarkannya hingga berakibat hilangnya kepercayaan seseorang terhadap yang lainnya. Oleh karena itu, Rasulullah saw mencegah terjadinya hal itu dengan mengungkap hal sebenarnya untuk menghentikan langkah setan menghancurkan hubungan sesama muslim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-6065866503096094723?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/6065866503096094723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/menjaga-kepercayaan-orang-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6065866503096094723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6065866503096094723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/menjaga-kepercayaan-orang-lain.html' title='Menjaga Kepercayaan Orang Lain'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-1510644116022310834</id><published>2010-03-19T11:28:00.001-07:00</published><updated>2010-03-19T11:35:47.078-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat dalam menunaikan amanah'/><title type='text'>Allah SWT sebagai Saksi</title><content type='html'>Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah bercerita tentang dua orang &lt;a title="boikot produk israel" href="http://mimbarjumat.com/archives/286" target="_blank"&gt;Bani Israel&lt;/a&gt; yang meminjamkan uang sebesar 1.000 dinar kepada temannya. Uang sebesar itu bukanlah jumlah yang sedikit. Kemudian si pemberi utang meminta temannya yang akan ia pinjami uang untuk mendatangkan seorang saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, "Datangkanlah beberapa saksi agar mereka menyaksikan utang piutang ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya menjawab, "Cukuplah Allah sebagai saksi bagiku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si pemberi utang meminta lagi, "Datangkanlah seseorang yang bisa menjamin utangmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya kembali menjawab, "Cukuplah Allah yang menjaminku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberi utang pun berkata, "Engkau benar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, ia memberikan 1.000 dinar kepada temannya dan menetapkan waktu pengembaliannya. Semua didasarkan atas saling percaya karena mereka menjadikan Allah SWT sebagai saksi dan penjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian teman yang berutang itu pun pergi berlayar untuk suatu keperluan. Waktu berlalu dan tibalah waktu pembayaran utang yang telah mereka sepakati. Teman yang berutang mencari kapal agar ia dapat kembali ke daerahnya untuk melunasi utangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Namun, kapal yang menuju daerahnya tidak kunjung tiba. Ia pun berusaha mencari kapal yang dapat membawanya kembali, tetapi hasilnya nihil. Kemudian ia pun mengambil sebatang kayu dan melubanginya, lalu memasukkan uang 1.000 dinar ke dalamnya dan sebuah surat kepada temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menutup rapat kayu tersebut, ia menuju laut seraya berkata, "Ya Allah, sungguh Engkau telah mengetahui bahwa aku meminjam uang kepada teman saya sebanyak 1.000 dinar. Ia memintaku seorang penjamin dan kukatakan bahwa cukup Engkau sebagai penjamin dan ia rela dengannya. Aku pun telah berusaha keras untuk mendapatkan kapal agar dapat mengembalikan uang yang telah aku pinjam darinya, tetapi aku tidak mendapatkan kapal itu. Karena itu, aku titipkan ia kepada-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ia melemparkan kayu berisi uang yang jumlahnya besar tersebut ke laut sehingga terapung-apung, lalu ia pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, temannya yang memberi utang menyusuri tepian laut menanti kedatangan temannya yang akan melunasi utang. Namun, ia tidak melihat satu kapal pun bertepi di lautnya. Tiba-tiba ia melihat potongan kayu terdampar di hadapannya. Terbesit dalam pikirannya untuk menggunakan kayu tersebut sebagai kayu bakar. Kemudian dibawalah kayu itu pulang ke &lt;a title="mengurangi kesesakan isi rumah" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/02/cara-mengurangi-kesesakan-isi-rumah.html" target="_blank"&gt;rumah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di rumah, ia membelah kayu tersebut bersama istrinya. Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat di dalamnya terdapat uang 1.000 dinar. Tidak kurang dan tidak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membaca surat yang diselipkan di dalam kayu tersebut. Akhirnya, mereka tahu bahwa kayu itu adalah kiriman temannya yang berutang untuk melunasi utangnya. Mereka pun memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah mengantarkan kayu tersebut hingga sampai kepada yang berhak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, teman yang dulu berutang datang ke rumah temannya yang meminjami utang. Ia belum tahu kalau kayu itu telah sampai dengan selamat ke tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia membawa uang 1.000 dinar untuk dibayarkan seraya berkata, "Demi Allah, aku terus berusaha untuk mendapatkan kapal agar bisa sampai kepadamu dengan uangmu, tetapi aku sama sekali tidak mendapatkan kapal. Baru sekarang aku bisa memperoleh kapal yang mengantarku kemari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman yang memberi pinjaman berkata, "Bukankah engkau telah melunasi utangmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya menjawab, "Bukankah aku telah beritahukan kepadamu bahwa aku tidak mendapatkan kapal sebelum ini dan baru sekarang aku tiba di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah telah menunaikan apa yang telah engkau kirimkan kepadaku melalui kayu. Oleh karena itu, bawalah uang 1.000 dinarmu kembali. Semoga keberkahan senantiasa menyertaimu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, mereka berdua benar-benar menyaksikan bahwa utang piutang antara mereka melibatkan pertolongan Allah SWT yang nyata sebagai saksi dan penjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini merupakan penjelasan ayat Al-Qur'an Surat Ali Imran [3]: 75-76, "&lt;em&gt;Dan di antaraAhli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya dia mengembalikannya kepadamu. Tetapi ada (pula) di antara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya. Vam» demikian itu disebabkan mereka berkata, "Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang buta huruf." Mereka mengatakan hai yang dusta terhadap Allah, padahal mereko mengetahui. Sebenarnya barangsiapa menepati janji dan bertakwa maka sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa&lt;/em&gt;." (&lt;a title="QS. Ali Imran" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/3" target="_blank"&gt;QS Ali Imran [3]&lt;/a&gt;: 75-76)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-1510644116022310834?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/1510644116022310834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/allah-swt-sebagai-saksi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1510644116022310834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1510644116022310834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/allah-swt-sebagai-saksi.html' title='Allah SWT sebagai Saksi'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-5060440185979588293</id><published>2010-03-19T11:27:00.001-07:00</published><updated>2010-03-19T11:35:14.062-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat dalam menunaikan amanah'/><title type='text'>Ketampanan Seorang Pemuda</title><content type='html'>Ahnaf bin Qais r.a didatangi oleh seorang pemuda dari Suku Thai. Pemuda itu memancarkan aura cahaya yang menyenangkan hati. Ketampanannya sangat beda dengan ketampanan para pemuda tampan pada umumnya. Semua orang yang melihatnya akan terkagum-kagum dengan pesonanya, termasuk Ahnaf r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Ahnaf r.a menduga ketampanan pemuda itu karena ia rajin berolahraga dan selalu menjaga &lt;a title="dimensi kesehatan yang bisa dicek sendiri" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/02/dimensi-kesehatan-yang-bisa-dicek.html" target="_blank"&gt;kesehatan&lt;/a&gt; kulitnya dengan biaya dan perawatan mahal. Namun, ia tidak begitu yakin sebelum bertanya langsung kepada orang tersebut. Kemudian Ahnaf r.a mendekati pemuda itu seraya bertanya, "Hai anak muda. Apa rahasiamu sehingga memiliki &lt;a title="ceriakan penampilan wajah" href="http://mimbarjumat.com/archives/88" target="_blank"&gt;wajah&lt;/a&gt; yang tampan ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Resepnya ada empat," jawab pemuda itu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah itu?" tanya Ahnaf r.a. kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama, apabila orang berbicara kepadaku, aku mendengarkannya dengan baik. Kedua, apabila berjanji, pasti kutepati. Ketiga, apabila diriku diperhitungkan orang maka aku relakan. Keempat, apabila aku dipercaya, aku tidak mau mengkhianatinya," jelas pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memikirkan jawaban pemuda tersebut, Ahnaf bin Qais r.a. bergumam, "Inilah pemuda yang tampan luar dalam."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-5060440185979588293?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/5060440185979588293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/ketampanan-seorang-pemuda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5060440185979588293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/5060440185979588293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/ketampanan-seorang-pemuda.html' title='Ketampanan Seorang Pemuda'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2759133515792211672</id><published>2010-03-19T11:24:00.001-07:00</published><updated>2010-03-19T11:24:34.967-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membela hak dan memberi perlindungan'/><title type='text'>Membela Hak Orang Lain</title><content type='html'>Suatu hari Abu Jahal membeli beberapa ekor unta dari seorang laki-laki kabilah Khais'am. Ia berjanji akan membayarnya sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati. Namun, ketika batas waktu pembayaran berakhir, Abu Jahal tidak juga membayar utang-utangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pedagang tidak kehabisan akal. Ia pergi ke Masjidil Haram untuk menemui petinggi-petinggi Quraisy di sana. Harapannya hanya satu, ada seseorang di antara mereka yang bersedia membantunya untuk menagih utang kepada Abu Jahal. Ia yakin Abu Jahal akan mendengar &lt;a title="menerima nasihat dari orang gila" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/menerima-nasihat-dari-orang-gila.html" target="_blank"&gt;nasihat&lt;/a&gt; dari para petinggi Quraisy tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia melihat para petinggi Quraisy sedang duduk-duduk dan saling bercengkerama di depan Masjidil Haram, tanpa buang waktu ia segera mendekati mereka. Kemudian ia tumpahkan permasalahan yang dihadapinya dengan harapan para petinggi Quraisy tersebut bersedia membantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang orang-orang Quraisy itu mendengarkan curahan hati sang pedagang dengan saksama, tetapi bukannya memikirkan cara membantu sang pedagang, mereka malah melihat situasi ini sebagai kesempatan emas untuk 'mengerjai' Rasulullah saw. Mereka bermaksud mempertemukan Abu Jahal dengan &lt;a title="pribadi rasulullah" href="http://mimbarjumat.com/archives/126" target="_blank"&gt;Rasulullah saw&lt;/a&gt; agar Abu Jahal leluasa mempermalukan beliau di depan semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya, mereka mengusulkan ide kepada sang pedagang "Adukanlah permasalahan ini kepada Muhammad. Hanya dia yang bisa membuat Abu Jahal menunaikan kewajibannya", usul mereka sambil terkekeh-kekeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang, pedagang itu benar-benar menemui Rasulullah saw. Ia pun mengadukan permasalahannya, "Wahai hamba Allah, Abu Jahal berbuat sewenang-wenang kepadaku. la tidak mau membayar harga unta yang dibelinya. Padahal, aku orang asing yang sedang melakukan perjalanan jauh. Tadi aku meminta orang-orang di sana untuk membantuku. Dan mereka menyuruhku untuk datang kepadamu. Tolonglah aku kali ini! Semoga Tuhan merahmatimu!" pinta sang pedagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw berdiri dan mengajak pedagang itu ke rumah Abu Jahal. Keberangkatan mereka menuju rumah Abu Jahal diketahui oleh orang-orang Quraisy di Masjidil Haram dan mereka berpikir bahwa strategi mereka akan berhasil. Mereka pun mengutus seseorang untuk mengikuti Rasulullah saw dan melaporkan segala sesuatu yang terjadi nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di kediaman Abu Jahal, Rasulullah saw. mengetuk &lt;a title="menuju pintu ampunan Allah" href="http://mimbarjumat.com/archives/933" target="_blank"&gt;pintu &lt;/a&gt;rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa itu?" tanya Abu Jahal dari dalam rumah ketika mendengar pintunya diketuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muhammad!" jawab Rasulullah, "keluarlah!" seru beliau kepada Abu Jahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahal membuka pintu rumahnya dengan tergesa-gesa. Melihat Rasulullah saw telah berdiri di depan pintunya, tiba-tiba wajahnya berubah pucat pasi. Ia terlihat sangat ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berikanlah hak orang ini kepadanya!" perintah Rasulullah dengan suara tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gelagapan, Abu Jahal menjawab, "Ba.. baiklah. Akan kulunasi utangku sekarang!" Abu Jahal melesat masuk ke dalam rumah, lalu keluar dengan membawa uang sejumlah utangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan utang selesai. Rasulullah saw berkata kepada pedagang itu, "Gunakanlah hakmu sesukamu!" Kemudian beliau pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja hal ini sangat menggembirakan sang pedagang. Ia berlari menuju Masjidil Haram untuk berterima kasih atas saran yang diberikan para petinggi Ouraisy yang musyrik itu. Ia berkata kepada mereka, "Semoga Tuhan membalas Muhammad dengan kebaikan. Ia benar-benar telah menolongku mendapatkan hakku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar berita itu, para petinggi Quraisy merasa keheranan dan tidak percaya. Benarkah Abu Jahal telah membayar utangnya? Rasanya mustahil jika Abu Jahal menuruti kehendak kemenakannya tersebut. Namun, mereka masih berharap utusan yang mereka kirim membawa berita yang berbeda dari pedagang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu lama, sang utusan datang. Ia melaporkan bahwa Abu Jahal langsung membayarkan utangnya ketika Muhammad memintanya. Rasa kaget dan gentar merayap ke dalam dada mereka. Tidak terbayang oleh mereka bahwa seorang Abu Jahal yang kuat kedudukannya serta sangat menentang Muhammad dengan mudahnya tunduk pada perintah beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Jahal datang dengan kepala tertunduk, mereka langsung menyerangnya dengan cemoohan, "Celakalah engkau! Demi Tuhan, kami tidak pernah melihat seseorang melakukan apa yang telah kaulakukan kepada Muhammad tadi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahal membalas dengan makian, "Kalianlah yang celaka! Demi Tuhan, ketika kudengar ketukan dan mengetahui bahwa Muhammad yang datang, tiba-tiba saja aku merasa takut. Aku pun keluar. Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri ada seekor unta yang sangat besar berdiri tepat di mukaku. Hewan itu membuka mulutnya yang sangat lebar sambil memamerkan gigi taringnya yang tajam-tajam seolah-olah hendak menerkamku. Demi Tuhan, jika aku menolak perintahnya, unta itu pasti sudah memangsaku!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2759133515792211672?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2759133515792211672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/membela-hak-orang-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2759133515792211672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2759133515792211672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/membela-hak-orang-lain.html' title='Membela Hak Orang Lain'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-3630704307887530979</id><published>2010-03-19T11:14:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T11:14:32.973-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membela hak dan memberi perlindungan'/><title type='text'>Membela Hak Makhluk Allah</title><content type='html'>Di antara sifat amanah adalah memelihara hak-hak makhluk Allah, termasuk hewan. Rasulullah sangat membenci perlakuan yang semena-mena terhadap hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, ketika beliau melihat seseorang sedang mengecoh kudanya. Ia seolah-olah hendak memberi makan kepada kudanya agar kuda tersebut mau menuruti dan mengikutinya, padahal tidak ada &lt;a title="makanan anti bad mood" href="http://pelangiku.com/2009/12/makanan-anti-bad-mood/" target="_blank"&gt;makanan&lt;/a&gt; yang akan ia berikan pada kudanya. Beliau langsung menegur orang itu, "Janganlah menipu hewan! Jadilah orang yang dapat dipercaya bagi mereka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga, ketika beliau mendapat laporan bahwa ada beberapa orang mengambil anak-anak burung dari sarangnya. Sementara itu, sang induk berputar-putar sambil terus bercicit di atas sarang dengan gelisah mengetahui anak-anaknya tidak ada di tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita itu benar-benar membuat sedih Rasulullah. Beliau pun langsung memerintahkan agar anak-anak burung itu dikembalikan ke sarangnya dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Diriwayatkan pula oleh Bukhari, Rasulullah saw pernah bersabda kepada para sahabat bahwa pernah ada seorang nabi yang mendapat teguran dari Allah SWT karena membakar sarang semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu yang lain ketika di Mina, para sahabat menyerang seekor ular dengan maksud ingin membunuhnya. Namun, ular tersebut berhasil meloloskan diri. Rasulullah yang menyaksikan kejadian tersebut dan berkata, "Ia diselamatkan dari kejahatan kalian, seperti kalian diselamatkan dari kejahatannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="kecemerlangan ilmu ibnu abbas" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kecemerlangan-ilmu-ibnu-abbas-ra.html" target="_blank"&gt;Ibnu Abbas&lt;/a&gt; menceritakan saat Rasulullah saw melihat seseorang hendak menyembelih dombanya. la hanya mengasah pisau sebentar sehingga tidak terlalu tajam. Kemudian beliau menegurnya, sambil bertanya, "Apakah kau ingin membuatnya menderita dengan menyembelihnya berkali-kali?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Ja'far juga menceritakan ketika Rasulullah saw bersama sahabat sedang bepergian, beliau melihat seekor unta kurus berdiri di sudut sebuah kebun. Melihat kedatangan Rasulullah dengan serta-merta unta tersebut menangis. Beliau segera mendekatinya dan berdiri di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak beberapa lama kemudian, beliau memanggil pemilik unta dan menegurnya dengan keras seraya berkata, "Berilah peliharaanmu makanan yang pantas untuknya!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-3630704307887530979?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/3630704307887530979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/membela-hak-makhluk-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3630704307887530979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3630704307887530979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/membela-hak-makhluk-allah.html' title='Membela Hak Makhluk Allah'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-6786889031509833068</id><published>2010-03-19T11:08:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T11:16:45.527-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membela hak dan memberi perlindungan'/><title type='text'>Hak Berbicara untuk Menuntut Hak Miliknya</title><content type='html'>Suatu ketika seorang Baduy melihat Rasulullah saw bersama para sahabat keluar dari masjid. Ia langsung mencegah langkah &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kecerdasan-rasulullah-saw-sebagai.html" target="_blank"&gt;Rasulullah saw&lt;/a&gt; sambil menarik kerah baju beliau dengan kasar seraya berteriak, "Hai Muhammad! Berikanlah hakku! Kembalikan untaku! Aku yakin kau tidak sanggup mengembalikannya meskipun kaugunakan kekayaanmu ditambah milik ayahmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Rasulullah saw diperlakukan kasar sedemikian rupa, para sahabat marah dan hendak membalas perlakuan kasar tersebut. Namun, tanpa rasa tersinggung sedikit pun, beliau mencegah para sahabat menyakiti orang Baduy itu. Beliau bersabda, "Biarkanlah orang itu! Sesungguhnya dia memiliki hak berbicara untuk menuntut haknya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau meminta kepada para sahabat, "Berikanlah kepadanya unta berumur sama dengan untanya yang aku pinjam!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para sahabat menuruti perintah beliau dan bergegas mencari unta yang dimaksud Rasulullah saw. Ternyata para sahabat tidak menemukan unta tersebut, melainkan unta yang lebih &lt;a title="Cara Membuat Orang Tua Sadar Bahwa Kita Sudah Dewasa" href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/cara-membuat-orang-tua-sadar-bahwa-anda.html" target="_blank"&gt;dewasa&lt;/a&gt; umurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Padahal, unta yang lebih dewasa itu lebih kuat dan lebih mahal daripada unta yang lebih muda. Kemudian para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, kami tidak mendapatkan unta yang seumur dengan unta orang itu, kecuali unta yang lebih dewasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. berkata, "Berikanlah unta dewasa itu kepadanya. Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kamu ialah orang yang paling baik mengembalikan pinjamannya!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-6786889031509833068?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/6786889031509833068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/hak-berbicara-untuk-menuntut-hak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6786889031509833068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6786889031509833068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/hak-berbicara-untuk-menuntut-hak.html' title='Hak Berbicara untuk Menuntut Hak Miliknya'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-6258453704206831619</id><published>2010-03-19T11:03:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T11:15:57.295-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membela hak dan memberi perlindungan'/><title type='text'>Jangan Memaksakan Kehendakmu, Amirul Mukminin!</title><content type='html'>Ketika masa pemerintahan khalifah &lt;a title="Uang Tunjangan Umar bin Khaththab r.a" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/uang-tunjangan-umar-bin-khaththab-ra.html" target="_blank"&gt;Umar bin Khaththab r.a&lt;/a&gt;, Masjid Nabawi senantiasa disesakkan oleh jemaah kaum muslimin yang terus bertambah. Kemudian Umar r.a berniat untuk memperluas masjid tersebut agar bisa menampung kaum muslimin yang hendak beribadah di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua rumah di sekitar masjid telah dibelinya, kecuali rumah Abbas bin Abdul Muthalib r.a atau Abul Fadhal (ayahnya Fadhal, putra sulungnya). Amirul Mukminin pun menemuinya dan berkata, "Wahai Abul Fadhal, seperti yang kaulihat bahwa masjid sudah tidak cukup menampung jemaah yang akan shalat di dalamnya. Aku sudah memerintahkan untuk membeli tanah dan bangunan yang ada di sekitarnya untuk memperbesar bangunan masjid, kecuali rumahmu dan kamar-kamar Ummahatui Mu'minin (para istri nabi). Kami tidak mungkin membeli dan membongkar kamar-kamar Ummahatul Mu'minin. Oleh karena itu, aku meminta kepadamu agar kau mau menjual rumahmu berapa pun harga yang kau mau dari Baitul Mal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas r.a. menjawab singkat, "Tidak mau!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Umar r.a namanya jika ia patah semangat. Ia pun menawarkan tiga pilihan bagi Abbas r.a,"Juallah rumahmu! Kau boleh meminta harga berapa pun dari Baitul Mal, aku akan membangunkanmu sebuah bangunan lain dari Baitul Mal, atau kamu berikan rumahmu sebagai harta sedekah kepada kaum muslimin!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas r.a tetap pada pendiriannya, "Aku tidak mau menerima semua itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Melihat Abbas r.a yang keras kepala, Umar r.a meminta agar Abbas r.a menunjuk orang yang bisa menjadi penengah permasalahan mereka. Abbas r.a menunjuk Ubay bin Ka'ab r.a. yang kemudian disetujui oleh Amirul Mukminin, Umar r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua pun menemui Ubay bin Ka'ab r.a. Umar r.a berharap bahwa caranya ini dapat membuat Abbas r.a merelakan rumahnya untuk disedekahkan. Lagi pula bukankah ia dalam posisi yang benar karena ingin membangun masjid untuk kepentingan kaum muslimin beribadah kepada Rabb-Nya? Umar r.a berkeyakinan bahwa Ubay r.a akan mendukung dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Ubay bin Ka'ab r.a mendengar permasalahan dari sudut pandang kedua belah pihak, ia mengisahkan, "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, 'Allah SWT pernah mewahyukan kepada Nabi Daud a.s., 'Bangunlah untuk-Ku sebuoh rumah tempat orang-orang menyebut nama-Ku di sana.' Nabi Daud a.s. merencanakan untuk membangunnya di Baitul Magdis. Dalam perencanaannya itu, lokasi pembangunan mengenai sebuah rumah seorang Bani Israel. Nabi Daud menawarkan kepada orang itu untuk menjual rumahnya, tetapi ia menolak ...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini Umar r.a. merasa di atas angin karena ia yakin dirinyalah yang benar, sebagaimana posisi Nabi Daud a.s saat itu. Kemudian Ubay r.a melanjutkan, "Terpikir oleh Nabi Daud a.s. untuk mengambilnya dengan paksa. Namun, kemudian Allah SWT mewahyukan kepadanya, 'Hai Daud! Aku menyuruhmu membangun untuk-Ku tempat orang menyebut nama-Ku, sedangkan pemaksaan itu bukan sifat-Ku. Karena itu kau tidak usah membangunnya ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar r.a kaget mendengar cerita itu. Belum pernah sekalipun ia mendengar kisah tersebut dari Rasulullah saw. Sebelum Ubay r.a menyelesaikan kisahnya, Umar r.a. langsung mencengkeram kerah baju Ubay r.a dan menyeretnya ke masjid sambil menghardik, "Aku mengharapkanmu untuk mendukungku, tetapi kau malah menyudutkanku! Kau harus membuktikan kebenaran kisahmu tadi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar r.a membawanya ke tengah-tengah majelis para sahabat, di antaranya ada Abu Dzar r.a. Umar r.a bertanya ke majelis sahabat, "Saya berharap atas nama Allah, adakah di antara kalian yang pernah mendengar Rasulullah saw. berbicara tentang Nabi Daud a.s yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk mendirikan masjid agar disebut nama-Nya, kemudian ia memilih Baitul Maqdis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar r.a. berkata, "Ya, saya pernah mendengarnya!" Begitu pula yang lain berkata sama, "Ya, saya juga mendengarnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban para sahabat membuat Umar r.a tersadar, kemudian berkata kepada Abbas r.a, "Pergilah! Aku tidak akan menuntut rumahmu lagi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Umar r.a yang telah melunak dan menyadari kesalahannya, Abbas r.a berkata, "Baiklah, kalau kau telah mengubah sikapmu, aku akan serahkan rumahku untuk disedekahkan bagi kepentingan kaum muslimin. Silakan perluas masjid mereka. Akan tetapi, jika kau mengambilnya dengan tekanan dan pemaksaan, aku tidak akan pernah merelakannya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung, Abbas r.a telah mengoreksi sikap Umar r.a yang bersikap sewenang-wenang merampas hak rakyatnya agar memenuhi keinginannya dengan cara paksa meskipun tujuannya untuk kemaslahatan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika Abbas r.a melihat Umar r.a. mampu menghargai hak rakyatnya untuk berpendapat dan mempertahankan miliknya, barulah ia merelakan rumahnya untuk disedekahkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-6258453704206831619?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/6258453704206831619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/jangan-memaksakan-kehendakmu-amirul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6258453704206831619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6258453704206831619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/jangan-memaksakan-kehendakmu-amirul.html' title='Jangan Memaksakan Kehendakmu, Amirul Mukminin!'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-6802215757189086945</id><published>2010-03-18T21:02:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T21:02:06.489-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membela hak dan memberi perlindungan'/><title type='text'>Suami Zainab r.a, Abul Ash bin Rabi' r.a</title><content type='html'>Abul Ash bin Rabi' adalah seorang pemuda Mekah yang terkenal dengan kepribadiannya yang santun, cakap dalam berdagang, dan kaya-raya. Ia mempersunting Zainab, putri Muhammad dari Khadijah, untuk menjadi istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Muhammad belum diangkat menjadi rasul. Muhammad dan Khadijah sangat bangga memiliki menantu yang baik seperti Abul Ash.&lt;br /&gt;Ketika Muhammad diangkat menjadi rasul, Zainab menjadi bagian dari orang-orang yang pertama masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Abul Ash tetap teguh memegang keyakinannya yang lama. Ia tidak mau orang lain berpendapat bahwa keislamannya dikarenakan mengikuti jejak sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua adalah dua insan yang saling mencintai. Kaum musyrikin Quraisy berkali-kali menyuruh Abul Ash untuk menceraikan Zainab r.a. Dengan tegas, ia menolak permintaan itu mentah-mentah, "Demi Tuhan, aku tidak akan menceraikan istriku. Tidak ada wanita lain dari kaum Quraisy yang kucintai melebihi dia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Rasulullah saw menghargai ketegasan menantunya untuk senantiasa melindungi putri kesayangannya. Lagi pula pada saat itu Islam belum memerintahkan seorang istri muslim dipisahkan dari suaminya yang musyrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mula &lt;a title="islam" href="http://mimbarjumat.com/archives/1075" target="_blank"&gt;Islam&lt;/a&gt; datang, berbagai cobaan dan intimidasi selalu dilancarkan orang-orang musyrikin Ouraisy kepada Muhammad. Hal ini membuat Zainab r.a, sebagai anak Muhammad, sangat sedih. Ditambah lagi keinginan yang kuat dari suaminya yang enggan masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang ayah hijrah ke Medinah bersama mayoritas kaum muslimin lainnya, Zainab r.a. tetap bertahan di Mekah bersama umat muslim lainnya yang masih tersisa meskipun tinggal sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika &lt;a title="taktik persiapan perang badar" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/taktik-persiapan-perang-badar.html" target="_blank"&gt;Perang Badar&lt;/a&gt; meletus, bertemulah dua kekuatan pasukan, yaitu pasukan musyrikin Quraisy dan pasukan muslim. Pasukan muslim dipimpin oleh ayah Zainab yang berjumlah lebih sedikit daripada pasukan musuh. Sedangkan, sang suami tercinta berada di pihak musuh yang melawan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan ini membuat Zainab r.a galau. Bagaimana tidak, sang suami berada di pihak musuh ayahnya. Padahal, keduanya adalah orang-orang yang ia cintai. Zainab r.a. hanya bisa berdoa, semoga Allah memenangkan kaum muslimin, menjaga suaminya dari bahaya, serta membimbingnya untuk memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari peperangan tersebut dimenangkan oleh kaum muslimin. Kaum musyrikin harus menanggung malu yang luar biasa karena berhasil dikalahkan oleh pasukan muslim yang jumlahnya lebih sedikit daripada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Ash bin Rabi' menjadi tawanan kaum muslimin. Mengetahui hal itu, Zainab segera menebus suami tercintanya dengan kalung kesayangan miliknya, peninggalan sang bunda, Khadijah r.a Rasulullah saw sangat mengenali kalung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Abul Ash dibebaskan oleh para sahabat dan kalung tebusan dikembalikan kepada Zainab. Sebagai ucapan terima kasih, Abul Ash berjanji akan membiarkan Zainab hijrah ke Medinah untuk berkumpul bersama kaum muslimin lainnya. Rasulullah saw memuji Abul Ash dengan berkata, "Ia berbicara jujur dan akan menepati janjinya kepadaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Ash kembali pulang menemui istrinya tercinta. Zainab r.a menyambut suaminya dengan suka cita. Terlihat pancaran kesetiaan dan kemuliaan dari wajah sang istri. Abul Ash tak kuasa mengatakan salam perpisahan kepada istri belahan jiwanya, tetapi janji harus ditepati. Sambil terisak, Abul Ash berkata, "Istriku, kembalilah kepada ayahmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis Abul Ash makin menjadi-jadi. Ia tidak sanggup jika harus mengawal istrinya di pintu perpisahan. Pintu pembatas akibat perbedaan keyakinan karena masing-masing memegang teguh agamanya. Pintu yang menghalangi dua insan yang diliputi cinta sejati untuk bersatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Abul Ash meminta saudara kandungnya yang bernama Kinanah bin Rabi' untuk mengantar istrinya kembali kepada ayahnya tercinta, "Saudaraku, engkau tahu bagaimana kedudukan Zainab di dalam hatiku, hingga aku tidak menginginkan ada wanita Quraisy berjalan bersamanya. Dan, engkau pun tahu bahwa aku tidak kuasa untuk berpisah dengannya. Oleh karena itu, temanilah ia sampai ke ujung perkampungan. Di sana dua orang utusan Muhammad telah menunggu. Temani ia dalam perjalanan. Jagalah dirinya dengan sungguh-sungguh dan jangan diperkenankan seorang pun mengganggunya hingga sampai ke tempat tujuan," pinta Abul Ash kepada Kinanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanah mempersiapkan seekor unta dengan sekedup (tenda kecil yang berada di atas punggung unta) untuk kendaraan dan persenjataan berupa anak panah dan busurnya. Zainab r.a pun berkemas dan mempersiapkan perbekalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab r.a. naik ke dalam sekedup, lalu Kinanah mengantarnya ke luar kota Mekah tempat dua orang utusan Rasulullah saw menunggu, yaitu Zaid bin Haritsah r.a. dan seorang sahabat dari kalangan Anshar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Abul Ash yang membiarkan istrinya ikut hijrah ke Medinah menjadi sebuah penghinaan sendiri bagi kaum musyrikin Quraisy. Mereka menganggap bahwa Abul Ash telah mencoreng martabat mereka karena setelah mengalami kekalahan di Perang Badar, ditambah lagi mereka harus membiarkan Zainab mengikuti jejak ayahnya yang hijrah ke Medinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja hal ini ditentang oleh kaum Quraisy. Jika mereka membiarkan putri Muhammad dibiarkan begitu saja meninggalkan Mekah tanpa berbuat apa pun, menurut mereka hal itu akan membuat kaum muslimin makin berada di atas angin dan merendahkan kehormatan musyrikin Ouraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sekelompok musyrikin Ouraisy segera menyusul Zainab r.a. dan mencegatnya di daerah Dzi Thuwa. Dua orang dari mereka yang bernama Hubar bin Aswad dan Nafi' bin Abdul Qais menakut-nakuti unta yang ditunggangi Zainab r.a dengan memutar-mutarkan lembing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari mereka mendorong Zainab r.a yang masih berada di atas sekedup sehingga putri Rasulullah saw itu terlempar dan jatuh ke tanah yang keras. Padahal, saat itu ia sedang hamil, akibatnya darah mengalir deras dari tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanah segera memasang anak panah dan merentangkan busurnya untuk melawan mereka yang mendekat. Namun, Abu Sufyan mencegahnya sambil berkata, "Turunkanlah panahmu agar kita bisa berbicara baik-baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanah menuruti perintah itu. Abu Sufyan kembali berkata, "Kamu melakukan hal yang salah. Kamu keluar bersama wanita ini secara terang-terangan. Padahal, kamu tahu bahwa kami baru mengalami kekalahan dari Muhammad. Orang-orang akan mengatakan kami terlalu lemah jika membiarkan putri Muhammad meninggalkan Mekah. Kami melakukannya bukan karena ingin tebusan dari ayahnya atau upaya balas dendam. Bukan. Kembalilah bersama wanita itu. Ketika situasi sudah kembali tenang, kamu boleh mengantarkan Zainab kepada ayahnya secara sembunyi-sembunyi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanah mengikuti saran Abu Sufyan, ditambah lagi ketika melihat kondisi Zainab yang makin melemah dan terus merintih akibat &lt;a title="keguguran" href="http://masalahkesehatanwanita.blogspot.com/2010/01/keguguran.html" target="_blank"&gt;keguguran&lt;/a&gt;. Mereka pun bertolak kembali menuju Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pengecutnya orang-orang musyrik tersebut yang mengerahkan beberapa orang lelaki hanya untuk mengejar satu orang &lt;a title="hamil" href="http://masalahkesehatanwanita.blogspot.com/2010/01/hamil.html" target="_blank"&gt;wanita hamil&lt;/a&gt; dan tidak berdaya. Bahkan, Hindun, istri Abu Sufyan pun mencibir orang-orang yang mengejar Zainab r.a. Ia menyindirnya dalam syair yang mengingatkan mereka akan kekalahan di Perang Badar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Begitu gagah berani kalian ketika tidak berperang&lt;br /&gt;Tetapi kalian bersikap seperti wanita di kala perang&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Zainab r.a. makin membaik meskipun tidak sembuh total. Ketika malam mulai sepi, Kinanah pun mengantar Zainab keluar meninggalkan Mekah, lalu menyerahkannya kepada Zaid bin Haritsah r.a dan seorang sahabat Anshar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengawalan ketat, Zainab r.a menyongsong Medinah menuju kehidupannya yang baru bersama ayahanda tercinta dalam naungan Islam yang mulia. Sementara itu, suaminya, Abul Ash, tetap tinggal di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun kemudian, sebuah kafilah dagang Quraisy melakukan perjalanan ke Syam. Abul Ash ikut di dalamnya. Kaum musyrikin Quraisy memercayakan barang dagangannya kepada Abul Ash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di tengah perjalanan pulang, mereka bertemu dengan pasukan muslim yang dipimpin oleh Zaid bin Haritsah r.a. Bentrokan pun tak terhindarkan. Pasukan muslim berhasil menawan beberapa orang dari mereka dan merampas barang dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Ash berhasil bersembunyi, lalu menyusup ke Medinah. Di sana ia menemui Zainab r.a, wanita yang begitu ia cintai. Ia menceritakan bentrokan yang terjadi antara kafilah dagangnya dan pasukan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="harta" href="http://mimbarjumat.com/archives/1104" target="_blank"&gt;Harta&lt;/a&gt; dan barang titipan orang-orang kepadanya telah ikut terampas. la menginginkan harta titipan milik orang-orang yang dipercayakan kepadanya dikembalikan. Ia pun meminta agar Zainab r.a. bersedia melindunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azan Subuh berkumandang. Seluruh kaum muslimin berkumpul di masjid untuk melaksanakan &lt;a title="Sholat jamaah" href="http://mimbarjumat.com/archives/94" target="_blank"&gt;shalat berjemaah&lt;/a&gt;. Ketika Rasulullah saw. takbir dan diikuti oleh kaum muslimin lainnya, tiba-tiba dari barisan jemaah wanita, Zainab r.a. berseru, "Wahai orang-orang! Aku memberikan perlindunganku atas Abul Ash bin Rabi'!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw meneruskan shalatnya hingga selesai. Setelah itu, dia berbalik dan berkata, "Apakah kalian mendengar apa yang kudengar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya," jawab kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bersumpah demi Dia yang diriku berada di tangan-Nya, aku sama sekali tidak mengetahui hal ini hingga aku mendengar seperti apa yang kalian dengar tadi. Setiap muslim berhak memberikan perlindungannya. Dan, kita akan melindungi siapa pun yang dilindunginya!" ujar Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. keluar dari &lt;a title="optimalisasi peran masjid" href="http://mimbarjumat.com/archives/7" target="_blank"&gt;masjid&lt;/a&gt; dan menemui Zainab r.a. Dengan penuh kasih sayang, Rasulullah saw. mengingatkan putrinya akan status pernikahan dia dengan Abul Ash, "Wahai putriku, hormatilah kedudukan Abul Ash. Ia tidak boleh mendekatimu karena kamu tidak halal baginya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan malu-malu Zainab menimpali, "Dia hanya ingin hartanya dikembalikan, Ayah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Abul Ash mendatangi istrinya, Allah SWT memang telah memutuskan hubungan suami istri antara Abul Ash dan Zainab r.a dikarenakan sang istri telah berhijrah menetapi keimanan dalam Islam, sedangkan suaminya tetap dalam kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah, "&lt;em&gt;Wahai orang-orang yang beriman! Apabila perem-puan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; jika kamu teiah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka ....&lt;/em&gt;" (&lt;a title="QS. Al-Mumtahanah" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online/60" target="_blank"&gt;QS Al-Mumtahanah [60]&lt;/a&gt;: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw segera mengumpulkan anggota pasukan yang telah merampas harta kafilah Quraisy. Beliau berkata, "Kalian kenal orang ini? la datang untuk meminta kembali hartanya yang telah kalian rampas. Jika kalian memutuskan untuk berbuat baik dan mengembalikan harta itu, aku sungguh gembira. Namun, jika kalian enggan mengembalikannya, harta itu adalah harta rampasan yang diberikan Allah kepada kalian dan kalian berhak memilikinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab, "Wahai Rasulullah. Kami memilih untuk mengembalikannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Ash terkesima dengan keikhlasan kaum muslimin untuk mengembalikan seluruh hartanya tanpa kurang sedikit pun. Tidak ada rasa penyesalan di wajah kaum muslimin. Mereka rela berbuat apa saja untuk menyenangkan hati Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketertarikan pada Islam mulai tumbuh dari dalam diri Abul Ash. Cahaya iman mulai memancar meneranginya. Hal ini dirasakan oleh kaum muslimin yang berada di dekatnya saat itu. Seseorang dari mereka bertanya, "Apakah kamu ingin masuk Islam dan mengambil semua harta milik kaum musyrikin ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Ash menjawab, "Alangkah jahatnya jika aku mengkhianati kepercayaan orang di hari pertama aku masuk Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Ash segera memacu kudanya sambil membawa harta titipan yang telah dikembalikan kaum muslimin menuju Mekah. Di sana ia mengembalikan harta dan barang-barang yang dititipkan kepada pemiliknya yang berhak. Setelah menunaikan amanatnya, ia berkata, "Wahai orang-orang Quraisy. Masih adakah harta milik kalian yang belum kalian ambil dariku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," jawab mereka, "semoga Tuhan membalas kebaikanmu. Engkau benar-benar telah menunaikan tanggung jawabmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Ash melanjutkan, "Jika begitu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Demi Allah, satu-satunya hal yang menghalangiku memeluk Islam adalah kekhawatiran bahwa kalian akan menyangka aku melakukannya untuk mendapatkan harta-hartayang kalian titipkan kepadaku. Setelah semuanya kuserahkan dan diriku telah terbebas dari tanggung jawab, aku pun menyatakan masuk Islam!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kagetnya kaum musyrikin Quraisy mendengar pengakuan Abul Ash tersebut. Mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa ketika Abul Ash memacu kudanya menuju Medinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Medinah, Abul Ash menemui Rasulullah saw dan membaca kalimat syahadatain. Rasulullah pun mengizinkan Abul Ash kembali kepada Zainab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-6802215757189086945?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/6802215757189086945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/suami-zainab-ra-abul-ash-bin-rabi-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6802215757189086945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/6802215757189086945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/suami-zainab-ra-abul-ash-bin-rabi-ra.html' title='Suami Zainab r.a, Abul Ash bin Rabi&apos; r.a'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-7122666866885366150</id><published>2010-03-18T08:49:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T08:49:46.067-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membela hak dan memberi perlindungan'/><title type='text'>Keteguhan Menjaga Rahasia</title><content type='html'>Seorang &lt;a title="masalah kesehatan wanita" href="http://masalahkesehatanwanita.blogspot.com/" target="_blank"&gt;wanita&lt;/a&gt; mendatangi Ahmad bin Al-Mahdi ketika ia bermalam di Bagdad. Ahmad bin Al-Mahdi bukanlah penduduk asli Bagdad. Sedangkan, wanita yang mendatanginya adalah seorang putri dari warga kota tersebut yang sedang dirundung masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akan menceritakan permasalahannya, tetapi Ahmad bin Al-Mahdi harus bersumpah agar merahasiakannya. Ahmad bin Al-Mahdi pun menyanggupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu bercerita bahwa ia telah &lt;a title="hamil diatas usia 35 tahun" href="http://mediasehat.com/konten4no97" target="_blank"&gt;hamil&lt;/a&gt;. Selama itu ia mengaku sebagai istri Ahmad dan bayi dalam kandungannya adalah darah daging Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memohon dengan sangat agar Ahmad bin Al-Mahdi mau menjaga rahasianya dengan berkata, "Simpanlah rahasiaku, semoga Allah menutupi rahasiamu seperti halnya engkau menutupi rahasiaku." Wanita itu pun segera pergi meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tentu saja hal itu membuatnya kaget. Bagaimana tidak, bisa-bisanya wanita itu mengaku sebagai istrinya, apalagi ia harus mengakui bayi dalam kandungan wanita tersebut sebagai anaknya. Namun, semua sudah terlanjur dan ia hanya ingin membantu wanita tersebut lepas dari kesulitannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun berlalu. Sesepuh dari daerah tempat tinggal wanita itu datang mengunjungi Ahmad bin Al-Mahdi bersama warga lainnya guna memberi tahu tentang kelahiran anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun bergembira atas berita tersebut, kemudian menitipkan uang dua dinar untuk diberikan kepada wanita yang mengaku istrinya untuk menafkahi anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu seterusnya, ia selalu menitipkan uang untuk wanita tersebut bersama anaknya melalui sesepuh daerah wanita itu. Akan tetapi, tidak lama kemudian anak tersebut &lt;a title="meminta maaf kepada orang yang sudah meninggal dunia" href="http://mimbarjumat.com/archives/897" target="_blank"&gt;meninggal&lt;/a&gt;. Ia pun menunjukkan bela sungkawanya ketika orang-orang datang menyampaikan berita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu bulan kemudian, wanita itu mendatanginya sambil membawa uang yang dititipkan Ahmad untuknya. Seluruh &lt;a title="memangkas uang gaji" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/memangkas-uang-gaji.html" target="_blank"&gt;uang&lt;/a&gt; Ahmad ia kembalikan seraya berkata, "Semoga Allah menutupi rahasiamu seperti halnya engkau menutupi rahasiaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Ahmad menolaknya, "Uang ini milikmu, gunakanlah untuk keperluanmu."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-7122666866885366150?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/7122666866885366150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/keteguhan-menjaga-rahasia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7122666866885366150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7122666866885366150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/keteguhan-menjaga-rahasia.html' title='Keteguhan Menjaga Rahasia'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-8175120588207489458</id><published>2010-03-16T08:14:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T08:14:17.269-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amanah dalam rumah tangga'/><title type='text'>Wanita yang Menolak Pinangan Rasulullah</title><content type='html'>Wanita itu adalah Ummu Hani r.a. Nama sebenarnya adalah Fakhitah binti Abi Thalib bin Abdul Muthalib. Ia berasal dari kabilah Ouraisy dari keturunan Bani Hasyim. Ummu Hani r.a adalah saudara kandung &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/ali-bin-abi-thalib-ra-bocah-pertama.html" target="_blank" title="Ali bin Abi Thalib r.a, Bocah Pertama Pemeluk Islam"&gt;Ali bin Abi Thalib r.a&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Rasulullah saw menerima wahyu, beliau pernah meminang Ummu Hani melalui pamannya, Abu Thalib, yang juga ayah Ummu Hani. Sayangnya, sang ayah telah mengikat perjanjian dengan Habirah bin Abi Wahab yang telah meminang putrinya terlebih dahulu dan Ummu Hani pun menerima pinangan Habirah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Islam makin berkembang, Ummu Hani menjadi pemeluk Islam. Namun, suaminya tetap bertahan dengan kekafirannya. Mereka pun berpisah dan Ummu Hani r.a hidup menjanda bersama anak-anaknya.&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw meminang kembali Ummu Hani untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dengan halus Ummu Hani berkata, "Ya Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai daripada pendengaran dan penglihatanku sendiri. Namun, hak suami sangatlah besar, hingga aku merasa takut apabila melayani suami, kemudian anak-anakku terlantar. Dan jika aku mengurusi anak-anak, aku khawatir hak-hak suamiku tidak bisa kupenuhi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah saw bersabda, "&lt;i&gt;Sebaik-baik wanita yang menunggang unta adalah wanita Quraisy, yang sangat penyayang terhadap anak-anaknya yang masih kecil dan sangat hati-hati dalam menjaga hak-hak suami ketika ia menjadi seorang istri&lt;/i&gt;." (HR Ibnul Atsir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang sanggup menolak pinangan Rasulullah saw, sosok mulia dan bertanggung jawab idaman para wanita salehah. Namun, Ummu Hani menekan perasaannya semata-mata karena tidak ingin lalai dalam mengurus suami dan anak-anaknya yang masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ia memiliki kasih sayang yang luar biasa besar kepada anak-anaknya sehingga menolak untuk bersuami kembali. Subhanallah, Ummu Hani adalah contoh seorang ibu yang bertanggung jawab dalam membesarkan anak-anaknya demi kebaikan masa depan mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-8175120588207489458?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/8175120588207489458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/wanita-yang-menolak-pinangan-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8175120588207489458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/8175120588207489458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/wanita-yang-menolak-pinangan-rasulullah.html' title='Wanita yang Menolak Pinangan Rasulullah'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-7905751779796161732</id><published>2010-03-15T23:52:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T23:52:10.377-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amanah dalam rumah tangga'/><title type='text'>Bersabarlah Putriku</title><content type='html'>Panji-panji terus makin berkobar seiring kemenangan demi kemenangan yang diraih kaum muslimin di seluruh Jazirah Arab hingga ke Persia dan Syria. Harta berlimpah dan beberapa orang tawanan menjadi milik kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, di sudut lain kota Medinah, sang putri Rasulullah tercinta, Fatimah r.a, berada dalam kepayahan. Tangannya melepuh, kulitnya mengelupas, dan sangat kasar karena terlalu keras melakukan pekerjaan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi sang istri, &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/ali-bin-abi-thalib-ra-bocah-pertama.html" target="_blank"&gt;Ali bin Abi Thalib r.a&lt;/a&gt; berkata kepadanya, "Wahai Fatimah, kau melakukan segala sesuatunya sendiri sampai hatiku merintih tak tega."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memandangi wajah lelah istrinya dan melanjutkan, "Aku dengar ayahmu memperoleh tawanan dan harta rampasan yang melimpah. Bagaimana kalau kita ke rumah beliau dan meminta salah seorang tawanannya untuk kita jadikan pembantu?" usul Ali r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Baiklah, demi Allah, aku memang melakukan segala sesuatunya sendiri hingga tanganku melepuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah r.a. pun beranjak menuju kediaman ayahnya dengan langkah berat. Sungguh ia merasa malu mengadukan perihal ini, apalagi jika harus meminta tawanan perang kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di kediaman Rasulullah saw ia disambut hangat oleh sang ayah. Bagaimana tidak, ia adalah putrinya yang sangat beliau sayangi dan cintai. Namun, ketika melihat putri tersayangnya muram, beliau pun menanyakan keadaannya, "Bagaimana keadaan kau dan keluargamu, Nak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah r.a. tidak kuasa untuk berterus terang. la khawatir permintaannya akan merisaukan hati ayahanda tercinta. Akhirnya, ia hanya menjawab, "Kami baik-baik saja, Ayah. Saya hanya ingin mengucapkan selamat kepadamu." la pun kembali pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua, Fatimah r.a kembali menemui Rasulullah saw. Namun, kali ini ia ditemani suaminya, Ali bin Abi Thalib r.a Dan seperti sebelumnya, Rasulullah saw menyambut mereka dengan penuh kehangatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah r.a memberanikan diri untuk bercerita, "Ayah, sehari-hari aku harus memasak, menggiling gandum, menyediakan pakan dan air untuk kuda ternak kami, membereskan rumah dan segala halnya, hingga aku letih dan lelah. Aku dengar kaum muslimin memperoleh banyak tawanan perempuan. Jika Ayah tidak keberatan, maukah Ayah memberiku seorang tawanan wanita untuk membantuku?" pinta Fatimah r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw sangat mengerti kesusahan yang dialami putrinya tersebut. Namun, sebagai pemimpin, beliau lebih mendahulukan rakyatnya yang lebih membutuhkan daripada memenuhi kehendak putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau pun menyampaikan dengan lembut, "Engkau membutuhkan tawanan untuk membantumu, tetapi apakah engkau tega perut para ahlush shuffah melilit kelaparan? Aku tidak memiliki apa pun untuk menanggung hidup mereka kecuali dengan uang hasil menjual tawanan-tawanan perang tersebut. Bersabarlah, putriku. Penuhilah kewajibanmu sebaik-baiknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah saw menolak permintaannya, Fatimah dan Ali pun kembali pulang dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam Rasulullah saw. mengunjungi kediaman putrinya ketika kedua suami istri berselimutkan beledu yang jika diangkat ke atas maka terlihat &lt;a href="http://mediasehat.com/tanyajawab3506" target="_blank"&gt;kaki&lt;/a&gt; mereka dan jika menutup kaki maka bagian atas mereka terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kedatangan ayahanda sekaligus mertua yang begitu bersahaja, mereka bergegas bangun untuk menyambut beliau. Namun, Rasulullah saw segera menahannya, "Tetaplah di tempat kalian. Maukah aku beri tahu sesuatu yang lebih baik dari yang kalian minta kepadaku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia adalah beberapa kalimat yang Jibril ajarkan kepadaku. Bacalah tasbih (Subhanallah) sepuluh kali, tahmid (Alhamduliilah) sepuluh kali, dan takbir (Allahu Akbar) sepuluh kali seusai shalat. Dan setiap kali kalian hendak tidur, bacalah tasbih tiga puluh kali, tahmid tiga puluh kali, dan takbir tiga puluh kali atau empat puluh kali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali r.a berkata, "Demi Allah, sejak beliau ajarkan kalimat-kalimat tersebut, kami tidak pernah meninggalkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah r.a adalah contoh kehidupan putri pembesar yang sangat bersahaja. Bisa saja ia hidup dalam kemewahan, tetapi Rasulullah saw mengajarkan bahwa dunia tidak berarti apa-apa jika dibandingkan kenikmatan di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Ahlush shuffah adalah penghuni masjid, yaitu para sahabat migran yang tinggal di emperan masjid karena tidak memiliki tempat tinggal tetap di Medinah. Kata shuffah atau sufi digunakan sebagai cermin dari kebersahajaan hidup mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-7905751779796161732?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/7905751779796161732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/bersabarlah-putriku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7905751779796161732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7905751779796161732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/bersabarlah-putriku.html' title='Bersabarlah Putriku'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-790174015818771541</id><published>2010-03-15T23:21:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T23:21:28.611-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amanah dalam rumah tangga'/><title type='text'>Mencintai karena Allah</title><content type='html'>Umar bin Abdul Aziz hidup dalam kemewahan dan kemegahan hidup bersama istrinya yang memiliki ayah seorang &lt;a title="khalifah membantu proses persalinan" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/khalifah-membantu-proses-persalinan.html" target="_blank"&gt;khalifah&lt;/a&gt;. Setiap hari Umar mengenakan jubah terindah dan pakaian terbaiknya dengan wewangian mahal hingga meninggalkan aroma harum di setiap jalan yang telah ia lalui. Berjam-jam ia menata rambutnya sampai-sampai terlambah &lt;a title="Sholat jamaah" href="http://mimbarjumat.com/archives/94" target="_blank"&gt;shalat berjemaah&lt;/a&gt;. Apa pun yang ia mau dengan mudahnya ia dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat berkebalikan ketika ia terpilih menjadi khalifah meneruskan amanah sang mertua. Kehidupannya berubah seratus persen. Kemewahan yang begitu didambakan setiap orang, ia tinggalkan begitu saja. Sungguh tindakan yang sangat langka karena umumnya setiap orang mencari &lt;a title="menolak jabatan hakim" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/menolak-jabatan-hakim.html" target="_blank"&gt;jabatan&lt;/a&gt; agar dapat hidup mewah dan bergelimang harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan ini ia sampaikan kepada istri tercintanya, Fatimah binti Abdul Malik. Bagaimanapun juga, kehidupan barunya akan melibatkan kehidupan istrinya yang lama dibuai kemewahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berkata kepadanya, "Wahai Fatimah, masalah besar telah menimpaku. Aku diberi beban yang paling berat dan aku akan dimintai pertangungjawaban tentang &lt;a title="manusia pelaku peradaban" href="http://mimbarjumat.com/archives/442" target="_blank"&gt;manusia&lt;/a&gt; yang paling jauh serta yang paling dekat dari umat Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tugas ini akan menyita seluruh keberadaanku, hingga tidak ada waktu bagiku untuk memenuhi seluruh hakmu atas diriku. Tidak ada lagi hasrat bagiku kepada wanita, tetapi aku tidak ingin menceraikanmu. Aku tidak menginginkan seorang pun di dunia ini selain dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, aku tidak ingin menzalimi dirimu. Aku khawatir kamu tidak sabar atas cara hidup yang kupilih. Oleh karena itu, aku akan mengantarkanmu ke rumah ayahmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri terpana mendengar penjelasan suaminya yang begitu mendadak. Kemudian ia bertanya untuk meminta penjelasan lebih dari suaminya, "Sebenarnya apa maksudmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sabar Umar menjelaskan kembali, "Sesungguhnya &lt;a title="harta" href="http://mimbarjumat.com/archives/1104" target="_blank"&gt;harta&lt;/a&gt; yang kita miliki serta yang dimiliki oleh saudara-saudara dan kerabatmu ini berasal dari harta kaum muslimin. Aku bertekad akan mengambilnya dan mengembalikannya kepada mereka. Aku akan memulai dari diriku. Aku tidak akan menyisakan untukku, kecuali sebidang tanah yang kubeli dari uang hasil jerih payahku. Aku akan hidup dengan harta tersebut. Jika engkau tidak sabar pada kesempitan hidup setelah lapangnya, kau boleh kembali kepada ayahmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak habis pikir dengan keputusan suaminya, Fatimah kembali bertanya, "Apa yang mendorongmu untuk berbuat seperti itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar menjawab, "Wahai Fatimah, sesungguhnya aku memiliki jiwa ambisius dan aku tidak mendapatkan sesuatu, kecuali menginginkan yang lebih baik darinya. Aku menginginkan jabatan, lantas mendapatkannya. Ketika aku mendapatkannya, muncul keinginan untuk menguasai khalifah dan ketika aku telah mendapatkannya, aku menginginkan yang lebih baik darinya, yaitu &lt;a title="orang-orang yang dijamin masuk surga" href="http://mimbarjumat.com/archives/779" target="_blank"&gt;surga&lt;/a&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri menanggapi keinginan suaminya, "Wahai suamiku, lakukanlah apa saja yang menurutmu baik, saya akan senantiasa bersamamu. Saya tidak akan menyertaimu dalam keadaan senang, lalu meninggalkanmu dalam keadaan susah. Saya rida dengan apa yang kauridai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat persetujuan dari sang istri, ia pun memulai tugasnya dengan meninggalkan istana megahnya. Seluruh harta yang ia dapat dari Baitul Mal dikembalikan. Bersama istrinya, ia menempati gubuk kecil di sebelah kiri &lt;a title="belajar dari masjid" href="http://mimbarjumat.com/archives/1037" target="_blank"&gt;masjid&lt;/a&gt;. Pakaian, tempat tinggal, makanan, dan minuman benar-benar sangat sederhana, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini hanya sebuah permata yang tertinggal sebagai harta satu-satunya Fatimah. Permata kesayangannya, pemberian dari ayah tercinta. Mengetahui hal tersebut, Umar berkata dengan lembut kepada istrinya, "Wahai Fatimah, engkau mengetahui bahwa permata itu diperoleh ayahmu dari harta kaum muslimin dan menghadiahkannya kepadamu. Sesungguhnya aku tidak suka permata itu ada di rumahku. Karena itu, engkau boleh memilih: permatamu atau aku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jawaban sang istri? Jika ia memilih permata, seumur hidupnya akan selalu bergelimang harta. Akan tetapi, jika ia memilih suaminya, kehidupan apa adanya yang jauh dari kekayaan duniawi harus ia jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri telah mantap dengan pilihannya. la pun berkata, "Demi Allah, tentu aku lebih memilihmu, wahai suamiku, daripada permata ini. Bahkan, jika aku memiliki permata yang berlipat-lipat jumlahnya, akan aku serahkan semuanya karena kau lebih berharga dari semua itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri pun mengembalikan permata kesayangannya ke Baitul Mal.&lt;br /&gt;Kini, kedua suami istri mulia tersebut hidup seadanya. Tidak ada pakaian mewah dan indah, melainkan pakaian usang dan penuh tambalan yang melekat pada tubuh mereka. Tidak ada pula istana, melainkan rumah kecil dengan dinding yang rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika seorang wanita Mesir datang ke rumah mereka. Fatimah menemuinya yang tampak kebingungan di depan pintu rumahnya. Ia pun segera menyapa wanita asing tersebut, "Wahai hamba Allah, adakah yang bisa aku bantu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berkata, "Aku datang dari Mesir untuk menemui Amirul Mukminin. Orang-orang menunjuk alamat ini, tetapi di sini aku tidak menemukan istananya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah tersenyum lebar dan segera menyambut tamu jauhnya, "Kau benar, ini rumahnya, silakan masuk!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah terkejutnya wanita itu mengetahui yang berbicara di hadapannya adalah istri seorang Amirul Mukminin. Pakaiannya lusuh, tidak berdandan, tanpa gelang dan perhiasan. Siapa yang menyangka bahwa ia adalah istri petinggi wilayah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu dengan perasaan heran dan bingung masuk ke dalam rumah. la duduk di atas lantai di temani istri Amirul Mukminin yang terhormat. Namun, sang tamu kembali kaget melihat di dalam rumah tersebut ada seorang laki-laki dengan tangan penuh tanah dan berpakaian kotor yang sedang memperbaiki dinding rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disangkanya lelaki itu adalah tukang batu. Wanita itu pun menegur Fatimah, "Wahai istri Amirul Mukminin. Mengapa kau memasukkan lelaki ke dalam rumahmu di saat suamimu tidak ada di rumah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah kembali tersenyum, "Dialah suamiku, Amirul Mukminin yang kaucari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit untuk dipercaya ketika sang tamu mengetahui kehidupan keluarga Amirul Mukminin yang sangat jauh dari bayangannya. Bukankah petinggi negara diberi fasilitas dari Baitul Mal? Namun, di hadapannya, tidak ada kemewahan, kesombongan, dan jarak antara mereka dan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjauhi kemewahan duniawi agar jiwanya makin kuat dan terhindar dari fitnah-fitnah dunia. Itulah rumah tangga penuh keimanan yang dihuni oleh pasangan yang menyinari dunia dan menembus cakrawala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Siapa yang tujuannya adalah akhirat, Allah akan menjadikan rasa cukup dalam hatinya, menyatukan kembali apa yang terpisah darinya, dan dunia akan selalu datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Dan siapa yang menjadikan dunia sebaga; tujuannya, Allah akan menjadikan kefakiran selalu membayang-bayanginya, memisahkan yang bersatu dengannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya, kecuali yang kotor baginya&lt;/em&gt;. (Al-Hadis)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-790174015818771541?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/790174015818771541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/mencintai-karena-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/790174015818771541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/790174015818771541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/mencintai-karena-allah.html' title='Mencintai karena Allah'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-7875864824068203515</id><published>2010-03-15T20:02:00.001-07:00</published><updated>2010-03-15T20:02:18.896-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amanah dalam rumah tangga'/><title type='text'>Keturunan Bersahaja</title><content type='html'>Imam Ahmad bin Hanbal adalah seorang ulama yang kaya dan dermawan. Suatu ketika seorang wanita sederhana datang mengadu kepadanya. la berpikir bahwa wanita tersebut akan meminta &lt;a title="menyegerakan bersedekah" href="http://mimbarjumat.com/archives/701" target="_blank"&gt;sedekah&lt;/a&gt; darinya, sebagaimana kebanyakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebelumnya ia mendengarkan pengaduan wanita tersebut dengan saksama, "Tuan, saya adalah ibu rumah tangga yang telah ditinggal mati suami. Setiap hari saya bekerja siang hingga malam. Siang hari saya bekerja mengurus anak-anak dan &lt;a title="kehidupan rumah tangga di masa menopause" href="http://mimbarjumat.com/archives/720" target="_blank"&gt;rumah tangga&lt;/a&gt;, sedangkan malam hari saya merajut benang untuk dijual sebagai penghasilan kami. Namun, saya tidak memiliki sesuatu untuk membeli lampu sehingga saya biasa mengerjakannya di bawah sinar rembulan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita wanita tersebut, Imam Ahmad tergerak hatinya untuk menolong. Apalagi jika yang ia butuhkan hanya sebuah lampu. Namun, ternyata cerita itu belum selesai. Imam Ahmad mengurungkan niatnya untuk memberi sedekah demi mendengarkan kelanjutan cerita &lt;a title="wanita yang dizalimi" href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/kisah-wanita-yang-dizalimi.html" target="_blank"&gt;wanita &lt;/a&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menarik nafas, wanita itu mengadu kembali dengan wajah penuh kesedihan, "Hingga pada suatu ketika, kafilah milik pemerintah berkemah di depan rumah saya. Lampu-lampunya terang benderang karena banyak jumlahnya. Saya pun segera memanfaatkan cahaya tersebut untuk merajut. Akan tetapi, setelah pekerjaan saya selesai, saya bimbang, apakah rajutan itu jika dijual, hasilnya halal dimakan oleh saya dan anak-anak? Sebab saya menggunakan lampu yang minyaknya dibeli dari uang negara yang sudah barang tentu adalah uang rakyat juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Imam Ahmad terkesan dengan kegundahan wanita tersebut yang khawatir dirinya telah mencuri uang rakyat. Sudah pasti ia bukan wanita sembarangan hingga memiliki ketajaman nurani seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--more--&gt;Imam Ahmad pun bertanya, "Siapakah engkau sebenarnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada tertekan karena kegundahannya, wanita itu menjawab, "Saya adalah adik perempuan Basyar Al-Hafi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah terkejutnya Imam Ahmad mendengar jawaban dari bibir wanita tersebut. Ternyata sosok wanita yang berada di hadapannya itu adalah wanita terhormat, adik seorang gubernur yang adil dan dimuliakan semasa hidupnya, Basyar Al-Hafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa haru membuncah karena melihat kondisi keluarga gubernur berada dalam &lt;a title="Islam dan kemiskinan" href="http://mimbarjumat.com/archives/91" target="_blank"&gt;kemiskinan&lt;/a&gt;. Mereka adalah keluarga terhormat yang tidak sewenang-wenang menggunakan uang rakyat untuk kesenangan duniawi mereka. Pantas saja sang adik begitu khawatir seandainya dirinya memakan uang rakyat karena kakaknya pun mengharamkan demikian untuk keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi menjaga kemuliaan wanita tersebut, Imam Ahmad menjawab kegelisahannya, "Ketika semua orang berlomba-lomba memanfaatkan peluang untuk menghabiskan dan menggerogoti uang rakyat melalui jabatan yang diamanahkan kepadanya, ternyata masih ada wanita semulia dirimu yang khawatir terciprat hak milik rakyat dan mempertanyakan kehalalannya. Sungguh, sehelai rambutmu lebih mulia daripada berlapis-lapis sorban yang kupakai dan berlembar-lembar jubah yang dipakai para ulama. Demi Allah, untuk wanita semulia engkau, ada baiknya menghindari hasil rajutan yang kauragukan kehalalannya meskipun apa yang kaulakukan pada dasarnya diperbolehkan karena tidak merugikan perbendaharaan negara."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-7875864824068203515?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/7875864824068203515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/keturunan-bersahaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7875864824068203515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/7875864824068203515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/keturunan-bersahaja.html' title='Keturunan Bersahaja'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-3888110694124290107</id><published>2010-03-15T10:22:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T10:22:20.164-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amanah dalam rumah tangga'/><title type='text'>Penuhilah Hak Dirimu, Dia, dan Mereka</title><content type='html'>Dari Abu Juhaifah Wahab bin Andullah r.a menceritakan bahwa Nabi saw mempersaudarakan antara &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/salman-al-farisi-ra-pencari-kebenaran.html" target="_blank"&gt;Salman r.a&lt;/a&gt; dan Abu Darda' r.a. Suatu hari Salman r.a mengunjungi Abu Darda' r.a dan ia melihat istri Abu Darda' r.a mengenakan &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/nabi-daud-as-membuat-pakaian-perang.html" target="_blank" title="nabi daud as membuat pakaian perang dari besi"&gt;pakaian&lt;/a&gt; yang sangat sederhana tanpa perhiasan sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena haru, Salman r.a. bertanya, "Mengapa keadaanmu seperti ini?"&lt;br /&gt;la menjawab, "Saudaramu, Abu Darda' tidak mempunyai minat pada pesona dunia (perempuan)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, datanglah Abu Darda' r.a untuk membuatkan &lt;a href="http://carahidupkita.blogspot.com/2010/01/cara-sederhana-dalam-memperbaiki-menu.html" target="_blank" title="cara sederhana untuk memperbaiki menu makanan"&gt;makanan&lt;/a&gt;. Setelah itu, ia berkata kepada Salman r.a, "Makanlah, hari ini aku sedang berpuasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman r.a menjawab, "Aku tidak akan makan hingga engkau makan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam tiba, Abu Darda' r.a pergi untuk shalat dan berkata kepada Salman r.a, "Tidurlah!" Lalu, Salman r.a pun &lt;a href="http://pelangiku.com/2009/06/tidur-membuat-awet-muda-lho/" target="_blank" title="tidur membuat awet muda lho"&gt;tidur&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak lama kemudian Salman r.a terbangun dan melihat saudaranya masih terjaga. la pun menyuruh Abu Darda' r.a untuk tidur. Akhirnya, mereka berdua pun tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pada akhir malam, Salman r.a bangun dan membangunkan Abu Darda' r.a, "Sekarang bangunlah!" Kemudian mereka berdua &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/13" target="_blank" title="rahasia malam"&gt;shalat malam&lt;/a&gt; bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Salman r.a. menasihati Abu Darda' r.a, "Sesungguhnya Rabbmu mempunyai hak atas dirimu, sesungguhnya dirimu juga mempunyai hak atas dirimu sendiri, dan keluargamu juga mempunyai hak atas dirimu maka berikanlah hak itu kepada setiap yang mempunyai hak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda' r.a pun menemui &lt;a href="http://mimbarjumat.com/archives/132" target="_blank" title="banyaknya hadist rasulullah"&gt;Rasulullah saw&lt;/a&gt; untuk menanyakan kebenaran pendapat Salman r.a. Kemudian Rasulullah saw menjawab, "Salman benar!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-3888110694124290107?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/3888110694124290107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/penuhilah-hak-dirimu-dia-dan-mereka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3888110694124290107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/3888110694124290107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/penuhilah-hak-dirimu-dia-dan-mereka.html' title='Penuhilah Hak Dirimu, Dia, dan Mereka'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2645103037874830536</id><published>2010-03-15T10:19:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T10:19:51.624-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amanah dalam rumah tangga'/><title type='text'>Aku Hanya Ingin Berhias, Ayah</title><content type='html'>Idul Adha akan tiba. Setiap &lt;a href="http://pelangiku.com/2009/09/5-dosa-wanita-kantoran/" target="_blank" title="5 dosa wanita kantoran"&gt;wanita&lt;/a&gt; tentu ingin berhias untuk menyambut hari raya tersebut. Termasuk Siti Zainab r.a, putri Ali bin Abi Thalib r.a. Saat itu ayahnya menjabat sebagai Amirul Mukminin. Zainab r.a. pun memberanikan diri untuk meminjam kalung berlian dari &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/mengambil-uang-baitul-mal-secara-paksa.html" target="_blank" title="Mengambil Uang Baitul Mal Secara Paksa"&gt;Baitul Mal&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mendatangi Ali bin Abi Rafi', seorang sahabat Nabi saw yang bertanggung jawab atas Baitul Mal seraya berkata, "Wahai Ibnu Abi Rafi', pinjamilah aku kalung berlian agar aku dapat berhias di Hari Idul Adha dan aku akan mengembalikannya tiga hari kemudian!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat peminjam adalah putri Amirul Mukminin, Abi Rafi' r.a pun meminjamkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/ali-bin-abi-thalib-ra-bocah-pertama.html" target="_blank" title="Ali bin Abi Thalib r.a, Bocah Pertama Pemeluk Islam"&gt;Ali bin Abi Thalib r.a&lt;/a&gt; mengetahui putrinya memakai kalung berlian, dia pun bertanya, "Dari mana kau dapatkan kalung berlian itu, Zainab?"&lt;br /&gt;Siti Zainab r.a. menjawab, "Aku meminjamnya dari Ibnu Abi Rafi', Ayah. Aku akan mengembalikannya tiga hari kemudian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal itu, Amirul Mukminin tampak geram segera memanggil Ali bin Abi Rafi' untuk menegur, "Hai Ibnu Abi Rafi'! Apakah kau mau &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/larangan-mengkhianati-amanah.html" target="_blank" title="larangan menghianati amanah"&gt;mengkhianati&lt;/a&gt; kaum muslimin?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Na'udzubillah, ya Amirul Mukminin! Aku hanya meminjamkannya kepada putri Amirul Mukminin untuk berhias di Hari Idul Adha dan akan dikembalikannya setelah tiga hari!" jawab Ibnu Abi Rafi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kembalikanlah kalung itu ke Baitul Mal!" perintah Ali, "dan janganlah kau ulangi lagi perbuatanmu itu! Demi Allah, kalau saja ia (Zainab r.a) tidak mampu mempertanggungjawabkan pinjamannya itu, niscaya ia akan menjadi wanita pertama dari keturunan Bani Hasyim yang akan aku potong tangannya karena pencurian!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab r.a yang mendengar percakapan antara ayahnya dan Ibnu Abi Rafi' tersentak kaget dengan ancaman tersebut. la pun merajuk kepada sang ayah, "Ayahku, Amirul Mukminin, aku adalah putrimu dan bagian dari dirimu. Siapakah yang lebih berhak memakai kalung itu daripada diriku, seorang putri Amirul Mukminin?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai cucu Abu Thalib! Janganlah kamu berpaling dari &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/salman-al-farisi-ra-pencari-kebenaran.html" target="_blank" title="Salman Al-Farisi r.a Pencari Kebenaran"&gt;kebenaran&lt;/a&gt;! Apakah semua perempuan istri sahabat Anshar dan Muhajirin berhias di hari raya seperti ini?" jawab Ali r.a tegas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2645103037874830536?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2645103037874830536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/aku-hanya-ingin-berhias-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2645103037874830536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2645103037874830536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/aku-hanya-ingin-berhias-ayah.html' title='Aku Hanya Ingin Berhias, Ayah'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-1911748651672255814</id><published>2010-03-14T09:35:00.000-07:00</published><updated>2010-03-14T09:39:28.209-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amanah kepada non muslim'/><title type='text'>Kesaksian Penduduk Mekah</title><content type='html'>Sejak kanak-kanak, Muhammad terkenal dengan kejujurannya. Penduduk Mekah berkata tentang sifat amanah beliau, "Jika engkau harus pergi dan perlu seseorang untuk menjaga istrimu, percayakan dia kepada Muhammad tanpa ragu-ragu sebab dia tidak akan menatap sekejap pun pada wajahnya. Jika engkau ingin memercayakan hartamu untuk dijaga, percayakan kepada orang jujur dan dapat dipercaya ini sebab dia tidak akan pernah menyentuhnya. Jika engkau mencari seseorang yang tidak pernah berbohong dan tidak pernah melanggar kata-katanya, pergilah ke Muhammad sebab apa pun yang dikatakannya adalah benar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh penduduk Mekah menaruh kepercayaan yang tinggi kepada Rasulullah saw. Mereka tidak sungkan-sungkan untuk menitipkan barang-barangnya yang berharga kepada Rasulullah. Bahkan, setelah beliau diangkat menjadi rasul pun, musuh-musuhnya masih ada yang memercayakan barang-barangnya kepada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemuda Mekah menyapa Rasulullah saw. ketika melintas di depan mereka seraya berkata kepada beliau, "Demi Allah, wahai Muhammad, engkau terkenal sebagai seseorang yang tidak pernah mengingkari janji, baik di masa kecilmu maupun sesudah engkau dewasa."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-1911748651672255814?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/1911748651672255814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kesaksian-penduduk-mekah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1911748651672255814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/1911748651672255814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kesaksian-penduduk-mekah.html' title='Kesaksian Penduduk Mekah'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5548565436591663887.post-2128471049109778152</id><published>2010-03-12T18:36:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T18:36:55.630-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amanah kepada non muslim'/><title type='text'>Kaum Muslimin yang Tertindas</title><content type='html'>Kaum muslimin dibuat gusar oleh kesepakatan antara Rasulullah saw. dan pihak Quraisy yang diwakili oleh Suhail, ayah Abu Jandal r.a. Dalam kesepakatan yang terkenal dengan Perjanjian Hudaibiyah itu tertulis bahwa pihak muslimin harus mengembalikan setiap orang dari pihak Quraisy yang menggabungkan diri dengan kaum muslimin setelah perjanjian tersebut disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu datanglah Abu Jandal bin Suhail r.a dalam keadaan terikat dan telah mengalami siksaan oleh kaum Quraisy karena keislamannya. Tentu saja dengan isi perjanjian itu Abu Jandal r.a tidak akan mendapat pertolongan dari kaum muslimin di Medinah karena ia harus tetap berada di Mekah dan kembali mengalami siksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jandal r.a. memohon, "Saudara-saudara muslimin, apakah kalian akan mengembalikan aku kepada orang-orang musyrik itu agar mereka menyiksaku karena keislamanku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kaum muslimin tidak tega melihat kekejaman dan penyiksaan kaum musyrikin Quraisy yang ditimpakan kepada Abu Jandal r.a. Rasulullah pun menitikkan air matanya karena melihat kondisi Abu Jandal r.a yang kepayahan dan memelas mohon pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Namun, apa daya meskipun perjanjian hitam di atas putih belum selesai ditandatangani, Rasulullah saw. tetap harus mengembalikan Abu Jandal r.a. ke Mekah untuk memenuhi perjanjian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda kepada Abu Jandal r.a, "Abu Jandal, bersabarlah, sesungguhnya Allah akan memberikan jalan keluar kepadamu dan orang-orang tertindas yang bersamamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tersebut tidak hanya menimpa Abu Jandal r.a, tetapi juga Utbah bin Asid r.a yang lebih dikenal dengan nama Abu Bashir. Ia melarikan diri dari kota Mekah setelah Perjanjian Hudaibiyah ditandatangani dengan maksud meminta perlindungan dari kaum muslimin di Medinah dari penyiksaan kaum Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kaum musyrikin Quraisy mengirim dua orang utusan untuk meminta Abu Bashir r.a dikembalikan kepada mereka karena terikat dengan Perjanjian Hudaibiyah. Rasulullah saw pun mengembalikan Abu Bashir r.a kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di tengah perjalanan kembali ke kota Mekah, Abu Bashir r.a melakukan perlawanan. Ia berhasil membunuh salah satu utusan Quraisy dan membuat satu orang lainnya kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bashir r.a pun kembali ke Medinah menemui Rasulullah saw dan menyampaikan kepada beliau, "Demi Allah, Anda telah mengembalikan aku kepada mereka, tetapi Allah menyelamatkanku dari tindakan mereka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw tetap bersikukuh tidak akan menerima Abu Bashir r.a di Medinah. Akhirnya, beliau bersabda, "Orang-orang Quraisy itu akan celaka jika mereka mengobarkan &lt;a href="http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/02/taktik-persiapan-perang-badar.html" target="_blank"&gt;perang&lt;/a&gt; terhadapmu seandainya kau ada kawannya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bashir r.a menangkap maksud di balik ucapan Rasulullah saw. Ia pun meninggalkan Medinah, tetapi bukan untuk ke Mekah, melainkan ke sebuah tempat di daerah pesisir bernama Ish tempat jalur dagang kafilah Mekah menuju Syam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengajak seluruh kaum muslimin, termasuk Abu Jandal r.a untuk meninggalkan kota Mekah dan bergabung dengannya. Mereka pun menyusun kekuatan di sana dan menjegal serta melumpuhkan setiap kafilah dagang musyrikin Quraisy yang lewat menuju Syam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulah kawanan Abu Bashir r.a dan Abu Jandal r.a yang mengobrak-abrik perdagangan kaum Quraisy membuat mereka 'kebakaran jenggot'. Mereka pun meminta perlindungan dari Rasulullah saw di Medinah dan membatalkan pasal yang awalnya dianggap menguntungkan mereka dan merugikan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Rasullullah saw mengirim utusan kepada kawanan Abu Bashir r.a untuk menghentikan sepak terjangnya terhadap kafilah dagang orang-orang Quraisy dan mengizinkan mereka menetap di Medinah karena perjanjian yang melarang hal itu telah dibatalkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5548565436591663887-2128471049109778152?l=ceritainspirasimuslim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/feeds/2128471049109778152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kaum-muslimin-yang-tertindas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2128471049109778152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5548565436591663887/posts/default/2128471049109778152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2010/03/kaum-muslimin-yang-tertindas.html' title='Kaum Muslimin yang Tertindas'/><author><name>Subejo Paijo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13266455909943298528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_sdr4EyRWQ94/S7Na1Lej-hI/AAAAAAAAAAs/akrR0P5emlU/S220/subejopaijo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com
